Istri Kontrak Sang CEO

Istri Kontrak Sang CEO
Penyesalan Nathan


Bima mendorong kursi roda Mala dengan sangat pelan. Pria itu terlihat jika sangat mencintai wanita yang saat ini sedang ada di atas kursi roda yang Bima dorong.


"Assalamualaikum" Ucap Bima setelah tiba di ruangan Yasmine.


Ternyata di dalam sana sedang ada Wilson. Sifa juga Devan.


"Waalaikum salam kak" Ucap Sifa dan langsung menghampiri Bima.


"Kapan kakak tiba di jakarta?"


"Tadi malam Sifa. Hanya saja tadi malam tidak sempat kesini karna Mala tiba-tiba merasa kram di bagian perut bawahnya"


"Tapi sekarang sudah tidak apa-apa kan kak Mala?" Tanya Sifa yang terlihat menghawatirkan Mala


"Tidak Sifa. Kakak baik-baik saja. Kamu tidak perlu khawatir"


"Bagaimana keadaan Ma. Eh maksudnya tante?" Ujar Mala yang hampir memanggil Yasmine dengan sebutan Mama


"Mama sudah membaik kok kak. Mama lagi istirahat tadi habis minum obat" Jelas Sifa


"Syukurlah jika memang mama kamu sudah baik-baik saja. Aku ikut senang ya Sifa kak Devan"


"Iya terimakasih" Ucap Devan pelan


Wilson yang dari tadi selalu memperhatikan Devan membuat pria itu paham dan ikut merasakan bagaimana rasa sakit Devan saat ini. Karna mau bagaimana pun Devan masih sangat mencintai Mala.


"Bagaimana jika seandainya kamu tau jika anak dalam kandungan Mala itu anak kamu Van" Ucap Wilson dalam batinnya


Wilson memang sudah datang ke rumah sakit sejak tadi pagi. Karna pria itu menawarkan tumpangan pada Sifa yang kebetulan sedang menunggu taksi di depan gedung Apartemen tempat tinggal Wilson.


Karna sejak ikut membantu mengurus anaknya Rendi. Sifa memang sudah memutuskan untuk tinggal di Apartemen milik Rendi yang kebetulan unitnya tidak terlalu jauh dengan unit milik Wilson.


Saat melihat Sifa tersenyum kepadanya entah kenapa membuat jantung Wilson berdetak cepat. Senyuman Sifa yang terlihat begitu manis membuat pria itu tidak bisa melupakan sedetikpun


"Apa aku sudah jatuh cinta padanya" Wilson bermonolog dalam batinnya


Di saat sedang hening. Tiba-tiba Bima mengajak mereka semua untuk sarapan bersama di kantin rumah sakit. Karna memang kebetulan Bima juga Mala belum sempat sarapan sebelum berangkat.


"Mumpung tante Yasmine masih istirahat. Bagaimana kalau sekarang kita sarapan bersama di kantin. Kak Devan, Wilson sama Sifa mau kan?"


"Kebetulan tadi sebelum berangkat aku sama Mala juga belum sempat sarapan" Ucap Bima lagi


"Boleh itu kak. Tadi Sifa belum sempat sarapan"


"Ide bagus. Jarang-jarang kan kita sarapan bersama. Kamu mau kan pak Devan?"


"Aku gak biasa sarapan sepagi ini" Ucap Devan yang mencoba menolak ajakan Bima karna tidak sanggup jika harus terus-menerus melihat Bima dan Mala yang memang terlihat sangat serasi


"Ayolah kak. Kapan lagi kan bisa makan sama mereka" Ucap Sifa yang berusaha membujuk Devan


"Baiklah. Ayo kita sekarang ke kantin"


Mereka semua berjalan ke arah kantin. Wilson berjalan beriringan dengan Sifa. Sedangkan Devan berjalan beriringan dengan Bima yang mendorong kursi roda Mala.


Pria itu memperhatikan Mala yang hari ini terlihat begitu cantik. Melihat Mala seperti itu membuat Devan mengambil nafas berat.


"Seandainya aku yang ada di posisi Bima. Pasti aku akan sangat bahagia. memiliki istri seperti Mala juga akan segera menjadi seorang ayah. Aku sangat menyesal sudah membuat rumah tanggaku dengannya malah berakhir menyedihkan. seandainya saja waktu itu aku tidak menolong Adelia. Mungkin semua masih baik-baik saja. Dan Mala masih menjadi milikku" Devan bermonolog dalam batinnya


Tidak bisa di pungkiri jika Devan memang benar-benar merasa terluka melihat pemandangan nyata yang ada di depan matanya.


"Kenapa rasanya sesakit ini" Batin Devan lagi


Tak lama kemudian. Mereka berdua sudah tiba di kantin rumah sakit. Bima memanggil karyawan di sana dan meminta buku menu yang di sediakan di kantin itu.


"Sebentar ya my boy, aku liat dulu."


"Aku pesan ayam terayaki saja 1" Ucap Sifa


"Aku juga di samain sama Sifa" Timpal Wilson


"Saya nasi goreng udang mbk" Ucap Mala dan Devan secara bersamaan.


Melihat itu membuat Bima menundukkan wajahnya "Dalam hal makanan saja mereka memiliki kesukaan yang sama" Ucap Bima dalam batinnya


"Baik. Lalu bapak mau pesan apa?" Tanyanya pada Bima


"Saya samakan saja dengan istri saya ya mbk"


"Oke pak. Berarti ayam terayaki 2 sama nasi goreng udah 3. minumnya air mineral semua ya"


30 Menit kemudian karyawan itu sudah kembali dengan membawa semua pesanan mereka.


"My boy, ini timunnya buay kamu ya. Aku gak suka timun" Ucap Mala dengan nada manjanya


"Baik sayang"


Di tempat Lain


Saat ini seorang pria bermata tajam sedang duduk di sebuah cafe yang selama ini selalu menjadi tempatnya bersama dengan Anara.


Pria itu adalah Nathan. Dia sudah kembali ke indonesia dan sudah bercerai dari istrinya. istri yang selama ini selalu menghabiskan uang Nathan untuk laki-laki lain.


"Ngapain kamu kesini kak!" Suara itu berhasil membuat Nathan mengangkat wajahnya


"Kenapa. ini juga cafe milik keluarga kita" Ucap Nathan pada Kevin


Kevin duduk di depan Nathan dan menatap raut wajah kakaknya yang terlihat begitu sendu.


Selama ini Cafe tempat kerja Kevin memanglah milik keluarga mereka. Namun Kevin tidak pernah mengatakan hal itu pada siapapun. Kevin selalu mengatakan jika dirinya hanya sebatas kerja di cafe ini.


"Buat apa kamu kembali kak. Buat apa kamu menunjukkan wajahmu lagi disini. Bukan kah kamu sendiri yang lebih memilih wanita itu dari pada keluarga kita" Ucap Kevin dengan penuh penekanan


1 setengah Tahun yang lalu Nathan memang pergi saat diminta untuk bertanggung jawab pada Nara. Namun pria itu malah pergi dengan wanita lain dan mereka menikah tanpa restu dari orang tua Nathan.


Namun pernikahan Nathan dan istrinya hanya bertahan selama 1 tahun. Karna Nathan baru tau jika Wika mantan istrinya hanya memanfaatkan dirinya saja.


"Maafkan kakak Kevin. Kakak memang salah" Ucapnya yang terdengar begitu lirih


"Sudah tidak ada yang perlu kakak sesali. Mama sudah meninggal gara-gara ulah kakak" Ucap Kevin dengan tatapan tajamnya


Mama mereka memang sudah meninggal sehari setelah kepergian Nathan. Wanita itu memiliki penyakit jantung dan langsung down saat mendengar kabar jika Nathan menghamili seorang wanita dan tidak mau bertanggung jawab.


"Apa!!" Ucap Nathan begitu terkejut


Karna memang selama ini pria itu tidak pernah tau jika sang mama sudah meninggal karna ulahnya.


"Sudah puas kan kak kamu membuat aku kehilangan mama. seperti aku kehilangan papa. Kakak jahat! Aku benci sama kakak"


Setelah mengatakan hal itu, Kevin langsung berlalu dari hadapan Nathan yang masih terlihat pias setelah mendengar jika mama mereka sudah tidak ada karna ulahnya.


"Maafkan kakak Kevin. Kakak menyesal"


"Aku sangat menyesal. Aku bukan hanya kehilangan mama. Tapi aku juga kehilangan Nara juga anakku" Ucapnya lirih