
***
Setelah beberapa saat anara terdiam tanpa menjawab pertanyaan adiknya, Akhirnya wanita yang tengah hamil tua itu menganggukkan kepalanya pelan, Tanpa menunggu lama mereka pergi untuk berziarah ke makam orangtuanya, Karena lokasinya cukup jauh dari tempat kakaknya mala dirawat, Mereka memutuskan untuk menggunakan satu mobil saja, Ditengah perjalanan Mala mengajak Devan untuk berhenti di sebuah restoran yang mereka lewati. Kebetulan restoran itu ada tempat favorit Anara dulu sebelum jiwanya terguncang,
sepulang dari kerja pasti mampir di restoran ini walaupun hanya sekedar minum kopi.Tujuan Mala membawa kakaknya kesini mungkin saja rasa trauma yang membuat kakaknya seperti ini sedikit berkurang, Setelah sampai di dalam restoran, tiba-tiba ada seorang laki-laki yang menghampiri dan menyapa Nara,
" Hai kak Nara, sudah lama gak ketemu kakak, maaf ya kak selama 2blan ini aku belum bisa menjenguk kakak,? bagaimana kabar kak Nara. aku kangen banget sama kakak," Laki-laki itu memeluk Nara, sedangkan Nara memang terlihat jika mereka pernah sangat dekat sebelumnya.wanita cantik itu pun membalas pelukan dari laki-laki tadi,
" Kevin, Kakak juga kangen banget sama kamu,"
Kedekatan mereka berdua membuat Mala mematung dan bertanya-tanya dalam batinnya,
" Siapa laki-laki ini, kenapa terlihat begitu dekat dengan kak Nara, " gumamnya dalam batin, dan ternyata pria yang umurnya masih sekitar 18tahunan ini adalah adik dari Nathan, Laki-laki yang sudah menghancurkan hidupnya Nara,
" Kamu siapa,? Kenapa begitu terlihat dekat dengan kak Nara,?" tanya Mala dengan nada yang sedikit meninggi.
" Maaf sebelumnya kak, kenalin. Aku Kevin Arganta, adik nya kak Nathan mantan pacarnya kak nara," Mendengar nama Nathan membuat Mala sedikit emosi ,
" Apa.!!! Jadi kamu adik dari pria brengsek sialan itu. Yang sudah menghamili kakak saya, tapi gak mau bertanggung jawab, Iya!!" Ucap mala yang emosinya mendadak mau meledak setelah mendengar nama Nathan.
"Tolong dengar kan dulu kak, Bukannya Kak Nathan tidak mau bertanggung jawab, Tapi mama yang selalu melarang kak Nathan buat melakukan itu, Makanya Mama sengaja menikahkan kak Nathan dengan wanita lain, ini semua bukan kemauan kak Nathan kak," Ucap Kevin lirih.
Mendengar nama Nathan air mata Nara sudah tidak bisa di bendung lagi, Pelupuk matanya pun sudah di penuhi dengan butiran bening yang perlahan jatuh membasahi pipinya. tangisannya mulai terisak hingga membuat Andra spontan memeluk Nara.
" Nara, tidak perlu menangisi orang seperti Nathan, Percayalah suatu hari nanti dia akan menerima semua balasan atas apa yang dia perbuat padamu," Ucapan Andra ada benarnya juga. buat apa menangisi orang yang sudah menghancurkan hidupnya, Setelah mendengar ucapan Andra tangisan Nara akhirnya mulai mereda,
sesudah itu mereka memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke makam orang tua Mala, Yang sebelumnya juga sudah membeli bunga untuk nyekar makan orang tuanya. Setelah tiba di tempat pemakaman yang terletak TPU Jakarta Selatan. Mereka langsung membersihkan tempat peristirahatan terakhir orang tuanya,
" Maafkan Mala ma, Mala belum sempat membahagiakan mama dan papa, kali ini Mala tidak datang sendiri ma, Mala datang bersama kak Nara juga calon menantu mama. 1 Minggu lagi aku mau menikah, tolong berikan Restu untuk pernikahan Mala ya ma,"
****
Saat acara ziarah berlangsung tiba-tiba Anara Merasa kesakitan sambil memegang ke arah perutnya,
" ahhkkw sakit, Mala perut kakak sakit sekali Mala," Andra yang kaget seketika langsung menghampiri Nara dan menggendong wanita yang dia cintai. melihat raut wajah Nara yang memang terlihat begitu menahan rasa sakit, Mala panik saat melihat keadaan kakaknya,
" ayo pak Devan. cepat tolong bawa kak Nara ke rumah sakit, Aku gak mau terjadi apa-apa sama kak Nara, tolong dipercepat lagi mobilnya pak.Hanya dia satu-satunya keluarga yang aku miliki saat ini."Ucap Mala dengan sedikit meneteskan air mata,
Tak lama kemudian akhirnya mereka sampai di rumah sakit Medika, Setelah dibawa ke ruang IGD ada seorang dokter yang keluar dan memberi tahu keadaan Nara,
" Keluarga anara."
" Iya dokter. saya adiknya, kak Nara juga kandungannya baik-baik saja kan Dok, dokter itu hanya mengambil nafas berat dan membuangnya kasar,"
" Iya kakak kamu baik-baik saja, namun melihat kondisi bayinya, saran saya segera lakukan operasi Caesar untuk bisa menyelamatkan bayinya, jika tidak segera dilakukan, saya khawatir bayinya tidak bisa tertolong."
" Iya dok, lakukanlah apapun yang terbaik buat Nara, kalau soal biaya, biar saya yang tanggung semuanya." ucap Andra yang merasa cemas dengan keadaan pujaan hatinya.
Dokter itupun langsung masuk kembali ke adalah ruang IGD dan tak lama kemudian Nara segera di pindah ke ruangan operasi, Kehamilan nya memang masih berjalan 7blan, namun ada hal yang mengharuskan bayinya harus segera di operasi. Karena kalau tidak bisa berakibat fatal, Bukan hanya pada si bayi, Tapi juga buat Nara. Selama 1 jam lebih operasi itu berjalan, Kemudian ada seorang dokter yang keluar mengabarkan jika operasinya berjalan dengan lancar. Anaknya selamat begitu juga dengan ibunya Nara. dokter itu juga sudah mengizinkan Mala dan yang lain buat masuk ke dalam. tanpa menunggu lama wanita cantik itu segera menghampiri kakaknya yang masih berbaring lemah di atas ranjang rumah sakit,
" Kak, anak kakak tampan sekali. Apa kakak udah tau mau ngasih dia nama siapa." Tanya Mala pelan terhadap kakaknya,
"Iya Mala, dia begitu mirip seperti Nathan, Tapi aku belum sempat menyiapkan nama yang bagus untuknya, Jawab Nara sendu.
" Bagaimana kalau di kasih nama satria pratama,,? kehadiran nya akan membawa banyak kebahagiaan buat kakak nantinya, Dan semoga juga setelah ini kondisi jiwa kakak juga akan segera membaik, Namun saat ini wanita yang wajahnya hampir mirip dengan Mala ini hanyalah terdiam tanpa kata,
" Bagaimana kalo aku nikahin Nara setelah acara pernikahan kamu mala, Bukankan satria juga membutuhkan sosok seorang ayah, aku siap jadi ayah yang biak untuknya. Ucap Andra yang seketika membuat Nara menoleh ke arahnya,