
Akhirnya mala melihat pantulan devan lewat pantulan kaca yang ada di depannya, " Mas devan" batin mala lagi.
Mal menjadi panik seketika, dengan cepat wanita itu meminta kepada bima untuk segera ke kamar mereka, dengan alasan lelah ingin istirahat. padahal sebenarnya wanita itu tidak ingin bertemu dengan pria yang sudah membuatnya terluka. " Bim, aku ingin istirahat. rasanya sangat lelah" bohong mala sambil mengusap perut buncitnya.
Mendengar suara itu membuat bima mengalihkan pandangannya pada mala," Yaudah sayang, ayo aku antar ke kamar" balas bima lembut sambil menggenggam tangan mala. namun sebelum itu bima pamit pada kakek lustama untuk mengantar mala ke kamar mereka,
setelah kepergian bima dan mala, kakek lustama berjalan ke luar karna mendengar suara yang tidak asing pada indra pendengarannya. " Wa..alaikumsalam" balas kakek lustama, pria tua itu cukup kaget dengan kedatangan anak dan juga cucunya.
" wijaya" ucap lustama dengan wajah pucatnya. cukup lama kakek lustama berdiri tanpa menyuruh mereka untuk untuk masuk.
Karna cukup lama. sifa dan rendi akhirnya menyusul sang kakek karna penasaran dengan orang yang datang, " Siapa kek" ucap sifa dan di ikuti oleh rendi yang mengekor di belakang.
Wajah sifa menjadi tegang saat melihat kedatangan kedua orang tuanya, bukan hanya sifa. bahkan rendi juga merasakan hal yang sama setelah melihat keberadaan adelia di antara mereka, " Adelia, ngapain dia disini?" batin rendi.
Saat melihat adanya sifa di sana membuat wijaya dan yasmine semakin yakin jika wanita muda yang berprofesi sebagai dokter itu adalah anak mereka yang bernama naura, naura yang bilang belasan tahun yang lalu.
" M...masuk" akhirnya suara kakek lustama keluar setelah cukup mala memandang anak keduanya.
" Tolong jelaskan tuan lustama, sebenarnya sifa ini siapa?" tanya wijaya dengan nada dinginnya.
Sifa meremas jemarinya saat mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut wijaya, papa kandungnya.
Sedangkan kakek lustama tak langsung menjawab. pria tua itu masih menatap sifa dengan mengambil nafas panjang, dan ketika kakek lustama mau berbicara suara berat bima lebih dulu datang dan menghampiri mereka. " Ada apa kek?" tanya bima yang penasaran karna mendengar suara lantang yang keluar dari mulut wijaya.
Tadi saat mengantar mala ke dalam kamar, bima memang tidak langsung kembali ke ruang tengah, karna pria itu masih memijat pinggang mala, sebab wanita itu mengatakan jika merasa nyilu di bagian pinggangnya. karna rasa sayang bima yang teramat dalam membuat pria itu memijat anggota tubuh mala yang terasa sakit.
Beberapa menit yang lalu saat bima dan mala sudah tiba di kamar mereka, tiba-tiba mala merasakan kesakitan di bagian pinggangnya. melihat wajah wanita yang di sayangnya kesakitan, " Kenapa sayang," tanya bima lembut, " Pinggangku sakit sekali bim, sepertinya karna terlalu lama duduk di dalam pesawat" jawab mala.
" Kamu tiduran ya sayang, biar aku pijat bagian yang sakit" mala hanya mengangguk patuh, dengan cepat bima memijat pinggang mala hingga wanita itu tertidur, Dan setelah itu bima mendengar suara lantang dari ruang tengah, akhirnya bima keluar meninggalkan mala yang sudah terlelap,
" Tidak ada apa-apa cucuku kemarilah biar kakek kenalkan kamu dengan pamanmu" balas kakek lustama seraya meminta bima untuk lebih mendekat,
" Paman?" tanya bima penasaran, pasalnya selama ini bima tidak pernah tau jika sang papi mempunyai saudara. biarpun sifa ikut tinggal bersama mereka, namun kakek lustama beserta kedua orang tuanya tidak pernah menceritakan kebenarannya pada bima. yang bima tau hanyalah sifa adik angkatnya " Iya pamanmu, adiknya papi" ucap kakek lustama memperjelas
Mendengar itu membuat bima mendekat ke arah wijaya, " Om" ucap bima sambil memeluk tubuh wijaya, begitupun wijaya yang juga membalas pelukan pertama dari sang keponakan.
" Maaf om, selama ini bima tidak pernah tau jika papi mempunyai saudara" ucap bima pelan
" Tidak bima, om yang seharusnya minta maaf. karna selama ini sendiri yang tidak mau tau tentang keluarga om sendiri, maafkan om"
Setelah itu wijaya memperkenalkan devan dengan bima, saudara sepupu sekaligus madu, wkwkwk. eh
Kira-kira bagaimana reaksi devan jika tau bahwa laki-laki yang ada di hadapannya adalah suami dari wanita yang amat di cintainya? Biarpun devan sangat mencintai mala, namun rasa sayang bima jauh lebih besar di atas cinta devan, bagi bima maka adalah hidup dan matinya. tau sendiri bukan, bagaima reaksi bima saat mengetahui kejadian yang menimpa istrinya saat dirinya dalam masa pengobatan di rumah dokter leon.
" Maaf semuanya, saya permisi dulu, soalnya masih ada urusan" ucap rendi di saat suasana hening. " Sifa aku pulang dulu ya" pamitnya pada sifa, setelah itu rendi bersalaman kepada kakek lustama juga kedua orang tua devan. tak lupa juga pada bima dan devan yang ada di hadapannya.
Adelia yang dari tadi menunduk akhirnya mengangkat wajahnya saat mendengar suara yang sangat iya kenal, " Rendi" suara adelia menghentikan langkah kaki rendi untuk beberapa saat, namun pria itu hanya berhenti tanpa menoleh ke arah adelia, sifa yang mendengar itu berbalik arah ketika menyadari adelia memanggil rendi.
" Kamu kenal sama rendi?" tanya sifa penasaran
Sedangkan adelia sudah pucat pasi saat melihat yasmine sedang menatapnya tajam. bahkan wanita itu kembali menundukkan wajahnya karna takut. " Itu tidak penting nak, sini duduklah di sini. ada satu hal yang ingin saya tanyakan pada kakek kamu" timpal yasmine
Kali ini wijaya kembali fokus pada tujuan awalnya datang ke kediaman tuan lustama, yang tak lain adalah orangtuanya. " Jadi gimana tuan lustama, apa anda bisa menjelaskan tentang pertanyaan saya?" lanjut wijaya lagi
Deg. mendengar itu membuat kakek lustama kembali menatap sifa yang masih berdiri dari arah kejauhan " Sifa, duduklah disini" ucap kakek lustama
Setelah itu kakek lustama mengambil nafas panjang sebelum mulai menceritakan semua yang selama ini dia rahasiakan. " Maafkan papa wi" Satu kata yang kakek lustama ucapkan sebelum melanjutkan perkatannya.
" Saya tidak butuh kata maaf tuan, saya hanya butuh penjelasan" balas wijaya dingin
" Mungkin selama ini kamu selalu bertanya-tanya kemana anak perempuanmu naura, dia ada wi. dia sudah dewasa dan menjadi seorang dokter hebat sesuai keinginannya sejak kecil, dia adalah sifa, dokter yang waktu itu menolong anakmu devan. kakaknya sendiri. maafkan papa sudah merahasiakan semua ini dari kalian. tapi asal kalian tau , semua ini papa lakukan demi kebaikan naura."
" Maksud papa sifa benar-benar anak kami pa?' tanya yasmine dengan wajah berbinar
" Iya, sifa adalah anak kalian naura. lima belas tahun yang lalu, papa menemukan naura dua hari setelah dia diculik, saat papa mau memulangkan naura, ada rasa takut yang terbesit dalam hati papa, papa tidak mau hal itu terulang kembali, oleh karena itu papa sengaja membawa naura ke aussie, tepatnya ke kediaman sunder kakakmu, dan selama ini naura sudah di asuh oleh sunder dan istrinya lina, setelah usia sifa 15tahun, dia kembali ke indonesia dengan catatan naura harus mengubah semua identitasnya menjadi sifa Anastasya sunder. anak kedua dari sunder dan lina. Maafkan papa wi, papa tau ini salah," lirih kakek lustama sendu