Istri Kontrak Sang CEO

Istri Kontrak Sang CEO
Harapan Yasmine


Sudah satu minggu mereka melakukan pencarian atas hilangnya Langit dan Bintang. Namun sampai detik ini belum ada titik terang di mana keberadaan kedua bayi itu.


Setelah mendapatkan telpon dari anggota black flower. Bima langsung mengambil kunci mobilnya dan ikuti Mala yang mengekor di belakangnya.


"Kita akan melakukan pencarian kemana my boy?" Tanya Mala pada Bima


"Menurut info yang mereka dapat. Langit dan Bintang ada di sebuah rumah dekat sungai yang cukup jauh dari sini sayang" Jawab Bima sambil melihat ke arah Mala


Mengingat kedua anaknya membuat Mala memejamkan kedua matanya. Begitu sakit saat bayangan bocah mungil itu melintas dan selalu terbayang dalam benaknya.


"Semoga anak-anak kita baik-baik saja ya my boy" Ucap Mala pada Bima dengan nada sendu


"Iya sayang. Percayalah, Kedua jagoan kita pasti akan baik- baik saja. kita berdoa yang terbaik buat mereka berdua ya" Ucap Bima lembut serta sambil menggenggam tangan kanan Mala


Melihat Mala menundukkan wajahnya membuat Bima mengatupkan giginya. Siapapun yang sudah melakukan hal ini, Dia benar-benar akan berhadapan dengan Albima. Bukan hanya itu saja, Bima pasti memberi pelajaran yang setimpal dengan apa yang sudah dia perbuat


"Siapapun yang sudah melakukan hal ini. Aku akan memberikan pelajaran yang setimpal dengan perbuatannya. Akan aku pastikan dia benar-benar menyesal sudah mau bermain-main dengan keluargaku"Bima bermonolog dalam batinnya


Tak bisa di pungkiri jika Bima juga bisa merasakan sakit yang sedang Mala rasakan. Bahkan melihat istrinya seperti itu hati Bima seperti teriris


Bima mengendarai mobilnya menuju tempat di mana tempat yang sudah anggota black flower katakan.


Semua anggota Black flower mengikuti mobil Bima dari belakang. Tanpa Bima sadari, ternyata ada sebuah mobil yang melaju begitu cepat ke arahnya. Bima terpaksa membanting setir ke arah kiri agar tidak terjadi kecelakaan. Namun naasnya malah mobil yang Bima kendarai terpeleset dan


"Aaaaaaaaaaa" Teriak Bima dan Mala saat mobil itu terjatuh ke sungai dengan arus yang cukup besar


Sedangkan semua anggota black flower yang melihat itu langsung menghentikan mobilnya dan turun dari mobil masing-masing


"Tuan mudaaaaaa" Teriak semua anggota black flowers


Mereka semua menjadi tegang dan panik seketika itu juga. Seluruh anggota turun ke sungai dan mencari keberadaan Bima dan Mala. Namun setelah 30 menit pencarian. Tidak ada tanda-tanda keberadaan mereka berdua. Yang tersisa hanyalah sebuah ponsel di dalam mobil Bima


Ponsel itu sudah pasti milik Bima dan Mala. Lalu kemana mereka berdua?


"Bagaimana ini pak. Apa kita kasih tau kabar ini pada tuan besar?" Ucap salah satu anggota


"Biar saya saja yang menghubungi bos. Kalian hubungi tim sar, Dan yang lain berpencar mencari keberadaan tuan muda beserta istrinya"


"Baik bos"


**Di Tempat Lain


Uekk...uekk...uek**...


Suara tangisan kedua bayi itu berhasil membuat Nadia merasa begitu pusing. Selama 1 minggu bersamanya, Kedua bayi Mala tidak pernah berhenti menangis sekalipun sudah dia kasih susu formula.


"Aduuuhh ini bayi merepotkan sekali ya. gak bisa diam apa ya. Pusing kepala gue" Ucap Nadia dengan nada tinggi


"Apa gue katakan Nad. Mendingan lo balikin saja dah ini bayi. Ribet jadinya. Emangnya elo mau selamanya ngurus ni bayi?"


"Ogah banget gue. Mending ini dua bocah gue kirim ke indonesia dan taruh mereka di salah satu panti asuhan di sana"


Perkataan Nadia berhasil membuat kedua temannya begitu terkejut. Apa lagi yang Nadia rencanakan! Tapi kali ini mereka berdua sudah tidak mau lagi ikut campur dengan apa yang Nadia rencanakan.


"Kalian berdua harus bantuin gue" Ujar Nadia sambil melirik ke arah dua temannya


"Ogah. Gue gak mau ikut-ikutan" Ucap mereka sacara bersamaan.


Setelah itu kedua teman Nadia pergi dari tempat Nadia menyembunyikan kedua bayi Mala. Melihat kedua temannya pergi membuat Nadia jadi semakin kesal di buatnya


"Hei kalian mau kemana. Bantuin gue dulu dong. Kalau bantuin teman jangan setengah-setengah"Teriak Nadia namun tidak di hiraukan oleh kedua temannya


"Kurang ajar kalian! Awas saja ya. Kalian bakal menyesal sudah melakukan hal ini pada gue" Teriak Nadia lagi


Setelah kepergian kedua temannya. Mau tidak mau Nadia harus kembali menyuruh dua orang yang sudah membantunya membawa kedua bayi ini dari rumah sakit


πŸ“ž:Ada apa?


πŸ“ž:Gue butuh bantuan kalian lagi. Cepat datang ke tempat yang akan gue Sherlock


πŸ“ž:Baik


tut...tut...tut...


Setelah sambungan terputus. Nadia mengirimkan alamatnya saat ini. Wanita itu juga langsung memesan tiket pesawat untuk penerbangannya bersama kedua bayi juga kedua orang suruhannya.


Tak berselang lama. Kedua orang itu datang dengan keadaan sudah rapi dan membawa beberapa baju dalam kopernya. Karna Nadia sudah mengirimkan pesan jika mereka akan terbang ke jakarta malam ini


"Kalian sudah paham kan dengan apa yang aku katakan lewat pesan?" Tanya Nadia


"Hmmm. Kita berdua paham dan mengerti


Di Tempat Lain


Saat ini Lina, Sunder, Devan juga kedua orang tua Devan sedang sarapan. Karna memang jam masih menunjukkan pukul 06:00 pagi. Sunder belum mengetahui apa-apa perihal Bima dan Mala.


Di sat mereka sedang sarapan. Tiba-tiba ada sebuah panggilan masuk dari anggota black flower. Dengan cepat Sunder mengusap tombol hijau di layar ponselnya


πŸ“ž:Ada apa. Apa sudah ada kabar mengenai kedua cucuku?


πŸ“ž:Begini tuan. Anggota kita sudah menemukan info tentang keberadaan kedua cucu tuan


πŸ“ž:Lalu?


πŸ“ž:Tuan muda bersama yang lain sudah berangkat k lokasi tuan. Tapi


Anggota black flower mengentikan ucapannya dan membuat Sunder begitu penasaran


πŸ“ž:Tapi apa?


πŸ“ž:Tapi mobilnya tuan muda jatuh ke sungai. Hingga detik ini kami belum bisa menemukan tuan muda beserta istrinya


πŸ“ž:Apa!!!!


Setelah itu Sunder langsung memutuskan sambungan telponnya. Apa yang batu saja dia dengar sudah benar-benar membuatnya begitu terkejut. Anak satu-satunya dikabarkan hanyut di sebuah sungai dan masih belum di temukan hingga detik ini


Semua orang yang ada di meja makan juga ikut menghentikan makannya kala melihat wajah panik serta terkejut yang sunder tunjukan. Melihat itu membuat mereka semua juga ikut penasaran dengan apa yang sedang terjadi


"Ada apa papi?" Tanya Lina dan langsung bangkit dari duduknya


Sunder masih diam tak langsung menjawab. Pria itu merasa begitu sulit walaupun hanya untuk sekedar mengatakan jika anak mereka hilang di bawa arus sungai Yang cukup deras


"Bima mi. Bima dan istrinya" Ucap Sunder masih dengan raut wajah pias


"Papi bicara yang bener dong. Ada apa dengan Bima dan Istrinya papi?" Sentak Lina yang memang begitu penasaran


Bukan hanya Lina. Devan dan kedua orang tuanya juga merasa ikut penasaran dengan apa yang akan di katakan oleh Sunder


"Mereka mengalami kecelakaan. Mobil yang Bima bawa malah jatuh ke sungai dan terbawa arus. Hingga detik ini mereka berdua belum di temukan mi" Terang Sunder dan berhasil membuat semua orang yang ada di sana begitu terkejut. Terutama Devan


"Apa!! Bima dan Mala kecelakaan dan mereka jatuh ke sungai. Astaga. Tolong katakan pada Devan om, Dimana sungai itu. Devan akan menyusul kesana dan membantu mencari keberadaan mereka berdua" Ucap Devan panik


"Ayo kita kesana. Om juga akan ikut mencari Bima kuga istrinya" Ucap Sunder dan langsung berjalan keluar dari rumahnya


"Ya allah. Cobaan apa lagi ini, Kedua anak Bima belum di temukan, Sekarang Bima dan istrinya juga ikut menghilang." Ucap Lina


"Lebih baik kita juga ikut mencari mereka berdua Lina" Usul Yasmine pada Lina yang memang juga menghawatirkan keadaan Mala.


"Semoga kamu baik-baik saja Mala. Mama masih begitu berharap suatu saat kamu masih di perjodohkan dengan Devan. Anaknya mama" Ucap Yasmine dalam batinnya