
Di tengah malam yang dingin dan mencekam itu, dia menggali tanah dengan tangan nya sampai membuat jari jari nya yang indah terluka.
Yun Xing menahan gerakan nya dari belakang dan membisik kan kata kata yang menenangkan.
"Kau tidak boleh begini, Le Ning tidak akan senang melihat kondisi mu saat ini. " Kata Yun Xing.
Yun Xing memberikan nya sebuah sekop, dia menggali tanah yang lumayan dalam dan memasuk kan tubuh Le Ning ke dalam nya. Sesudah melakukan itu semua, dia menuang kan arak di sekitar tanah tempat Le Ning di makam kan.
"Jika di masa depan aku masih sama seperti ini, maka jangan dekati aku. Lebih baik kita tidak bertemu, dengan begitu aku tidak akan menyakiti mu. " Gumam nya sebelum menggunakan mantel nya dengan berjalan menuju dalam toko.
Tidak ada yang berani menghalangi nya, apa lagi ketika melihat Yun Xing di belakang nya. Mereka tentu saja bertanya tanya dengan identitas nya, tapi melihat Yun Xing yang mendampingi nya maka itu lebih dari cukup.
Dia hanya diam sebelum tertawa ringan. Yun Xing menatap nya dengan kebingungan karena tertawa tiba tiba.
"Apa ada yang salah ?" Tanya Yun Xing dengan ragu ragu.
"Aku menyadari satu hal dari kejadian tadi, memiliki orang terdekat hanya membuat satu kelemahan baru untuk ku. Aku perlahan lahan melupakan tujuan awal ku dan membentuk tujuan baru. Yang tadi bukan lah diri ku yang asli, jangan anggap serius. Terima kasih kakak Xing, karena sudah mau membantu ku. " Ucap nya dengan senyum miring.
Grepp
Tindakan Yun Xing membuat mata nya membulat, dia tidak bisa berkata kata lagi.
"Yang tadi adalah diri mu yang asli, kenapa ingin menyembunyikan diri terlalu dalam ?" Tanya Yun Xing sambil memeluk nya.
"Kau salah............ Kau tidak tahu aku yang sebenar nya, aku yang sebenar nya sudah lama menghilang di lautan yang dalam. Ini lah aku yang baru, dengan kepribadian yang kokoh dan tanpa ampun. Dengan begitu aku bisa menuju puncak tanpa hambatan. " Balas nya dengan lirih.
"Ini bukan diri mu, tidak ada manusia yang hidup tanpa kelemahan. Menurut mu, apa guna nya mendapat kan puncak tapi tidak memiliki teman dan kesepian ?" Tanya Yun Xing.
"Tanpa menuju puncak, seseorang akan di tindas. Tidak ada guna nya menjadi sampah yang hanya bisa di tindas oleh orang lain. " Ucap nya.
"Kau masih muda, nanti pada akhir nya kau akan tahu kalau yang kau pikir kan saat ini salah. Aku yakin, kau pasti berhasil kembali ke diri mu yang asli. Istirahat lah, aku akan pergi dan tidur di kamar lain. " Kata Yun Xing membantu nya berbaring dan menggunakan selimut untuk menyelimuti tubuh nya.
"Selamat malam. " Kata Yun Xing.
Dia tidak menjawab, pikiran nya terus melayang menuju kata kata yang Yun Xing beri kan pada nya.
"Ini bukan diri ku yang sebenar nya ya ? Kau mungkin memang benar. Ini memang bukan diri ku yang sebenar nya , tapi sayang nya aku takut ketika aku kembali ke diri ku yang asli dan membutuh kan sandaran, tidak ada yang ingin memberi ku sandaran seperti di kehidupan lalu. " Gumam nya sambil menghela nafas berat.
"Jika memang seperti yang kau kata kan, maka ku mungkin Kan melepas kan topeng ini di masa depan. " Ucap nya sambil memandang mandang bintang yang terlihat dari jendela kamar ini.
"Le Ning, kau tenang saja. Aku akan membawa tubuh adik mu sekarang juga " Ucap nya, dia berdiri dan terbang keluar lewat jendela.
Kekaisaran tidak jauh dari sini, tidak sulit untuk masuk ke dalam Kekaisaran yang sedang lengah karena malam hari. Dia berjalan menuju penjara tahanan dan melihat dua orang pria sedang tidur.
Dia memperkirakan kalau ini adalah penjaga Kekaisaran , dia berjalan masuk dan melihat banyak sekali orang yang di tahan di dalam penjara.
Tatapan nya teralih kan pada penjara paling dalam, paling gelap, paling lembab dan paling bau. Dia berjalan tanpa memperdulikan bau amis darah yang sudah memenuhi indra penciuman nya.
Dia melihat seorang anak kecil dengan tubuh yang di penuhi luka, anak kecil itu sudah tak bernafas lagi tapi memiliki senyum di wajah nya.
Dia dengan paksa membuka penjara itu dan mengecek tubuh anak laki laki itu, anak laki laki itu di duga meninggal karena di pukul beberapa kali secara kuat di bagian kepala belakang.
Dia menggigit bibir nya kala melihat pemandangan ini, dia berani bertaruh kalau ini lah adik Le Ning. Di lihat dari senyum mereka yang sama.
Tatapan nya teralihkan pada tangan anak kecil itu yang darah seperti bekas di gigit, lalu dia melihat dinding sebelah kiri yang memiliki tulisan yang di buat dari darah.
'Jiejie, maaf kan aku karena tidak bisa bertahan di tempat buruk ini. Maaf kan aku karena tidak mendengar mu dan bermain keluar. Jiejie, di kehidupan selanjut nya aku akan menjadi adik yang baik dan penurut bagi mu. Oh ya, aku juga penasaran dengan orang yang mengajari mu bela diri, dia pasti sangat hebat dan bijaksana seperti dalam cerita mu. Aku harap aku bisa bertemu dengan nya di kehidupan selanjut nya.
^^^^^^- Salam dari Le Xun '^^^^^^
Tangis nya tidak dapat di tahan lagi ketika membaca pesan yang di tulis kan oleh anak laki laki polos dalam gendongan nya ini.
Dia tidak peduli kalau darah anak laki laki itu terus menetes dan membasahi baju putih nya yang indah.
"Kekaisaran Zhu........ Aku pasti akan membuat kalian membayar mahal untuk hal ini. " Ucap nya dengan setengah menggeram, dia menggendong anak itu dengan tatapan dingin.
Dia tidak peduli dengan lolongan demi lolongan yang terus menerus keluar dari tahanan lain. Percuma untuk membebaskan mereka sekarang.
Dengan tingkat ke berisikan mereka saat ini, mereka hanya akan melakukan tindakan bunuh diri. Dia pergi menggunakan ilmu meringankan tubuh nya, dia pergi menuju Toko Phoenix Salju.
Dia membersihkan tubuh anak itu dan menyembuh kan luka luka nya, belum lagi membenar kan tulang anak itu yang patah.
Suara langkah kaki terdengar dari belakang nya dan dia sudah tahu siapa itu.
"Apa yang kau lakukan ini akan berguna bagi mereka ?" Tanya Yun Xing sambil menghela nafas lelah.
"Apa yang aku lakukan, bukan lah urusan mu. Aku melakukan nya untuk ku sendiri. " Ucap nya dengan dingin dan melanjut kan pekerjaan nya.