Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
265. Hinaan


"Kau ?! Sejak kecil sudah mencuri !" Ucap ibu temannya itu.


"Aku tidak mencuri. "Jawab Xue Fenghuang kecil dengan terkejut.


"Kau pikir aku tidak tahu ?! Aku sudah melihatmu sejak tadi kalau kau menatap kembang api dengan penuh keinginan ! Karena kau miskin kau berusaha untuk mengambil milik orang lain !" Ucap ibu temannya.


Temannya menoleh dan menatapnya, dia menatap temannya dengan harapan bahwa temannya akan membantu membelanya.


Tapi, bukannya membantunya, temannya memandangnya dengan rendah dan mendukung keputusan ibunya.


"Fenghuang, kau tercela ! Aku tidak menyangka bahwa kau adalah seorang pencuri, jika aku tahu dari awal maka aku tidak akan ingin berteman dengan mu sejak awal. " Ucap temannya dengan dingin.


Dia menatap temannya dengan tatapan tidak percaya, dia tidak mencuri. Kenapa dia harus menanggung kesalahan yang tidak dilakukan olehnya.


Kenapa dia harus menerima kesalahan yang tidak dilakukannya tanpa bisa membela diri? Apakah karena dia miskin jadi dia tidak bisa membela diri ?


"Kau gadis miskin yang terkutuk, merusak hariku saja ! Anggap aku memberi sedekah padamu !" Ucap Ibu temannya sambil menampar nya lalu menyiramnya dengan air di hari bersalju.


Dia berdiri dengan terpaku dan memegang pipinya yang memanas, matanya memanas dan dia menahan dirinya untuk tidak menangis.


Dia menggigit bibir bagian dalamnya sampai berdarah, dan dengan teguh dia menahan diri untuk tidak menangis.


Tahun lalu, dia juga dituduh mencuri uang dari teman sekelasnya dan langsung diadili tanpa ada yang percaya dengannya.


Alasannya hanya satu, yaitu karena dia miskin. Sekarang, diumur nya yang baru menginjak 11 tahun, dia sekali lagi disiram air di musim salju.


Dia melihat punggung ibu dan anak itu yang berjalan menjauh dengan jaket bulu yang tebal dan hangat. Sedangkan dia hanya memakai pakaian seadanya.


Dia benci, sangat benci pada siapapun. Dia benci kepada dunia ini, dia benci kepada takdir, dia benci pada siapapun yang membuatnya seperti ini.


Dia tidak melakukan kesalahan, hanya ingin melakukan hal baik untuk membantu seseorang. Kenapa dia selalu harus menanggung kesalahan yang tidak diperbuat olehnya ?


Kenangan kenangan buruk itu seperti duri di dalam hatinya dan terus bertambah sebelum hatinya menjadi dipenuhi duri.


Dia terbangun dari mimpinya yang menakutkan dengan keringat dingin, bibirnya sedikit bergetar karena rasa dingin itu begitu nyata.


Dia masih ingat betapa menyakitkan nya untuk berada di musim salju dengan pakaian yang basah, tapi dia dengan keras kepala menolak untuk mengakui kesalahan yang tidak dia perbuat.


"Aku tidak mencuri. " Ucapnya dengan suara serak.


"Aku tidak mencuri. " Ulangnya lagi dengan tatapan kosong.


Orang orang menyebutnya sebagai monster buruk rupa yang miskin, dia dikatakan memiliki karakter buruk dan guru guru membencinya.


Tidak ada orang yang menyayangi nya dengan tulus, tidak ada yang tulus padanya selama ini. Semua orang selalu memanfaatkannya.


Dia benci itu, tapi selalu kembali ke tempat yang sama dengan ketidakberdayaan. Semuanya karena dia dilahirkan untuk menjadi orang miskin.


"Aku tidak mencuri !" Teriaknya dengan mata yang sepenuhnya terbuka.


Nafasnya terengah engah, dia tidak mencuri. Semua orang harus tahu bahwa dia tidak mencuri, semua orang harus membayar padanya.


Orang orang itu berhutang padanya, berhutang sangat besar. Orang orang itu membunuh dirinya, orang orang itu telah membuat hatinya penuh dengan duri.


Dia menyenderkan tubuhnya dan memandang wajahnya di cermin tembaga yang ada di atas meja nakas dengan nafas yang tidak stabil.


"Kenapa orang orang tidak percaya pada ku ?" Gumamnya dengan tatapan yang layu.


Dia berkata seolah olah tidak ada tanda tanda kehidupan lagi dalam dirinya, dia sudah lama menjadi pedang yang terus terasah.


Dia benci ketika salju mulai turun, karena hampir seluruh kemalangan nya jatuh pada saat musim salju. Pada tragedi Sekte Es Biru , itu juga jatuh pada musim salju.


Pada saat dia dihukum, itu juga jatuh pada musim salju. Ketika dia mengemis untuk bubur ikan, itu juga musim salju.


Dia juga lahir pada musim salju, itu semua adalah kesalahan. Kelahirannya adalah sebuah kesalahan besar.


Dia benci musim salju


Pada akhirnya, dia tidak bisa tidur. Tidak peduli sapa yang diminum olehnya, dia tidak bisa tidur. Setiap kali dia tidur, dia selalu jatuh ke dalam mimpi buruk.


Dia memeluk dirinya sendiri di atas kasur nya dan meringkuk layaknya anak kecil yang sedang dimarahi oleh orang tuanya.


Selama ini, tidak ada yang mengetahui rasa sakitnya, tidak ada yang bisa mengerti dirinya. Dia selalu sendirian baik kehidupan lalu maupun kehidupan sekarang.


Dia merasa kepalanya pusing sehingga dia memejamkan matanya dan tiba tiba dia merasa ada seseorang yang memeluknya.


'Apakah aku jatuh kedalam halusinasi seperti yang dikatakan oleh Feng Taoran ?' Gumamnya dalam hati.


Dia tidak bisa melihat siapa yang memeluknya, matanya tidak bisa terbuka dan rasa mengantuk membuatnya tertidur lelap.


Keesokan harinya


Untuk pertama kalinya, dia terbangun bukan karena mimpi buruk atau di serang oleh orang lain. Dia benar benar merasakan pelukan hangat seseorang yang nyaman.


Tapi, ketika dia mengecek, dia benar benar tidak bisa merasakan adanya tanda tanda kedatangan seseorang semalam.


"Apakah itu benar benar hanya halusinasi ?" Tanya nya dengan terkejut.


Dia berganti pakaian dengan satu set seragam Sekte Harimau Ilahi lainnya, dan berjalan menuju tempat pertandingan di adakan.


Ini adalah hari keempat sejak Kompetisi Tian Langgeng diadakan. Dia melihat 3 yang lain sudah datang dan menunggunya.


"Selamat pagi semuanya. " Ucapnya dengan semangat karena sedang berada dalam suasana hati yang baik.


"Feng Ge, arak milikmu benar benar bagus. Tapi, aku tidak ingin meminumnya lagi di masa depan. " Ucapnya sambil tersenyum pahit.


Meskipun halusinasi semalam itu benar benar nyaman, tapi itu terasa menyakitkan ketika menyadari bahwa itu semua hanyalah halusinasi.


Sesuatu yang tidak nyata.


"Apakah kamu berhalusinasi ? Lebih baik untuk tidak meminum nya lagi di masa depan. " Ucap Feng Taoran dengan telinga yang sedikit memerah.


"Kenapa telinga mu memerah, Feng Ge ?"Tanyanya dengan polos.


"Ehm, ini karena..... " Feng Taoran tidak menyelesaikan kalimatnya dan hanya berdeham.


Sedangkan Lan Tianjin hanya menatap dengan acuh tak acuh.


"Itu karena Shixiong dulu pernah meminum sama banyaknya dengan mu dan jatuh ke dalam halusinasi parah. " Ucap Lan Tianjin, tanpa ragu untuk membuka aib Feng Taoran.


"Kau ?!" Feng Taoran berteriak tertahan pada Lan Tianjin dan melemparkan tatapan tajam.


Sedangkan yang diberikan tatapan tajam tidak merasakan apapun dan bertingkah laku seperti biasa.


"Feng Ge, apa yang muncul dalam halusinasi mu ?" Tanya nya dengan penuh rasa ingin tahu.


Bonus Crazy Up 18/10/2021 - 31/10/2021 : 3 / 3