Istri Kontrak Sang CEO

Istri Kontrak Sang CEO
Bodoh


Setelah memutuskan sambungan telfonnya, wilson benar-benar menyusul ayahnya yang lagi sakit ke aussie. Untungnya wilson memiliki jet pribadi yang memudahkannya untuk segera terbang ke aussie saat itu juga.


Mendengar kabar tentang ayahnya yang sakit tentu saja membuat wilson sangat menghawatirkan keadaan sang ayah, sebab hanya sang ayah yang wilson miliki saat ini.


Wilson menghubungi andre untuk mempersiapkan pilot yang akan mengantarnya ke negara itu, tak sampai lima menit andre sudah datang bersama dengan seorang pria paruh baya yang menjadi pilot pribadi keluarga atmaja.


" Apa kita berangkat sekarang tuan?"


" Iya, kamu persiapkan semuanya, aku akan mengambil barang-barangku sebentar" titah wilson dan langsung masuk ke dalam rumahnya.


10 menit kemudian jet pribadi milik wilson benar-benar lepas landas, namun sebelum kepergiannya pria itu meminta andre untuk menghandle semua urusannya selama wilson tidak ada di indonesia. Karna kemungkinan besar wilson akan stay di aussie untuk beberapa bulan, guna menggantikan ayahnya yang kondisinya kurang baik. sebab perjalanan cukup jauh. akhirnya Wilson memejamkan matanya yang sudah terasa berat, karna sampai jam segini wilson sama sekali belum memejamkan kedua matanya.


Pagi datang. seperti biasa adelia harus bangun lebih dulu untuk memasak dan membersihkan rumah orangtua devan dengan tangannya sendiri, sebab mama yasmine sengaja memberikan cuti kepada semua art dirumahnya selama 3bulan, Dan pekerjaan rumah di serahkan kepada adelia, wanita itu harus mengurus semuanya sesuai dengan kesepakatan sebelum dia menikah dengan devan. Demi sebuah obsesi adelia menyanggupi syarat yang di ajukan yasmine padanya.


" Mas bangun mas, sudah pagi ayo sarapan dulu" ucap adelia sambil menggoyangkan tangan devan. mencoba membangunkan pria itu hingga beberapa kali


" Mas bangun" ucapnya lagi


Devan bangun dari tidurnya. pria itu menatap tajam adelia yang saat ini tengah berdiri dan tersenyum di depannya.


" Kamu tuli apa pikun? hah! Bukankan semalam aku sudah katakan, jangan bangunkan aku pagi-pagi. ini hari sabtu, aku ingin menghabiskan waktu untuk istirahat, Mengganggu tidurku saja" ungkapnya murka, sebab tadi malam devan memang sudah berpesan untuk tidak membangunkannya pagi ini,


Pria itu mengambil kunci mobilnya dan keluar dari dalam kamarnya, meninggalkan adelia yang sudah terpaku dengan wajah piasnya.


" Mau kemana mas?" tanya adelia dan mencoba mengejar devan


Namun tidak ada jawaban yang terlontar dari mulut devan, semenjak menikah dengan adelia pria itu semakin jadi seperti batu, sangat dingin dan tak pernah terlihat ada kehangatan dari diri devan, Sudah 1 bulan devan menikah dengan adelia. namun pria itu tidak pernah sekalipun menyentuhnya, bagi devan adelia hanyalah orang asing yang sudah menghancurkan rumah tangganya dengan mala.


" Kenapa kamu jadi dingin seperti itu van, kenapa kamu memperlakukan aku seperti orang asing yang tak pernah mengenalmu, padahal dulu aku pernah jadi ratu dalam hidupmu" lirihnya pilu


" Itu dulu adelia. lain dengan saat ini, bagi devan kamu hanyalah seorang sampah yang sudah menghancurkan kebahagiaannya, jangan pernah bermimpi devan akan memperlakukan kamu seperti ratu, karna itu hanya ada dalam tidurmu. jangan terlalu berharap akan hal yang tak mungkin terjadi," ucap yasmine yang sudah berdiri di belakang tubuh adelia


" Kenapa kalian tega memperlakukan aku seperti pembantu, hiks....hiksss.." pekik adelia sendu


" Tidak usah banyak bicara. bukankan kamu sendiri yang sudah membuat skenarionya. kamu sendiri yang sangat terobsesi untuk menjadi istri devan bukan.! gara-gara kamu saya kehilangan menantu kesayangan saya. dan satu lagi. jangan pernah berharap devan menganggap mu sebagai istrinya. karna kamu tak lain hanya sebagai babu di rumah ini" ucapnya dan langsung berlalu meninggalkan adelia yang sudah terisak.


Setelah menyelesaikan semua pekerjaannya, adelia pamit pada yasmine untuk mengunjungi kediaman kedua orang tuanya, wanita itu juga berniat untuk mencari pekerjaan. karna tabungannya sudah semakin menipis, sedangkan devan tidak pernah memberikannya uang sepeserpun.


Adelia berjalan kaki saat keluar dari pekarangan rumah wijaya. karna kediaman wijaya terletak di sebuah perumahan elit, oleh karena itu adelia masih harus berjalan cukup jauh untuk bisa menggunakan transportasi umum,


Wanita itu mengambil napas berat, rasanya sudah cukup jauh berjalan kaki. namun belum juga menemukan ojek atau apapun, yang ada hanya mobil yang berlalu-lalang.


" Sebaiknya aku duduk sebentar, rasanya kakiku sudah sedikit pegal karna terlalu jauh berjalan kaki" pekiknya.


Adelia memilih istirahat sejenak untuk mengurangi rasa pegal pada pergelangan kakinya, wanita itu membuka berkas lamaran pekerjaan yang ada di tangannya. sudah beberapa kali mencoba melamar pekerjaan, namun belum ada satupun yang mau menerimanya.


Adelia menutup kembali berkas itu dan mengibaskan pada wajahnya yang sudah terasa berkeringat. karna matahari sudah mulai terik, hingga beberapa saat netranya menatap sosok dua orang yang ada di sebrang jalan, matanya memicing untuk memastikan orang itu, dan ternyata memang benar, dia adalah sifa dan rendi mantan suaminya.


" Rendi, bodohnya aku melepaskan suami seperti dia, dulu aku di perlakukan seperti ratu, tapi karna kebodohan ku sendiri yang membuat aku jadi seperti ini" ucapnya dengan menatap rendi yang terlihat sedang bercanda ria dengan safa di depan swalayan.


Setelah keluar dari dalam kamarnya devan mengemudi mobilnya menuju ke kediaman vino, pria itu memilih untuk pergi ke apartemen vino. selain untuk singgah buat tidur. pria itu juga mau menanyakan perkembangan tentang pencarian mala. jam sudah menunjukkan pukul 11:30. devan bangun dari tidurnya lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah terasa sangat lengket, 10 menit kemudian devan sudah keluar dari kamar vino dan sudah terlihat lebih segar lagi.


" Bagaimana tentang pencarian mala, apa kamu sudah menemukan titik terang?" tanya devan pada vino


" Belum pasti van. tapi beberapa hari yang lalu ada seseorang yang memberitahu gue bahwa 4 bulan yang lalu ada penerbangan ke aussie atas nama mala, Tapi kan nama mala bukan cuma mantan istri lo"


" Benarkah? tapi kenapa kamu belum memberitahuku tentang semua itu"


" Kan sudah aku katakan, di indonesia nama mala itu banyak. kalau aku kasih tau elo terus nanti salah orang bagaiman!"


" Elo benar juga vin, lalu gue harus mencari mala kemana. sudah 4 bulan aku tidak menemukan kabarnya sedikitpun" lirih devan pilu


" Sabar van, kalau memang dia jodoh lo sejauh apapun dia pergi. dia pasti ingat jalan pulang" ucap vino sambil menepuk bahu devan


" Gue pergi dulu van. ada janji sama seseorang"


" Hmmm"