Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
321. Penerus Dewi Kematian


"Siapa itu ?" Tanya nya dengan terkejut ketika mendengar bahwa itu adalah orang yang dikenal olehnya.


"Itu adalah Feng Taoran, orang yang penuh dosa. " Ucap Xue Meigui dengan santai.


Dia yang mendengar ini membelalakkan matanya ketika mendengar nama yang disebutkan oleh Xue Meigui.


Dari puluhan atau bahkan ratusan nama yang melintas dikepalanya, tidak pernah ada nama Feng Taoran yang melintas di kepalanya.


Setelah itu dia baru menyadari bahwa genggaman nya terhadap Yuanzheng Yuwen telah lepas dan pemuda itu telah hilang !


Dia menoleh ke belakang dengan panik tapi tidak bisa menemukan seorangpun, dia kembali menatap Xue Meigui yang berjalan di depan nya.


"Tidak perlu mencari lebih jauh, kita memiliki urusan yang harus kita selesaikan jadi aku menyingkirkan pemuda itu. " Ucap Xue Meigui dengan tenang seolah olah sudah membaca pikirannya.


"Kemana kamu menyingkirkan nya ?" Tanya nya sambil berusaha untuk tetap tenang.


"Aku membawanya untuk menunggu di luar gerbang, disana dia akan dilayani oleh beberapa bawahan ku untuk menunggu. Tidak perlu khawatir, ketika kau kembali kau tidak akan kehilangan bahkan sehelai rambutnya. " Janji Xue Meigui.


Setelah mendengar Dewi Kematian membuat janji semacam ini, tentu saja dia merasa lebih tenang. Tapi, tetap saja dia masih merasa waspada.


Kemampuan Xue Meigui sangat baik, dia bahkan tidak tahu sejak kapan Yuanzheng Yuwen menghilang dari sampingnya.


"Nama Dewi Kematian memang sesuai reputasinya, aku bahkan tidak sadar ketika aku kehilangannya. "Puji nya.


"Itu hanya trik kecil, hal yang tidak berguna yang aku kembangkan ketika aku memiliki waktu luang. Aku bisa mengajarimu jika kau penasaran dengan hal tersebut. " Ucap Xue Meigui dengan santai dan membawanya ke ruang batu yang gelap.


"Jika begitu maka aku tidak akan menolak. " Ucapnya dengan antusias.


Dia selalu antusias dengan sesuatu yang baru apalgi dengan trik trik unik seperti yang di tunjukkan oleh Xue Meigui ini.


Meskipun itu belum tentu berguna baginya, tapi dia tidak peduli, selama dia tertarik maka dia akan mempelajari nya.


"Silakan duduk disini. " Ucap Xue Meigui sambil menunjuk batu yang dikelilingi oleh jurang kecil yang bercahaya.


Ada dua dan saling berhadapan yang membentuk Yin dan Yang, Xue Meigui menunjuk bagian Yin dan dia menuruti itu untuk duduk di tengahnya.


Sementara Xue Meigui duduk di seberangnya, suara derak terdengar yang membuat nya waspada sebelum akhirnya dia menyadari bahwa tempat duduk nya mulai bergerak.


Lebih tepatnya lingkaran itu berputar yang membuat tempat duduknya dengan Xue Meigui terus berputar, ini lebih mirip dengan proses persembahan.


Dia merasa kurang nyaman dalam hal ini dan tidak bisa menahan diri untuk tidak menatap Xue Meigui dengan tatapan penuh tanda tanya.


"Aku ingin kau menjadi penerus ku, Penerus Dewi Kematian. Umurku sudah tidak lama lagi dan tidak akan bisa bertahan lebih lama dari beberapa bulan. Aku selalu menjadi orang yang tertutup selama ini. "


"Tidak memiliki teman, tidak memiliki sahabat, meskipun aku seorang Dewi tapi kebanyakan Dewa Dewi memandangku dengan ketakutan dan mengatakan bahwa aku adalah iblis yang menyamar. Aku tidak peduli, tapi di lubuk hatiku itu masih mempengaruhiku. Aku masih merasa sangat kesepian dan tidak bisa menemukan penerus, tidak seperti Dewa Dewi lain yang memiliki sejumlah murid pribadi." Ucap Xue Meigui.


Dia mengangguk dan mendengarkan dengan sedih, ini adalah apa yang dirasakan olehnya juga tapi dia selalu menekannya dalam dalam.


"Alasan aku memilihmu adalah karena aku melihat bahwa kau memiliki sifat yang tidak jauh berbeda dariku, kamu juga mengalami banyak hal yang sama denganku, tapi kamu lebih baik dalam mengatasi hal hal tersebut. Aku harap kamu tidak marah denganku karena telah memilihmu bahkan tanpa persetujuan darimu. "


"Bisa mewarisi pengetahuan Dewi Xue adalah rahmat besar dalam hidupku, jangan anggap ini sebagai sanjungan omong kosong. Aku tulus ketika mengatakan ini, kamu adalah orang yang sangat aku kagumi. Orang yang bisa mengendalikan hidup dan mati seseorang. " Ucapnya dengan tulus.


"Tidak semudah itu, semuanya tidak semudah itu. Sebenarnya, aku hanya mengendalikan orang yang akan hidup dan orang yang akan mati, aku tidak memiliki kendali untuk menghidupkan yang mati seperti yang ada dalam legenda. " Ucap Xue Meigui dengan senyum pahit.


"Tapi, ini mungkin bisa sedikit membantumu. Dengan beberapa kenangan yang aku miliki untuk membantumu bertemu dengan orang orang yang telah meninggal. " Lanjut Xue Meigui.


"Kalau begitu, aku berterima kasih pada Dewi Xue karena telah bermurah hati. " Ucapnya.


"Jangan berterima kasih terlebih dahulu, kamu mungkin kurang senang dengan apa yang aku miliki sebagai kenangan. Tapi, yang pasti setelah memberikan kekuatanku padamu dan seni bela diriku padamu, umurku akan memendek dan mungkin hanya bisa bertahan satu hari terakhir. " Ucap Xue Meigui.


Dia membelalakkan matanya kala mendengar ini, ini benar benar diluar ekspektasi nya. Dia berpikir bahwa Xue Meigui hanya ingin memberinya seni bela diri, tidak menyangka bahwa itu termasuk kultivasi nya.


"Dewi Xue, ini semua terlalu banyak. Kamu masih bisa bertahan selama beberapa tahun lagi, kenapa melakukan hal semacam ini ?" Tanyanya dengan bingung.


"Kehidupanku sudah penuh dengan putus asa, hidup dan mati hampir tidak ada bedanya bagiku. Aku akan bereinkarnasi dalam 100 tahun kedepan. Jika di masa depan Reinkarnasi ku bertemu denganmu maka aku harap bimbingan mu. " Ucap Xue Meigui dengan senyum tipis.


"Jika memang seperti itu maka aku tidak akan keberatan, selama aku masih hidup maka aku akan mencari reinkarnasi Dewi Xue. " Ucapnya dengan penuh tekad.


"Tidak perlu mencari, apabila memang berjodoh maka akan bertemu secara sendirinya, jika memang tidak berjodoh maka tidak peduli kamu mencari sampai ke ujung dunia, itu tidak akan bertemu. Mari kita mulai pewarisan kultivasi ini. " Ucap Xue Meigui.


Dia mengangguk dan duduk dalam posisi lotus dengan telapak tangan yang terbuka dan menghadap langit.


Tempat dia dan Xue Meigui duduk bahkan berputar lebih cepat dari pada sebelumnya dan tubuh mereka berdua di liputi oleh cahaya hitam.


Dia memejamkan mata dan berusaha yang terbaik agar tidak menyia nyiakan sedikitpun kultivasi yang diberikan oleh Xue Meigui padanya.


Dia menerima semuanya dan mengolahnya untuk menjadi Qi nya, kekuatannya berkembang pesat dan terus meningkat dari satu tahap ke tahap lain.


Itu bahkan tampak sangat menakjubkan, dia belum pernah mendengar bahwa di dunia ini ada sebuah ritual pewarisan kultivasi semacam ini.


Ini sangat baik dan bisa dilakukan untuk menurunkan kultivasi dari generasi ke generasi lain agar bisa terus berjalan dengan baik dan tidak menjadi sia sia.