Istri Kontrak Sang CEO

Istri Kontrak Sang CEO
Lingerie


*******


2 Jam kemudian.. Pasangan suami istri itu pun sampai pada tujuannya, yaitu Lembang. Karena memang pekerjaan devan ada di kota itu, Sehingga dengan sengaja devan mengajak mala untuk sekalian honeymoon yang belum sempat dilakukan..


Kruk....krukkk


Iya itu adalah bunyi perut mala yang sudah merasa kelaparan. Sebab tadi pagi tidak sempat sarapan karna terlalu semangat saat suaminya mengajak dia untuk ikut serta...


" Ya ampunnn. kenapa ini perut harus bunyi sekarang sih. aduh malu banget," Gumamnya dalam hati sambil sedikit memejamkan matanya karena menahan malu..


" Kamu lapar ya sayang?"


" Em...eh.. iya mas, aku lapar, Soalnya tadi pagi aku belum sempat sarapan. hehe" Jawabnya cengengesan. Mobil devan pun berhenti tepat di depan hotel yang sudah di pesannya 2jam yang lalu.


" Ya sudah ayo turun, kita makan dulu ya, ini kan juga sudah waktunya makan siang" Devan menggandeng tangan mala, Wanita itu hanya mengangguk patuh.


" Kenapa sikap pak devan sekarang begini ya, gak baik buat jantung aku, aduuhh rasanya mau melompat keluar, jangan sampai dia mendengarnya. Oke mala rileks, jangan gugup, gengsi dong nanti kalo sampai ketahuan" Ucap mala dalam hati, Memang semenjak kejadian tempo hari devan sangatlah berubah, Perlakuannya terhadap mala yabg begitu manis membuat wanita itu selalu salah tingkah di buatnya.


Mereka pun duduk dan devan melambaikan tangannya untuk memanggil waiters,


" Selamat siang pak, Mau pesan apa?"


" Kamu mau pesan apa sayang?" tanya devan pada mala


" Em aku apa aja deh mas, samain aja" Lirihnya pelan


" Yasudah mbk, Saya pesan stik yang medium weel 2 sama dessert tiramisu 2, Terus jus alpukat 2 ya, Udah itu aja"


" Baik pak, Mohon ditunggu sebentar ya"


15 menit kemudian, 2 pelayan datang membawa semua pesanan devan, yang dari penampilannya saja audah sangat menggugah selera.


" aduh stik medium weel, Itukan kesukaan aku, Tau aja pak devan kalo aku lagu pengen memakannya"


" Ayo dimakan sayang" Suara devan mengagetkan mala yang masih memperhatikan makanannya.


" Iya mas," jawabnya pelan.


Dan tiba-tiba devan mengulurkan tangannya untuk menyuapi mala, Membuat wajah wanita itu seketika berubah merah, Mendapat perlakuan manis di tempat umum tentu semakin jadi salah tingkah, Karna sudah banyak pasang mata yang memperhatikan 2 pasangan muda ini dengan bersorak sontai..Bahkan ada juga beberapa orang dari mereka yang merasa iri pada mala.


" Wah beruntung sekali wanita itu ya, Udah ganteng, romantis lagi"


" Iya nih, dia yang di perlakukan seperti itu kenapa aku yang baper ya! Ya tuhan datangkan lah jodohku" Ucap yang satunya lagi


Akhirnya mala menerima suapan dari devan, Dengan jantung yang masih bertalu-talu, Jangan sampai devan dengar, Kalau sampai laki-laki itu dengar Mala bisa mati kutu, Eh


Setelah selesai makan siang devan membawa mala ke kamar hotel yang sudah dipesannya, Kamar VIP dengan fasilitas yang sangat mewah, Dengan ranjang yang ukuran king, juga interior kamarnya yang sangat memuaskan, Sampai membuat mala ternganga, Pasalnya baru pertama kali wanita itu masuk dalam kamar VIP seperti ini. Apalagi semenjak kepergian orangtuanya beberapa bulan yang lalu, Membuatnya berubah menjadi sosok yang sangat sederhana,


" Pak kamarnya disini" Tanya nya yang masih berdiam diri di ambang pintu, menatap takjub kamar itu


" Iya ini kamarnya, udah sini masuk, Kamu istirahat dulu ya, kamu pasti capek kan, Habis ini aku masih ada meeting sama klien jam 3 sore, Kamu istirahat dulu ya, Kalo butuh apa-apa tinggal bilang"


" Iya mas, Oiya kok mas devan pesan kamar Sultan kayak gini, Pasti mahal banget ya"


" Siapa bilang bayar. Ini hotel keluargaku mala, Sudah jangan banyak tanya, Kamu mandi dan istirahat"


Pernyataan devan semakin membuat istrinya geleng kepala, Sekaya apakah suaminya, Hingga bisa mempunyai hotel mewah seperti ini,


" I...iya mas"


Akhirnya tak banyak tanya lagi, Wanita itu segera masuk ke dalam kamar mandi, sedangkan devan langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, Namun belum juga menutup mata Devan mendengar teriakan mala yang membuatnya sedikit panik.


" Aaaakhhhhh" Teriak mala dalam kamar mandi


" Ada apa mala, kamu baik-baik saja kan"


" Aduh mas kenapa airnya panas sekali,"


Ucapan mala membuat devan sedikit mengerutkan keningnya


" panas, bukankah dia sudah biasa dengan kamar mandi seperti itu, jangan bilang wanita itu memencet yang warna merah, Astaga" gumam devan dalam hati


Glekkk


" Astaga.. Tahan devan, Tunggu nanti malam" Lirihnya dalam batin.


" Memangnya kamu gak pernah menggunakan ini" Gumam devan sambil memencet kran warna biru dan memastikan kalau airnya sudah dingin. Mala hanya tersenyum malu


" Nggak pernah mas, Dulu waktu ada almarhumah mama, Pasti mama yang selalu menyiapkan air untuk aku mandi, Jadi aku gak pernah tau" Ucap mala pelan dengan sedikit menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.


" Kamu perhatiin aku ya. Yang merah buat air panas, yang biru buat air dingin, Jangan sampai salah lagi ya"


" Iya mas, Terimakasih ya"


Devan pun keluar dari kamar mandi. Bersamaan dengan vino yang sudah berkali-kali menghubunginya.


" Ya ada apa vin?" Jawab devan dengan suara datarnya


" Meeting nya di majukan setengah jam lagi, karna pak hendri ada urusan mendadak nanti malam."


" Oh baiklah, aku akan segera bersiap, Kamu sudah menyiapkan semua berkas yang akan kita gunakan untuk persentasi kan?"


" Semua berkas sudah aku siapkan, setelah meeting dengan pak hendri kita lanjut meeting dengan Mr.Anderson sampai jam 8 malam."


" Yasudah. Kamu siapkan saja semuanya"


" Ba.." Belum juga selesai bicara namun devan sudah memutuskan sambungan telfonnya terlebih dahulu


" Dasar batu" Umpat vino kesal


Sudah lebih dari 20 menit, Namun mala belum juga keluar dari kamar mandi, Sebenarnya wanita itu sudah selesai sejak tadi, Namun masih mondar mandir di dalam karena bingung sebab lupa tidak membawa baju ganti.


"Aduh, Bagaimana ini, Bagaimana aku mau keluar" Tak lama pintu kamar mandi pun diketuk


tok...tok..tok...


" Mala, Apa kamu belum selesai mandi?"


" Eh sudah kok mas,"


" Kalau sudah kenapa tidak keluar juga?"


" Anu mas, Eh itu aku lupa bawa baju ganti, Boleh minta tolong ambilkan baju ku tidak?"


" Ya sudah aku ambilkan, Kenapa tidak meminta bantuan ku dari tadi, tunggu sebentar" Devan langsung kembali dan membuka koper milik dara, Namun membuat laki-laki itu terkejut seketika. " Kenapa bajunya lingerie semua" lirihnya dalam batin, Hingga akhirnya devan mengambil 1 buah lingerie warna hitam dan memberikannya pada mala.


" Aaaakkkhhh"


" Ada apa lagi sayang"


" Baju apa ini pak,?"


Pertanyaan mala membuat devan sedikit mengerutkan kening nya, " Itu Lingerie, Aku mengambilnya dari dalam koper mu, Bahkan isi koper kamu juga baju seperti itu semua,"


" Apa!!! Kok bisa, kan aku gak pernah punya baju haram seperti ini" Teriak mala dari dalam kamar mandi.


" Mama" Ucap devan dan mala Bersamaan


" Katanya mas devan mau meeting. Sudah sana pergi nanti aku akan keluar setelah mas devan pergi"


Akhirnya devan mengambilkan baju miliknya sendiri, karena tak mungkin juga membiarkan wanita itu lebih lama lagi di kamar mandi.


" Tidak usah banyak bicara, buka pintunya, kamu bisa pakek baju milikku " Pria itu pun menyerahkan bajunya yang paling kecil. Namun tetap kebesaran jika di pakai oleh istrinya.


Tak banyak bicara wanita itu langsung mengambil baju yang di berikan devan lalu memakainya, Devan pun segera berpamitan pada mala untuk meeting, Dan akan selesai sekitar jam 8malam


" Aku pergi meeting dulu, Kamu istirahatlah,"


" Iya mas, Semangat kerjanya ya" Mala langsung mengambil tangan suaminya dan mencium punggung tangannya, Begitu juga devan yang langsung mencium kening mala, Hingga membuat wanita itu membelalakkan matanya kaget...