Istri Kontrak Sang CEO

Istri Kontrak Sang CEO
Menjadi Pusat perhatian


"Anara"Panggil seseorang dari arah belakang


Mendengar itu membuat Nara dan Andra menghentikan langkahnya. mereka berdua menoleh ke arah sumber suara. Nara begitu terkejut saat saat melihat siapa laki-laki yang sudah memanggilnya.


Sedangkan Andra masih terdiam sambil mengerutkan keningnya"Siapa pria itu" Ucapnya dalam batin


"Nathan"Ucap Nara yang masih tercengang menatap orang yang dia sebut Nathan


"Nara, Kamu apa kabar?" Ucapnya sambil mendekat ke arah Nara dan Andra


Mendengar itu membuat Andra semakin penasaran. Kira-kira siapa pria itu?


"Ayo mas" Ucap Nara dan menarik tangan Andra tanpa menggubris perkataan Nathan


"Nara tunggu"Ucap Nathan sambil mengejar Nara dan Andra


Hal itu kembali berhasil membuat Nara menghentikan langkahnya. Nara membalikkan tubuhnya dan menatap Nathan yang saat ini sudah berdiri di depan tubuhnya.


"Maaf siapa ya? Memangnya kita pernah saling mengenal sebelumnya" Ucap Nara dengan suara dinginnya.


Mendengar itu membuat Nathan mengambil nafas panjang. Apa yang sudah dia lakukan memang sudah sangat menyakiti hati Nara yang mungkin masih begitu terasa sakit hingga saat ini


"Nara. Aku mohon maafkan aku. Aku menyesal, Sangat menyesal" Ucap Nathan parau


"Apa dia adalah anak kita?" Tanya Nathan sambil menyentuh tangan mungil Dania


Melihat itu membuat Nara seketika marah dan segera menjauhkan tangan Dania dari sentuhan Nathan.


"Jangan pernah sentuh anak saya. Anda bukan siapa-siapa apalagi ayah nya. Jangan pernah datang kehadapan saya lagi" Ucap Nara dan langsung kembali melangkahkan kakinya menjauh dari Nathan.


Andra tak ikut berbicara untuk kali ini. Pria itu hanya melihat bagaimana Nara menanggapi laki-laki yang mengaku sebagai ayah dari Dania.


Melihat wajah Nara membuat Andra cukup tau dan mengerti tanpa mau bertanya. Andra bisa menyimpulkan sendiri dari raut marah yang begitu terlihat dari wajah istrinya.


"Sabar sayang. Jangan sampai dia merusak rencana awal kita datang ke tempat ini" Ucap Andra sambil menggenggam tangan Nara yang sudah terlihat memendam emosi yang sangat tinggi


Wanita itu mengambil nafas panjang. Apa yang Andra katakan memang benar adanya. Jangan sampai Nathan merusak moodnya hari ini.


Di Tempat Lain


Di tempat lain saat ini Mala dan Bima sedang bersiap untuk menjenguk Yasmine di rumah sakit. Karna malam tadi mereka tidak jadi menjenguk Yasmine karna tiba-tiba Mala merasa kram di bagian perut bawahnya.


"Apa kamu sudah siap sayang?" Tanya Bima pada Mala


"Sudah my boy" Ucap Mala lembut


Kali ini Bima menggunakan setelan berwarna hitam dengan variasi putih di bagian lengannya. Sedangkan Mala menggunakan dress berwarna putih dengan Variasi hitam di bagian pinggangnya.


Hal itu membuat mereka terlihat sangat serasi. Apalagi saat ini Bima menggunakan topi berwarna putih ala Oppa korea. Sedangkan Mala membiarkan rambutnya tergerai dengan menggunakan jepit di bagian kanan sisi rambut.


Mala terlihat begitu anggun. bisa di bayangkan sendiri ya seperti apa penampilan Bima dan Mala saat ini. So pasti sangat sangat couple goals.


Bima mendorong kursi roda Mala dengan sangat pelan. Pria itu pamit kepada kedua orang tuanya juga kepada kakek Lustama untuk jika ingin mengunjungi Yasmine di rumah sakit.


"Mami, Papi, Kakek. Bima sama Mala mau ke rumah sakit untuk menjenguk tante Yasmine ya" Pamit Bima pada mereka yang memang kebetulan sedang berada di meja makan.


"Sarapan dulu nak" Ucap Lina lembut


"Kita sarapan nanti saja di luar mi. Kita berdua pamit ya"


"Hati-hati di jalan Bim" Ucap Lina di saat Bima sudah berjalan ke arah luar


"Iya mi, Assalamualaikum"


Melihat hal itu membuat Mala mengukir senyum kebahagiaan"Semoga kita diperjodohkan dunia dan akhirat suamiku" Ucap Mala dalam batinnya sambil terus memandang wajah Bima yang saat ini masih fokus mengemudi


Pria itu tidak menyadari jika dari tadi Mala selalu memandangnya tanpa mau berpaling sedetikpun"Sempurna"Ucap Mala tanpa sadar


Mendengar itu membuat Bima mengerem mobilnya mendadak. Ini pertama kalinya Bima mendengar Mala mengucapkan kata sempurna.


"Kok berhenti my boy" Ucap Mala begitu terkejut


"Kamu tadi bilang apa sayang?"


"Sempurna"


"Apa kamu baru sadar jika selain tampan suamimu ini juga sangat sempurna dan menjadi idaman setiap wanita"


"Dasar kamu ya my boy" Ucap Mala sambil mencubit pinggang Bima


Di tempat lain


"Kenap semuanya gelap. hidupkan lampunya. Aku tidak bisa melihat apa-apa" Ucap seorang wanita yang saat ini bari sadar setelah mengalami kecelakaan kemaren


"Tolong hidupkan lampunya. Aku tidak bisa melihat apa-apa. Semuanya terasa gelap" Ucapnya lagi


Melihat itu membuat kedua paruh baya yang saat ini sedang menemani Adelia hanya bisa menangis melihat keadaan anaknya.


"Tolong siapapun. Hidupkan lampunya, Aku benar-benar tidak bisa melihat apa-apa. Di mana ini" Ucap Adelia sambil terus meraba-raba benda di sekitarnya.


Ibu Adelia mendekat. Wanita paruh baya itu mendekap erat anaknya yang sudah menerima karma dari apa yang selama ini dia perbuat.


"Sabar nak. Ini ujian" Ucapnya sambil mendekap erat Adelia


Mendengar ucapan sang ibu membuat Adelia melepaskan dirinya dari dekapan ibunya.


"Apa maksud ibu? Ujian apa bu, Adelia gak paham. Ini kita dimana, kenapa Adelia ada di ruangan segelap ini. apa lagi mati lampu?"


"Sabar nak. Ini sudah takdir yang harus kamu terima atas apa yang sudah kamu lakukan. Ini sudah menjadi karma kamu Adelia"


"Apa maksud ibu. Karma apa?"


"Kamu.....Kamu mengalami kebutaan Adelia"


Mendengar hal itu membuat Adelia sempat tidak percaya dengan apa yang di katakan orang tuanya.


"Ibu sedang bercanda kan? Adelia gak mungkin buta kan bu"


"Sabar nak. Ibu tau ini berat buat kamu. Tapi ini sudah menjadi takdir hidup kamu Adelia. Semoga kejadian ini akan membuat kamu sadar"


"Gak mungkiiiiiiiiiinn. Ini Adelia pasti sedang bermimpi kan bu. Hiksss...hiksss"


Ayah Adelia yang melihat itu merasa sangat terpukul dengan keadaan yang menimpa anaknya. Pria paruh baya itu keluar dari ruang rawat inap Adelia dengan kedua mata yang sudah berkaca-kaca.


Di tempat lain


Mobil Bima sudah tiba di depan rumah sakit BERLIAN. Karna Yasmine memang sedang di rawat di rumah sakit milik keluarga GRAHAMA yang tak lain adalah keluarga Rendi.


Bima turun dari dalam mobilnya. Pria itu sudah menggunakan kecamata serta topi putih yang membuatnya terlihat semakin mempesona.


Bima mendorong kursi roda Mala dengan sangat pelan. Hal itu bisa di lihat jika Bima sangat menyayangi istrinya.


Kali ini Mala dan Bima sedang menjadi pusat perhatian semua orang yang ada di koridor rumah sakit. Bima yang begitu gagah dan tampan membuat para wanita yang ada di sana memiliki perasaan iri pada Mala yang bisa memiliki pria sempurna seperti Bima