Istri Kontrak Sang CEO

Istri Kontrak Sang CEO
Candu Baru


"Siapa yang sudah berani melakukan ini!" Ucap Devan dengan terlihat marah.


Bagaimana jika sampai ada yang tau bahwa yang membuat mobil Doni kecelakaan itu adalah Adelia. apa yang akan Adelia dapatkan dari mereka semua. terutama Devan dan Bima.


Setelah itu, Devan keluar dari dalam kantornya. pria itu mengemudikan mobilnya menuju tempat dimana saat itu Mala juga yang lain menonton bioskop bersama.


Namun, saat Devan sudah mau tiba di sana, tiba-tiba ada panggilan masuk dari sang mama. Wanita paruh baya itu meminta Devan untuk segera pulang, karna ada sesuatu yang sedang terjadi di rumah itu.


πŸ“ž: Halo ma, Ada apa?"


πŸ“ž: Kamu di mana Van? Bisa pulang sekarang gak?


πŸ“ž: Devan masih dijalan ma, Ada apa? kenapa mama terdengar panik seperti itu?


πŸ“ž: Sudah, lebih baik kamu pulang sekarang


πŸ“ž: Iya ma.


Setelah itu Devan memutuskan sambungan telponnya, Pria itu mengurungkan niatnya untuk mengecek CCTV tempat kemarin mereka menonton di bioskop.


30 menit kemudian. Devan sudah tiba di depan rumahnya, dengan cepat pria itu turun dari mobilnya dan mencari keberadaan sang mama.


Namun ternyata Yasmine juga sudah menunggu kepulangan Devan di ruangan keluarga di rumahnya.


"Ada apa ma, kenapa tadi suara mama terdengar panik?" Tanya Devan pada sang mama


"Coba kamu baca ini Van"


Yasmine memberikan sebuah paket ancaman yang dia dapat beberapa menit yang lalu. paket teror yang tidak tau siapa pengirimnya.


"Ada suratnya ma"


"Coba kamu baca Van, sepertinya ada yang mau main-main dengan keluarga kita"


Devan membuka surat itu dan membacanya, tangan Devan mengepal kuat saat melihat isi dari surat itu.


{ Permainan baru di mulai. ingat, akan ada hal yang lebih dari pada kecelakaan yang sudah menyebabkan wanita yang anda cintai menjadi lumpuh. itu tidak seberapa tuan, itu masih awal dari segalanya.}


"Kurang ajar, jadi dia yang sudah sengaja ingin mencelakai Mala" Ucap Devan sambil mengatupkan giginya keras.


"Kenapa Van?" tanya Yasmine yang memang sudah penasaran sejak tadi.


"Ternyata kecelakaan yang di alami oleh Mala ada yang merencanakan ma"


"Siapa Van?"


"Devan belum tau ma. tapi yang pasti mereka masih punya rencana yang lebih dari itu, Devan minta mama untuk lebih berhati-hati"


"Kamu tidak perlu menghawatirkan mama Van. apa kamu lupa jika mama adalah mantan pemegang sabuk hitam" Balas Yasmine pada Devan.


"Iya Devan tau ma, tapi biar bagaimanapun mama harus tetap hati-hati"


"Baiklah"


Yasmine memang menguasai berbagai gerakan dalam teke Wondo. Karna wanita paruh baya itu sudah memiliki sabuk hitam di masa mudanya.


Hal itu yang dulu sudah membuat Wijaya kagum dan mau belajar ilmu bela diri. agar bisa selalu mencari kesempatan untuk dekat dengan Yasmine yang kala itu sedang tenar di kampusnya.


Yasmine adalah salah satu mahasiswa tercantik dan menjadi primadona kampus. banyak laki-laki yang mengantri untuk menjadi kekasihnya. Namun, entah kenapa Yasmine malah tertarik pada Wijaya.


"Apa kamu mau mama bantu mencari siapa pelakunya?"


"Tidak perlu ma, Devan masih bisa sendiri"


Obrolan itu pun akhirnya selesai. Devan memutuskan untuk istirahat lebih awal agar besok pagi bisa datang ketempat bioskop sebelum berangkat ke kantor.


Di tempat lain, lebih tepatnya di kediaman Adelia, Wanita itu sedang tersenyum senang saat mengetahui apa yang sedang terjadi pada Mala saat ini, wanita itu baru mengetahui kabar jika Mala lumpuh dari seseorang yang sudah membantu dirinya untuk membalaskan rasa sakit yang selama ini Devan berikan.


Adelia kembali mengingat saat Bili memberitahukan bahwa Mala saat ini sedang lumpuh akibat kecelakaan yang sudah terjadi beberapa minggu yang lalu.


Beberapa saat yang lalu, saat Adelia baru saja pulang dari mini market. Telfon Adelia berdering. ada panggilan masuk dari seseorang yang di kasih nama "Komplot". Dengan cepat Adelia mengusap tombol hijau di layar ponselnya*.


πŸ“ž: Ada apa?


πŸ“ž: Ada kabar bahagia buat kamu


πŸ“ž: Kabar bahagia? apa memangnya?


πŸ“ž: Ini tentang kecelakaan kemarin


πŸ“ž: Iya kenapa, cepat ngomong


πŸ“ž: Mala lumpuh, rencana kamu berjalan dengan lancar


πŸ“ž: Benarkah? kamu tidak sedang berbohong kan?


πŸ“ž: Tidak


Setelah itu sambungan telponnya terputus oleh Adelia. Betapa bahagia nya Adelia saat mendapat kabar seperti ini. jika Mala sakit, tentunya itu juga akan membuat Devan terluka. karna yang Adelia tau adalah Mala yang segalanya untuk Devan


Tapi wanita itu tidak pernah tau tentang satu hal. yaitu tentang Bima yang seorang Mafia kejam.


Memang yang Adelia tau adalah suami Mala bernama Bima. namun wanita itu tidak pernah tau bagaimana latar belakang Bima.


Flashback off


Malam berlalu begitu saja, Mala menggeliat saat suara Alarm mulai mengusik tidur lelapnya. wanita itu merasa ada tangan kekar yang melingkar di perutnya. siapa lagi kalau bukan Bima.


Hal itu sudah menjadi kebiasaan buat Mala dan Bima. Dari awal menikah Bima memang sering memeluknya seperti ini, oleh karena itu, Mala sudah biasa dengan perlakuan Bima yang selalu memeluknya dalam tidur.


"Kamu sudah bangun istriku"


Suara lembut itu membuat Mala membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Bima yang sedang Mala belakangi.


"Iya my boy, aku sudah bangun. kamu sendiri kok sudah bangun, ini kan masih jam 4 pagi"


"Aku sudah bangun dari tadi sayang, tapi aku masih menikmati memeluk tubuh kamu yang sudah menjadi candu untukku. bagaimana tidurnya, nyenyak?"


Bima memang sudah bangun sejak 30 menit yang lalu. Namun, pria itu masih enggan untuk beranjak dari tempat tidur, Bima masih ingin menikmati pemandangan indah yang ada di depan matanya.


Seorang wanita cantik yang sedang ada dalam pelukannya yang meringkuk kedinginan, hal itu membuat Bima semakin mengeratkan pelukannya pada Mala.


Namun, saat Bima masih begitu menikmati momen seperti ini, tiba-tiba suara Alarm mengusik tidur Mala dan membuatnya terbangun.


"Tidurku sangat nyenyak my boy, kan ada suami yang selalu setia memeluk aku seperti ini" Ungkap Mala dengan nada manjanya.


Mendengar itu membuat Bima mengangkat kedua sudut bibirnya, Pagi ini hati Bima benar-benar merasa sangat bahagia, apalagi saat mengingat kejadian di dalam mobil itu. membuat Bima ingin selalu memperlihatkan senyuman manisnya.


"Kamu kenapa senyum-senyum seperti itu my boy?"


" Tidak apa-apa sayang. aku hanya sedang bahagia"


"Senyuman kamu seperti mencurigakan my boy"


"Mencurigakan bagaimana?


"Iya itu sangat mencuri.."


Ucapan Mala terpotong saat Bima menutup mulut Mala dengan bibirnya. hal itu membuat kedua bola mata mala melotot sempurna.


Bagaimana bisa Bima menciumnya tanpa memberitahu terlebih dulu. Sedangkan Mala belum ada kesiapan.


Setelah cukup puas, Bima melepaskan bibir Mala yang sejak tadi sudah dia ***** beberapa kali.


"Bibir kamu manis sayang, dan aku suka itu, ini akan menjadi candu baru untukku" Ucap Bima dan langsung pergi ke kamar mandi meninggalkan Mala yang sudah merona.