
" Kamu mau kemana bim" tanya lina sambil mengejar bima
" Ada hal penting yang harus bima urus mi, bima titip istri bima ya" balas bima tanpa menoleh ke arah kedua orang tuanya.
" Mau kemana anak itu pa?" ucap lina dengan raut wajah khawatir
" Biarkan saja mi, mami tau kan bagaimana watak anak kita, dia memang lembut, tapi bisa berubah kejam saat merasa ketenangannya terganggu, biarkan saja. mereka sudah membangunkan singa tidur" ucap sander pelan
" Iya, persis seperti watak yang di miliki papi"
Mendengar jawaban yang keluar dari mulut istrinya, membuat sunder mengangkat kedua sudut bibirnya" Mami tau aja" balasnya.
Bima saat ini mengendarai mobil sendiri tanpa ada angga di sampingnya, pria tampan itu memang tidak mengijinkan angga untuk ikut serta menemaninya. bima tidak langsung ke tempat tujuan, dia pulang lebih dulu dan mengganti mobilnya dengan menggunakan motor sport berlambang black flower,
Bima mengendarai motornya dengan sangat cepat, pria itu menyalip setiap kendaraan yang menghalangi jalannya, beruntung bima sangat pandai dalam membawa motor, karna saat masih jaman sekolah menengah atas pria itu sering ikutan dengan balapan motor liar tengah malam.
Tak butuh waktu lama, motor yang bima bawa sudah tiba di depan sebuah gerbang tinggi dan rumah mewah namun terlihat sangat sepi. bima menaiki gerbang itu agar bisa masuk ke dalam rumah mewah kediaman tuan lendri.
Namun ternyata saat bima tiba di sana tidak ada siapapun kecuali wanita paruh baya, yaitu nyonya lendri. istri dari tuan lendri. bima melangkahkan kakinya menyusuri kediaman lendri yang cukup luas. sehingga netranya menemukan sosok seorang wanita yang sedang duduk santai sambil memainkan ponsel di tangannya.
" Siapa kamu" Tanya wanita itu saat melihat kehadiran bima di depan matanya.
Namun bima tidak menjawab, pria itu meminta istri dari lendri untuk meminun racun yang dia taruh dalam air mineral. " Minumlah nyonya" minumlah nyonya
" Siapa kami berani menyuruhku untuk meminum air murahan yang kau bawa" pekik dewi dengan nada sombong
" Jangan banyak bicara nyonya, lakukan apa yang saya minta. atau saya akan melakukannya dengan kekerasan" pekik bima dingin.
" Saya tidak sudi meminum minuman murahan seperti itu, jawab pertanyaan saya, kami siapa?"
" Albima sunder" jawab bima dingin
Mendengar nama albima sunder membuat nyonya dewi menciut, dan menjadi ketakutan seketika. karna nyonya dewi sudah mengetahui apa yang sudah di lakukan lendri pada istri albima 1 minggu yang lalu" Ngapain kamu di sini?"
" Saya hanya ingin membalaskan rasa sakit yang di alami oleh istriku karna perbuatan suami busukmu itu"
Deg!!!
Dewi jadi semakin takut. " Tolong jangan apakan saya" ucapnya memohon
" Anda tau bukan, jika satu luka akan di balas dengan dua luka sekligus, cepat minum" ucap bima sambil memberikan air mineral yang sudah dia campur dengan racun pada nyonya dewi.
" PAPA TOLONG PA. TOLONG MAMA" mendengar itu membuat bima mengikat kedua tangan nyonya dewi dan meminumkan paksa air yang bercampur racun itu, persis seperti yang di lakukan lendri pada mala satu minggu yang lalu.
Setelah itu bima mendaratkan satu tamparan keras tepat di pipi kiri istri tuan lendri.
Plaaakkkk
" Aaaaa sakit, tolong jangan lakukan ini,"
Plakkkk..plakkkk.plakkkkk
Bima kembali mendaratkan tamparan berkali-kali pada kedua pipi nyonya dewi, sehingga membuat darah segar itu mengalir dari kedua sudut bibirnya. saat bima akan melayangkan sebuah tamparan lagi, suara berat seseorang menghentikan aksinya.
" Akhirnya kau datang juga tuan lendri yang terhormat" ucap bima dengan nada dinginnya
" Serang dia" pinta lendri pada bodyguard yang selalu menemani kemanapun lendri pergi.
.
Bruk..brak....
Terjadilah sebuah perkelahian di kediaman lendri. satu banding dua puluh" Dasar pengecut " ucap bima sambil melirik ke arah lendri
" Kenapa anak kecil, kamu takut"
" Tutup mulutmu itu lendri"
Tap...tap...brakk
Biarpun bima hanya seorang diri. namun tidak ada yang bisa mengalahkan kemampuan yang dia miliki, semua bodyguard yang lendri miliki satu persatu jatuh. hingga netra bima melihat ke arah lendri yang berdiri di depan istrinya. " Berani sekali kau melakukan ini pada istriku anak kecil" ucap lendri dengan amarah yang sama-sama memuncak
" Bukankah anda yang lebih dulu memulainya tuan lendri yang terhotmat, satu luka akan di balas dengan luka yang lebih" ucap bima dengan nada dinginnya
Saat tangan lendri hendak melayangkan sebuah pukulan, dengan cepat bima menarik tangan itu dan
" Aaaaaaaa" teriak lendri kesakitan saat bima mematahkan tangan kanannya. " Itu balasan untuk tangan yang sudah melukai wajah wanitaku"
Setelah itu bima mengeluarkan sebuah pisau kecil dari dalam saku jasnya dan menyayat tangan kiri lendri
" Aaaaaaa" Lendri kembali berteriak saat pisau itu mematahkan salah satu jarinya. " Bangsat kau " ucap lendri lagi
Bima tak lagi menghiraukan teriakan yang keluar dari mulut pria paruh baya itu, " JANGAN PERNAH MENGUSIK KETENANGAN KELUARGAKU, KALAU KAU MASIH MELAKUKANNYA. AKU BISA MELAKUKAN HAL LEBIH DARI PADA INI" Pekik bima penuh penekanan.
Setelah mengatakan hal itu, bima keluar dari kediaman lendri, pria itu melajukan motornya kembali ke arah rumah sakit,
Bima memang orang yang sangat lembut, tapi jangan pernah mengusik ketenangannya apalagi orang yang paling berharga dalam hidupnya, jika sampai hal itu terjadi. maka siapapun itu akan merasakan akibat dari apa yang sudah dilakukannya,
Setelah tiba di rumah sakit, ternyata mala belum juga sadar dari komanya. hari sudah semakin larut, kedua orang tua bima pamit untuk pulang ke rumah mereka, karna selama satu minggu mereka selalu setia menunggu sang menantu di rumah sakit itu.
" Bim, papi sama mami pulang dulu ya, kalau ada apa-apa langsung hubungi saja" ucap lina lembut
" Iya mi, terimakasih papi sama mami sudah menjaga mala selama bima tidak ada, terimakasih juga papi sudah menyelamatkan istri bima"
" Sama-sama boy, papi pulang dulu ya"
Setelah itu kedua orang tua bima keluar dari rumah sakit itu, setelah kepergian kedua orang tuanya. bima kembali masuk ke dalam ruangan mala.
Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 00:00, namun bima masih enggan untuk memejamkan kedua matanya, pria itu masih terus setia menunggu sang istri sadar dari komanya. hingga tak lama jari-jari mala bergerak.
" Sayang, kamu sudah sadar sayang" ucap bima sambil mencium punggung tangan wanitanya. wanita yang amat sangat di cintanya
" Bim, kamu di sini?' suara lembut itu akhirnya bisa menerpa indra pendengaran bima kembali