
Deg! mata Mala membulat saat melihat tangan siapa yang saat ini sedang menahan tubuhnya, " Devan "ucap Mala dalam batinnya.
Ya, pria itu adalah Devan. Devan memang berada di dapur karna merasa haus sejak beberapa menit yang lalu,
Bukan hanya Mala yang merasa jantungnya berdegup kencang, Devan juga merasakan hal yang serupa. Dengan cepat Mala mencoba berdiri dan menjauh dari tubuh Devan. " Maaf kak, saya tidak sengaja" ucap Mala sambil menundukkan wajahnya.
Devan tak menjawab, pria itu masih fokus untuk menatap Delisa dari jarak yang sangat dekat seperti ini" Sayang, kamu disini?" Ucap Bima lembut seperti biasa.
Mendengar suara Bima membuat Devan mengalihkan pandangannya dari Mala, " Iya my boy, kamu sudah bangun?" ujar Mala pelan
" Iya sayang aku udah bangun, kamu ngapain di sini?"
" Oh, aku mau masak my boy, kamu mau bantu aku masak tidak?"
" Tentu sayang, dengan senang hati aku akan bantu kamu"
Mala mengeluarkan bahan makanan dari lemari pendingin, kali ini wanita itu berencana untuk membuat nasi goreng udang saja.
Semua bahan sudah Mala siapkan di atas meja. Wanita itu membersihkan udangnya, memisahkan kulit juga kepala udang dari dagingnya, " Sayang ada yang bisa aku bantu?"
" Bisa ambilkan nasi di sana my boy, kebetulan nasinya juga sudah matang"
" Oke sayang"
Bima mengambilkan nasi yang akan di goreng oleh Mala, " Ini sayang" ucapnya pelan sambil meletakkan nasi itu di atas meja.
" Ada lagi yang bisa aku bantu sayang?"
" Tolong kupasin bawangnya my boy"
" Baiklah sayang"
Lima menit kemudian Mala sudah mencampurkan semua bumbu dan dia goreng dalam satu wajan, dari baunya saja sudah bisa di simpulkan jika nasi goreng itu bakalan sangat enak, " Baunya enak sekali sayang. emang kamu paling bisa kalo soal masak"
" Tidak usah berlebihan my boy. Bahkan kamu belum mencicipi rasanya, nanti kecewa kalau sudah tau rasa nasi goreng ini"
" Aku yakin, apapun yang istriku masak rasanya pasti enak"
" Kamu berlebihan my boy" ucap Mala pelan.
Tanpa mereka sadari, ternyata ada Devan yang memperhatikan mereka berdua, Beberapa menit yang lalu saat Devan mau pergi dari sana. tiba-tiba pria itu mendengar jika Mala akan membuat nasi goreng udang buat sarapan mereka pagi ini.
Oleh karena itu Devan masih terus memperhatikan Mala dan Bima dari balik tembok, Pria itu seperti familiar dengan aroma nasi gorengnya. seperti pernah mencium aroma masakan itu, " Kenapa aroma nasi gorengnya begitu mirip dengan nasi goreng buatan Mala, kenapa begitu banyak kesamaan di antara mereka berdua, apa iya dia adalah Malaku?" ucap Devan dalam batinnya.
" Ngapain kamu disini Van?" suara bariton milik Yasmine mengejutkan Devan yang tengah fokus memandang Bima dan Mala.
" Mama, kenapa datangnya harus tiba-tiba, Devan kaget tau ma"
" Lagian pagi buta begini ngapain kamu di sini Van?";
" Oh gak ada, Devan hanya mengambil air minum saja"
" Ngambil air minum apa-" Ucapan Yasmine terpotong saat wanita itu menoleh ke arah dapur yang saat ini memang sedang ada Bima dan Mala. " Mereka" ucapnya tanpa sadar.
" Van, kenapa bau masakan ini seperti masakan Mala ya" ujar Yasmine sendu
" Mama juga merasakan hal yang sama"
Flashback on
" Selamat pagi istri pura-puraku" ucap Devan tiba-tiba saat Mala baru membuka kedua mata indahnya, Kala itu Mala menggeliat kecil, Tubuhnya terasa begitu dingin, karna memang dari tadi malam mereka ketiduran di balkon kamarnya usai melihat bintang yang terlihat begitu indah malam tadi,
" Kenapa, kamu kedinginan ya"
" Eum, iya pak. saya kok merasa kedinginan, eh tunggu deh, kenapa kita tidur disini pak?"
" Semalam kamu ketiduran, Saya gak tega mau bangunin, karna kamu tidurnya kayak orang yang sudah mati" ucap Devan tanpa dosa
Mendengar itu membuat Mala langsung duduk seketika dan memukul dada bidang milik Devan, " Enak saja bilang saya tidur kayak orang mati"
" Memang,"
" Iiihh bapak itu menyebalkan sekali ya, awas saya mau bangun, jam berapa ini?"
" Jam 7 pagi"
" Hah, Apa!! jam 7 pagi, kenapa bapak tidak bangunin saya, nanti bisa-bisa bapak merusak citra saya di depan papa dan mama"
" Memang kenapa kalau sampai citra kamu rusak di depan mereka, Hmmmm?"
" Udahlah, males debat sama orang kayak pak Devan, minggir" ucap Mala dan langsung meninggalkan Devan sendiri di atas balkon.
Mala mengikat rambutnya dan langsung menuju ke arah dapur, tapi untungnya Yasmine belum ada di sana, " Untung saja mama belum bangun" ucapnya sambil melihat bahan makanan di lemari pendingin.
" Cuma ada udang, enaknya diapain ya, aku bikin nasi goreng udang aja deh"
Akhirnya pagi ini Mala benar-benar membuat nasi goreng udang untuk sarapan mereka. Makanan pertama yang Mala sajikan untuk suami pura-puranya juga kedua mertuanya, " Selesai" ucap Mala sambil membawa nasi goreng itu ke meja makan.
Mencium bau masakan, Yasmine dan Wijaya keluar dari dalam kamar mereka, dan ternyata disana sudah ada Mala yang sedang menyiapkan piring juga air minum di atas meja makan. " Kamu yang masak sayang?" tanya yasmine lembut.
" Eh iya ma, maaf ya Mala hanya membuat nasi goreng"
" Iya tidak apa sayang, kayaknya enak nih"
Tak lama kemudian Devan datang dan langsung duduk berdampingan dengan Mala, pria itu langsung mengambil nasi goreng dan memakannya kala itu juga, Mata Devan membelalak saat nasi goreng pertama sudah mendarat sempurna pada mulutnya, " Ini nasi gorengnya enak banget sayang"
Devan dan Mala memang sudah sepakat untuk tidak memanggil dengan sebutan nama, Devan memanggil Mala dengan embel-embel sayang, sedangkan Mala memanggil Devan dengan embel-embel mas di depan namanya.
" Iya sayang, ini nasi gorengnya enak sekali, beruntung mama punya menantu seperti kamu, bukan hanya cantik tapi juga pinter masak, nilai plus deh sayang" puji yasmine dengan sangat tulus.
Flashback off
Sepuluh menit kemudian Mala dan Bima sudah membawa nasi gorengnya pada meja makan, Di saat yang bersamaan semua orang juga sudah duduk di kursi masing-masing, Rendi duduk berdampingan dengan sifa,
Ya, tadi malam Rendi memang memutuskan untuk menginap di kediaman kakek lustama, karna hari ini hari minggu, tidak ada jadwal kerumah sakit, oleh karena itu Rendi menerima tawaran kakek lustama untuk menginap di kediamannya.
" Selamat makan semuanya" ucap Bima pelan.
Semua orang begitu menikmati nasi goreng buatan istri Bima. " Bima, kamu beruntung sekali, selain cantik istri kamu juga pintar memasak, masakannya juga enak sekali." Ucap kakek lustama lembut
" Dan rasanya juga begitu mirip dengan buatan Malaku" ucap devan dalam batinnya.