Istri Kontrak Sang CEO

Istri Kontrak Sang CEO
Menurut kamu bagaimana?


Mata Mala melotot saat mendapat ciuman mendadak dari suaminya. bagaimana bisa Bima mencium nya di saat Mala belum ada kesiapan seperti ini. apalagi Mala juga belum cuci muka dan sikat gigi.


"Bibir kamu manis sayang, aku suka itu, Bibir kamu sudah menjadi candu baru untukku" Bisik Bima pada Mala dan langsung berlari ke arah kamar mandi, meninggalkan Mala yang sudah merona dengan apa yang Bima ucapkan.


"Aduh kenapa jantungku berdetak lebih cepat begini ya" Ucap Mala sambil memegang dadanya.


Entah kenapa, Mala sudah mulai bisa mencintai Bima. Bagi mereka Kissing sudah menjadi kebiasaan baru, sudah tidak jarang juga Mala membalas ciuman Bima.


Mendapat sebuah balasan, membuat hari-hari Bima semakin semangat. Pria itu tidak pernah melunturkan senyuman dari wajah tampannya.


"Sayang, kamu mau mandi sendi apa aku mandiin? Kita mandi bersama mau ya?"


Pertanyaan Bima membuat Mala melotot kan kedua matanya."Dasar ya my boy. kamu sudah mulai nakal deh"Balas Mala sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


"Kenapa memang, sama istri sendiri masa gak boleh aku nakal sayang?"


"Sudah sana kamu mandi saja duluan"


"Aku maunya kita mandi bersama sayang, sekali saja. mau ya"


"Ih gak mau my boy. aku malu"


"Buat apa malu sayang, kita ini sudah suami istri"


"Tapi aku belum siap mandi bersama kamu my boy, Nanti saja kalau kita sudah di Aussie ya, aku janji akan menuruti apapun yang kamu mau, bahkan"


Ucapan Mala terpotong saat suara Bima tiba-tiba menimpali perkataannya.


"Menyanggupi permintaan ku untuk meminta hak ku sebagai seorang suami?"


"Iya my boy, apapun itu"


Mendengar jawaban Mala membuat Bima mengangkat kedua sudut bibirnya. "Baiklah. ingat ya sayang, janji adalah hutang"


"Iya, sudah sana cepat" Mala mendorong tubuh Bima agar segera pergi ke dalam kamar mandi.


Setelah tiba di dalam kamar mandi. Tak henti-hentinya Bima tersenyum begitu mengingat wajah Malu Mala saat dirinya mengajak mandi bersama.


"Wajah kamu lucu sekali sayang" Pekik Bima sambil senyum-senyum sendiri.


1 Jam kemudian. Bima dan Mala sudah selesai bersiap. hari ini mereka berdua akan mendatangi kediaman kakek Lustama, mau pamit jika malam ini Bima dan Mala akan kembali ke Aussie lagi.


"Sayang, kamu sudah siap?"


"Iya suamiku, Aku sudah siap. kita mau berangkat sekarang?"


"Iya sayang, kita berangkat sekarang ya. aku sudah memberitahu kakek kalau kita mau ke sana"


"Baiklah my boy. ayo kita jalan"


Bima mendorong kursi roda Mala keluar dari dalam kamar mereka. setelah tiba di luar, ternyata sudah ada semua anggota keluarga yang menunggu mereka untuk sarapan bersama.


"Loh, kalian mau kemana? kok sudah rapi" Tanya Alundra yang melihat Bima dan Mala sudah dalam keadaan rapi.


"Kita mau ke rumah kakek Lustama bunda. kakek meminta Bima dan Mala ke sana sebelum kembali ke Aussie" Jawab Bima yang terdengar begitu sopan.


"Oh, ya sudah hati-hati ya nak"


Mala dan Bima keluar dari rumah itu sambil sesekali bercanda dan tertawa. Melihat itu membuat Andra langsung melirik ke arah Nara, begitu juga dengan Nara yang melirik ke arah Andra.


Mereka berdua ikut tersenyum melihat itu. Setidaknya Andra dan Nara bisa melihat ada Cinta dalam diri Mala.


Bima mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. 1 jam menempuh perjalanan, Akhirnya mobil Bima sudah tiba di kediaman kakek Lustama.


Pria itu turun dan menggendong tubuh Mala untuk masuk ke dalam rumah kakek Lustama.


"My boy. turunkan aku, aku mau pakai kursi roda saja"


"Kenapa harus pakai kursi roda kalau ada aku yang akan menggendong kamu sayang"Ucap Bima lembut.


"Tapi aku malu my boy"


"Tapi aku tetap malu my boy," Pekik Mala sambil menenggelamkan wajahnya di dalam dada bidang Bima.


Melihat tingkah istrinya membuat Bima mengulum bibir menahan senyum. "Kamu memang selalu bisa membuatku tersenyum sayang" Ucap Bima sambil mendaratkan kecupan singkat pada kening Mala.


Tanpa mereka sadari. ternyata di sana ada Devan dan Yasmine yang melihat semuanya. Kakek Lustama juga meminta Devan beserta sang mama untuk sarapan bersama dirumahnya.


"Sabar sayang. Mama tau ini berat, tapi Mala bukan lagi istri kamu. dia sudah menjadi istri sepupumu sendiri"


Melihat Mala membuat Devan mengingat perkataan Wilson tempo hari. Hal apa yang pria itu tidak ketahui! Hal yang akan membuatnya menyesal.


"Van, kamu dengar mama kan Van?" Ucap Yasmine lagi saat melihat Devan masih terus menatap Bima dan Mala dengan tatapan yang terlihat begitu sendu.


"Van"


"Iya ma, mama bicara sama Devan?"


"Kamu baik-baik saja kan Van?"


"Iya ma, Devan baik kok ma. mama tidak perlu khawatir"





Waktu berputar begitu cepat. Tanpa di sadari jam sudah menunjukkan pukul 18:00. jam dimana Bima dan Mala akan terbang ke negara Sidney.


"Kamu sudah siap kan sayang?"


"Iya my boy, aku sudah siap"


Tak lama Alundra, Winarto,Nara dan Andra keluar dari mobil dengan membawa koper milik Bima dan Mala.


"Bim, Bunda titip Mala ya nak. Bunda percayakan anak bunda sama kamu" Ujar Alundra lembut.


"Iya bunda. Bunda tenang saja, Bima akan selalu menjaga Mala dengan sepenuh hati Bima"


"Terimakasih ya nak. kamu memang laki-laki yang pas untuk menjadi suami Mala"


Setelah mengatakan hal itu. Mala dan Bima naik ke dalam Jet pribadi milik keluarga Bima.


Di tempat yang sama, ternyata diam-diam Devan datang ke bandara dan melihat keberangkatan Mala dan Bima. pria itu mengusap Dadanya yang terasa nyeri.


Devan kembali mengingat kejadian saat di rumah kakek Lustama tadi pagi.


Flashback


Beberapa jam yang lalu. Telatnya saat setelah sarapan di kediaman kakek Lustama. Devan tidak sengaja melihat Bima dan Mala yang sedang bercanda tawa.


Melihat itu membuat Devan merasakan sakit. sakit karna melihat kemesraan di antara saudara sepupunya dengan mantan istrinya.


Saat Devan mau ke kamar mandi. Pria itu tidak sengaja berpapasan dengan Mala yang menggunakan kursi roda seorang diri tanpa ada Bima yang menemani.


"Mala" Panggil Devan yang seketika membuat Mala menghentikan kursi rodanya.


Wanita itu menoleh ke arah sumber suara yang ada di belakangnya. "Mas Devan" Jawab Mala pelan.


"Ada apa?" tanya Mala yang pura-pura dingin.


"Apa kamu sudah melupakan aku?" Tanya Devan sendu


Mendengar itu membuat Mala mengerutkan keningnya.


"Menurut kamu bagaimana? Apa aku masih terlihat mencintaimu" Ucap Mala tanpa ekspresi


TERIMAKASIH YANG SELALU HADIR. JANGAN LUPA RETING YA🙏🏻