
Bima terdiam terpaku di tempat untuk beberapa saat, dadanya begitu sesak saat melihat sang papi terbaring lemah seperti itu. tak lama kemudian ada seorang dokter yang keluar dari ruang IDG, Bima juga sifa dan maminya mendekat ke arah dokter itu,
" Bagaimana keadaan suami saya Dokter?" Tanya Lani dengan raut wajah yang teramat sedih
Dokter itu tak langsung menjawab, masih mengambil napas berat sebelum memberitahukan kondisi sunder saat ini. " Mohon maaf nyonya, Suami anda saat ini sedang koma, peluru itu mengenai tepat di hatinya, beruntung anda membawanya tepat waktu, kalau tidak, mungkin saat ini suami anda sudah tidak bisa tertolong"
Mendengar penjelasan yang keluar dari dokter itu. Seketika membuat lutut Bima terasa lemas. Tangannya mengepal kuat serta mengatupkan giginya keras" Aku akan membalas apa yang sudah kalian lakukan terhadap keluargaku" Ucap Bima dingin
Semenjak saat itu, Bima kecil dituntut untuk menjadi pengganti sang ayah yang mengalami koma selama delapan tahun lamanya, Bukan hanya menjadi seorang direktur utama. Tapi pria itu juga menjadi pemimpin geng black flower di usianya yang masih menginjak 12tahun.
Bima keluar dari rumah sakit itu dengan di ikuti oleh sifa di belakangnya, " Mau kemana kak?" Tanya sifa yang menghawatirkan keadaan bima,
" Kakak ada urusan mendesak, kamu temani mami dan jangan kemana-mana sebelum kakak kembali. kamu paham kan?"
Biarpun umur Bima masih 12tahun, Namun sikap dewasa yang dia miliki melebihi usianya,Sifa mengangguk patuh tanpa menjawab sepatah katapun.
Setelah keluar dari rumah sakit itu, bima melajukan motornya ke arah Markas black flower yang berjarak cukup jauh dari kediaman mereka,
Pria itu memarkirkan motornya dan langsung masuk ke dalam markas yang ternyata di sana sudah ada beberapa anggota lainnya. " Ada apa tuan muda, kenapa wajah anda terlihat menahan amarah seperti itu" tanya salah satu anggota yang ada di luar markas.
Bima tak menjawab, pria itu terus melangkahkan kakinya menuju ruangan utama markas black flower, Setelah tiba di sana bima langsung membuka suara yang cukup membuat seisi markas berlonjak kaget, " Papi tertembak," ucapnya
" Apa! siap yang sudah berani melalukan hal ini" Tanya Ciko dan langsung berdiri dari duduknya
" Geng kuda hitam, Mereka yang sudah membuat papi berbaring koma di rumah sakit, persiapkan semua anggota, mulai saat ini aku yang akan menggantikan posisi papi sampai papi sadar"
" Kami setuju jika kamu akan menjadi pengganti sementara papimu masih koma Bim" Balas Erik dengan nada tegasnya,
" Iya om, Bima akan membalaskan apa yang sudah mereka lakukan pada papi, kita serang markas mereka besok lusa,"
" Baiklah jika memang itu yang kamu mau Bim, Om dan yang lain akan menyiapkan semuanya"
Tanpa mereka sadari ternyata ada seseorang yang sedang memata-matai markas black flower, orang itu memberi kabar jika black flower akan melakukan penyerangan besok lusa,
Dua hari kemudian saat bima dan yang lain hendak berangkat untuk menyerang Markas geng kuda, ponsel Erik berdering, Ada satu notifikasi dari aplikasi Whatshap, Mata Erik memicing sambil melihat ke arah Bima sekaligus, " Ada apa om?" tanya Bima penasaran.
" Gawat bim, mami kamu dalam bahaya" ujar Erik sambil menyerahkan ponsel itu pada Bima
Betapa terkejutnya Bima saat melihat maminya sudah diikat dan di berikan BOM waktu di depannya, sebuah bom yang akan segera meledak, dan nomor itu melakukan panggilan Video yang langsung mengarahkan pada sang mami. " Bima, Tolong katakan pada tante lina agar menikah dengan papi mu setelah dia sadar, Dia harus menjadi pengganti Mami mengurus kamu, sifa juga papi mu, selamat tinggal nak, I LOVE YOU" Setelah mengatakan hal itu BOM waktu yang ada di hadapan mami Bima meledak,
Keesokan harinya, Bima terbangun saat merasa terik sinar matahari sudah mulai menyinari wajahnya, Pria itu mengerjab untuk menyesuaikan pencahayaan yang masuk pada indra penglihatannya, Matanya sembab begitu juga kepalanya terasa begitu berat, Bima berharap apa yang terjadi hanyalah mimpi terburuk yang pernah dia alami dalam tidurnya. Namun ternyata semua itu adalah kenyataan yang sebenarnya. Papinya koma dan maminya meninggal karna BOM yang di pasang oleh anggota geng kuda hitam.
" Kamu sudah bangun Bim" Suara lembut lina mengalihkan perhatian Bima.
" Tante" Ujar Bima sambil memeluk wanita cantik yang parasnya sangat mirip dengan wajah maminya,
Ya, Lina adalah saudara kembar Lani mami kandung Bima, Namun mereka memiliki kepribadian yang berbeda, Lani adalah seorang wanita yang lemah lembut dan mudah rapuh, Sedangkan Lina adalah wanita yang tegas juga pandai dalam bela diri. Namun dia juga memiliki sifat penyayang seperti Lani kakaknya.
Sejak saat itu Lina tinggal bersama Bima dan sifa di mansion utama sunder, dia mengurus Bima juga sifa dengan penuh kasih sayang.
Enam tahun kemudian, Saat usia Bima sudah menginjak delapan belas tahun, pria itu membalaskan dendam yang selama ini dia tahan, Sebuah dendam atas kematian maminya juga koma yang terjadi pada sang papi.
Pria itu melakukan hal yang sama, Memberi sebuah tembakan pada ayah Lendri dan memberi Bom waktu pada ibunya Lendri secara bersamaan, " NYAWA AKAN DI BALAS DENGAN NYAWA" ucap Bima dingin dan langsung berlalu dari kediaman Lendri, Serta meninggalkan pria itu dengan wajah pucatnya, " BANGSAT KAU ANAK INGUSAN" Teriak Lendri dengan suara lantang
Bima melakukan semua aksinya seorang diri tanpa ada anggota Black flower yang ikut membantunya,
Dua tahun kemudian sunder tersadar dari tidur panjangnya, Pria itu harus mendengar kabar tentang kematian sang istri tepat setelah baku tembak itu terjadi, Sunder mengambil nafas berat, hatinya begitu nyeri saat mendengar yang bima ceritakan, Enam bulan setelah itu, Akhirnya Sunder menuruti keinginan mendiang istrinya untuk menikahi saudara kembarnya yang bernama Elina,
Flashback off
Mendengar cerita Bima, Entah kenapa membuat Mala merasakan sakit yang di alami oleh suaminya, " Maafkan aku Bim, Maafkan aku yang sudah mengingatkan kamu pada luka yang teramat sakit" lirih Mala pilu
" Tidak apa sayang, Setidaknya hatiku terasa lega karna sudah berbagi cerita sama kamu, Wanita yang paling berharga di dalam hidupku" Ucap bima lembut
" Sekarang tidur ya sudah malam"
Mala tak lagi menjawab, wanita itu mengangguk dan kembali menggenggam tangan Bima, hingga keduanya sama-sama terlelap di bawah satu selimut yang sama.
Malam berlalu, Mala menggeliat kecil saat suara alarm mulai mengusik tidurnya, Jam sudah menunjukkan pukul 04:00, Mala membangunkan bima agar tidak melewatkan waktu subuh, " Bim, Bangun sudah subuh. ayo kita sholat berjamaah" ucap mala lembut
Mendengar suara lembut itu membuat Bima membuka kedua matanya, " Iya sayang" ucapnya sambil bangkit dari tidurnya.
Lima belas menit kemudian Bima dan Mala sudah selesai melakukan kewajibannya, Mala keluar dari dalam kamar serta di ikuti oleh Bima yang mengekor di belakang, " Mau kemana sayang?"
" Mau masak Bim, kamu mau gak bantuin aku" Bima langsung mengangguk dengan ajakan istrinya. Pagi ini menjadi pagi yang paling membahagiakan dalam hidup Bima,
Mereka berdua memasak sambil sesekali bercanda tawa, tanpa mereka sadari, ternyata ada seseorang yang sedang memperhatikan kegiatan mereka," Siapa sebenarnya wanita itu, kenapa wajahnya begitu mirip dengan mala" Ucapnya