Istri Kontrak Sang CEO

Istri Kontrak Sang CEO
Bermalam di tempat kost mala


******


Setelah melihat Mala di atas kursi akhirnya Devan menyelimuti mala karena terlihat begitu kedinginan.


setelah itu pria tampan ini memutuskan untuk tidur kembali,


Setelah pagi datang sinar matahari pun sudah mulai memasuki kamar hotel yang di tempati Mala. membuat Devan segera bangun dan langsung mandi,


Selepas mandi pria tampan itu pergi meninggalkan Mala yang masih tertidur pulas, Mungkin karena terlalu lelah wanita cantik itu tidur dengan sangat nyenyak,


Setelah 30 menit kemudian akhirnya Devan balik ke kamar dengan membawakan Mala sarapan dan segera membangunkan istrinya. karena wanita itu belum kunjung bangun,


" Ya ampun.! wanita ini belum bangun juga, Mala bangun sudah pagi, Ayo cepat mandi aku sudah membelikan kamu makanan, aku tunggu di meja makan ya. ayo cepat bangun mala! "


Akhirnya mala bangun juga karena merasa mencium bau makanan yang begitu wangi hingga membuat perutnya ingin segera memakannya,


" Iya Sayang, aku bangun," Mala yang sengaja ingin menggoda devan seketika bola mata pria itu membulat saat mendengar Mala memanggil nya dengan sebutan sayang,


" Hah sayang? kamu manggil aku sayang!?"


" Iya aku manggil pak Devan sayang, biar keliatan lebih romantis" Ucap ma dengan sedikit tersenyum.


Mendengar perkataan Mala yang semakin ngaco membuat Devan mengerutkan keningnya, pipinya pun seketika berubah kemerahan.


" Bercanda kali pak, gak usah baper!Wanita ini langsung pergi ke kamar mandi.


Setelah mandi mala segera ke meja makan karena Devan sudah menyiapkan semuanya, tak ingin menunda lagi akhirnya mereka pun melahap makanannya hingga butiran terakhir.


tiba-tiba telepon Devan berdering, ada panggilan masuk dari Yasmine mamanya. karena emang orang tua Devan sudah pulang sejak tadi subuh, sebab ada pekerjaan yang harus segera di selesaikan oleh papanya.


" Iya halo ma, ada apa mama telpon, apa mama sudah pulang,? soalnya tadi Devan ke kamar mama tapi mama sudah tidak ada di sana"


" Iya Devan, mama sudah pulang tadi subuh, soalnya papa ada kerjaan mendadak, nanti kamu pulang jam berapa,? "


" Mungkin nanti sore ma, kira-kira jam 2, soalnya sedari sini aku sama mala mampir ke tempat kost nya Mala dulu buat ngambil barang-barang Mala,"


" Ya sudah sayang, mama tunggu ya." sambungan telepon nya pun segera di akhiri oleh Devan.


Pria itu langsung pergi ke kamar mandi meninggalkan mala yang masih membereskan tempat makanan yang di gunakan tadi,


1 jam kemudian keduanya sudah bersiap-siap untuk segera pulang, pasangan ini melewati sepanjang perjalanan dengan keheningan, tak ada 1 patah kata pun yang keluar dari mulut keduanya, hingga pada akhirnya Devan membuka suara dan mulai bertanya soal orang tuanya,


"Mala ," Panggilannya pelan"


Iya mas ada apa?" Sahut Mala lembut dan sekilas menoleh ke arah devan,


" Aku masih gak nyangka deh Mala kalo ternyata Tante alundra adalah orang tua kandung kamu,"


Merasa begitu menyesal dengan apa yang sudah dilakukan di masa lalu, baru kali ini Devan melihat Mala begitu sedih, padahal selama 3 bulan mengenalnya wanita itu begitu terlihat kuat.


" Mas kita boleh mampir ke makam papa dan mama dulu gak, aku mau pamit sama mereka"


" Oh iya boleh Mala, kebetulan kan makan mereka Deket sini kan ya"


Mala hanya mengangguk pelan, mengiyakan ucapan Devan,


setelah sampai di makam orang tuanya mala kembali menangis terisak, dadanya begitu sakit saat mengingat waktu orang tuanya masih hidup, tentang perlakuan dirinya yang begitu membangkang, gara-gara pergaulan bebas,!


wanita ini dulu hampir melakukan hubungan intim dengan salah satu laki-laki yang sudah di bayar oleh Vira sahabatnya sendiri,


Waktu jaman SMA Mala pernah dijebak olehnya, untungnya ada seorang laki-laki yang sempat menolongnya, dan berhasil membawa Mala pergi dari tempat itu. Namun sayangnya belum sempat bilang terimakasih wanita itu pingsan tepat di depan rumahnya karena terlalu banyak minum alkohol.


Vira yang selalu merasa iri dengan kehidupan yang di dapat oleh Mala, Punya pacar yang cukup tenar di sekolah bahkan pria yang selama ini di incar oleh Vira, namun pria itu malah lebih memilih Mala untuk menjadi pacarnya.


" Mala!" Suara itu berhasil membuyarkan lamunan Mala sejak tadi.


" Kamu kenapa mala, katanya mau pamitan sama papa mama, kok malah melamun."


" ah iya pak, maaf maaf, tadi saya cuma lagi mengingat kejadian 5 tahun yang lalu, hampir saja kesucian saya di renggut oleh seseorang yang di bayar oleh sahabat saya sendiri,"


" Apa!"


Devan merasa heran kenapa kejadiannya tepat di saat dia menolong seorang wanita muda berpakaian sexy yang sedang mabuk berat mau di lecehkan oleh pria yang umurnya waktu itu sudah sekitar 25tahun.


" Apa mungkin wanita yang pernah aku tolong dulu adalah Mala, ah tapi nggak mungkin juga, aku tanyakan nanti saja setelah sampai di rumah,"


" ayo pak kita pulang, sepertinya mau turun hujan"


Melihat cuaca memang sedikit mendukung. dan tak lama kemudian hujan pun turun dengan sangat deras juga di sertakan angin dan petir yang cukup keras.


tempat parkir mobilnya yang lumayan jauh dari makam orangtuanya,


akhirnya Mala juga Devan kebasahan dan membuat Mala terlihat sedikit kedinginan,


setelah sampai di parkiran mobil akhirnya mereka berdua segera menaiki mobil milik Devan lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang,


tak membutuhkan waktu lama akhirnya mereka berdua sampai di tempat kost Mala, yang kebetulan yang ngekos di sana sudah pada pulang kampung dan hanya tersisa Mala seorang.


sampai jam 7 malam hujannya pun tak kunjung reda dan mengharuskan keduanya untuk menginap di tempat kost Mala, Devan pun segera menelepon mamanya untuk memberikan tahukan jika dirinya juga Mala akan bermalam di tempat kost Mala,


" Holo ma, maaf ya ma seperti nya aku dan Mala malam ini gak bisa pulang, disini hujannya terlalu besar ma, juga di sertakan angin dan petir yang lumayan keras, disini juga mati lampu ma, seperti besok pagi kita baru pulang ma," Jelas Devan pada mamanya,


" Oh ya sudah kalo begitu nak, kamu baik- baik di sana ya! tak lama akhirnya sambungan telepon nya pun di tutup oleh Devan.