
Pertama kali masak di rumah mama Yasmine tapi masakan Mala begitu laris di keluarga ini, bukan hanya mama yasmin. papanya Devan juga menyukai masakan dari menantunya..
" Iya mala, ini ayam panggang terenak yang pernah papa makan, kamu harus sering-sering masak buat kita semua"
lirih papanya Devan pada mala..
" papa tenang aja, Mala akan sering-sering masak disini"
sahut Mala pelan, biarpun Mala orang baru di keluarga ini namun keakraban sudah mulai terlihat, karena Mala orangnya gampang sekali untuk beradaptasi di tempat baru..
setelah selesai makan akhirnya Devan dan juga Mala bersiap-siap untuk pergi ke kantor. karena hari ini ada meeting dengan klien penting...
sepasang suami istri ini pun berpamitan pada orang tuanya.
" ma kita pamit ya mau ke kantor"
" Mala bagaimana kalo kamu berhenti bekerja saja, biar kamu lebih fokus menjadi ibu rumah tangga"
mendengar ucapan mama Yasmine seketika bola mata Mala membuat sempurna..
" maaf ma, bukannya mala tidak mau berhenti bekerja, tapi mala sering merasa bosan saat gak ada pekerjaan, nantilah kalo Mala sudah hamil insyaallah maka mau berhenti bekerja ma,"
sahut Mala sopan, sebagai orang tua Yasmine tidak mau terlalu memaksa Mala, karena wanita paruh baya ini tidak ingin jika menantunya merasa terbebani dengan permintaan sang mama mertua..
" ya sudah sayang, mama ikut apa kata kamu saja, apapun pilihan kamu itu pasti yang terbaik"
tak menjawab wanita cantik itu hanya tersenyum sekilas melihat mama mertua nya. sedangkan Devan sudah lebih dulu menaiki mobil sport nya. karena lama akhirnya Devan memutuskan untuk memanggil mala karena tidak ingin telat sampai kantor..
" sayang ayo, kita udah telah ini"
ucap Devan dengan sedikit mengeluarkan kepalanya..
" iya iya mas, tunggu sebentar.."
lirih Mala pelan dengan sedikit berjalan tergesa-gesa..
" maaf ya mas, tadi aku masih ngambil berkas buat meeting.. mas Devan hampir saja melupakannya.."
" ya ampun sayang, terimakasih ya kamu sudah bawain. hampir aja berkasnya ketinggalan, padahal ini berkas paling penting"
ucap Devan dengan wajah yang sedikit terkejut...
" iya sama-sama mas, kan sudah jadi tugas aku sebagai istri sekaligus sekertaris buat ngingetin kamu,
lirih Mala lembut dan sekilas melihat ke arah Devan..
hari ini adalah hari pertama mereka masuk kantor dengan status baru, bukan lagi atasan dan bawahan. melainkan sepasang suami istri,,
" mas gak nyangka ya rencana nikah kontrak kita malah jadi begini"
" ya mau gimana lagi sayang, mungkin kamu memang sudah di takdir kan untuk menjadi istriku.. bukan hanya istri kontrak tapi istri dunia akhirat ku"
" terimakasih mas kami sudah mau menerima aku"
" seharusnya aku yang berterima kasih sayang, berkat kamu aku jadi bisa merasakan perasaan yang dulu sudah hampir dingin bahkan membatu, kamu sudah berhasil menghangatkan nya kembali"
ucap Devan pelan, memang tak bisa di pungkiri,
seorang CEO tampan yang awalnya begitu dingin terhadap setiap wanita bisa luluh pada wanita yang derajatnya tidak sebanding.. tak lama telfon Mala berdering.. ada panggilan masuk namun nomor nya tidak di kenal..
" Iya halo,, ini siapa ya??"
" nak,!? siapa ya orang ini, seperti nya aku pernah mendengar suaranya"
lirih Mala dalam batin, karena memang yang maka tidak menyimpan nomor tersebut sebelumnya..
" Iya ini siapa ya, soalnya nomor nya tidak di kenal"
" Ini bunda sayang, apakah nanti malem kamu bisa datang ke rumah bunda,?"
" oh ini bunda, maaf ya bunda mala gak tau, bagaimana keadaan bunda, ayah juga kak Nara??"
" iya tidak apa-apa sayang, bunda,ayah juga kakakmu baik-baik saja, gimana kamu bisa kan datang kesini nanti malam?"
" insyaallah ya bunda. tapi mala usahakan datang. udah dulu ya bunda nanti Mala telfon lagi, soalnya ini lagi dijalan mau ke kantor"
" Ya sudah sayang, kamu hati-hati ya, bunda tunggu nanti malem"
akhirnya mala mengakhiri sambungan telfonnya.. tanpa dia sadari ternyata sudah sampai di depan perusahaan nya,
setelah Devan memarkirkan mobilnya akhirnya pasangan yang baru beberapa hari menikah ini mulai memasuki kantor itu, semua karyawan mengucapkan selamat atas pernikahan Mala juga Devan, pasangan ini sudah di sambut oleh para karyawan termasuk vino Sahabat Devan,
" selamat ya bro, atas pernikahan nya" ucap vino dengan sedikit tersenyum.
Sebab yang dia tau Mala dan Devan hanya menikah pura-pura, hanya sebatas istri di atas kertas.walau sebenarnya Mala juga Devan sudah melupakan bahkan membakar surat perjanjian tersebut, Bukan keinginan Mala melainkan keinginan dari Devan sendiri yang mau menjadikan mala sebagai istrinya dunia akhirat..
Setelah pasangan suami istri ini sudah memasuki ruangannya masing-masing.. tiba-tiba seperti biasa Laras yang selalu iri dengan Mala mengatakan sesuatu yang cukup menyakitkan..
" Lo gak usah seneng dulu Mala, palingan pak Devan nikahin kamu karena terpaksa, hanya karena desakan dari orang tuanya, nanti juga kamu bakalan di buang!!!"
Ucapnya dengan sangat sinis.
" Oia, gue baru tau, tapi biarin aja sih yang penting saat ini status ku sudah menjadi istri dari seorang CEO muda dan tampan.. kalo soal itu apa kata nanti, yang penting saat ini mas Devan sudah sah menjadi milik gue, biar para ular-ular gatel kayak kamu gak lagi bisa menggoda suami gue lagi, paham!!!"
lirih Mala dengan sedikit tersenyum ke arah Laras, karena merasa panas dengan jawaban Mala seketika tangannya mengepal keras..
" sejak kapan dia berani melawan ku"
ucapnya dalam batin..
" Kenapa tangannya kok di kepal begitu? gue yakin sih sebenarnya Lo iri kan sama gue. yang bisa dengan sangat mudah bisa menikahi CEO tanpa , muda dan pastinya kaya raya, Lo juga pengen kak dapetin posisi kayak gue, tapi sayangnya sekarang mas Devan sudah menjadi milik gue seutuhnya."
mendengar ucapan Mala yang bilang suami seutuhnya. membuat Laras membatin kembali..
" hah suami seutuhnya, apa mereka sudah melakukan nya"
namun sebelum Laras menjawab tiba-tiba terdengar suara Devan yang menghentikan peran dingin antara Mala dan laras.
" sayang. bagaimana kalo kita berangkat sekarang saja"
lirih Devan lembut...
" iya boleh sayang, aku juga sudah ngerasa males di ruangan bersama wanita ular"
ucap Mala sinis....
" Dasar wanita gak tau diri, awas aja nanti, aku akan membuat dia menyesal dengan apa yang dia katakan saat ini!!!"
batin Laras yang sudah tertinggal sendiri di ruangan itu