Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
240. Ruo Wenyu


"Berhati hatilah, gunakan topeng manusia atau paling tidak topeng untuk menutupi wajah mu. " Ucap Long Qionglin sambil menghela nafas dan tampak lelah, pria itu juga tampak khawatir dengan nya.


"Orang orang takut bahwa ini berhubungan dengan Xue Fenghuang yang merupakan memiliki kebencian mendalam pada mereka dan mereka menyebarkan lukisan wajah mu di banyak tempat. Tempat yang bisa kau kunjungi menjadi lebih terbatas. Mereka menaruh harga 10 . 000 Kristal Roh Tingkat Tinggi, jadi ada ribuan atau bahkan seluruh orang untuk memburu mu. Aku tidak bisa menahan seluruh murid ku untuk tidak ikut dalam perburuan itu. " Ucap Long Qionglin dengan putus asa.


"Tidak perlu takut, terima kasih karena telah khawatir pada ku. Tapi aku sudah memperkirakan ini dari awal, tentu saja aku bukan tidak memiliki cara untuk menyelesaikan ini. Karena mereka menginginkan diriku maka aku akan menyerahkan 'diriku'" Gumam nya dengan penuh kebencian.


"Apa yang akan kau lakukan lagi ?! Jangan gila ! " Teriak Long Qionglin.


"Ketua Sekte Long tidak perlu khawatir, permainan sebenar nya akan segera dimulai. Persiapkan diri mu baik baik karena aku akan segera membuat kekacauan lainnya. " Ucap nya lalu memutuskan sambungan.


Dia tersenyum mengerikan dan mulai meracik untuk membentuk ratusan topeng wajah manusia dengan bentuk yang berbeda beda.


Lalu, membentuk beberapa dengan wajah nya sendiri.


"Kekaisaran memasang harga yang sangat tinggi untuk diriku, kenapa aku harus menolak keuntungan yang begitu besar ? Beberapa orang di barat menjual nyawa mereka sendiri untuk mendapatkan uang dan diberikan pada keluarga mereka. " Gumam nya.


Dia dengan ringan berjalan kembali ke kasur nya dan menyimpan seluruh topeng manusia yang telah di buatnya ke dalam cincin ruang.


Xiaobing belakangan ini tidak terlalu banyak berinteraksi, hanya bangun untuk makan sebelum kembali tertidur lagi.


"Xiaobing, apa langkah yang sebaik nya aku ambil nanti ?" Gumam nya sambil mengelus cincin yang ada di jari manis nya.


"Kamu cantik sekali, aku harap aku bisa berteman dengan mu dalam waktu yang lama. Melihatmu membuat ku merindukan Lin Rong Rong, kapan gadis itu akan bangun dan kembali bermain bersama ku ?" Tanya nya dengan penuh kerinduan.


Cincin perak di jari manis nya bahkan tidak bergerak sedikitpun tapi dia merasa kalau lilitan di jari nya menjadi lebih kencang.


Seolah olah Xiaobing mendengar semua nya dan ingin memeluk nya, dia tersenyum lebar dan kembali mengelus tubuh kecil Xiaobing.


"Xiaobing, terima kasih karena telah menemani ku selama ini. Tidak banyak orang yang mau berteman dengan ku karena kejahatan ku, tapi ada beberapa yang tetap setia berteman dengan ku. Sejak aku berpindah ke tempat ini, aku merasakan apa yang disebut sebagai kasih sayang. Aku mengalami banyak hal yang sebelum nya tidak aku alami, aku akhirnya mendapatkan apa yang aku inginkan. Bahkan jika aku harus mengorbankan nyawa ku sendiri disini, aku juga tidak akan keberatan. " Ucap nya dengan senyum lebar sampai sampai mata nya tidak terlihat.


"Dari awal, tujuan ku hanya satu, yaitu mendapatkan kasih sayang. Sekarang aku sudah mendapatkan nya dan tidak memiliki tujuan lainnya lagi, jika memang terdesak maka aku akan meledak kan diri ku sendiri di sana. Orang orang itu jahat dan serakah, mereka ingin mengambil sesuatu yang bukan milik mereka. " Cerita nya pada Xiaobing.


Dia akhirnya membaringkan tubuh nya di atas kasur yang keras lalu meniup lilin yang ada di meja nakas.


Kamar itu menjadi gelap gulita, dia terbaring dan menatap ke atas dengan tatapan tenang. Dia menatap ke atas tanpa bisa memejamkan mata nya.


Kewaspadaan telah menelan seluruh ketenangan nya dan kedamaian nya, dia menjadi takut bahkan untuk memejamkan mata nya.


Dia merasa Kesepian, ketakutan, dan penuh keraguan. Hanya saja, semua orang tidak bisa mengerti. Entah semua orang tidak bisa mengerti atau dia yang tidak membiarkan orang untuk mengerti dirinya.


Karena, jika orang orang mengerti diri nya maka seluruh sisi jahatnya akan hilang. Dia hanya akan tampak seperti wanita lemah yang bisa di tindas setiap saat.


Dia melakukan ini untuk melindungi diri nya sendiri, baik di masa ini maupun di masa lalu.


Xue Fenghuang tidak sekalipun memejamkan mata nya sampai matahari kembali terbit, dia hanya terbarinh dengan kaku di atas kasur sambil memandang ke atas.


Dia berganti pakaian dengan pakaian seragam Sekte Harimau Ilahi yang ada di kamar nya, pakaian itu cukup kebesaran.


Dia menggunakan nya dan melihat pantulan nya yang ada di kaca tembaga yang ada di sudut ruangan.


"Masih begitu cantik, tapi tidak masalah. "Gumam nya saat melihat wajah nya yang dibalut oleh pakaian seragam Sekte Harimau Ilahi.


Tidak lama, ada seseorang yang mengetuk pintu kamar nya.


"Shidi, apakah kita jadi untuk berjalan jalan ? Bagaimana kalau sarapan terlebih dahulu ? Shizun mengajak kita untuk sarapan bersama. " Ucap suara lembut dari luar.


"Ya, tunggu sebentar. " Jawab nya dengan tenang dan tidak terburu buru.


Dia berjalan keluar dengan anggun lalu membuka pintu kamar nya. Dia melihat Ruo Wenyu dengan kepangan rambut yang bagus sedang berdiri dengan senyum cerahnya.


"Shixiong, ayo pergi. Maaf karena telah membuat mu menunggu lama. " Ucap nya dengan tenang.


"Tentu, tidak masalah. Hanya menunggu beberapa waktu, lagipula aku juga baru sampai. " Jawab Ruo Wenyu.


Mereka berdua berjalan menuju ruang makan yang ada di paviliun Zhao Lu. Sesampai nya di sana di panggung kecil, sudah ada beberapa orang yang memainkan Guqin (kecapi)


Lalu beberapa wanita cantik menari dan ada dua orang pria cantik yang menuangkan teh. Kursi yang disiapkan berjumlah tiga.


Dia langsung duduk sedangkan Ruo Wenyu memberi salam terlebih dahulu. Dia mengambil sayur dengan sumpit yang di sediakan dan mulai untuk memakan makanan nya.


"Shidi, bukan kah kita harus menunggu shizun untuk makan terlebih dahulu ?" Tanya Ruo Wenyu dengan hati hati.


Dia yang mendengar ini langsung menurunkan sumpit nya kembali dan menatap Zhao Lu dengan dingin.


"Ha ha ha, itu semua adalah aturan kuno. Tidak perlu terlalu serius, kita semua adalah keluarga. Ayo makan, ayo makan !" Ucap Zhao Lu sambil tertawa hambar.


Dia menatap Zhao Lu dengan tatapan yang mematikan , tatapan nya seolah olah mengisyaratkan 'aku tidak ingin menjadi keluargamu !'


Zhao Lu hanya bisa memasang wajah canggung dan terus tertawa lalu memakan banyak nasi sekaligus, dia yang melihat ini pun memilih untuk kembali makan.


Dia tidak tahu soal aturan harus membiarkan orang yang lebih tua untuk makan terlebih dahulu, dia tidak pernah memiliki guru selama ini dan terus berlatih secara mandiri.


Bonus like 37 k : 3 / 3