
π:Ada apa?
π:Halo tuan muda. Kami sudah menemukan keberadaan wanita yang bernama Nadia. Saat ini dia sedang ada di indonesia beserta kedua bayi tuan.
π:Minta seseorang untuk melacak keberadaan mereka di sana, Saya akan segera melakukan penerbangan ke indonesia.
Setelah mengatakan hal itu. Bima langsung memutuskan sambungan telponnya. Pria itu mengangkat kedua sudut bibirnya saat mendengar kabar tentang keberadaan kedua anaknya.
Lina yang melihat ekspresi bahagia dari raut wajah Bima
langsung merasa begitu penasaran. Wanita paruh baya itu ingin tau apa yang menyebabkan anaknya mengukir senyum seperti itu.
"Ada apa Bim. Kenapa kamu terlihat begitu bahagia?"Tanya Lina pada Bima
Bima yang mendengar pertanyaan mami nya langsung menoleh ke arah Lina yang saat ini sedang duduk di sampingnya." Ada kabar tentang Langit dan Bintang mi. Bima harus segera memberi tahu Mala" Ucap Bima dan langsung bangkit dari duduknya.
Bima merasa sudah sangat tidak sabar ingin memberitahukan kabar bahagia ini pada istrinya" Bima masuk dulu ya mi, Bima harus segera kasih tau hal ini pada Mala" Ucap Bima pada Lina
"Iya nak. Mami ikut bahagia dengan kabar ini" Bala Lina dan juga ikut bangun dari tempat duduk itu.
Senyum merekah terukir jelas dari kedua sudut Bima. Pria itu sudah sangat tidak sabar ingin melihat ekspresi Mala saat mendengar kabar bahagia ini.
Setelah tiba di dalam kamarnya. Bima menemukan Mala yang sudah berdiam diri di atas balkon kamar dengan pandangan kosong serta wajah yang terlihat begitu sendu.
"Sayang" Panggil Bima lembut seperti biasa
Mendengar suara itu membuat Mala langsung membalikkan tubuhnya. Biar pun sedang marah karna perkataan Bima, Namun setiap mendengar suara lembut itu membuat Mala selalu bisa membuang rasa marah itu.
"Ada apa?" Jawabnya ketus
"Ada kabar bahagia tentang keberadaan anak kita sayang" Ucap Bima sambil mendekat ke arah Mala
Perkataan Bima membuat Mala yang sejak tadi hanya bisa menundukkan wajahnya langsung berjalan mendekat ke arah Bima.
"Apa maksud kamu Bim?" Tanya Mala sambil mendekat ke arah Mala
"Siap-siap sayang. Sebentar lagi kita akan segera terbang ke indonesia, Aku sudah mendapatkan kabar tentang keberadaan mereka berdua"Ucap Bima sambil memeluk Mala begitu lembut
Mala yang mendengar itu tentu saja langsung mengangkat kedua sudut bibirnya. Ini adalah hal yang paling Mala nantikan selama beberapa hari ini.
"Kamu tidak sedang bercanda kan My boy. Kamu serius kan?" Tanya Mala sambil membalas pelukan Bima
"Alu serius sayang. Aku sudah meminta seseorang untuk melacak keberadaan Nadia dan juga kedua anak kita" Ucap Bima sambil membelai lembut rambut Mala
"Lalu bagaimana denganmu my boy. Bukan kah kamu masih belum terlalu pulih?"
"Aku tidak apa-apa sayang. Aku sudah baik-baik saja. Aku akan membawa Leon ke sana. Biar Leon bisa selalu memastikan keadaan ku baik-baik saja"
"Baiklah. Cepat kami hubungi Leon my boy. Aku akan packing barang-barang kita" Ucap Mala yang terdengar begitu semangat setelah mengetahui kabar tentang anaknya
Bima yang melihat Mala mengangkat kedua sudut bibirnya juga ikut merasa begitu bahagia. Akhirnya apa yang Bima harapkan menjadi kenyataan. Melihat Mala kembali tersenyum membuat Bima terus menatap wajah cantik itu.
Wajah cantik yang selama beberapa hari ini terlihat begitu redup dan sendu. Hari ini akhirnya Bina bisa menemukan pelangi untuk Mala.
Kemudian, Bima mengambil ponselnya dan menghubungi Leon agar ikut serta ke indonesia untuk menemani nya dengan Mala. Karna mau bagaimanapun, Leon juga paling bisa di andalkan dalam segala hal.
Tak berselang lama. Leon langsung menjawab sambungan telponnya. Bima langsung bisa mendengar suara sahabat terbaiknya.
π:Halo Bim. Ada apa?
π:Untuk apa kamu membawaku kesana. Memangnya ada apa? Ke napa tiba-tiba kamu mau ke indonesia?
π:Tidak perlu banyak tanya. Persiapkan saja dirimu. 1 jam lagi kita berangkat
Setelah mengatakan hal itu, Bima langsung memutuskan sambungan telponnya secara sepihak. Dan hal itu membuat Leon mengumpat sendiri karna terlalu kesal dengan Bima yang langsung memutuskan sambungan telponnya tanpa mendengarkan jawaban Leon terlebih dahulu. .
"Dasar Bima bucin. Bisa-bisanya matiin telpon tanpa mendengar jawaban aku dulu" Umpatnya kesal
"Kira-kira apa ya yang membuat Bima mendadak ke indonesia? Tapi ya sudahlah. Siapa tau nanti aku di sana bisa bertemu dengan jodoh" Ucap Leon lagi sambil berjalan ke dalam kamarnya dan mengemas beberapa barang yang akan dia bawa ke indonesia. Terutama alat-alat untuk Bima.
"Semoga saja nanti aku bisa bertemu dengan tulang rusuk" Ucap Leon lagi
Di Indonesia
Saat ini Nadia sedang menuju ke rumah sakit BERLIAN untuk melakukan tes DNA pada kedua bayi itu. Nadia menggunakan masker dan kaca mata hitam agar tidak ada orang yang bisa mengenalinya. Terlebih lagi anak buah Andika Sanjaya.
Setelah tiba di rumah sakit. Nadia langsung menuju Laboratoriun untuk menyerahkan sampel rambut Langit dan Bintang . Begitu juga dengan sempel rambut milik Devan.
Ternyata, Tanpa Nadia sadari ada seseorang yang mengikutinya dari belakang. Setelah kepergian Nadia, Orang itu keluar dan menukar rambut milik kedua bayi itu dengan rambut orang lain.
Kira-kira siapakah orang itu?
Nadia keluar dari dalam rumah sakit. Wanita itu mengambil ponselnya dan menghubungi Devan yang saat ini sedang menjaga kedua bayi yang sangat Devan harapkan menjadi anak kandungnya.
Mendengar ponselnya berdering. Devan dengan cepat mengusap tombol hijau saat melihat nama kontak yang tertera di sana.
π:Bagaimana?
π:Semuanya aman. tidak ada satu orang pun yang mencurigai ku. Semua sempel sudah aku serahkan ke laboratorium rumah sakit BERLIAN. kita hanya tinggal menunggu hasilnya 1 minggu lagi
π:Baiklah
Devan langsung memutuskan sambungan telponnya. pria itu menatap kedua bocah kembar yang saat ini sedang ada di hadapannya.
"Biarkan wajah kalian sangat mirip seperti Bima. Tapi papa Devan yakin, Jika kalian adalah anak kandung nya papa dengan mama Mala" Ucap Devan sambil mengusap lembut pipi mereka
Devan langsung membayangkan hasil tes itu keluar dan menunjukkan jika mereka berdua memang benar-benar anak kandungnya.
"Aku sudah tidak sabar menunggu hari itu" Ucap Devan lagi
Di Aussie
Bima, Mala dan Leon sudah sial untuk segera melakukan penerbangan ke indonesia. Saat ini Leon terlihat seperti obat nyamuk yang ada di antara pasutri yang sedang mesra-mesraan.
"Astaga. Hei kalian. Kalau mau romantis-romantisan jangan di hadapan ku lah. Apa tidak kasian dengan sahabat mu yang jomblo ini" Ucap Leon pada Bima dan Mala saat melihat Mala menyuapi Bima makan
"Iri bilang bos" Ucap Bima sambil mengulum bibir saat melihat raut wajah Leon yang begitu lucu
"Iissh. Kalian itu menyebalkan. Liat saja nanti. Aku akan menemukan tulang rusuk yang akan segera aku nikahi dan kita bisa pacaran setelah menikah"
"Memangnya ada yang mau sama kamu" Ucap Bima
"Sayang, Jangan seperti itu. Leon ini sahabat terbaik loh, Selama kamu tidak ada, Dia selalu memberikan bahu nya untuk ku bersandar" Timpal Mala pelan
"Benarkan, Issshhh. Kau ini mengambil kesempatan dalam kesempitan" Ucap Bima sambil menatap tajam Leon
"Selagi ada kesempatan. Ya aku manfaatkan" Jawab Leon tanpa beban