Istri Kontrak Sang CEO

Istri Kontrak Sang CEO
Kediaman kakek lustama


" I....ini kan dokter muda yang waktu itu" ucap wijaya sambil terus memperhatikan gambar-gambar yang ada di ponselnya.


Tak lama kemudian devan dan yasmine datang dan menghampiri wijaya yang masih tercengang setelah melihat gambar-gambar tersebut. " Ada apa pa?" suara lembut yasmine mengalihkan perhatiannya.


Wijaya tak langsung menjawab, pria paruh baya itu menyerahkan ponselnya pada yasmine dan juga devan. setelah melihat gambar-gambar itu ada rasa bahagia yang keluar dari dalam hati yasmine." Apa itu artinya sifa adalah naura kita pa?" tanya yasmine lagi


" Papa berharapnya begitu ma, papa sangat berharap jika sifa adalah naura kita" ucap yamine sendu


" Ma,pa, bagaimana jika kita mendatangi kediaman kakek lustama saja?" usul devan pada kedua orang tuanya


" Mama juga sepemikiran dengan devan pa"


" Tunggu saat yang tepat ma, tiga hari lagi" balas wijaya


Setelah itu adelia keluar dari dalam kamarnya, wanita itu ikut bergabung bersama devan dan juga kedua mertuanya, melihat kedatangan adelia membuat devan memalingkan wajahnya, sudah sangat muak melihat wajah itu." Devan pergi dulu ma,pa" ucap devan dingin


Melihat kepergian devan ada rasa sakit dari dalam hati adelia. semenjak menikah dengan devan, laki-laki itu memang tidak pernah bersikap baik padanya, jangankan menyentuhnya. melihatnya saja devan sudah tidak sudi, karna adelia, pria itu kehilangan wanita yang amat di cintanya.


Jika saja adelia tidak mengatakan yang tidak-tidak, mungkin saat ini devan masih hidup bahagia bersama wanitanya yaitu mala.


Adelia mengusap dadanya yang terasa sesak, air matanya meluruh begitu saja, terlalu sakit saat orang yang di cintanya tidak pernah menganggap keberadaannya. " Kenapa rasanya sesakit ini, kenapa hatiku begitu sakit" lirihnya dalam batin


Memang sebelum melakukan hal itu, adelia sudah tau konsekuensi apa yang akan dia rasakan. namun satu hal yang adelia lupakan, jika devan akan berubah menjadi dingin di saat merasa hatinya terluka, devan sangat terluka setelah kepergian mala, dan semua itu karna ulah adelia.


" Maafkan aku van, maafkan aku, aku sangat menyesal" batin adelia lagi


Adelia melewati setiap detik dan menit dengan perasaan yang sangat berat, di satu sisi akhirnya dia bisa memiliki pria yang selama ini selalu di cintainya, namun di sisi lain hatinya terluka karna selalu di anggap orang asing olehnya,


Tanpa terasa hari dan hari berlalu, seperti yang sudah di rencanakan, jika bima akan datang menemui sang kakek hari ini juga, bima tidak datang seorang diri. pria tampan itu juga membawa sang istri untuk ikut serta. selama penerbangan menuju indonesia ada raut bahagia yang terlihat dari wajah mala, melihat itu membuat bima mengukir senyum yang sangat manis.


" Kamu bahagia sayang?'


" Sangat bim, aku sangat bahagia, akhirnya aku bisa kembali ke tanah kelahiranku walaupun hanya sebentar"


" Aku ikut bahagia sayang" ucap bima sambil menggenggam tangan mala


" Bim"


" Iya sayang kenapa?"


" Nanti kamu mau kan ikut ziarah ke makan orang tua angkatku?"


Karna perjalanan cukup jauh, bima meminta mala untuk istirahat, karna sebenarnya kondisi wanita itu belum terlalu baik, mereka melakukan penerbangan menggunakan jet pribadi keluarga sunder, hingga bima bisa terbang kapanpun yang dia mau, tanpa harus menganti untuk membeli tiket pesawat,


6 jam kemudian, jet pribadi yang membawa mala dan bima sudah mendarat sempurna di indonesia, bima membangunkan mala yang masih terlelap dalam tidurnya. " Sayang bangun, kita sudah sampai" ucap bima yang terdengar sangat lembut seperti biasa


Bima menggeliat saat merasa tangan kekar itu mengusap lembut kedua pipinya, " Eeummm, sudah sampai ya" ucapnya dengan suara seraknya


Mereka berdua keluar dari dalam jet itu, dan di sana ternyata sudah ada orang suruhan kakek lustama yang menjemput kedatangan cucu yang sangat dinantinya.


sebelum melakukan penerbangan ke indonesia, mala sudah lebih dulu mengubah penampilannya, mala mengubah style rambutnya, bukan hanya itu mala juga mengubah identitasnya menjadi delisa dwi abraham.


Setelah mala dan bima masuk kedalam mobil Alphard berwarna hitam, sang sopir langsung melajukan mobilnya ke arah rumah tuan lustama, jantung mala berdegup saat melewati perumahan kediaman devan adiwijaya mantan suaminya, ada rasa rindu yang mendalam dari lubuk hatinya. namun saat dia kembali mengingat kejadian beberapa bulan yang lalu, dadanya kembali sesak. terlalu sakit untuk di ingat, hingga tanpa sadar air mata yang dari tadi sudah menumpuk di kedua pelupuk matanya pun berhasil lolos begitu saja, namun dengan cepat mala menyeka air mata itu sebelum bima menyadarinya.


" Jangan nangis lagi mala, sudah tidak ada gunanya lagi. ingat, ada bima di sampingmu, dia yang sangat mencintaimu" mala bermonolog dalam hatinya.


setelah itu mala membalas genggaman tangan bima, tangannya terasa sangat kecil saat ada dalam genggaman bima seperti itu.


2 jam kemudian, mobil itu sudah tiba di kediaman tuan lustama, kedatangan mereka ternyata sudah di sambut hangat oleh kakek lustama dan juga sifa, bukan hanya itu di sana mereka ternyata sudah menyediakan berbagai makanan yang sangat enak.


" Kakek" ucap bima dan langsung memeluk erat sang kakek yang sudah lima tahun tidak dia temui.


" Kakek juga sangat merindukanmu cucuku" balas lustama dan membalas pelukan bima.


Mala berjalan gontai mengekor di belakang tubuh sang suamin. setelah bima melepas pelukannya pria itu memperkenalkan mala kepada kakek lustama


" Kenalin kek, ini istrinya bima. namanya...."


" Delisa kek" timpal mala cepat


Kakek lustama mengangguk dan menerima uluran tangan mala" Selamat datang cucu menantuku. kakek senang bisa bertemu dengan istrinya bima" ucap lustama lembut


Tanpa terasa jam sudah menunjukkan pukul 19:00. sifa mengajak bima dan mala untuk makan malam bersama. namun tak lama kemudian suara langkah kaki menghentikan pembicaraan semua orang yang ada di meja makan. " Assalamualaikum " ucap orang yang baru saja tiba" Waalaikum salam, sini dokter langsung makan malam saja" ucap sifa lembut.


Pria itu adalah dokter rendi. dia datang karna undangan kakek lustama, dua hari yang lalu saat rendi pulang mengantar sifa kakek lustama mengajaknya untuk makan bersama. namun ada sebuah hal yang mengharuskan rendi menolak ajakan itu, hingga akhirnya kakek lustama sengaja meminta rendi untuk datang kembali malam ini, malam dimana bima dan mala akan hadir ke kediamannya,


" Ayo nak rendi. silahkan duduk dan makan " ucap kakek lustama lembut dan sopan, rendi sendiri hanya mengangguk patuh.


Sedetik kemudian rendi yang sudah duduk di samping sifa baru menyadari adanya seseorang yang pernah dia kenal. karna posisi rendi duduk berhadapan dengannya.


" Mbk.....?" Rendi menggantungkan ucapannya karna masih mengingat siapa nama wanita itu