Istri Kontrak Sang CEO

Istri Kontrak Sang CEO
Enak sekali bim


" Bim, kamu disini" ucap mala dengan suara seraknya.


Akhirnya suara lembut itu bisa masuk ke dalam indra pendengaran bima kembali. mendengar suara wanitanya bima langsung mengalihkan pandangannya pada wajah cantik mala. " Iya sayang, aku di sini" ucap bima sangat lembut.


" Aku taku bim. hiks....hikss..., Aku sangat takut, mereka jahat. mereka sudah medatangkan rasa trauma itu lagi. Aku takut mereka benar-benar akan membunuh anak ini hiks...hikss.." lirih mala pilu


Melihat itu membuat bima lebih mendekat dan mencium kening mala," Tenang ya sayang, sekarang sudah ada aku. tidak akan ada lagi yang bisa menyakitimu, maafkan aku karna waktu itu aku tidak ada saat dengan beraninya mereka menyentuh wajahmu ini"


" Aku sangat takut kejadian ini terulang kembali bim, aku tidak mau kehilangan calon anak-anakku"


" Jangan takut lagi ya sayang. tidak ada satu orang pun yang bisa menyentuhmu lagi "


" Mereka sangat jahat bim, dia memintaku meminum racun, dia menamparku. bahkan tamparan itu begitu terasa sakit di wajahku hikss....hikss.."


Mendengar penuturan mala, entah kenapa dada bima terasa sangat sesak, hatinya sakit saat mendengar bagaimana mereka melakukan itu pada istrinya. biarpun bima sudah membalasnya, tapi rasa sakit hati bima masih belum sepenuhnya hilang, " Maafkan aku sayang, maafkan aku karna tidak bisa melindungi mu kala itu" ucap bima sambil membawa mala dalam dekapannya.


" Nanti setelah aku sehat, aku minta kamu mengajariku tentang ilmu beladiri, aku tidak mau menjadi wanita lemah, bagaimana aku bisa mengambil perusahaan orang tua angkat ku kembali jika aku lemah seperti ini" ucap mala pada bima.


Mendengar ucapan yang terlontar dari mulut istrinya. tentu saja membuat bima melepas dekapan itu. " Apa kamu yakin sayang?" tanya bima pada mala


" Aku sangat yakin bim, bukan kan aku akan menjadi seorang ibu, dan sebagai seorang ibu aku harus bisa melindungi anak-anak ku sendiri"


" Oh iya sayang, kamu kan belum mengatakan apa jenis kelamin anak ini" tanya bima penasaran


" Laki- laki bim, mereka berjenis kelamin laki-laki"


Bima mengangkat sebelah alisnya" Mereka, maksudnya anak kita kembar sayang" ucapnya memastikan


Wanita cantik itu tak menjawab, hanya memberi anggukan kecil pada suaminya. " Bim" panggil mala lagi


" Iya sayang kenapa"


" Aku lapar bim" pekik mala sambil mengusap perutnya.


Mendengar itu membuat bima terkekeh kecil" Yasudah, kamu mau makan apa sayang,? aku akan coba mencarinya"


" Eeeuummm aku pengen makan chicken wing" ucap mala dengan nada semangat


" Baiklah, tunggu sebentar ya. aku akan mencarikan chicken wing buat kamu"


Setelah itu bima keluar dari ruangan mala, namun sebelum pergi. bima meminta suster untuk menemani istrinya. karna dalam hati bima masih ada rasa takut, takut suatu hal terjadi pada wanitanya.


sudah 30 menit bima keluar, namun belum juga ada tanda-tanda kedatangannya, suster yang melihat wajah gelisah mala langsung menanyakan ada apa gerangan. " Ada apa nona, apa ada yang sakit?" tanya suster itu.


" Tidak sus, saya hanya menunggu kedatangan suami saya, masak cuma mau beli chicken wing lama sekali"


Mendengar jawaban dari mala, membuat dokter muda itu tersenyum kecil, " Pasti susah carinya nona, karna ini sudah jam 01:00 dini hari"


" Aapa, sudah jam 01:00 dini hari suster" ucap mala kaget,


Satu jam kemudian, akhirnya bima datang dengan membawa paper bag di tangannya" Maaf ya sayang kamu pasti nunggu lama, aku kesulitan mencari chicken wing nya. jadi aku balik aja ke apartemen dan membuatnya sendiri"


" Iya istriku, sudah ini dimakan. kamu pasti sangat lapar bukan. sudah satu minggu kamu tidak makan, sini buka mulutnya aku suapi ya, Aaaaasaa" balas bima lembut


Akhirnya mala membuka mulutnya, matanya membelalak saat merasakan chicken wing buatan suami barunya. "Enak sekali bim"


Meninggalkan bima dan mala, malam berlalu. saat ini devan sedang sarapan bersama kedua orang tuanya.


" Ma, pa. kemarin devan bertemu dengan kakek lustama" ucap devan saat mereka sedang sarapan.


Uhukkk, wijaya berbatuk saat mendengar nama sang papa, nama yang sudah sangat lama tidak pernah dia dengar. " Dimana" tanya wijaya


" Di taman kota. devan tidak sengaja bertemu dengannya pa"


" Lalu" timpal yasmine


" Kakek langsung pergi saat devan membahas tentang naura"


Memang semenjak hilangnya naura, wijaya memutuskan untuk pergi dari kehidupan sang papa. sejak saat itu sudah tidak ada lagi kontak yang terjalin antara mereka berdua, biarpun wijaya dan lustama sama-sama tinggal di negara yang sama. namun mereka tidak pernah sekalipun bertemu, wijaya melepas semua harta benda yang dia miliki atas pemberian dari sang papa. pria itu memulai hidup baru bersama istri dan anaknya dengan mencoba membuka bisnis kecil yang iya rintis dengan jerih payahnya sendiri.


Hingga wijaya berhasil mendapatkan klien pertama bersama dengan sahabat barunya yang bernama Setiawan abraham. mereka berdua sama-sama merintis sebuah perusahaan yang bergerak di bidang properti. hingga kedua perusaan itu bisa naik daun secara bersamaan setelah lima tahun merintis, usaha yang mereka bangun berbuah manis.


Sampai usia devan beranjak dewasa pun wijaya tidak pernah lagi bertemu dengan lustama. bahkan mendengar kabar tentangnya pun sudah tidak pernah lagi. wijaya benar-benar mengubur semua tentang papanya. bahkan wijaya melarang yasmine dan devan untuk menemuinya, karna menurut wijaya. kehilangan anaknya adalah salah dari kakek lustama, Namun satu hal yang pria itu tidak pernah tau, jika anaknya sudah di temukan oleh tuan lustama dan di besarkan di aussie yang di asuh oleh kakak nya sendiri yang benama sunder lustama.


Biarpun wijaya selalu cuek dan tidak mau tau lagi tentang lustama, tapi sebenarnya selama lima belas tahun pria tua itu selalu memperhatikan keluarga itu dari arah kejauhan. kakek lustama sangat merindukan mereka semua. apalagi devan. cucu pertama yang dia miliki, kakek lustama selalu menjadi tempat bermanja devan kecil.


" Pa, apa papa tidak merasa curiga dengan tingkah lakunya papa lustama?" tanya yasmine


Mendengar itu membuat wijaya menautkan kedua alisnya. " Maksud mama?"


" Iya pa. menurut mama tingkah papa itu aneh saja. masak hanya karna devan menyinggung tentang naura papa lustama langsung pergi, apa papa tidak mau menyelidikinya"


" Kita liat saja nanti ma "


Setelah mengatakan hal itu. wijaya menyudahi sarapannya. pria paruh baya itu bangkit dari duduknya. entah kenapa luka lama itu terasa sakit kembali setelah mendengar nama lustama yang di ucapkan oleh anaknya sendiri.


Wijaya berlalu dari kediamannya, pagi ini wijaya memang sedang ada janji temu dengan winarto, ayah dari mala. biarpun hubungan mala dan devan sudah berantakan. namun keduanya masih menjalin hubungan yang sangat baik layaknya partner kerja pada umumnya. Winarto dan wijaya memang sudah sejak lama menjalin hubungan kerja sama. kurang lebih sekitar 4 tahunan.


" Aakkkhh, kenapa orang itu harus muncul kembali di hadapan keluargaku"


" Dia memang ayah kandungku. tapi dia juga yang sudah menyebabkan putri ku hilang, semua itu gara-gara dia" ucap wijaya sambil memukul stir mobilnya.


Setelah itu wijaya menepikan mobilnya, pria paruh baya itu mengambil ponsel yang iya taruh di dalam saku jasnya


[ Halo ]


[••••••••••••••••••• ]


[ Iya, saya mau dapat kabar secepatnya ]


Wijaya langsung mematikan sambungan telfonnya setelah mengatakan satu hal pada salah satu anak buah kepercayaannya.