
Setelah tiba di basement, yasmine dan wijaya turun dari dalam mobilnya. pria paruh baya itu menghampiri posisi yang di tunjukkan oleh orang suruhannya yang sudah berhasil melacak keberadaan ponselnya mala. Dan ternyata memang benar, wijaya menemukan ponsel mala di dalam tempat sampah. Pria paruh baya itu mengambil ponsel sang menantu dan mengambil napas panjang.
" Ada apa pa?" tanya yasmine dan menghampiri sang suami, lalu di ikuti devan yang mengekor di belakang.
Tak langsung menjawab. wijaya melirik ke arah devan dan yasmine secara bergantian. setelah itu wijaya menyerahkan ponsel itu lada devan.
" Kemana kamu sayang?" Lirihnya pilu.
Lututnya tiba-tiba menjadi begitu lemas, kakinya seakan enggan untuk melangkah, hingga beberapa saat kemudian pria itu berjalan menyusuri apartemen dan memasuki lift untuk segera sampai ke apartemen miliknnya, Yasmine dan wijaya mengikuti devan mengekor di belakang,
Kenapa tidak terpikir dari kemarin, jika ponsel mala ada di basement ini, itu artinya wanita itu sempat berada di tempat ini. setelah sampai di depan apartemen miliknya, dengan cepat devan memasukkan kode sandi pintu apartemennya.
Pria itu langsung berlari ke arah lemari. dan ternyata semua barang-barang mala sudah tidak ada di tempatnya, kecuali barang yang di belikan oleh devan. Mala memang sengaja meninggalkannya.
Di saat devan masih sibuk di tempat barang-barang mala, suara mama yasmine menghentikan kegiatannya, mendengar sang mama memanggilnya, devan pun segera menghampiri kedua orang tuanya.
" Ada apa ma. apa ada sesuatu?"
" Ini devan, mama menemukan surat dan juga cincin nikah kalian"
Deg!!!
Cincin nikah? Kenapa istrinya meninggalkan cincin nikahnya di sini,!
Akhirnya devan mengambil kertas yang ada di tangan sang mama. jantungnya terasa berhenti sejenak saat membaca isi dari surat itu.
Surat dari mala
Maafkan aku mas, mulai hari ini aku putuskan untuk benar-benar berpisah dari kamu, awalnya aku masih ragu. Rasa sayangku yang begitu besar membuatku hampir membuat keputusan yang salah. Aku sempat berfikir jika semua foto dan video yang aku terima dari nomor tidak di kenal itu hanyalah bualan mereka, aku sempat mengurungkan niatku untuk menggugat cerai kamu, tapi... setelah aku melihat kamu mengusap perut adelia di cafe senja tadi siang, itu membuatku menjadi yakin, jika perpisahan kita memanglah yang terbaik, tunggu surat panggilan sidang kita mas, setelah itu, kamu bebas untuk kembali bersama adelia, Aku sudah lelah dengan semuanya mas, selamat tinggal.
setelah membaca semua isi dari surat itu. dada devan terasa sesak. hatinya terasa sakit saat membaca gugatan cerai yang di tulis oleh mama.
" Kamu salah paham sayang" lirihnya pilu
Mama yasmine yang mendengar ucapan devan pun langsung menanyakan apa maksud devan tentang salah paham. apa yang sebenarnya terjadi?
" Ada apa van, Apanya yang salah paham?" Tanya yasmine penasaran.
" Mala salah paham ma, pa, jadi tadi siang mala sempat melihat aku mengusap perut adelia di cafe senja ma" pungkasnya sendu
" Apa! Kamu mengusap perut adelia, apa kaku sudah gila devan!!!?" teriak yasmine marah
" Sabar ma, jangan marah-marah dulu. biarkan devan menyelesaikan penjelasannya" timpal wijaya mencoba menenangkan sang istri
" Sabar kata papa.! pa. gara-gara kebodohannya devan. mama kehilangan menantu kesayangan mama pa, Direktur utama kok bodohnya gak kira-kira sih van" ucap yasmine sambil memberi lirikan tajam pada sang anak.
" Ma, mala salah paham ma, Tadi siang aku memang mengusap perut adelia. tapi itu bukan karna aku mengakui anak dalam kandungan adelia adalah anakku."
" Lalu kenapa dengan bodohnya kamu mau mengusap perut wanita sialan itu" Geram yasmine
" Itu karna devan gak sengaja menumpahkan kopi panas pada perut adelia ma, Makanya devan membantu adelia untuk membersihkan bajunya yang terkena tumpahan kopi. dan itu tepat di perut adelia ma, devan juga gak tau jika di sekitar sana ada mala"
" Lalu buat apa kamu bertemu wanita sialan itu, hah!?"
" Itu...anu..aaa" ucapan devan mulai terbata.
" Bicara yang bener devan," bentak yasmine
" Maaf ma. itu karna devan takut jika anak yang di kandung adelia. benar-benar anak devan. adelia mengancam mau menggugurkan kandungannya" Jawabnya sendu
" Ya sudah kalau begitu. kamu nikahin adelia." ucapan yasmine tentu mampu membuat devan juga wijaya terlonjak kaget. menikahi adelia.? apa sang mama salah bicara!
" Apa maksud mama meminta devan untuk menikahi adelia, bukankah mama gak suka sama wanita itu sejak kejadian 3tahun yang lalu?" tanya wijaya penasaran
" Kita lihat saja nanti pa" Pungkasnya singkat dan keluar berlalu meninggalkan devan juga suaminya didalam kamar itu.
" Mama meminta devan untuk menikahi adelia. apa yang sebenarnya ada di pikiran mama. apa ada sesuatu yang mama rencanakan" Wijaya bermonolog dalam hati sambil menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal sambil mengekor di belakang sang istri.
Tak terasa sudah 6 jam 30 menit mala dalam penerbangan. di indonesia jam sudah menunjukkan pukul 00:30. Selama itu pula mala masih terus terjaga. matanya enggan untuk terpejam walaupun hanya sebentar, Selama itu juga perasaan dan pikiran mala melayang entah kemana.
Hingga tak lama kemudian. suara peringatan dari salah satu pramugari terdengar jelas di indra pendengarannya.
" PARA PENUMPANG YANG TERHORMAT, DI MOHON UNTUK SEGERA BERSIAP, KARNA SEBENTAR LAGI PESAWAT AKAN SEGERA LANDING. TERIMA KASIH"
Mendengar akan hal itu, mala membangunkan bibi flo yang masih lelap dalam tidurnya. Wanita paruh baya itu menggeliat sambil mengerjab untuk beberapa saat. Menyesuaikan pencahayaan yang masuk dalam indra penglihatannya.
10 menit kemudian pesawat sudah benar-benar mendarat sempurna di bandara negara sydney.
Setelah turun dari pesawat mal melihat ke sekeliling bandara, Banyak orang berlalu lalang di depannya. Wanita itu memicingkan matanya, mencoba mencari orang yang menjemputnya, menurut informasi dari andra orang tersebut menggunakan setelan jas berwarna silver.
Setelah berkeliling cukup lama, ada seseorang yang memanggil mala dari arah kejauhan. pria itu melambaikan tangannya. memberi petunjuk jika dirinyalah yang di cari oleh mala. Melihat itu pun tak mengulur waktu mala langsung menghampiri pria yang berdiri di arah kejauhan.
" Pak bima?" Tanya mala lembut
" Mala adiknya andra kan?" tanya pria itu juga.
" Iya pak, saya mala adiknya kak andra,"
" Jangan pak lah, bima saja. toh umur kita palingan cuma selisih 3 atau 4 tahun"
" Baiklah. bima, Oh iya bisa kita pulang sekarang. aku sudah capek karna terlalu lama dalam perjalanan. pengen cepat-cepat istirahat" pekik mala dengan nada lesu
" Yasudah mari kita ke apartemen sekarang"
Mala dan bibi flo mengikuti bara dan mengekor di belakang pria tampan berbadan tinggi tegap di depannya itu. sungguh bima seorang pria yang begitu tampan. bahkan ketampanannya melebihi devan, matanya sipit,bulu mata panjang, hidung mancung, dan bibir yang benar-benar bagus, "sempurna" itulah kata yang pantas buat bima.
Setelah 1 jam perjalanan. akhirnya mereka telah tiba di sebuah apartemen mewah yang terletak dipusat kota. Interiornya begitu memanjakan mata. mala menatap takjub, matanya terbelalak saat mengetahui bagian dalam gedung ini,
" Ya ampun. ini gedung apartemen apa istana ya," lirihnya dalam batin.
Maaf ya readers, baru sempat up. soalnya lagi sibuk.ππ»