Istri Kontrak Sang CEO

Istri Kontrak Sang CEO
Jangan tinggalkan aku my boy


2 Bulan kemudian setelah kejadian kebakaran rumah Devan


"Aaaaa perut aku sakit my boy" Ujar Mala yang merasa sakit pada perutnya.


"Iya sabar ya sayang. Ayo kamu kuat. kamu pasti bisa melahirkan anak kita dengan selamat sayang" Ucap Bima lembut


"lnhel Exhel. Ayo sayang kamu pasti bisa" Ucap Bima lagi sambil menggenggam tangan mala dan mencium kening istrinya


Mala mengambil nafas di sela kontraksi yang sedang dia rasakan. sebuah kontraksi yang sudah Mala rasakan sejak pagi tadi. "Aaaaaa sakit my boy" Ucap Mala sambil menarik rambut Bima


"Iya sayang aku tau. Kamu sabar ya. Ayo kamu pasti kuat" Ucap Bima yang tidak memperdulikan rasa sakit saat Mala menarik keras rambutnya


"Ayo bu di dorong. Sedikit lagi bu. Ini kepala bayinya sudah mulai kelihatan" Ucap dokter yang membantu persalinan Mala


Tak lama kemudian. Terdengar suara tangisan bayi yang mampu membuat rasa sakit Bima juga Mala hilang seketika itu.


"Selamat ya pak buk. Anak kalian lahir dengan selamat. Ganteng-ganteng lagi. Mirip sama ayahnya"


Mendengar itu membuat Bima langsung menatap kedua bagi mungil yang sudah lahir beberapa detik yang lalu. Entah kenapa wajah mereka berdua memang terlihat begitu mirip dengan Bima. Padahal ayah biologisnya bukan dia


Tapi wajah kedua bayi itu dominan lebih mirip dengan ayah sambungnya dari pada ayahnya sendiri. yang tak lain adalah Devan.


10 menit kemudian kedua bagi mungil Mala sudah selesai di mandikan. begitu juga Mala yang sudah di pindahkan ke ruang rawat. Ternyata mereka berdua sama-sama memiliki tanda lahir di pundak bagian kiri


"Bu pak. Anak kalian memiliki tanda lahir di pundak kirinya ya" Ucap dokter sebelum keluar dari ruangan Mala


"Oh ya dok?" Tanya Bima yang terlihat begitu bahagia


Meskipun bukan darah dagingnya. Bima sudah merasa sangat bahagia dengan kelahiran baby twin yang wajahnya begitu mirip dengannya.


Tak lama kemudian Bima yang dari tadi sudah menahan rasa sakit tiba-tiba pingsan tepat di depan mata Mala. Melihat itu membuat Mala terlihat begitu terkejut.


"Bim. Kamu kenapa my boy. Bim bangun" Ucap Mala panik


Wanita itu berjalan bertatih keluar dari ruangannya. Karna memang kebetulan Mala sudah bisa berjalan kembali sejak 2 minggu yang lalu.


Melihat wajah Bima yang begitu pucat membuat Mala begitu panik dan khawatir. Pasalnya selama ini Mala tidak pernah tau jika Bima mengidap penyakit ginjal.


Selama ini. Setiap sedang dalam pengobatan di tempat dokter Leon. Bima selalu mengatakan jik sedang ada pekerjaan di luar kota dan mengharuskan dirinya untuk stay selama berhari-hari. Apalagi saat baru kembali dari jakarta. Bima harus melakukan pengobatan di rumah dokter Leon selama 1 minggu lamanya.


"Dokter tolong suami saya pingsan" Ucap Mala saat tiba di depan ruangan dokter


Dan kebetulan dokter itu adalah dokter Leon. Leon memang bekerja di rumah sakit tempat Mala melahirkan.


Melihat wajah Mala yang tidak asing buat dokter Leon langsung membuat pria itu berlari ke arah ruangan yang Mala tunjukkan. Dan setelah tiba di dalam ruangan. Leon di buat kaget karna yang pingsan adalah sahabatnya.


"Astaga Bima" Ucap Leon panik saat melihat Bima sudah begitu pucat


"Pantas aku merasa tidak asing dengan wanita itu. Ternyata dia adalah istrinya Bima"Ucapnya lagi


Dokter Leon membawa tubuh Bima ke ruangan ICU agar segera mendapatkan penanganan.


"Bertahan Bim. Kamu pasti kuat" Ucap Leon di saat sudah tiba di ruangan ICU


Baru kali ini Mala melihat seorang Albima terbaring lemah seperti itu. Sebenarnya ada apa dengan Bima? Itulah yang selalu menjadi pertanyaan Mala saat ini


Tak lama kemudian keluar dokter Leon dari ruangan IGD. Pria itu mengambil nafas berat di saat sedang berjalan ke arah Mala.


"Sebenarnya suami saya kenapa dokter? Kenapa tiba-tiba dia pingsan dan di bawa ke ruangan IGD seperti itu? Tanya Mala yang memang sudah penasaran sejak tadi


Mendengar pertanyaan Mala membuat Leon mengambil nafas berat.


"Mungkin kamu memang tidak akan pernah tau tentang apa yang selama ini Bima alami"


"Maksud dokter apa?"


Leon tak langsung menjawab. Pria itu masih mengambil nafas berat sebelum menceritakan kondisi Bima seperti apa dan penyakit apa yang selama ini Bima alami.


"Bima mengalami penyakit Ginjal yang sudah dia derita selama hampir 2 tahun"


"Apa! Tapi kenapa selama ini Bima tidak pernah minum obat ataupun periksa?"


"Dia minum obat. Tapi botol obatnya sudah dia tukar dengan botol obat Vitamin" Terang dokter Leon


"Kenapa Bim tidak pernah mengatakan hal ini sebelumnya sama saya dokter?"Ucap Mala yang terdengar begitu lirih


"Bima terlalu mencintaimu. Dia tidak mau kamu menghawatirkan keadaannya"


"Sebesar apa cinta Bima sehingga dia tega tidak memberitahu saya"


"Yang saya tau, Kamu adalah segalanya. kamu adalah dunianya yang ingin selalu Bima lihat pancaran senyum indah dari kedua sudut bibirmu"


"Dia sebenarnya sakit ginjal sudah hampir 2 tahun. sebelum bertemu dengan mu, Bima tidak pernah mau berobat dan selalu pasrah dengan keadaannya. Tapi setelah dia memilikimu. dia selalu menjalani pengobatan untuk bisa sembuh dan bisa bersamamu lebih lama lagi"


"Tapi usaha Bima sudah terlambat. Kondisi ginjalnya sudah sangat rusak. Jalan satu-satunya untuk bisa sembuh adalah melakukan transpartasi Ginjal. Tapi selama ini belum ada satu ginjal pun yang cocok dengannya"


"Apa kedua orang tua Bima sudah tau tentang hal ini?"


"Tidak. Bima tidak ingin membuat orang-orang yang dia sayangi menghawatirkan keadaannya. Yang tau hanyalah saya juga angga. Asisten Bima"


"Bima sangat sangat mencintaimu"


Baru kali ini Mala mendengar tentang perasaan Bima yang ternyata begitu besar. Wanita itu sudah tidak kuasa untuk menahan matanya yang sejak tadi sudah berusaha Mala tahan. Namun, Saat mendengar cerita Leon Mala merasa dadanya begitu sesak hingga butiran bening itu berhasil lolos dari kedua sudut matanya.


"Kenapa selama ini kamu tidak pernah mengatakan apa-apa sama aku Bim" Ujar Mala di sela isak tangisnya.


Leon memperhatikan Mala yang memang sudah terlihat ada cinta dari sorot matanya. "Terimakasih sudah mau membalas perasaan Bima"Ucap Leon dan langsung berlalu dari hadapan Mala


Setelah kepergian Leon. Mala masuk ke dalam ruangan ICU yang saat ini sedang ada Bima terbaring lemah dengan alat Ventilator juga alat medis lainnya.


Melihat Bima terbaring lemah seperti itu membuat dada Mala terasa semakin sesak. Jantungnya seakan berhenti berdetak serta dunianya seakan berhenti berputar. Selama hampir 1 tahun. Mala tidak pernah melihat seorang Albima terbaring lemah serta wajah yang terlihat begitu pucat.


"Jangan tinggalkan aku my boy" Ucap Mala begitu lirih