Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
336. Menghabiskan Waktu Bersama


Xue Fenghuang berdiri setelah melihat Zhang Wei pergi, Zhang Wei mengatakan bahwa dia tidak boleh berdiri dulu tapi dia tidak patuh dan berdiri.


Dia berdiri dan mencari Feng Taoran terlebih dahulu karena Feng Taoran lebih dekat dengan ruangan dia dirawat.


Ketika dia mengetuk pintu dan membuka nya perlahan, yang bisa dilihat nya adalah Feng Taoran yang sedang duduk dan berbincang dengan Lan Tianjin.


"Feng Ge, Lan Ge. " Ucapnya dengan lembut.


"Fenghuang! Kau sudah sadar ? Kenapa kau langsung berdiri dan berjalan ? Aku baru saja akan melihat ke tempat mu. " Ucap Feng Taoran dengan semangat.


"Sudah tentu saja, aku mendengar bahwa kamu kelelahan dan memutuskan untuk melihatmu, tidak menyangka bahwa kamu bangun lebih cepat daripada yang di duga oleh Zhang Wei. " Ucap nya.


"Apa kau sudah melihat Yuwen ?" Tanya Feng Taoran.


"Belum, aku baru akan pergi setelah ini. " Ucap nya.


"Kau sebaiknya menjenguknya, dia sepertinya membutuhkan lebih banyak waktu di bandingkan diriku untuk pulih. "Ucap Feng Taoran dengan muram.


Dia yang mendengar ini terkejut, dia tidak mendengar hal ini dari situasi yang di jelaskan oleh Zhang Wei.


"Dia telah menjagamu selama berhari hari dan kurang tidur, bisa dibilang energi nya telah dikuras sampai habis dan kering. " Ucap Feng Taoran sambil menghela nafas.


"Kalau begitu aku pamit dulu Feng Ge, Lan Ge, aku ingin melihat Yuwen terlebih dahulu. " Ucapnya sambil tidak bisa menyembunyikan kekhawatiran nya.


"Hati hati, kau baru sembuh, apakah kau ingin aku temani ?" Tanya Lan Tianjin.


"Lan Ge tidak perlu khawatir, lebih baik kamu menjaga Feng Ge yang baru pulih. " Ucapnya dengan senyum tipis sebelum akhirnya dia berjalan keluar.


Senyumnya hilang dan hanya ada kekhawatiran yang nyata yang tergambar jelas di wajahnya, tidak ada yang bisa menggambarkan betapa dia khawatir saat ini.


Yuanzheng Yuwen adalah orang yang sangat berharga baginya, dia tidak bisa membiarkan hal yang buruk terjadi pada pemuda itu.


Sesampainya di ruang Yuanzheng Yuwen, itu sangat sepi, berbeda dengan yang lain, Yuanzheng Yuwen tidak memiliki seseorang yang menjenguk atau menemani.


Jika Feng Taoran memiliki Lan Tianjin untuk menemani dan merawat, Yuanzheng Yuwen ini sangat menyedihkan.


Sangat sepi dan dingin, setetes air mata jatuh tanpa bisa di tahan setelah melihat kondisi menyedihkan milik Yuanzheng Yuwen.


Dia duduk di sebelah Yuanzheng Yuwen dan memegang tangan pemuda itu yang setengah dingin.


"Maafkan aku, aku seharusnya datang lebih cepat dan menemani mu, kamu pasti sangat kesepian. " Gumam nya, setetes air mata lain mengalir ke tangan Yuanzheng Yuwen.


"Maaf kan aku karena telah merepotkan mu belakangan ini, lihatlah tubuhmu yang mengurus ini hanya dalam sepuluh hari lalu tubuhmu yang tidak terawat ini. Apa kamu pikir aku akan senang melihatmu dalam keadaan ini ?" Tanya nya dengan air mata yang tidak dapat ditahan.


"Bangunlah, jangan menakutiku. Aku ingin melihat senyum cerah mu, lain kali kau tidak boleh menjadi seperti ini lagi, berjanjilah padaku. Hatiku sakit ketika melihat dirimu yang tidak terawat ini. " Lanjutnya.


"Kamu tahu betapa pentingnya kamu untukku ? Kamu adalah segalanya, jika kamu dan Feng Ge datang terlambat mungkin sekarang kita tidak akan bertemu, aku tidak tahan. Aku tidak tahan untuk menjalani kehidupan yang kesepian ini. Kita berdua adalah orang yang kesepian dan tidak ada yang menemani, mari saling menemani dan mengisi kekosongan masing masing di masa depan. "


Dia terus mengeluarkan kata katanya dan isakan tangis nya terdengar dengan jelas di ruangan itu sampai akhirnya setelah beberapa saat, dia merasa bahwa air mata nya telah mengering dan dia tidak bisa menangis lagi.


Sebelum akhirnya tertidur dalam posisi duduk setengah berbaring, kepalanya bersandar di telapak tangan Yuanzheng Yuwen.


Bahkan dalam tidurnya sekalipun, tidak sekalipun dirinya melepaskan tangan Yuanzheng Yuwen seolah olah berusaha untuk mengalirkan kekuatan pada Yuanzheng Yuwen.


Beberapa jam kemudian


Yuanzheng Yuwen terbangun dengan kepala yang pusing, tangannya terasa berat dan hangat tapi kepalanya tidak bisa bergerak.


Setelah kepalanya bisa bergerak, Yuanzheng Yuwen menoleh untuk melihat siapa yang memeluk tangannya.


Betapa terkejutnya Yuanzheng Yuwen setelah melihat ternyata yang menimpa tangannya adalah Xue Fenghuang yang sedang tertidur pulas sambil memeluk tangannya.


Wajah Xue Fenghuang dipenuhi oleh air mata yang membuat nya sedih, tangannya yang lain terulur dan membersihkan air mata yang ada di wajah Xue Fenghuang.


Karena gerakan yang dibuat olehnya, Xue Fenghuang terbangun dan menatapnya dengan mata bulat yang besar, tatapan itu bercampur antara bahagia sekaligus tidak percaya.


"aku tidak bermimpi bukan ?! Yuwen, kamu sudah sadar ?!" Teriak Xue Fenghuang dengan penuh semangat.


"Ya aku sudah sadar, bisakah kau memelanoaj sedikit suaramu ? Apakah kamu ingin memberi tahu semua orang ?" Tanya Yuanzheng Yuwen.


"Tentu saja, agar semua orang tahu bahwa kamu sudah bangun. " Ucap Xue Fenghuang dengan polos.


Yuanzheng Yuwen yang merasa gemas menjulurkan tangan dan mencubit hidung Xue Fenghuang yang membuat gadis itu mengeluh karena sakit.


"Jika semua orang datang maka tempat ini akan ramai dan kita akan batal untuk menghabiskan waktu berduaan, bukankah lebih baik untuk menghabiskan waktu indah berdua ?" Tanya Yuanzheng Yuwen dengan menggoda.


"Sial ! Kau bahkan masih bisa menggoda di ambang kematian seperti ini. " Ucap Xue Fenghuang dengan marah.


"Tentu saja bisa, apa yang tidak bisa aku lakukan untuk membuat gadisku senang ?" Tanya Yuanzheng Yuwen dengan tatapan yang membius.


Xue Fenghuang terdiam dan tidak bisa mengatakan apapun, hanya mengerucutkan bibirnya dengan lucu.


Yuanzheng Yuwen yang melihat ini merasa gemas dan tiba tiba merasa bahwa Xue Fenghuang menjadi lebih menggemaskan.


Tangan Yuanzheng Yuwen terjulur menuju leher bagian belakang Xue Fenghuang, gadis itu tidak siap ketika lehernya ditekan.


Wajah Xue Fenghuang tiba tiba menjadi sangat dekat dengan wajah Yuanzheng Yuwen, Yuanzheng Yuwen menekan lagi yang membuat wajah mereka menempel.


Dengan cepat bibir mereka saling bertaut, Xue Fenghuang juga merasa syok tapi tidak melakukan perlawanan.


Yuanzheng Yuwen melakukan nya dengan penuh perasaan dan emosi yang telah disimpan olehnya belakangan ini.


Setelah beberapa saat, tautan itu akhirnya terlepas dan Xue Fenghuang berdiri dalam keadaan linglumg dan terengah engah.


"Tahukah kamu bahwa aku sangat khawatir, aku bahkan berpikir untuk mengakhiri hidupku bersamamu kemarin apabila Feng Ge tidak datang ke tempat ku kemarin. Melihat darahmu membasahi seluruh pakaian ku membuatku kehilangan akal sehat, aku benar benar merasa tidak berguna saat itu. " Gumam Yuanzheng Yuwen dengan sedih.