
Mereka berdua tenggelam dalam kesunyian dan memilih untuk menatap sekitar mereka. Kaki nya terus mengayun ke depan dan ke belakang.
Ini menandakan kalau dia sedang gelisah, pikiran nya tertuju pada masa depan. Dia merasa kalau Ketua Sekte mengetahui sesuatu tentang nya.
Kalau tidak, bagai mana mungkin pria itu membela nya dan bahkan tidak memberi nya hukuman setelah dia membunuh banyak murid bagian dalam ?
Dia harus menanyakan ini pada Ketua Sekte nanti setelah pulang dari kompetisi, dia takut dengan jawaban yang akan di beri kan Ketua Sekte.
Jadi dia memilih untuk tidak menganggu kompetisi nya kali ini, dia berharap kalau mimpi buruk nya tidak akan menjadi kenyataan.
Jika dia sedang sendirian maka dia akan memukul kepala atau dada nya di saat saat seperti ini untuk meredakan rasa takut nya.
Dia selalu memiliki kekhawatiran yang berlebihan pada sesuatu, dia takut kalau orang orang yang dekat dengan nya akan menjauh, dia takut kalau sesuatu yang milik nya akan menjadi milik orang lain.
Dia tidak ingin orang menjauh dari nya tapi juga tidak ingin menjadi orang lain, karena ini lah dia yang sebenar nya.
Secara tidak sadar mereka telah sampai ke tempat pertemuan, tempat ini sangat luas dengan 1 arena besar yang di kelilingi oleh tempat duduk.
Jika ingin di banding kan dengan dunia modern maka tempat ini mirip dengan tempat stadion sepak bola, beda nya biasa yang di guna kan untuk bertanding sepak bola di jadikan sebagai arena untuk pertarungan.
Tempat ini sangat besar bahkan jauh lebih besar dari yang di bayang kan nya, mungkin tempat ini bisa menampung lebih dari 50.000 orang.
Seperti nya hanya dia yang terkejut dengan kemewahan tempat ini, Lin Cong Zi tampak biasa saja. Ketua Sekte mengeluarkan tanda pengenal, mereka di suruh untuk menggunakan topeng kupu kupu oleh penjaga.
Dia pun menggunakan nya, topeng ini sangat pas dengan wajah nya ini membuat wajah nya menjadi perhatian banyak orang.
"Saudari Xue, kau sangat cantik dengan topeng itu. " Kata Lin Cong Zi dengan kagum.
"Kamu berlebihan. " Ucap nya dengan sedikit malu, Ketua Sekte melirik nya sedikit sebelum memerintah kan mereka semua untuk duduk di kursi yang berwarna emas.
Kursi ini berbeda dari kursi yang lain, jika kursi yang lain berwarna biru. Tempat mereka ini terpisah dengan tempat duduk dan lebih dekat dengan arena.
Di sebelah kiri mereka ada pasukan dengan topeng rubah merah dan rumbai rumbai merah dan di sebelah kanan mereka ada pasukan dengan topeng yang menutupi setengah wajah mereka.
"Ketua Sekte Xue, lama tidak bertemu dengan mu. Aku tidak tahu kalau kau masih hidup. "Kata Ketua dari pasukan rubah merah dengan sinis.
(Topeng topeng yang di guna kan di sini akan author post di instagram author @ KC. pjn_writer)
"Tentu saja, bagai mana mungkin aku sudah meninggal ? Aku tentu saja ingin melihat murid ku menghajar murid dari sekte mu, Ketua Lin. " Ucap Ketua Sekte dengan arogan.
"Itu adalah Ketua Sekte Api Abadi, dia adalah orang yang arogan dan selalu menindas sekte kita karena biasa nya Ketua Sekte memilih untuk tidak ikut. " Bisik Lin Cong Zi.
Dia menatap pasukan itu dengan seringaian, sebelum seorang pria tua datang dengan tongkat yang di hiasi oleh bulu bulu putih.
"Itu adalah Yue Lian, dia adalah seorang kultivator tanpa sekte yang sangat kuat. Dia akan berperan sebagai hakim di pertandingan ini, tidak ada yang boleh menentang kata kata nya dalam pertandingan ini. " Jelas Lin Cong Zi.
"Salam kepada 3 Ketua Sekte, terutama Ketua Sekte Xue. Sudah lama tidak melihat mu. " Kata Yue Lian sambil menangkup kan tangan di depan dada.
Ketua Sekte berdiri dengan tangan yang tertangkup di depan dada dan tertawa ringan.
"Tuan Yue Lian tampak nya telah melakukan beberapa perubahan dengan bentuk tubuh. " Kata Ketua Sekte.
Yue Lian tidak tersinggung dan hanya tertawa ringan sebelum duduk di kursi nya, setelah menunggu kurang lebih 1 jam, Sepasang manusia datang dengan pedang kembar di tangan mereka.
"Ini adalah Kultivatot Yin Yang, mereka sangat kuat, hanya sedikit di bawah Yue Lian. " Kata Lin Cong Zi.
Sepasang manusia itu memberikan salam dan Ketua Sekte mereka dengan malas malasan menjawab salam itu.
"Menurut mu, jika kedua orang itu bertarung dengan Ketua Sekte kita, siapa yang akan menang ?" Tanya Lin Cong Zi.
Dia menatap dengan teliti, sebelum mengatakan jawaban nya tanpa ragu.
"Ketua Sekte akan bisa memenangkan pertandingan melawan dua orang itu dalam tiga gerakan. " Ucap nya dengan penuh keyakinan.
"Kau yakin ? Aku juga merasa kalau belakangan ini kultivasi Ketua Sekte tampak nya meningkat sangat pesat." Ucap Lin Cong Zi.
Dia hanya mengangguk dan menatap Ketua Sekte dengan tatapan rumit sebelum kembali memikir kan apa marga dari Ketua Sekte tadi.
Wajah nya sedikit memucat kala memikir kan itu, marga mereka sama sama Xue, tidak mungkin kalau itu hanya sebuah kebetulan belaka bukan ?
"Saudari Lin, siapa nama Ketua Sekte ?" Tanya nya dengan buru buru.
"Sebenar nya, tidak ada yang tahu nama nya. Hanya saja, semua orang tahu kalau dia memiliki marga Xue sama seperti kakak nya. " Kata Lin Cong Zi dengan suara yang sangat pelan.
"Kakak nya ?" Gumam nya dengan pelan.
"Mereka memang kakak dan adik kandung tapi umur mereka lumayan jauh, mereka selisih 300 tahun. Sedang kan untuk kultivator seperti mereka, hidup selama 1.500 tahun bukan lah masalah jadi itu bukan jarak yang terlalu jauh. Kalau aku tidak salah maka seharus nya umur Ketua Sekte yang ini belum mencapai 100 tahun, jadi bisa di bilang dia sangat berbakat dan hebat. " Kata Lin Cong Zi dengan penuh kekaguman.
Dia mengangguk setuju, tidak ada yang tahu jelas di mana tepat nya tingkat kultivasi Ketua sekte berada. Hanya saja, dapat memiliki nya sebelum umur 100 tahun adalah keajaiban luar biasa.
Bagi seorang kultivator, orang berumur 80 tahun akan setara dengan anak anak yang baru belajar membaca bagi manusia biasa.
Jadi, bisa di bilang kalau Ketua Sekte mereka ini sangat berbakat dan tidak ada yang tahu latar belakang nya. Ada yang mengatakan kalau dia adalah mantan seorang Jenderal suatu Kekaisaran yang di usir dari Kekaisaran nya sendiri karena fitnah.
Tapi ada juga yang mengatakan kalau dia sebelum nya adalah salah satu murid keluarga Bela Diri dari luar dimensi ini yang ingin menunjuk kan bakat nya melalui jabatan nya sebagai Ketua Sekte Es Biru.
Bonus like 9 k : 2 / 3