
'Nanti aku akan membelikan kamu gaun terbagus untuk kamu gunakan di acara pernikahan teman kamu nanti. Akan aku pastikan jika istriku menjadi wanita tercantik di sana" Ucap Bima sambil melepaskan dekapannya.
"Memangnya kalau aku tidak menggunakan gaun bagus aku tidak cantik my boy? Tanya Mala sambil menatap Bima.
"Di mata aku, Kamu selalu terlihat sangat cantik sayang. Bahkan kamu sedang tidur pun masih terlihat sangat cantik" Ucap Bima lagi
"Kamu juga selalu terlihat sangat tampan di mata aku my boy" Ujar Mala sambil mengangkat kedua sudut bibirnya
Di Tempat Lain
Leon sudah mengantar Rani ke rumahnya. Di sana Leon bisa melihat sosok wanita yang memiliki wajah serupa dengan Rani. Melihat itu membuat Leon menatap Rani dan seseorang yang ada di depan rumah Rani.
"Siapa dia sayang? Jangan bilang kalau ternyata kamu punya saudara kembar" Tebak Leon sambil terus memperhatikan Rani dan Rina secara bergantian
Rani mengangguk"Aku memang memiliki saudara kembar. Tapi hanya wajah kita yang sama. Selain itu semuanya berbeda"
"Apa maksud kamu sayang?" Tanya Leon yang merasa penasaran dengan apa yang Rani katakan
"Suatu saat kamu akan tau. Aku turun ya,Terimakasih sudah mau mengantarku" Ucap Rani dan langsung keluar dari dalam mobil Leon
Leon hanya mengerutkan keningnya karna merasa tidak paham dengan apa yang Rani katakan. Setelah memastikan Rani sudah masuk ke halaman rumahnya, Pria itu memutar mobilnya dan melajukan mobil itu menjauh dari perumahan Rani.
Dari kaca spion Leon bisa melihat saudara kembar Rani sedang berbicara sambil menatap tajam Rani. "Sebenarnya ada apa dengan mereka. Apa maksud Rani tadi" Ucap Leon yang merasa sangat penasaran
Rina yang melihat Rani di antar oleh seorang pria tampan tentu saja membuatnya merasa sangat penasaran. Sudah seperti biasa, Rina akan mengurus bersama siapa Rani pergi.
"Siapa itu Ran?" Tanya Rina pada Rani sambil menatapnya tajam
"Kamu tidak perlu tau bersama siapa aku pergi. Sudah cukup ya Rin. Aku tidak akan membiarkan kamu merusak semuanya seperti sebelum-sebelumnya" Ucap Rani dan langsung masuk meninggalkan Rina yang sudah terlihat sangat kesal
"Dasar wanita gila" Umpat Rina setelah kepergian Rani
Rina merasa sangat kes saat Rani sudah mulai berani melawannya. Bukan kah selama ini Rani selalu mengatakan dengan siapa dia pergi. Serta dengan siapa dia dekat. Tapi tidak untuk kali ini, Karna Rani sudah belajar dari masa lalu.
Di Tempat yang berbeda
Setelah keluar dari rumah sakit. Sifa dan Wilson ternyata tidak langsung kembali. Mereka berdua masih pergi ke suatu tempat. Lebih tepatnya Wilson yang mengajak Sifa pergi ke suatu tempat.
"Kita akan kemana mas?" Tanya Sifa pada Wilson
"Aku akan menunjukkan tempat yang akan membuat mu langsung menyukainya" Ucar Wilson sambil mengangkat kedua sudut bibirnya.
Sifa merasa sangat penasaran dengan tempat yang di maksud oleh Wilson. Memang selama tinggal di indonesia Sifa tidak pernah pergi kemanapun selain rumah sakit dan juga restoran.
Tak berselang lama. Mobil Wilson sudah tiba di tempat tujuan. Pria itu menepikan mobilnya di sana. Lalu mengajak Sifa turun"Ayo, Kita sudah sampai" Ucap Wilson sambil menoleh pada Sifa
"Ooh sudah sampai ya mas. Disini tempatnya? Bukan kah tadi kamu bilang dermaga ya, Ini kan taman bukan Dermaga?" Ucap Sifa sambil menoleh pada Wilson
Wilson mengangkat kedua sudut bibirnya"Udah, Ayo turun dulu. Dermaga nya memang masih perlu jalan kaki, Karna mobil tidak bisa masuk kesana"Terangnya yang langsung bisa membuat Sifa mengerti
"Baiklah. Aku penasaran dengan dermaganya mas" Ujarnya sambil turun. dari mobil Wilson
"Mau beli sesuatu dulu gak sebelum kesana?" Tawar Wilson lembut
"Mau beli apa ya mas"
"Kita kan belum sarapan Sif. Bagaimana kalau aku belikan kamu makanan khas tempat ini"
"Apa memangnya?"
"Kamu tunggu di sini saja ya. Nanti kamu akan tau. Tapi yang pasti ini itu enak banget, Kamu wajib coba sih Sif" Pungkas Wilson dan langsung berlalu dari hadapan Sifa
Wilson melangkahkan kakinya menuju penjual bubur ayam yang sudah menjadi langganan Wilson sejak dulu. Rasanya yang sangat khas dan berbeda dari yang lain tentunya bikin nagih para pelanggan.
"Mak, Pesen buburnya 2 porsi ya" Ucap Wilson pada mal Ipah, Penjual bubur ayam
"Eh nak Wilson. Lama gak kesini?"
"Iya mak, Akhir-akhir ini Wilson sering sibuk. Suka gak ada waktu"
"Ini pesen 2 porsi buat siapa Wil. Kamu bareng pacarnya nyak?" Tebak mak Ipah sambil tersenyum ke arah Wilson
"Doakan saja ya mak. Semoga kita jodoh"
"Aminn" Ucap mak Ipah cepat
"Ini buburnya"
"Berapa mak?"
"Harganya masih sama kok Wil"
Setelah itu Wilson mengambil uang kertas 100 ribuan dan memberikan pada mak Ipah"Ini mak, Kembaliannya ambil saja" Ucap Wilson sambil tersenyum
"Terimakasih ya nak Wilson. Mak doakan semoga dia jadi jodohmu dunia akhirat"
Setelah itu, Wilson berlalu dari sana. Wilson kembali menemui Sifa yang masih setia menunggu di tempat sebelumnya. "Ayo" Ucap Wilson setelah tiba di tempatnya Sifa
"Apa itu mas?"
"Bubur ayam. Ini rasanya enak sekali Sif. Aku yakin kamu pasti akan langsung menyukainya"
Dermaga
Wilson dan Sifa sudah tiba di dermaga. Setelah itu Wilson memberikan bubur yang ada di tangannya pada Sifa.
Sifa menatap Dermaga yang terlihat indah, Sangat indah. Bahkan tempat seperti ini belum pernah Sifa temui seumur hidupnya. Wanita itu tercengang ketika melihat sebuah Dermaga di depannya. Sangat indah dan juga tempat romantis menurutnya.
"Sif, Ini buburnya" Ujar Wilson pada Sifa
Namun wanita itu tak menggubris. Sifa masih begitu menikmati keindahan Dermaga yang masih begitu asri. Banyak pepohonan dan juga tanaman yang terlihat indah di sana.
Sepertinya Dermaga disini memang masih sangat terawat. Jadi siapapun yang datang kesini akan sangat menikmati keindahan alam yang masih sangat murni.
"Sifa" Panggil Wison lagi
Mendengar panggilan itu seketika Sifa tersadar. Wanita itu membalikkan tubuhnya menoleh ke arah Wilson yang saat ini sudah mengukir senyum termanisnya. Senyuman yang langsung memabukkan untuk Sifa.
"Tampan sekali kamu mas" Batin Sifa sambil menatap Wilson
"Ini buburnya. Kamu kok aku panggil baru noleh" Ujar Wilson sambil memberikan bubur itu pada Sifa
"Maaf mas. Aku benar-benar terpukau dengan keindahan dermaga ini. Sepertinya disini masih sangat terjaga ya mas. Bersih, Dan terlihat terawat"Jawab Sifa sambil menerima bubur itu
"Memang. Dermaga disini masih sangat terawat. Dan yang ngerawat adalah suami mak Ipah"
"Mak Ipah? Siapa dia mas?"
"Yang jual bubur ini. Coba kamu makan buburnya. Aku jamin kamu akan langsung menyukainya"
Sifa tak lagi menjawab. Wanita itu mengaduk bubur ayam serta langsung memakannya. Kedua matanya "Ini benar-benar enak mas. Bubur terenak yang pernah aku makan" Ucap Sifa sambil terus makan bubur itu.
Di Rumah sakit
Andre terus menatap Reno yang masih menunggu kopi pesanannya. Begitu banyak pertanyaan yang terbesit dalam benak Andre. Sebenarnya apa alasan Reno melakukan semua ini.
Andre mengingat beberapa kali kelakuan Reno yang mencurigakan. Dan sejak saat itu Andre perlahan mengerti jika sebenarnya ada niat terselubung dari pria itu.
"Sebenernya apa alasan kamu melakukan semua itu Ren. Ada dendam apa kamu sama tuan Bima" Ujar Andre sambil terus menatap Reno yang saat ini sudah berjalan kembali ke tempat Andre
"Sangat di sayangkan. Ternyata tidak pernah ada ketulusan atas apa yang kamu lakukan selama ini Ren. Dan aku masih tidak paham dengan apa yang sebenarnya ada di dalam hati kamu" Ujar Andre dalam batinnya
"Ini kopinya Dre" Ucap Reno sambil memberikan kopi itu pada Andre
"Makasih Reno baik" Jawabnya
Tiba-tiba saja Reno merasa sakit perut. "Aku ketoilet sebentar Dre. Titip ponselku" Ucap Reno dan langsung berlalu dari sana
Melihat ad ponsel Andre membuat rasa penasaran Andre semakin menjadi. Pria itu mengambil ponsel Reno yang ternyata tidak di password.
"Jawaban atas semua pertanyaan ku pasti ada di ponsel Reno" Ucap Andre sambil membuka ponsel itu
Awalnya Andre merasa tidak ada yang mencurigakan dari ponsel Reno. Namun tak berselang lama. Ada sebuah pesan masuk yang membuat Andre menutup mulutnya.
'Sepupu'
Melihat pesan itu membuat kedua mata Andre memicing. Andre sedikit bisa membaca isi pesan itu.
[ Sherlock tempat Bima di indonesia. Dia akan membayar malah karna sudah membunuh kedua orang tua kamu juga orang tuaku ]
"Apa maksud pesan ini. Tuan Bima akan membayar karna sudah membunuh kedua orang tuaku dan juga orang tuamu" Ucap Andre sambil membuka galeri.
Betapa terkejutnya Andre saat melihat sebuah foto keluarga di sana. "I...ini kan Lendri dan Luis. Jangan-jangan" Perkataan Andre terhenti saat melihat kedatangan Reno yang sudah berjalan ke arahnya.
Dengan gerakan cepat, Andre kembali ke halaman beranda dan pura-pura bersikap biasa saja. Seolah-olah Andre tidak tau apa-apa.
"Ren, Tadi ponsel kamu bunyi" Ujar Andre agar tidak membuat Reno curiga
"Ooh iya kah" Jawabnya sambil membuka ponselnya dan membaca pesan dari Viona.
Setelah membaca pesan itu, Reno langsung mengirimkan pesan balasan sambil mengangkat kedua sudut bibirnya.
[ Jalan mawar no 15. Kita akan balas dendam atas apa yang sudah Bima lakukan ] Send
Reno mengirim pesan itu sambil mengangkat kedua sudut bibirnya. "Apa yang sedang kamu rencanakan Reno. Apapun itu, Aku tidak akan membiarkan nya. Apa sebaiknya aku beritahu tuan Bima saja kalau sebenarnya Reno adalah anak dari Luis atau Lendri" Ujar Andre dalam batinnya sambil terus menatap Reno
Memang setelah melihat gambar di ponsel Reno langsung membuat Andre menyimpulkan jika kemungkinan besar Reno adalah anak dari musuh besar Albima.
"Akan aku pastikan jika aku akan selalu menggagalkan apapun rencanamu Reno. Berani-beraninya kamu menjadi musuh dalam selimut"