
Ketika itu, dia berdiri dan di peluk oleh Tetua Ouyang dengan sangat erat ini membuat nya terpaku di tempat tanpa dapat mengatakan apa pun.
Suara nya berubah menjadi serak.
"Kenapa kau tidak mengusir ku , di saat orang lain akan menghindari masalah yang di buat oleh orang lain ?" Tanya nya dengan kesulitan.
Tampak ada sesuatu yang mengganjal di tenggorokan nya, suara nya berubah serak seperti habis menangis.
"Kenapa aku tetap bersama mu di saat seperti ini, karena...... " Tetua Ouyang tampak menarik nafas sebentar sebelum melanjutkan kata kata nya.
"Melihatmu, mengingatkanku pada masa muda. " Gumam Tetua Ouyang sambil memejam kan mata dengan erat.
"Dulu, aku hanya seorang gadis miskin yang di bawa Ketua Fraksi Paviliun Teratai pada saat itu, akhir nya aku yang bodoh ini hanya bisa membuat masalah dan guru ku yang menyelesaikan nya. Sampai akhirnya dia meninggal karena aku, dia terlalu banyak bertarung di akhir usia nya. Yang seharus nya aku membantu nya justru membuat banyak masalah untuk nya. " Kata Tetua Ouyang.
Dia merasa kan kalau pundak nya terasa basah karena air mata. Dia menepuk pundak Ouyang Si Niang dengan pelan.
"Aku dulu sangat bodoh dan tidak mengikuti keinginan guru ku, sampai akhir hidup nya pun aku masih belum bisa memenuhi keinginan nya. Dia ingin aku hidup dengan tenang menjadi salah satu murid bagian dalam yang cemerlang. Pada akhir nya, aku hanya berada di seratus besar. " Kata Ouyang Si Niang sambil terisak.
"Sejak saat itu, aku berlatih dengan giat dan mengalahkan semua orang di murid bagian dalam dan menjadi murid inti. Setelah umur ku berada di atas 30 tahun , aku memutuskan untuk menjadi Ketua Fraksi Paviliun Teratai yang selama ini hanya di isi oleh orang sementara. " Kata Ouyang Si Niang melepaskan pelukan dan menyeka air mata nya.
Mereka berdua kembali duduk dengan tenang .
"Maaf, aku terlalu emosional tadi dan tidak bisa mengendalikan air mata ku. " Kata Tetua Ouyang.
"Itu adalah hal yang baik Tetua Ouyang, karena jika kau tidak mengeluarkan air mata mu maka itu hanya akan membuat mu tertekan. Terkadang, seseorang menganggap kalau tidak menangis tanda kuat atau tidak nya seseorang. Tetapi , lama kelamaan orang itu akan mati rasa dan bahkan jika dia ingin menangis, dia tidak dapat melakukan nya. Maka dari itu, jangan menahan diri untuk menangis. " Ucap nya dengan panjang lebar.
Dia tentu saja tidak sembarangan bicara, itu adalah pengalaman nya di masa lalu. Dia dulu sangat sering menahan tangisan nya dengan tawa ringan yang tidak ia sangka sangka itu berdampak pada kesehatan mental nya.
Dia menjadi akan tertawa di setiap keadaan, saat takut, sedih, frustrasi dan lain sebagai nya. Dia tidak bisa menangis, entah kemana air mata nya.
Pada saat itu lah dia menyesal karena sejak kecil menahan tangisan nya dan menggantikan nya menjadi tawa.
Dia hanya bisa tertawa di saat dia paling frustrasi sekalipun karena itulah dia membunuh orang yang tidak di sukai nya sebagai bentuk Frustrasi nya.
Untunglah, di tubuh ini, dia bisa merasa kan kembali air mata nya yang sudah lama mengering.
"Fenghuang." Panggil Tetua Ouyang di depan nya, dia segera tersadar dari lamunan nya dan menatap Tetua Ouyang dengan tatapan penuh tanda tanya.
"Maaf kan aku, aku hanya terbawa beberapa pikiran yang tidak penting. " Ucap nya dengan tenang.
Setelah larut malam dan memastikan kalau Xue Fenghuang baik baik saja, Ouyang Si Niang pamit untuk kembali ke kediaman nya.
Dia menghela nafas lega, entah karena apa dia tidak merasa nyaman di dekat seseorang. Dia menyukai kesendirian, kesedihan dan sesuatu yang berkaitan dengan darah.
Pandangan nya terarah pada bulan yang sangat indah malam ini, dia membiarkan wajah nya bermandikan cahaya bulan yang indah.
"Orang orang di dunia ini, tidak ada yang bisa memahami kesedihan yang aku miliki. Tidak ada satu pun yang dapat mengerti itu. " Gumam nya sambil memejamkan mata.
Kaki nya bergoyang dengan pelan dan nafas nya teratur, dia tidak tidur hanya tenggelam dalam berbagai pemikiran nya sendiri.
Dia berpikir, bagai mana dia bisa masuk ke tubuh seseorang yang wajah nya jauh berbeda dengan milik nya dan nama yang sama.
Nama milik nya termasuk cukup langka, belum lagi mereka memiliki satu kesamaan, yaitu tanda Qilin yang menunjuk kan orang tua mereka.
Ini tidak mungkin sebuah kebetulan belaka, dia harus mencari tahu hal ini secepat mungkin. Siapa yang dengan berani berani nya mempermainkan hidup nya.
Belum lagi, menurut pemikiran nya baru baru ini. Dulu, kenapa dia bisa menjadi yatim piatu adalah karena kecelakaan.
Dia dan kedua orang tua nya mengalami kecelakaan hebat, mobil mereka hancur, kedua orang tua nya yang berada di depan meninggal.
Sedang kan dia yang duduk di kursi belakang dan merupakan orang yang paling pertama terkena tabrakan karena mereka di tabrak dari belakang, tapi dia masih hidup.
Belum lagi, ketika dia di bawa ke rumah sakit, dia merasa seperti baru bangun dari tidur yang panjang. Apa maksud dari semua nya.
Ada satu hal yang bisa menjawab itu semua, tapi dia tidak berani membayang kan nya dan segera menutup kemungkinan yang menyakitkan itu.
Dia menggeleng gelengkan kepala nya dan segera keluar dari pemikiran nya dengan nafas yang terengah engah.
"Aku tidak mungkin, tidak mungkin. Tidak ada yang begitu tega dengan anak nya. Tidak ! Yang menjadi pertanyaan adalah kenapa ibu ku bisa menjadi selir Xue Longque ? " Gumam nya sambil menepuk nepuk kepala nya.
"Tidak mungkin, jika memang ada jurus seperti itu di dunia ini maka itu pasti lah di miliki oleh seseorang dengan ahli tingkat tinggi ! Jika memang begitu, kenapa ibu ku ingin lari ke Keluarga Xue yang kecil dan hidup dengan tersiksa ?" Gumam nya dengan ketakutan.
Dia berjongkok dan menutup telinga nya untuk melarang bisikan bisikan yang masuk ke telinga nya seolah olah meyakinkan asumsi nya.
Bonus like 7,5 k : 3 / 3
note : kira kira, apa hubungan antara Xue Fenghuang modern dan Xue Fenghuang yang sudah meninggal ? Lalu , apa kemungkinan yang di pikir kan oleh Xue Fenghuang sampai sampai membuat dia merasa kacau seperti itu ? Kasih jawaban nya di comment ya, semua nya ! Terima kasih semua !