Istri Kontrak Sang CEO

Istri Kontrak Sang CEO
Pencarian Bima dan Mala


Berita mengenai kecelakaan yang di alami oleh Bima juga Mala sudah menyebar luas kemana-mana. Karna mau bagaimanapun, Albima adalah pewaris tunggal SUNDER CORP. Perusahaan terbesar yang ada di Aussie.


Selain itu, Bima juga merupakan penerus satu-satunya penguasa dunia hitam yang saat ini kekuasaannya masih ada di tangan Sunder.


"Bagaimana tentang pencarian anak juga menantu saya" Ucap Sunder dingin seperti biasa.


Sunder memang terkenang sebagai orang yang dingin dan tidak mudah berinteraksi dengan orang lain. Hanya pada keluarga terdekat saja dia bisa bersikap hangat.


"Mohon maaf tuan. Kami sudah berusaha mencari keberadaan tuan muda beserta istrinya. Namun, Masih belum ada hasil nya. Tapi tuan jangan pernah khawatir, Kami semua akan terus berusaha mencari keberadaan tuan muda dan istrinya" Ucap salah satu tim sar


Tak lama kemudian. Ada beberapa anggota black flower yang datang menghadap Sunder. Mereka memberikan ponsel juga tas Mala yang sudah mereka temukan di sekitar mobil Bima


"Lapor tuan. Kami menemukan barang-barang ini di dekat mobil tuan muda" Ucap salah satu dari mereka sambil memberikan ponsel juga barang-barang lainnya pada Sunder


"Di mana mobil Bima?" Tanya Sunder pada mereka


"Mobilnya ada di pertengahan sungai ini tuan. Tapi kami hanya menemukan barang-barang ini. Tuan muda serta istrinya sudah tidak ada di dalam mobil"


"Arus sungai itu terlalu besar tuan. Hingga kemungkinan besar mereka berdua terbawa arus" Terang mereka lagi


"Cepat cari mereka hingga ke ujung sungai ini" Ucap Sunder lagi


"Arus sungai ini ternyata langsung mengarah pada pantai yang ada di ujung sana tuan"


"Apa! Kalau begitu. Bagikan anggota black flower menjadi beberapa bagian. Saya minta kalian harus berusaha menemukan mereka berdua"


"Baik tuan. Kami akan berusaha melakukan yang terbaik. Semoga tuan muda juga istrinya baik-baik saja" Ucap Salah satu dari anggota black flower


Devan yang sejak tadi mendengarkan hanya bisa mengambil nafas berat. Bagaimana bisa hal ini terjadi pada Bima dan Mala. Bagaimana jika seandainya mereka berdua tidak bisa di selamatkan!


Di saat Sunder dan Devan masih terdiam di sana. Tiba-tiba Winarto juga Alundra datang ke sana. Setelah mendapatkan kabar dari Lina. Winarto dan Alundra langsung menyusul ke tempat kejadian.


"Bagaimana Sun. Apa ada kabar mengenai Bima juga Mala?" Tanya Winarto sada Sunder


Mendengar pertanyaan itu membuat Sunder mengambil nafas berat. Entah apa yang harus dia katakan. Tapi, Mau tidak mau Sunder harus mengatakan hal yang sebenarnya.


"Mereka belum di temukan Win. Kita berdoa, Semoga mereka berdua bisa di temukan dalam keadaan baik-baik saja" Ucap Sunder sendu


"Kenapa kamu mengatakan seperti itu Sun. Mereka berdua memang akan kembali dalam keadaan baik-baik saja" Jawab Winarto


"Pasalnya. Arus sungai ini langsung mengarah pada pada pantai yang ada di unung sana Win. Aku benar-benar takut mereka kenapa-napa"


Setelah mendengar perkataan terakhir Sunder. Lutut Alundra terasa begitu melemas. Dadanya mulai terasa sesak. Hingga tak lama, Tangisnya langsung pecah kala itu juga.


"Anak kita pasti bisa ketemu kan yah? Mala pasti akan kembali kan yah?" Ucap Alundra di sela isak tangisnya


Melihat istrinya terisak membuat Winarto langsung membawa wanita itu dalam dekapannya. Winarto juga bisa merasakan apa yang saat ini sedang Alundra rasakan.


"Sabar ya bunda. Kita berdoa semoga Mala dan suaminya baik-baik saja" Ucap Winarto sambil mengusap kepala Alundra


"Kenapa cobaan di keluarga kita harus datang terus-menerus yah. Anak Mala saja belum di temukan, Sekarang Mala dan suaminya juga ikut menghilang. Hiks.....hiks..."


Devan memperhatikan arus sungai yang memang benar-benar besar. Pria itu juga bisa merasakan apa yang saat ini semua orang rasakan. Bayangan Mala tiba-tiba saja melintas dalam ingatannya.


"Kalian tadi sempat bilang jika Bima dan Mala ketempat ini karna ingin mencari anak mereka yang di kabarkan ada di sekitar sungai ini?" Tanya Sunder yang baru saja mengingat apa yang di katakan anggota Black flower di telfon


"Iya tuan. Saat mendapat kabar jika kedua anaknya ada di sebuah rumah terpencil dekat sungai. Tuan muda beserta istrinya langsung melajukan mobilnya sangat cepat tuan. Tanpa beliau sadari, Ternyata ada sebuah mobil yang juga melaju cepat dari arah berlawanan. Mobil tuan muda terpeleset dan langsung terjatuh begitu saja dari atas sana tuan"


"Antar kan saya ke tempat di mana kemungkinan besar ada kedua cucu saya" Ucap Sunder


"Baik tuan. Mari ikuti saya"


Di saat mereka mau menuju tempat yang memang kemungkinan besar ada kedua anak Mala. Tiba-tiba salah satu anggota black flower mendapatkan sebuah kabar. Kabar yang berhasil membuat tangis Alundra reda seketika itu


πŸ“ž:Halo. Ada apa?


πŸ“ž:Lapor bos. kami disini menemukan istri tuan muda dalam keadaan luka-luka. Namun denyut nadinya masih berdetak


πŸ“ž:Apa! Dimana lokasi kalian


πŸ“ž: Kami ada di ujung sungai ini


πŸ“ž:Baiklah. Saya akan segera ke sana


Tut....tut....tut..


Setelah sambungan telpon terputus. Anggota black flowers yang baru saja menerima telpon langsung memberitahukan kabar baik itu pada Sunder dan yang lain


"Lapor tuan. Anggota Black Flowers yang lain menemukan istri tuan muda dalam keadaan luka-luka. Namun denyut nadinya masih berdetak"


Mendengar itu membuat tangis Alundra langsung reda seketika. Ada rasa lega saat mendengar jika anaknya di temukan dalam keadaan hidup


"Antar kan kami ke sana. Dan buat yang lain, Kalian harus tetap menuju lokasi tempat kedua anak-anak Bima. Temukan mereka dan bawa mereka kembali dalam keadaan baik-baik saja"


"Baik tuan"


Sunder dan yang lain mengikuti langkah anggota Black Flower dan mengekor di belakangnya. Karna medan yang harus di tempuh cukup sulit. membuat mereka memerlukan waktu cukup lama untuk tiba di tempat Mala di temukan


20 Menit kemudian. Mereka semua sudah tiba di tempat anggota Black flower menemukan Mala. Berapa terkejutnya mereka semua setelah melihat kondisi Mala yang begitu menghawatirkan. Ada beberapa banyak luka di tubuh wanita itu.


"Astagfirullah Mala" Ucap Alundra sambil membawa Mala ke pangkuannya


Devan yang melihat kondisi wanita yang di cintanya seperti itu langsung memalingkan wajahnya tatkala butiran bening itu sudah mulai memenuhi kedua kelopak matanya.


"Di mana kalian menemukan anak saya?" Tanya Alundra di sela isak tangisnya


"Kami menemukan nona di bawah batu besar itu nyonya. Kemungkinan besar itu lah penyebab Nona luka-luka seperti ini"


"Cepat bawa menantu saya ke rumah sakit" Ucap Sunder


"Izinkan Devan menggendongnya om" Ucap Devan dan langsung menggendong tubuh Mala


Wijaya yang melihat itu hanya bisa mengambil nafas berat. Pria paruh baya itu bisa tau apa yang saat ini sedang S