
*****
Setelah kepergian devan, Mala pun memutuskan untuk menghubungi orang tua nya, Karena tadi juga belum sempat pamit pada sang bunda..
Tak menunggu lama Sambungan telfon pun langsung di terima oleh alundra..
" Halo bunda"
" Iya sayang kenapa telfon bunda, ?"
" Oh gak ada kok bunda, Mala hanya mau bilang kalo hari ini mala ikut mas devan ke Lambeng, Kebetulan mas devan ada pekerjaan disini untuk 1minggu ke depan, Jadi Aku disuruh untuk ikut, Maaf ya bunda mala tadi gak sempat pamit, Soalnya dadakan, He"
" Iya gak papa kok sayang, Pulang dari sana kamu main p ke rumah bunda ya. Bunda sama ayah kangen"
" Oke siap bunda, Nanti mala sama mas devan main ke sana"
Lumayan lama berbincang lewat telfon mala akhirnya mengakhiri sambungan telfonnya. Setelah itu Dia memutuskan untuk beristirahat sejenak sambil menunggu kedatangan devan yang meeting entah sampai jam berapa..
Mala memutuskan untuk mengisi waktunya sambil menonton drama korea kesukaannya dengan makan camilan yang sudah di siapkan oleh devan. Hingga beberapa episode sudah iya tonton. rasa kantuk pun mulai menerpa.
Hingga akhirnya Wanita cantik itupun tertidur dalam posisi terlentang, Dengan rambut sedikit menutupi wajahnya, Karena hanya menggunakan celana boxer milik devan hingga membuat paha mulusnya ter ekpouse sempurna,
7 jam devan menjalani meeting bersama beberapa klien, Pria itu pun kembali ke dalam kamar hotel setelah jam 9 malam, Dia menemukan mala yang sudah terlelap dan damai dalam tidurnya,
Seketika membuat devan menelan ludahnya pelan, Melihat paha mulus mala jelas membuat kelakian devan pun menegang, Celananya terasa sedikit sesak.
Hingga akhirnya devan menghampiri mala yang masih tertidur lelap, Mencium lembut kening, Daun telinga, pipi hingga akhirnya turun ke leher, Membuat Sang empunya sedikit menggeliat manja,
Setelah puas dengan leher jenjang mala, Devan pun beralih ke dua buah benda kenyal squeisy milik mala, Membuat beberapa tanda kepemilikan di sana,
Hingga akhirnya devan mendengar bunyi perut istrinya, Yang memang belum makan sejak tadi sore..
" Eekhhhh" Mala menggeliat dan membuat devan menghentikan aksinya.
Dengan sedikit samar-samar wanita itu membuka matanya. Dengan sedikit mengucek matanya untuk memperjelas penglihatannya.
" Sudah pulang mas? Udah jam berapa sekarang? Tanyanya dengan sedikit menguap
" Jam 9 malam sayang"
Perkataan devan membuat mala membulatkan matanya dan langsung duduk sempurna .
" Apa!!! Jam 9 malam, Astaga aku sudah tertidur selama berapa jam? Kenapa tidak membangunkan ku mas"
" Aku aja baru nyampe sayang, Sudah ayo bersiap, Kita kebawah untuk makan malam"
Mala pun berdiri dan hendak ingin mengganti baju, Namun langkahnya terhenti saat dia mengingat jika tidak ada baju yang bisa digunakan untuk makan malam,
Tidak mungkin juga kan menggunakan lingerie? dengan terpaksa mala pun tetap menggunakan baju milik devan yang sudah digunakannya sejak tadi siang.
" Ayo mas kita jalan sekarang"
Devan mengerutkan keningnya.. memperhatikan tubuh mala yang masih menggunakan bajunya. dengan paha putih mulus yang terpampang nyata di depan matanya.
" Ngapain masih pakai baju ini, ?Gak ada ya sayang. Aku gak rela kalau orang lain melihat kamu seperti ini"
Jelas saja devan tidak rela, celananya di gunakan mala hanya sampai bawah pantat, membuat paha mulusnya terexpose sempurna
" Duduklah dulu. aku sudah meminta vino untuk membelikan baju untukmu."
Tak lama kemudian pintu kamar mereka pun ada yang mengetuknya, apa mungkin vino sudah sampai
tok...tok ..tok...
" Iya sebentar,"
Pria itu pun segera membuka pintu dan mengambil paperbag yang di berikan vino. Tanpa mengucap satu kata pun devan langsung menutup pintunya kembali, membuat vino yang masih diam di depan pintu pun mengambil nafas panjang
" Dasar kulkas, tidak bisa apa mengucapkan terimakasih"
Gerutu vino di luar kamar.
Sedangkan di dalam kamar devan sudah memberikan paperbag itu pada mala.
" Bagaimana mas," Titah mala yang sudah selesai bersiap dan menggunakan dress warna merah cerah.
" Sempurna sayang, kamu begitu cantik dengan dress ini, apa kita tidak usah pergi saja"
Ucapan devan membuat mala mengerutkan keningnya.
" Tidak usah pergi! Maksud kamu bagaimana mas,?"
" Iya kita makannya disini saja, aku tidak rela kecantikan kamu ini dilihat sama orang lain" ucapnya sambil ngerengek. seperti anak kecil yang tidak mau kehilangan mainannya
" Tapi mas, aku udah siap-siap masa gak jadi pergi" Lirih mala dengan memanyunkan bibirnya.
Karena melihat expresi istrinya yabg hendak merajuk. devan akhirnya dengan berat hati mengiyakan ajakan sang istri.
Meskipun sedikit berat dalam hatinya, tapi devan sudah berjanji tidak ingin membuat istrinya kecewa kembali.
" Ya sudah sayang, ayo kita berangkat"
Mereka pun keluar dengan tangan yang saling bertautan. seperti pranko saja. Devan sudah sangat mencintai istrinya, pria itu tidak rela jika ada orang lain yang melihat kecantikan yang sudah menjadi miliknya.
Dengan berat hati dia pun melangkah ke sebuah restoran yang ada di dalam hotel tersebut, sebenarnya bisa saja devan meminta pelayan untuk mengantarkan makanan ke dalam kamar mereka, namun mala menolaknya, sudah merasa bosan seharian ada di dalam kamar selama menunggu devan meeting.
Setelah sampai di restoran, devan langsung meminta beberapa pelayan untuk membawakan makanan yang sudah di pesannya sebelum datang kesini, pria itu meminta vino untuk memesankan beberapa makanan terfavorit di tempat itu.
1Jam berlalu, devan tak langsung membawa mala kembali ke kamar hotelnya. tapi masih membawa mala ke sebuah pantai yang ada di dekat hotel, sebab hotel milik keluarga devan ini pun terletak di antara pantai.
" Kita mau kemana mas, Gak balik ke kamar?"
" Kamu ikut saja ya sayang, Aku mau tunjukkin tempat yang sangat indah"
pria itu menggandeng tangan mala hingga sampai pada tempat yang di maksud oleh devan, sesaat mala tercengang dengan pemandangan malam ini, Pemandangan yang menyajikan beberapa keindahan malam yang sangat sayang untuk di lewatkan.
Gemerlap bintang, suara ombak dan angin sepoi-sepoi itu mampu masuk ke dalam sanubari mala juga devan, membuat pasangan yang sedang mabuk cinta ini terbawa suasana angin malam yang menciptakan kenangan terindah,
Rambut mala yang tergerai pun terbawa angin hingga menutupi sebagian dari wajahnya. Devan mendekat dan menyibak anak-anak rambut yang menutupi wajah cantik sang pujaan hati,
perlahan pria itu mencium lembut bibir wanitanya, ******* semakin dalam dan semakin intens, mala pun hanya menikmati tanpa membalas.
hingga beberapa saat devan mengakhiri ciumannya di