Istri Kontrak Sang CEO

Istri Kontrak Sang CEO
Rencana pernikahan


Akhirnya Fino menjalankan tugas yang diberikan oleh Devan, tak kalah dari Devan Fino juga pria yang tampan, dan pintar, hanya saja Fino berasal dari kalangan biasa, bukan dari kalangan konglomerat seperti Devan, namun semua itu tidak pernah ada masalah bagi persahabatan mereka, karena Fino satu-satunya sahabat devan yang paling tulus, Pria itu memulai tugasnya dari memutus kontrak kerjasama antara Adiwiyata group dengan PT dirgantara, setelah semuanya selesai Akhirnya Fino melanjutkan pekerjaan yang masih menumpuk di atas meja kerjanya,


Ditempat Lain Mala sedang mengantar berkas keruangan Devan, karena ada beberapa yang harus ditandatanganinya,


Tok...tok...tok...


" Iya masuk"


" Maaf pak mengganggu, ini ada beberapa berkas yang perlu ditandatangani," wanita cantik itu langsung menyerahkan berkas-berkas yang ada ditangannya, kecanggungan itu masih mereka rasakan, hingga Devan terpaksa memulai percakapan terlebih dulu,


" Oia mala, nanti sore kamu kuliahnya bareng saya ya, kebetulan saya sekalian ada meeting dengan klien di kafe dekat kampus kamu,"


setelah beberapa saat Mala akhirnya mengangguk dan menerima ajakan Devan untuk berangkat bareng.


" Ya udah pak, saya permisi dulu, nanti saya tunggu di parkiran ya pak,"


"Iya mala sampai ketemu nanti sore,"


setelah keluar dari ruangan CEO Mala akhirnya kembali melanjutkan pekerjaannya hingga tiba saatnya jam makan siang, wanita itu langsung datang ke kantin karena sudah janjian makan siang bareng dengan Fino, Biarpun mereka baru kenal namun Mala tak pernah canggung terhadap Fino, karena sejak pertama bekerja hanya pria itu yang selalu ramah terhadap Mala, disaat mereka berdua sedang asik makan serta sambil ngobrol, datang lah Devan yang juga ikut bergabung bersama mereka,


" boleh aku bergabung,?"


" Iya boleh banget lah bro, ayo sini duduk di sebelah calon istriku,"ucap Vino sengaja menggoda Devan juga mala, wanita cantik itu hanya tersenyum dan tersipu malu,


***


Hari sudah sore, pekerjaan Mala sudah di selesaikan semua, dan kini wanita itu sudah menunggu Devan di parkiran tempat mobil Devan, sedangkan Devan baru keluar dari ruangannya, laki-laki itu melihat ke arah meja Mala namun sudah tidak melihat Mala di sana, akhirnya Devan mempercepat langkahnya karena takut membuat Mala terlalu lama menunggu, setelah sampai diparkiran ternyata memang benar, sudah terlihat Mala yg menunggu disana


" Ah Mala. maaf ya saya bikin kamu nunggu,"


" iya pak tidak apa-apa kok,"


Setelah itu Mereka langsung menaiki mobil sport milik Devan, Tanpa mengulur waktu akhirnya laki-laki itu langsung pergi menuju kampus tempat mala kuliah, karena jam kuliah mala akan dimulai 45 menit lagi, hanya ada waktu 40 menit untuk menempuh perjalanannya, begitu juga dengan meeting Devan yang akan berlangsung dalam 50 menit lagi, Perjalanan itu berlalu hanya dengan keheningan, tanpa ada percakapan sedikit pun, hingga akhirnya mala sampai tepat waktu, Devan bisa melalui perjalanan hanya dalam 30 menit, Laki-laki itu pun langsung pergi meninggalkan Mala yang sudah turun dari mobil, dan langsung menuju ke kafe sky, di sana sudah ada klien yang sudah menunggu kedatangan devan.


" Oh tidak kok pak, saya juga baru saja sampai, bisa kita mulai sekarang meeting nya,"


"Iya pak silahkan,"


setelah meeting selesai akhirnya Devan menerima telfon dari sang mama, Wanita paruh baya itu menyuruh Devan untuk membawa Mala ke rumah mereka dengan alasan membicarakan soal pernikahan, padahal sebenarnya mama dari laki-laki itu saat ini kangen akan Mala calon menantunya, karena memang tak dipungkiri kalo sebenernya Yasmin sudah menyukai Mala sejak pertama kali bertemu,


" Halo Devan, nanti malem kamu ajak Mala ke rumah kita ya, acara hal yang mau mama bahas soal pernikahan kalian,"


" Iya ma, nanti Devan usahakan ya, soalnya Mala lagi kuliah, Takut dia gak bisa,"Ucap Devan sama mamanya,


Yasmin pun hanya mengiyakan, namun wanita itu berharap kalo Mala bisa datang menemuinya, sedangkan Mala saat ini sudah selesai jam kuliah, tak lama kemudian hp nya berdering, tak lain yang telfon adalah Devan,


" Halo pak, ada apa bapak telfon saya,?"tanya Mala sama Devan


"Iya itu mala, mama menyuruh aku untuk membawa kamu ke rumah, karena ada hal penting yang mau di sampaikan mama soal pernikahan kita,"


" Yasudah pak, ini saya juga sudah selesai jam kuliah, Aku jemput kamu sekarang ya Mala,"


Devan akhirnya langsung melajukan mobilnya untuk menjemput Mala, Mala juga sudah menunggu di depan kampus, lalu tak lama Devan sampai dan menyuruh mala untuk segera masuk dalam mobilnya, sebelum akhirnya pergi ke rumah Yasmin, Mereka masih mampir ke sebuah butik dan salon seperti biasa, karena Devan ingin calon istrinya selalu terlihat cantik di depan kedua orangtuanya, setelah memilih baju yang Devan mau, Mala langsung mencobanya, kali ini wanita itu memakai dress warna peach yang dipilih langsung oleh Devan, penampilan maka selalu bisa membuat Devan terpukau karena kecantikan nya, setelah dari butik dan salon akhirnya mereka masih harus berhenti membeli buah untuk oleh-oleh buat Yasmin,


setelah perjalanan panjang akhirnya pagar rumah mewah itu sudah terlihat membuat Mala semakin deg degan, memang bukan yang pertama kali, namun kali ini mama sedikit gugup untuk bertemu dengan calon ibu mertuanya,


" Selamat malam den, Aden sudah sampai," Ucap satpam yang sudah menyambut kedatangan Mala dan juga Devan,


Pria itu tersenyum seperti biasa, karena Devan memang tak banyak bicara, Mereka pun akhirnya masuk ke dalam rumahnya, dan sudah ada Yasmin juga Adiwiyata yang menunggu mereka, Yasmin senang karena melihat Mala ikut bersama Devan, wanita itu langsung memeluk mala.


" Mala, akhirnya kamu datang juga, Tante kangen banget sama kamu, gak sabar rasanya menunggu pernikahan kalian, "


" Iya Tante, Mala juga kangen sama Tante, seneng bisa bertemu dengan Tante lagi,"


Mala membalas pelukan yasmin, biarpun baru 2 kali ketemu namun Yasmine sudah sayang sama mala seperti anak sendiri, karena selama ini wanita paruh baya itu sudah merindukan sosok seorang menantu, "_Devan,Mala, pernikahan kalian kan tinggal 1 bulan lagi, apa kalian sudah memutuskan siapa saja yang akan kalian undang nanti, " Iya ma, Devan akan mengundang keluarga besar kita juga para kolega-kolega pentingnya Devan, " Kalo kamu Mala, siapa saja yang akan kamu undangan di hari pernikahan nanti, " Mala hanya mengundang beberapa orang saja Tante, karena kan orang tua Mala sudah tidak ada, dan keluarga yang lain mala sudah los kontak sama mereka, karena sebelumnya mala tidak menyimpan nomor mereka, hanya mama dan papa yang ada, sedangkan hp mama bilang waktu kecelakaan,