
Jam sudah menunjukkan pukul 07:30 malam, namun devan belum juga pulang, hingga mala selesai menyiapkan makan malam dan mentata rapi di meja makan.
tak lama setelah itu devan pun datang dengan wajah yang sedikit di tekuk, melihat walah lesu sang anak, adiwijaya pum menggoda devan sejenak.
" Baru pulang wajah kok di tekuk begitu van, udah mirip kayak koran bekas, lusuh amat" ucap papa devan sambil tersenyum.
namun devan tak menggubris sedikitpun perkataan sang papa, pria itu masih terus berjalan ke arah istrinya yang masih berdiri di samping meja makan.
" Sudah pulang mas, mau aku buatkan kopi" tawar mala lembut
" Siapa laki-laki tadi siang yang panggil kamu dengan sebutan honey itu sayang?" tanya devan dengan wajah yang sedikit lusuh
Satu pertanyaan yang membuat kedua orang tuanya saling lempar pandang, dalam hati serasa ingin tertawa dengan kelakuan anaknya, devan cemburu?
mala masih belum menjawab, memperhatikan wajah kesal sang suami yang saat ini menahan rasa cemburu.
" kenapa mas, kamu cemburu?" jawab mala yang sengaja bertele-tele
" jawab saja sayang, siapa dia, berani sekali panggil istriku dengan sebutan honey, apa mau aku bantai" ucap devan dengan menahan amarah yang sudah menggebu
Melihat itu mama Yasmine seketika tertawa, baru kali ini melihat anaknya menahan amarah karna cemburu.
" mama kok malah ketawain devan"
" siapa juga yang ketawain kamu van, jangan terlalu percaya diri, iya gak pa" ucap mama yasmine yang juga sengaja memancing emosi devan.
Bapak wijaya pun hanya mengangguk-angguk saja,
melihat itu membuat devan semakin kesal saja.
" ayo sayang jawab, siapa dia" tanya devan lagi
Karna merasa kasihan pada devan, akhirnya mala pun mengatakan yang sebenarnya, jika doni hanyalah sahabatnya, gak lebih.
" Beneran dia cuma sahabat kamu sayang" ucap devan pelan
" iya mas, kalo gak percaya tanya sama mama dan papa, tadi dia yang antar aku pulang, sama mega dan sindy juga"
Mendengar jawaban mala. seketika itu juga devan melirik ke arah kedua orang tuanya, seakan minta penjelasan
" Iya devan, istri kamu benar, tadi mereka yang antar istri kamu pulang, makanya jadi laki-laki itu jangan lembek, awas aja kalau sampai mama denger kamu masih berhubungan dengan wanita sialan itu, mama dan papa yang akan menjauhkan kamu dari mala,"
" iya iya ma, devan gak akan berhubungan dengan adelia lagi" titah devan dan langsung memeluk mala.
" Ya sudah, sebaiknya kita makan malam saja, nanti keburu makanannya dingin" timpal wijaya
Mereka pun menyudahi drama yang sempat terjadi dimeja makan barusan, mala mengambilkan makanan buat devan.
" sayang, kamu memang menantu idamannya mama, sudah cantik, pinter masak lagi, ini masakan kamu enak-enak" mama yasmine berbicara sambil menyuapkan makanan kemulutnya,
memang tidak bisa di bohongi, jika masakan yang di buat mala begitu nikmat, sedari kecil mala memang suka memasak, sering bantu saat aminah menyiapkan makanan.
" oia mah, besok devan akan mengajak mala buat tinggal di rumah yang sudah devan bangun sejak 2 tahun yang lalu? ucap devan sambil melirik ke arah istrinya
" Ya sudah, nanti mama bantuin buat packing-packing barang, apa kamu sudah menyiapkan art van?"
" belum sih mah, nanti deh kapan-kapan devan bakalan cari"
Setelah acara makan malam selesai, devan juga mala pamit untuk ke kamar, karna devan juga belum sempat mandi dan ganti baju
setibanya di kamar, pria itu segera mengunci pintu dan mendorong tubuh mala hingga terhimpit di dinding.
" mau ngapain mas?" tanya mala gugup
Mala menelan ludahnya, tak berselang lama devan pun mencium bibir mala ganas, ******* bibir ranum sang istri,
awalnya mala masih diam karna masih terkejut dengan ciuman tiba-tiba yang di berikan sang suami.
beberapa detik kemudian akhirnya mala membalas ciuman ganas devan, mengalungkan tangannya pada leher devan,
tangan devan mulai nakal, dia memainkan 2 benda squisy milik sang istri, ciuman devan semakin turun ke leher, membuat tanda kepemilikan di sana,
setelah puas di leher, devan pun mulai membuka kancing baju mala, menghisap benda kenyal milik istrinya dan membuat tanda kepemilikan di sana.
" Aaahh mas" desah mala pelan,
" lebih keras lagi sayang. aku suka suaramu" ucap devan dan semakin lihai menyusu pada sang istri, membuat mala merasakan kenikmatan yang tiada tara
mendengar ******* sexy mala membuat gairah pria itu semakin memuncak, devan melepaskan semua pakain yang menempel pada tubuhnya dan tubuh wanitanya, membuang ke sembarang arah, hingga keduanya polos tanpa sehelai benangpun.
" Terimakasih sayang" ucap devan sambil mencium kening sang istri.
" mas aku lapar" ucap mala polos. tenaganya terkuras karna devan tak memberi jeda pada mala, bahkan mereka melakukan sampai berkali-kali. membuat mala kehilangan banyak tenaga,
" yasudah kita bersih-bersih dulu. habis itu turun dan makan ya" ucap devan lembut
" aku malu buat makan di rumah mas, kan kita makannya 1jam yang lalu,"
Melihat wajah melas sang istri devan melihat jam dari layar ponselnya, masih menunjukkan pukul 9 malam,
" ya sudah kita makan di luar ya sayang, sambil jalan-jalan"
mendengar itu mala mengangguk cepat, baru kali ini jalan-jalan malam di daerah rumah devan.
" kamu masih kuat berjalan ke kamar mandi?"
mala tak menjawab, wanita itu melihat sendu ke arah sang suami,
dengan ekspresi yang di tunjukkan oleh mala membuat devan paham, jika tenaga sang istri benar-benar terkuras habis karna ulahnya.
" ya sudah aku gendong ya, sekalian kita mandi bareng biar cepat selesai"
" tapi mandi aja ya mas"
" iya sayang, aku janji, mandi aja"
dengan cepat devan menggendong tubuh ramping mala ke dalam kamar mandi, menurunkan tubuh mala pada bawah shower, membiarkan tubuh sang istri di guyur oleh air shower.
melihat mala yang tampil polos di depannya, membuat milik devan kembali berdiri, devan melirik ke arah mala dengan wajah sendu.
" sayang, sekali lagi boleh ya, plisss, sebentar aja ya ya" devan memohon sambil memainkan matanya
melihat milik suaminya yang sudah tak bisa di kendalikan, mala mengambil nafas panjang, sabar mala, batinnya
Mala pun mengangguk, akhirnya acara mandi mereka molor sampai 1 jam,
Setelah selesai mandi, devan memakaikan baju istrinya. mengeringkan dan menyisir rambut mala, lalu memakaikan riasan tipis..
" cantik sayang" ucap devan sambil mencium kening sang istri
karna sudah malam juga, tak mungkin mereka masih melanjutkan rencananya untuk makan di luar.
akhirnya devan mengambilkan makanan, buah-buahan serta beberapa camilan untuk istrinya.
devan kembali dengan membawa nampan di tangannya, wajahnya terlihat kesel karna sudah di goda habis-habisan oleh kedua orangtuanya. bahkan di depan para pekerja di rumahnya.