Istri Kontrak Sang CEO

Istri Kontrak Sang CEO
Pernikahan


*****


1 Minggu kemudian. Hari ini adalah hari yang paling di tunggu-tunggu bagi keluarga besar Adiwiyata, Hari pernikahan putra satu-satunya di keluarga itu, Beberapa tamu undangan sudah berdatangan mengisi kursi yang sudah di sediakan, Mala yang saat ini masih di rias oleh salah satu MUA ternama yang dikenal paling bagus hasil riasannya. Wanita cantik itu kali ini mengenakan gaun berwarna putih berjuntai yang melilit indah menutupi tubuh mungilnya, dengan beberapa aksesoris di bagian rambut juga kalung yang begitu indah terpasang lekat di lehernya yang jenjang. Mala terlihat begitu cantik dan elegan dengan busana yang dia kenakan saat ini, di tempat lain Devan juga sudah siap dengan menggunakan jas warna putih, begitu terlihat karisma ketampanan dan kewibawaan nya.


" Apa sudah siap Devan." terdengar Suara wanita paruh baya yang memanggilnya dari ambang pintu.


" Eh mama, iya ma aku sudah siap, Apakah tamu undangan sudah pada datang,?" Tanya Devan dengan nada pelan,


" Iya semua tamu undangan sudah datang, begitu juga dengan penghulu yang sudah menunggu. ayo turunlah setengah jam lagi acara ijab Qabul nya akan segera dimulai,"


Mendengar kata ijab qobul membuat wajah Devan seketika berubah. pria tampan itu begitu terlihat jika dirinya memang sangat grogi, akhirnya Devan mengikuti sang mama dari belakang menuju ke arah pelaminan, sedangkan Mala yang masih terlihat sangat gelisah karena menunggu kehadiran kakaknya yang tak kunjung datang, di telfon juga gak ada jawaban,


" Mala, kenapa kamu begitu terlihat gelisah,?" tanya Mega yang saat ini sedang berada di kamar rias untuk menemani mala,


" Iya Mega, aku lagi menghawatirkan kak Nara, biar bagaimanapun dialah satu-satunya keluarga yang aku punya, kenapa kak Andra tidak menjawab teleponku, apa ada sesuatu yang buruk terjadi pada kak Nara. Dan tak lama kemudian ada seseorang yang mengetuk pintu kamar rias tersebut.


" Mala, apa kamu sudah siap,?" Suaranya tidak asing bagi Mala, dan ternyata memang benar wanita yang baru saja mengetuk pintu adalah Nara kakaknya,


" kak Nara, kau datang,! aku pikir kakak gak akan hadir, soalnya aku telfon kak Andra gak di angkat-angkat "


" Iya maaf ya, telfonnya Andra ketinggalan dirumah katanya, apa kamu sudah siap,?"


" Kak Nara...!" Mala memeluk erat tubuh sang kakak, masih tak percaya jika kakaknya akan menghadiri acara pernikahan nya, Semenjak Nara melahirkan memang kondisinya sudah jauh lebih baik, bahkan sudah hampir sembuh 100% dan semua ini berkat ketelatenan Andra,


" Ya sudah ayo Mala, kita harus segera turun, semua orang sudah menunggu kamu."


" iya kak bismillah semoga lancar ya kak."


Perlahan 3 wanita itu berjalan menyusuri tangga, biarpun Mega hanya sebatas sahabat, namun bagi Mala wanita itu sudah seperti saudara nya sendiri. dia yang selalu ada di saat Mala lagi benar-benar terpuruk. berjalan dengan sangat pelan karena gaun yang di kenakan Mala lumayan berat dan cukup membebani tubuh mungilnya, setibanya di tempat ijab qobul berpasangan mata melihat takjub ke arah Mala yang memang benar-benar cantik. semua tamu undangan terpukau dengan kecantikan Mala,


" Cantik sekali ya mempelai wanitanya," terdengar beberapa orang mengucapkannya. seketika Devan menoleh ke arah Mala,


" Subhanallah, cantiknya wanita yang akan menjadi istri kontrak ku," Lirih Devan dalam batin. terpancar senyum di wajah Devan.


" Iya pak, bisa kita mulai sekarang juga." Sahut laki-laki paruh baya yang tak lain adalah papa dari Devan.


" Ya sudah jabat tangan saya. " SAYA NIKAHKAN DAN SAYA KAWINKAN SAUDARA DEVAN ADIWIJAYA BINTI ADIWIYATA DENGAN MALA MAHARANI PUTRI BINTI ALM.ABRAHAM DENGAN SEPERANGKAT ALAT SHOLAT DAN EMAS 100 GRAM DIBAYAR TUNAI.


*******


Sah.ucap para undangan yang menghadiri acara sakral Tersebut. dari sinilah kehidupan awal Mala dimulai. pernikahan kontrak dengan seorang CEO muda yang berasal dari keluarga kaya raya. Apa yang akan terjadi pada mala selanjutnya. apakah mungkin dia atau pun Devan bisa menahan perasaan yang bisa tumbuh kapan saja.! Raut wajah Mama Yasmine saat ini begitu terlihat bahagia. gak tau saja jika pernikahan anaknya hanyalah pernikahan palsu yang akan berlangsung hanya dalam 1 tahun sesuai kesepakatan kedua belah pihak. setelah acara ijab qobul selesai. dilanjutkan dengan sesi foto. dan pemberian ucapan selamat dari relasi-relasi Devan maupun ayahnya. ada sepasang suami istri yang memberikan selamat terhadap Kedua mempelai. tiba-tiba terdengar suara Nara memanggil mereka,


" Ayah,Bunda" Ucap Nara yang memanggil pasangan suami istri itu.


"Hah, ayah, bunda, Siapa mereka kenapa memanggil mereka dengan sebutan ayah dan bunda..!!!!?" seketika membuat Mala sedikit terkejut. apa maksud kakaknya memanggil mereka dengan sebutan ayah dan bunda, Nara menghampiri dan memeluk laki-laki dan wanita paru baya yang umurnya sudah sekitar 50tahunan.


" ternyata kalian masih hidup."


" Nara anakku.!!" mereka berpelukan erat dan membuat Mala semakin tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi, hingga membuat wanita cantik itu buka suara,


" Kak, siapa mereka?, kenapa kakak memanggilnya dengan sebutan ayah dan bunda.?"


" Mala, ini ayah dan bunda kita. 20 tahun yang lalu mereka ada urusan mendadak ke luar negeri dan menitipkan kita sama papa dan mama. waktu itu pesawat yang mereka tumpangi meledak di udara dan menyatakan semua penumpangnya tidak ada yang selamat. oleh karena itu. papa dan mama mengangkat kita menjadi anak. sebab kebetulan mereka juga tidak bisa punya anak. Tapi ternyata ayah dan bunda masih hidup."


"Mala anakku! Jadi aku menghadiri acara pernikahan anak kandung ku sendiri,"


Alundra seketika memeluk erat tubuh mungil anaknya yang sudah tumbuh menjadi wanita yang sangat cantik.


" Bunda, apa benar kamu adalah orang tua kandung ku?."


" Iya sayang, Bunda adalah orang tua kandung mu," tangis mereka pecah, ibu dan anak itu saling berpelukan, tak pernah di sangka oleh Mala jika Abraham dan Aminah bukanlah orang tua kandung mereka, setelah beberapa akhirnya mereka meneruskan acara resepsi yang masih berlangsung, keluarga Devan masih tidak percaya jika sahabat baiknya selama ini adalah orang tua kandung dari menantunya, setelah acara selesai dan semua tamu undangan udah pada pulang, saat ini di gedung itu hanya tersisa keluarga Devan juga Mala, malam ini mereka memutuskan untuk menginap di hotel. karena tidak mungkin pulang ke rumah saat hari sudah mulai larut,


*****


Saat ini mala juga Devan Sudah ada di sebuah kamar pengantin yang sudah di hiasi berbagai bunga di atas ranjang, wanita cantik itu memilih untuk segera membersihkan diri di kamar mandi.