
****
Akhirnya mereka sudah kembali menaiki mobil sport milik Devan, di tengah perjalanan kecanggungan itu masih terasa antara Devan juga Mala, Karena kejadian di dalam cafe tersebut membuat mala merasa sedikit Malu terhadap laki-laki di sebelahnya, Tak banyak bicara, Wanita cantik itu memilih untuk melihat ke arah jendela, sedangkan Devan Sedang fokus mengendarai mobilnya dengan cukup cepat, akhirnya mereka sampai di depan kontrkan Tempat tinggal Mala,
" Terimakasih atas makan malam nya pak, terimakasih juga sudah antar saya pulang."
"Sama-sama Mala, kalo gitu saya langsung pamit ya, sampai bertemu besok, Ingat jangan terlambat ya," Ucap devan dengan nada kikuk Karna masih merasa ada yang aneh sejak kejadian 1 jam yang lalu,
Setelah mobil Devan tidak terlihat lagi, Mala pun masuk ke dalam kamarnya dengan perasaan yang cukup aneh, Membuat Mega penasaran dengan apa yang sudah terjadi, hingga membuat sahabatnya itu senyum-senyum sendiri
" Cieee,,, yang baru pulang dinner sama calon suami, apa yang dia lakukan Sampek membuat kamu seperti ini, Apa yang sudah terjadi mala? "
"Gak terjadi apa-apa kok, hanya makan malam biasa. Antara bos Dan bawahnya,, Tapi mega, perlu kamu tau tadi aku ketemu dengan Bili di restoran itu,"
" Apa! Kamu bertemu dengan pria brengsek itu lagi,?" petik Mega penasaran!
" Apa dia mencoba melakukan sesuatu"? Tanya Mega terhadap Mala,
Mala pun mengangguk kesal jika mengingat kejadian saat wanita itu baru memasuki restoran, karena Devan masih harus memarkirkan mobilnya dan menyuruh Mala masuk terlebih dahulu, Waktu Mala memasuki restoran ternyata didalam ada Bili dan juga Vira, mantan sekaligus sahabat yang sudah mengkhianati Mala sejak tau mala sudah jatuh miskin. Mereka berdua pun tak hanya membuat Mala malu, namun Pasangan itu juga ngebully Mala sampai-sampai seisi restoran menyaksikan itu semua,
Flashback on restoran
" Wah wah wah, ngapain kamu kesini Mala,!! Bukannya saat ini kamu sudah miskin, memangnya mampu bayar makanan disini, mahal mahal loh," Ucap Vira dengan nada mengejek, dilanjutkan dengan bili
" Tentu saja tidak sayang, mungkin dia datang kesini untuk mengemis atau memungut makan,! Hei Wanita miskin, kalo kamu Mau silahkan ambil makanan bekas milikku dan juga pacarku, kebetulan aku sudah memesan makanan yang baru" Ucap bili sinis
Namun Mala tak menggubris sedikit pun, Wanita cantik itu hanya menundukkan wajahnya, Air matanya pun sudah tak terbendung lagi, Karena memang perkataan mereka berdua sudah terlalu menyakitkan, Tak menemukan Mala di tempat bokingan mereka, Devan Mendengar ada keributan, Lalu memutuskan untuk menghampiri keributan itu, akhirnya Devan melihat Mala yang sudah menangis karena di rendahkan oleh pasangan di depannya,
" Sayang, ngapain kamu disini, bukan kah aku sudah memesan ruangan VIP untuk kita, dan kenapa kamu menangis sayang siapa yang membuat kamu seperti ini,?" Tanya devan sambil membawa tubuh mungil mala dalam dekapannya.
Namun tidak ada jawaban yang keluar dari Mala, wanita itu memilih untuk diam, dan akhirnya Devan bertanya kepada orang orang yang ada di sana dengan nada berteriak,
"Siapa disini yang sudah berani Membuat calon istri saya menangis seperti ini, jawab,!"
kali ini Devan benar-benar marah, Namun tidak ada satu orang pun yang berani menjawab, Karena mereka tau siapa devan, Orang terkaya nomor 2 di indonesia. hingga akhirnya ada 1 orang yang dari tadi sudah kesal dengan perbuatan pasangan itu menjawab, laki-laki itu menunjuk ke arah Bili dan Vira
" Mereka tuan, Mereka yang sudah membuatnya seperti ini, mereka sudah sangat merendahkan calon istri tuan," Ucap laki-laki yang tidak terlalu jauh dengan mereka,
Akhirnya Devan langsung melihat kearah yang ditunjukkan Laki-laki itu
" Owh ternyata anda yang sudah merendahkan calon istri saya,? bukan kah anda yang kemaren datang ke kantor dan memohon agar saya menerima kontrak kerja sama itu, dengar ya tuan! mulai saat ini juga saya akan memutuskan kontrak kerja sama kita, saya tidak Sudi bekerja sama dengan orang yang gampang merendahkan orang lain, apalagi calon istri saya, dan satu lagi perlu anda ketahui, Perusahaan anda akan saya black list, siap-siap bangkrut.." ucap Devan sambil Memeluk Mala dan mengusap air matanya
" Udah sayang ayo kita pergi dari sini, dia akan menerima semua yang dia lakukan terhadap mu, bukan kah kita kesini mau dinner romantis," ucap Devan sambil tersenyum,
Flashback off
" Itulah yang tadi terjadi Mega, aku seneng karena Pak Devan sudah sangat membela ku,"
" Kamu beruntung Mala, coba aja kamu gak bersama pak Devan, gak tau apa yang akan terjadi padamu, mungkin mereka lebih mempermalukan kamu dan merendah kan kamu,"
" Iya Mega, untungnya pak Devan datang disaat yang tepat,"
*****
pagi pun sudah tiba, setelah kejadian tadi malam Mala masih sedikit canggung untuk bertemu dengan Devan. tapi mau tidak mau hari ini dia harus hadir lebih awal agar bisa secepatnya menyelesaikan pekerjaannya, karena sore ini Mala harus datang kuliah, ketika menunggu taksi yang tak kunjung datang, dan ojek online yang dari tadi tidak ada yang mengambil orderan nya, akhirnya Wanita cantik itu memilih untuk jalan kaki, Tak di sangka ditengah perjalanan ada mobil berhenti dan menyuruh nya untuk segera masuk,
" Pak Devan, Ngapain bapak disini,?"
"Udah, ayo cepat masuk, bukannya kamu lagi buru-buru biar cepat nyampe kantor,"
" Iya pak," Ucap Mala dengan sedikit senyum kikuk..
setelah di dalam mobil Devan pun mulai mencari cari topik pembicaraan,
"Nanti sore kamu ada jam kuliah ya,?" tanya Devan pada mala
" Iya pak, darimana bapak tau,?"
" Saya tau dari Fino, karena sebagai sekretaris saya, Jadwal acara kamu saya tau, "
" Owh, kirain bapak tua dari mana,! "
"Oiya pak, btw makasih ya tadi malam sudah membela saya, saya gak tau apa yang akan terjadi kalo tidak ada bapak,"
" Tidak usah berterima kasih Mala, kamu kan calon istri saya, jadi sudah seharusnya saya melindungi kamu, biarpun kita nanti cuma nikah kontrak, saya tidak akan pernah membiarkan orang lain merendahkan kamu,!" ucap Devan sambil tersenyum ke arah Mala, membuat Mala salah Tingkah, karena sudah tak ada topik pembicaraan,
akhirnya perjalanan itu dilalui dengan keheningan lagi hingga sampai di depan kantor,, Mala langsung masuk, sedang kan Devan masih harus memarkirkan mobilnya, Sesampainya di dalam kantor, persis seperti yang dikatakan nya tadi malam,
" Fino, tolong kamu urus pembatalan kontrak kerja sama antara Adiwijaya group dengan PT dirgantara, dan kamu buat perusahaan itu di blacklist di perusahaan manapun,!" Karna Devan bisa melakukan apa saja yang dia mau, namun Fino masih mematung di tempat karena tidak mengerti dengan yang diminta bosnya itu,
" Maksudnya bagaimana van,? aku belum paham, memangnya apa yang terjadi?" tanyanya penasaran
" Tidak perlu banyak tanya, Lakukan saja apa yang aku mau" Ucapnya datar dan langsung pergi meninggalkan fino yang masih sedikit bingung.