Istri Kontrak Sang CEO

Istri Kontrak Sang CEO
Arus sungai


Mala menggenggam tangan Bima sambil menatapnya begitu dalam. Entah kenapa melihat Bima seperti itu membuat Mala merasa sangat takut. Takut akan rasa kehilangan.



"Janji sama aku my boy. Kamu tidak akan pernah pergi dan akan selalu menemani aku selamanya"Ucap Mala dengan tatapan begitu dalam


"Sudah aku katakan sayang. Aku akan tetap disini bersama kalian, Kalian yang saat ini sudah menjadi dunia ku. kalian adalah sumber kekuatanku" Ucap Bima lembut


Di saat Bima dan Mala masih berbincang hangat. Tiba-tiba ada seorang suster yang datang ke ruangan Bima dengan memperlihatkan raut wajah khawatir.


Melihat kedatangan suster itu membuat Bima dan Mala ikut merasa panik. "Ada apa suster?" Ujar Mala pelan


"Baby Langit dan Bintang tidak ada di tempat mereka bu, Pak" Ucapnya


"Makaudnya bagaimana suster. Mereka tidak ada di pindah ke kamar lain begitu kan?" Tanya Mala lagi


"B...bukan Bu, Mereka h....hilang"


"Apa!!!" Teriak Bima dan Mala secara bersamaan


Mendengar itu membuat Bima dan Mala langsung berjalan menuju ke arah kamar bayi yang letaknya tidak terlalu jauh dari ruangan Bima. Sejak tadi Mala memang belum sempat melihat kedua putranya, Sebab Mala masih begitu sibuk memperhatikan Bima yang terbaring lemah seperti itu.


"Tidak mungkin mereka hilang kan Bim. Mereka pasti ada kan?" Ucap Mala di sela langkahnya


"Tenang sayang. Kita akan mencari Mereka dulu. Siapa tau ada yang memindahkan mereka ke box lain" Ucap Bima yang mencoba menenangkan Mala


Bima mencoba tenang. Walaupun sebenarnya dia juga merasakan hal yang serupa dengan istrinya. Rasa takut juga dapat Bima rasakan saat mendengar kabar prihal kedua anak mereka.


"Kalau sampai mereka benar-benar hilang. Aku akan memberi pelajaran pada siapapun yang sudah ingin bermain-main dengan keluargaku" Ucap Bima dalam batinnya


Setelah tiba di kamar khusus bayi. Mala berjalan dan melihat setiap bayi yang ada di box masing-masing. Tapi Langit dan Bintang memang benar-benar tidak ada di antara mereka.


Mala terdiam saat tidak mendapatkan kedua anaknya. Jantungnya seakan berhenti berdenyut, Dadanya terasa begitu sakit. Hingga tak lama butiran bening itu berhasil lolos begitu saja dari kedua matanya.


Melihat Mala begitu terpukul, Bima mendekat dan membawa Mala dalam dekapannya. Baru kali ini Bima melihat Mala menjatuhkan air matanya kembali setelah pernikahan mereka.


"Sudah sayang jangan menangis. Aku janji akan menemukan anak kita dalam keadaan baik-baik saja" Ucap Bima sambil mengusap rambut Mala


"Kenapa ada yang tega menculik mereka Bim. Rasa sakit karna melahirkan saja masih bisa aku rasakan. Kenapa mereka tega memisahkan aku dengan kedua putraku"


"Langit dan Bintang juga belum sempat aku kasih asi lagi Bim. Maafkan momy sayang, Momy kurang menjaga kalian dengan baik" Ucapnya yang terdengar begitu pilu


"Maafkan aku sayang. Gara-gara aku seperti ini mereka hilang" Ucap Bima sendu


"Jangan nangis ya sayang, Aku akan berusaha membawa mereka kembali dalam pelukan kita lagi. Aku janji itu" Ucap Bima lagi


Tangis Mala pecah dalam dekapan Bima. Rasanya begitu sakit saat kedua bayi mungil yang baru dia lahirkan menghilang begitu saja


"Bagaimana anak-anak saya bisa hilang sih suster. Bagaimana penjagaan di rumah sakit ini, Kalau sampai anak saya tidak ditemukan, Saya akan menuntut rumah sakit ini" Ucap Mala penuh penekanan


Di saat seperti itu. Tiba-tiba Leon datang dan menghampiri mereka. "Ada apa Bim. Eh kamu sudah sadar" Tanya Leon yang memang belum tau jika Bima sudah sadar


"Anak-anakku hilang Leon. Kemungkinan besar ada seseorang yang sengaja membawa mereka" Ungkap Bima pada Leon


"Apa!! Anak-anak kamu hilang. Memangnya kapan istri kamu melahirkan Bim?" Tanya Leon lagi, Karna memang Leon belum tau jika Bima pingsan setelah Mala melahirkan


"Kemaren Leon. Sebelum aku pingsan dan di rawat"


"Astaga. Aku ikut perihatin ya Bim. Biar aku bantu mencari keberadaan anak kalian"


"Terimakasih Leon" Ucap Bima


Mala masih terus terisak dalam dekapan Bima. Rasa sakit khawatir menjadi satu. Mala benar-benar takut ada sesuatu hal terjadi pada kedua anaknya


Di Tempat Lain


"Kamu kenapa Van?" Tanya Yasmine saat melihat Devan gelisah


"Entahlah ma. Tiba-tiba saja perasaan Devan tidak Enak. Devan menghawatirkan Mala Ma"


"Kamu tenang Van. Tidak akan ada sesuatu hal terjadi pada Mala. Berpikir positif saja ya Van. Jangan lupa berdoa juga semoga Mala baik-baik saja"


Tanpa mereka sadari, Ternyata mobil yang mengantar mereka sudah tiba di depan rumah sakit tempat Mala melahirkan juga tempat Bima di rawat.


Namun saat mereka turun, Mereka di kejutkan dengan berita bayi hilang di rumah sakit itu


"Kasian sekali ya kedua orang tuanya. Pasti akan sangat terpukul anak kembarnya tiba-tiba menghilang" Ucap salah satu orang di sana


"Iya, Kasian sekali mereka ya. Mana kabarnya suaminya itu sedang sakit, Saya ikut perihatin sama mereka berdua" Ucap salah satunya


"Eh tapi kalian sadar gak sih. Itu kan Mafia ganteng itu. Ternyata istrinya cantik sekali ya"


"Iya. mereka terlihat begitu cocok ya"


Devan dan kedua orang tuanya berjalan menyusuri koridor rumah sakit itu. Yasmine berjalan ke arah Resepsionis untuk menanyakan tempat rawat inap Bima.


"Ada yang bisa saya bantu bu?" Tanya resepsionis itu


"Saya mau tanya ruang rawat inap Bima sus" Ucap Yasmine


"Sebentar ya bu" Ucap suster itu


Setelah menunggu beberapa menit. Akhirnya suster itu menyampaikan ruangan rawat inap Bima yang ada di ruangan ICU bugenvil


Yasmine dan Devan berjalan ke arah ruangan yang di katakan oleh suster itu. Tapi saat sudah tiba di sana, Yasmine dan Devan di buat terkejut saat melihat sebuah keramaian di tempat tak jauh dari ruangan Bima


Devan melihat Mala yang saat ini masih terisak dalam dekapan Bima. Melihat itu membuat Devan semakin penasaran dengan apa yang sedang terjadi.


"Ada apa Bim?" Tanya Yasmine saat sudah tiba di depan Bima dan Mala


Melihat suara itu membuat Bima dan Mala melihat ke arah sumber suara


"Anak kami hilang tante" Jawabnya


"Apa!!" Ucap Devan yang begitu terkejut


β€’


β€’


β€’


Hari ini Bima sudah di perbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit, Setelah tiba di Apartemen miliknya. Bima memeluk Mala yang beberapa hari ini selalu terlihat sedih bahkan menjatuhkan air matanya



"Maafkan aku sayang, Aku belum bisa menemukan keberadaan kedua anak kita" Ucap Bima pada Mala


"Tapi aku berjanji. Akan membawa pulang kembali mereka berdua dalam keadaan baik-baik saja" Ucapnya lembut


Tak lama kemudian. Ada sebuah panggilan masuk dari anggota Black flower


πŸ“ž: Halo, Ada apa?


πŸ“ž: Kami mendapatkan kabar jika kedua bayi itu ada di sebuah tempat terpencil di dekat sebuah sungai tuan muda


πŸ“ž: Baiklah. Hari ini kita akan kesana


Tut...tut...tu...


Sambungan telponnya terputus begitu saja. Bima menatap Mala dan menghapus matanya yang sudah basah


"Aku janji akan segera membawa anak-anak kita kembali sayang" Ucapnya lagi


"Aku ikut Bim" Ucap Mala


Sudah 1 minggu pencarian mereka belum ada hasilnya. Bima yang baru mendapat kabar jika kedua bayi itu ada di sebuah tempat, Membuat Bima langsung mengambil kunci mobilnya dan keluar dari dalam apartemennya bersama dengan Mala.


Namun, Saat di tengah perjalanan. Mobil yang di kendarai Bima ternyata remnya blong dan membuat mobil itu terjun ke sebuah sungai yang arusnya sedang tinggi.


"Aaaaaaa" Ucap Bima dan Mala secara bersamaan