Istri Kontrak Sang CEO

Istri Kontrak Sang CEO
Pewaris utama


Melihat laki-laki lain memanggil istrinya dengan sebutan honey membuat devan geram dan kesal,


pria itupun hendak turun dari dalam mobilnya, namun ada panggilan masuk dari fino..


" ada apa" tanya devan kesal


" santai bos, slow, ini gue cuma mau ngasih tau kalau meeting nya di majuin, setengah jam lagi, gue tunggu ya"


mendengar itu devan langsung mematikan sambungan telfonnya tanpa menjawab fino terlebih dahulu,


" ah sial, aku jadi gagal tau siapa laki-laki itu"


dengan kecepatan tinggi devan melajukan mobilnya. hanya butuh waktu 15 menit pria itu sudah tiba di kantor,


" Selamat pagi pak devan" sapaan dari beberapa karyawan devan, namun devan hanya mengangkat sudut bibirnya membentuk senyum tipis,


" wah, sudah sampek lo van, cepet amet"


" gak usah banyak ngomong, ayo kita ke ruang meeting sekarang"


devan segera bergegas ke ruang meeting dengan di ikuti oleh fino dan beberapa karyawan lainnya yang mengekor di belakang,


" bagaimana semua berkas apa sudah di siapkan,"


" sudah pak, semua berkas sudah saya siapkan, bapak bisa mengeceknya terlebih dahulu" ucap laras dengan nada bicara yang di buat semanis mungkin dan menyodorkan beberapa berkas pada devan.


Laras adalah salah satu karyawan devan yang terkenal dengan kemenoran nya, selalu tebar pesona pada setiap laki-laki. wanita itu memiliki tubuh yang cukup bagus, wajahnya juga lumayan cantik, tapi masih lebih cantik mala.


sejak awal bekerja di perusahaan devan, laras sudah menaruh hati pada laki-laki yang menjadi bosnya.


siapa sih yang tidak tertarik pada pesona seorang devan adiwijaya, laki-laki tampan,pintar, pengusaha muda yang sukses, dan nilai plusnya baik hati juga dermawan, biarpun dingin devan memiliki hati yang baik juga dermawan.


" selamat siang pak devan, maaf saya terlambat," Ucap klien yang baru saja memasuki ruangan meeting.


" tidak apa-apa pak, mari silahkan duduk,"


" baik pak," pria itu pun duduk di samping kursi devan.


" baiklah, karna semua sudah berkumpul meeting nya kita mulai, laras kami mulai persentasinya"


Laras tak menjawab, wanita itu hanya mengangguk patuh dan segera memulai persentasinya.


Di kampus mala.


" Honey, kamu kok sudah datang jam segini, bukannya kita masih ada kelas nanti jam 1 siang"


" Kamu sendiri kenapa sudah sampai disini?" tanya mala balik


" hehe, aku belum ngerjain tugas honey, makanya datang lebih cepat, Mau ngerjain tugas di perpustakaan" jelas doni.


laki-laki yang memanggil mala honey itu adalah doni, dia adalah sahabat mala di kampus,


" Baiklah, ayo kita ke perpustakaan, aku juga datang lebih awal karna mau mengerjakan tugas, ayo"


Mala dan doni jalan beriringan, sesekali mereka tertawa bersama, langkah kaki mereka terhenti saat seseorang memanggil dari belakang.


" Doni, mala,"


mendengar namanya di panggil, akhirnya mala sama doni pun menoleh ke arah sumber suara.


" eh kalian disini juga"


" yoi mal, kita-kita juga belum ngerjain tugas hehe" jelas mega pelan


Mereka adalah sahabat, mega, dan sindy, sahabat mala sejak SMA.


Tanpa banyak bicara mereka pun menuju ke perpustakaan,


" honey, nanti kamu ajarin aku ya, aku belum terlalu paham honey" Titah doni memelas


" Iya, nanti aku ajarin, tapi gak gratis, kamu harus traktir kita ber-3, iya gak gays"


" Tenang aja honey, nanti aku traktir makan bakso"


" heh sindi. bilang aja elo juga pengen gue panggil honey, iya kan" balas doni


" ogah banget gue di panggil honey sama elo, najis"


sindi berlalu dari hadapan doni, wanita itu jalan lebih dulu dari ke tiga sahabatnya, mega dan mala hanya menggeleng dengan kelakuan kedua sahabatnya.


sudah biasa doni dan sindy berdebat kalo lagi bersama, seperti tikus dan kucing.


" dasar mereka" lirih mala pelan


" biasalah mal, tikus dan kucing" timpal mega dengan senyum-senyum


setelah sampai di perpustakaan, mereka berempat sudah fokus pada tugas yang di berikan oleh dosennya.


karna dosennya killer, maka dari itu harus segera menyelesaikan tugasnya, kalo tidak mereka tidak akan diizinkan mengikuti kelas.


" honey, tolong ini bagaimana?, aku belum paham" tanya doni sambil memperlihatkan salah satu tugas yang tidak iya pahami.


mala menjelaskan satu persatu pada doni berkali-kali, hingga akhirnya pria itu paham juga,


setiap jam kelas dosen haris doni memang tidak pernah serius, karna cara mengajarnya terlalu keras,


mala lah yang selalu menjelaskan hal yang tidak doni mengerti. dengan cara yang lembut. oleh karena itu doni memanggil mala dengan sebutan honey.


" Terimakasih honey, kamu memang yang terbaik"


" Jangan terimakasih doang, traktirannya jangan lupa dodol" ucap mala keras


" elo tu ya, jadi cewek kok cerewet banget. pantes aja sampek sekarang jones( jomblo ngenes) wkwkwkk"


doni tertawa mengejek, membuat sindy geram,


" hati-hati kalo ngomong, nanti elo jatuh cinta lagi sama gue"


" jangan ngimpi, itu tidak akan pernah terjadi" balas doni cepat


" kita liat aja nanti, awas nanti elo ngejar-ngejar gue"


" sudah, sudah, jangan berantem terus" mala bersuara dan menghentikan perdebatan unfaedah kedua manusia itu.


tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 4 sore. waktu kuliah mala juga sudah selesai. telfon mala berdering, ada panggilan masuk dari suaminya.


" iya halo mas, mas devan sudah meeting nya?'


" sudah sayang. ini masih istirahat. nanti masih lanjut meeting lagi, kamu sudah pulang?"


" mas devan sudah makan? jangan sampai lupa makan ya mas, aku masih di kampus mas, nanti aku pulang sama sahabat-sahabat aku, tapi sebelum pulang aku mampir makan bakso dulu sama mereka"


" aku sudah makan kok sayang, yaudah kamu hati-hati ya, oia nanti ada hal yang mau aku tanyakan"


" hal apa mas?, tanya aja sekarang"


" gak bisa lewat hp sayang, ini penting, nanti aja ya dirumah, udah dulu ya sayang, ini mau berangkat meeting lagi"


" iya mas, hati-hati dijalan. semangat suamiku, cup"


setelah itu mala langsung mematikan sambungan telfonnya. malu dengan apa yang bari saja dia lakukan.


" ah mala. kenapa kamu lakukan itu" lirih mala dalam batin.


di tempat lain vino yang melihat devan senyum-senyum sendiri pun merasa aneh.


" woy van, ngapain lo senyum-senyum sendiri, kesurupan lo"


" jangan berisik" ucap devan dingin..


setelah tiba di tempat meeting ternyata sudah ada wilson yang menunggu disana, ya devan meeting dengan wilson,


wilson adalah pewaris utama perusahaan atmaja, yang bergerak dibidang kontruksi.


Selamat malam readers, terimakasih selalu setia, jangan lupa like dan komen ya, salam hangat dari aku♥️ happy reading