Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
174. Memperbaiki Tubuh III


Hari Kelima


1 Jam


Dia merasa seperti tubuh nya di gigit oleh semut, tapi dalam jumlah yang sangat banyak sekali mungkin ratusan atau bahkan ribuan.


3 Jam


Seluruh tubuh nya mati rasa dan tidak bisa merasakan apa pun, dia rasa ini jauh lebih baik di bandingkan siksaan sebelum sebelum nya.


6 Jam


Dia mencabut kembali kata kata nya sebelum nya ! Ini jauh lebih buruk di bandingkan petir sebelum nya !


Ribuan binatang beracun yang asli datang berbondong-bondong dan menggigit nya tanpa ampun, bahkan dia tidak bisa menggertak kan gigi lagi.


12 Jam


Dia meraung sekeras keras nya, hanya untuk melampiaskan rasa sakit yang di rasakan nya. Luka yang sebelum nya karena siksaan sebelum nya, di lapisi dengan racun membuat semua nya terasa jauh lebih buruk.


Dari semua kata kata nya sebelum ini, yang benar hanya satu, yaitu adalah kematian jauh lebih baik di bandingkan hidup seperti ini.


Dia ingin, mundur tapi tidak bisa melakukan nya. Lagi pula, ini sudah hari kelima dan hanya tersisa dua hari lagi sebelum dia bisa mendapat kan tubuh baru untuk nya.


Sebenar nya, jika dia tidak ingin susah maka dia bisa membunuh salah satu orang dan memindahkan jiwa nya ke dalam tubuh kosong itu.


Tapi, dia tidak menginginkan itu, dia tidak suka sesuatu yang merupakan bekas orang lain. Dia menginginkan tubuh yang sama sekali baru, tubuh yang secara khusus di buat untuk nya, bukan hasil merebut tubuh orang lain.


24 Jam


Dia hampir merasa kalau diri nya sudah sangat dekat dengan kematian, dia beberapa kali menutup mata nya. Tapi kembali sadar berkat kembang api yang di buat oleh Zhuge Yao di depan nya.


Dia diam diam mengucapkan terima kasih pada pria itu karena telah membantu nya untuk tetap sadar.


Hari keenam


1 Jam


Dia tidak berteriak, dia tidak merasakan apa pun. Seluruh kulit nya yang kering mulai mengelupas secara tidak terkendali.


3 Jam


Darah terus mengalir deras dari dalam tubuh nya dan seluruh tubuh nya gemetar kala merasakan panas menyengat dari sinar matahari yang bisa membunuh nya kapan saja.


6 Jam


Dia beberapa kali menggertak kan gigi karena rasa sakit yang tidak tertahankan.


12 Jam


Pandangan nya mulai gelap dan dia tidak bisa melihat dengan jelas ke depan, tapi dia menggigit lidah nya untuk kembali sadar.


24 Jam


Seluruh tubuh nya sudah sepenuh nya tidak memiliki kulit, daging nya tampak bisa jatuh kapan saja dan darah terus mengalir dengan deras.


Hari Ketujuh


Kulit perlahan lahan tumbuh dan itu semua tidak dalam waktu yang singkat, butuh waktu sekitar satu jam sebelum semua nya berhasil tumbuh.


Kulit baru nya tampak lebih halus, lebih pucat dan lebih cantik. Formasi di sekitar nya mulai turun dan pandangan nya benar benar menggelap.


Dia tidak bisa menahan diri lagi sebelum terbaring ke pasir tanpa bisa bergerak, seluruh tubuh nya mati rasa dan pandangan nya menggelap.


Dia tidak bisa mendengar atau melihat apa pun lagi, kesadaran nya tenggelam ke kegelapan yang dalam.


Zhuge Yao yang baru saja akan memberikan selamat, melihat Xue Wang Ji yang sudah pingsan terlebih dahulu langsung saja menahan tubuh gadis itu agar kepala nya tidak menghantam pasir.


Meski pun itu pasir, tapi jika jatuh tidak terkendali maka akan lumayan sakit juga. Dia berusaha untuk membangunkan gadis itu dengan menepuk nepuk pipi nya dengan perlahan.


"Hei, bangun! " Panggil nya dengan suara pelan tapi tegas.


Melihat Xue Wang Ji yang tidak memberi nya tanggapan, dia langsung saja mengangkat tubuh tidak berdaya itu dan membawa nya ke ranjang batu yang sebelum nya.


Dia membaringkan tubuh Xue Wang Ji dengan perlahan sambil menghela nafas, setelah melihat kalau gadis itu tidak terluka.


Dia duduk di meja dengan ekspresi datar, tapi sebenar nya sedang memikir kan sesuatu. Dari apa yang di baca nya, selama ini tidak ada yang berhasil melewati perubahan bentuk tubuh yang ini.


Tapi, akhir nya ada seseorang yang berhasil melewati nya. Untuk kedua kali nya, dia terkejut dengan Xue Wang Ji.


Sekarang dia tahu, bahwa di balik tubuh rapuh itu masih ada sebuah jiwa yang di penuhi tekad untuk bertahan hidup.


Sekarang, wajah Xue Wang Ji berubah menjadi lebih dewasa dan tidak meninggal kan kesan kekanak kanakan lagi.


Menjadi sebuah teratai putih yang sudah mekar sepenuh nya, kecantikan nya berada di puncak kejayaannya. Kulit nya sehalus giok , kulit nya seputih dan se pucat salju.


Tubuh gadis itu menjadi lebih tinggi, jika sebelum nya mungkin hanya 165 cm sekarang menjadi 172 cm. Gadis itu juga pernah berkata kalau dia baru berumur 16 tahun.


Sungguh pencapaian yang sangat luar biasa untuk umur yang begitu muda, sayang bakat nya terlalu menentang Surga.


Sampai sampai Surga pun iri dengannya, itu bisa di lihat dari banyak nya kemalangan yang menimpa gadis itu. Dia tidak bisa tidak merasa iba setelah memikir kan itu.


Dia melangkah maju dan memeriksa denyut nadi gadis itu dan memeriksa alat pencernaan nya, dia tersenyum senang untuk pertama kali nya setelah ratusan atau bahkan ribuan tahun terakhir.


Sudah terlalu lama sejak dia pernah tersenyum, dia selalu sendirian jadi pada siapa dia harus memberikan senyuman nya?


Bibir nya terasa kaku ketika itu membentuk senyuman. Tapi, yang pasti adalah tubuh gadis itu sudah sepenuh nya membaik bahkan mendapat kan beberapa keuntungan tambahan.


"Cepat lah bangun, kau akan senang karena perjuangan mu tidak sia sia. " Ucap nya dengan senyum tipis, tangan nya terulur ingin menyingkir kan rambut yang menutupi wajah indah Xue Wang Ji.


Tapi dia kembali menarik tangan nya lagi karena berpikir itu akan menjadi hal yang tidak sopan karena dia sendiri tidak terlalu dekat dengan Xue Wang Ji.


Dia duduk dan menunggu gadis itu sadar. Setelah 6 jam berlalu, dia mulai membuat kan bubur ikan untuk gadis itu makan.


Sudah 6 jam, seharus nya gadis itu akan sadar sebentar lagi. Dia memasakn bubur dengan santai, memasak telah menjadi hobi nya belakangan ini meski pun dia tidak perlu makan.


Dia adalah Binatang Ilahi Lapisan Surga yang bisa bertahan tanpa makanan selama satu tahun. Tidak makan beberapa bulan bukan lah masalah serius bagi nya.


Tapi berbeda cerita lagi jika itu adalah manusia, meski pun manusia telah menjadi kultivator, mereka masih memerlukan makanan.


Yang dia herankan adalah kenapa ketika seluruh alat pencernaan sudah hancur, gadis itu masih bisa mempertahankan kehidupan nya?


Dia tidak pernah mendengar kasus ini pada manusia yang masih hidup? Kecuali jika itu adalah hantu, ini bukan lah hal yang sulit untuk di cari.


Tapi jika itu adalah manusia, maka takut nya tidak ada kasus semacam ini sebelum nya. Karena itu lah, dia ragu untuk menggunakan cara ini pada Xue Wang Ji.


Takut jika cara nya tidak berhasil dan gadis itu harus menanggung rasa sakit yang tak tertahankan, tapi untung lah gadis itu bertahan.


"Eunggh, dimana aku? " Gumam suara serak di belakang nya.


Dia langsung menoleh dan melihat Xue Wang Ji yang berbaring dengan mata yang setengah terbuka.


"Kau sudah berhasil, aku sudah membawa mu masuk untuk beristirahat. Istirahat lah dulu, jangan langsung berdiri. Aku sedang memasak kan bubur ikan kesukaan mu. " Ucap nya.


"Hm, baik lah. Terima kasih senior Zhuge, aku telah berhutang banyak pada mu. " Jawab Xue Wang Ji.


"Kau adalah orang yang berhasil melewati tantangan, sudah selayak nya aku membantu mu. Jangan berpikir terlalu banyak. " Ucap nya sebelum kembali melanjut kan kegiatan nya yang sempat tertunda.


Setelah beberapa saat, bubur sudah selesai di masak dengan baik. Dia menyajikan nya di mangkuk porselen dan menarik sebuah kursi.


Setelah itu dia berjalan ke ranjang batu dan membantu Xue Wang Ji untuk berjalan dengan perlahan lahan menuju meja batu.


Lalu, Xue Wang Ji duduk di kursi yang sudah di tarik oleh nya.


"Terima kasih , Senior Zhuge. " Ucap Xue Wang Ji dengan senyum tipis.


"Tidak masalah. " Jawab nya, dia menuangkan teh hangat untuk gadis itu.


Setelah semua yang berkaitan dengan Xue Wang Ji selesai, dia berjalan kembali menuju dapur dan mengambil mangkuk lain nya untuk diri nya.


Dia duduk di seberang Xue Wang Ji dan mengamati cara gadis itu makan dengan teliti, perlahan lahan bubur itu terus berkurang sampai habis, tapi dia belum menyentuh bubur nya sedikit pun.


Dia terlalu sibuk untuk mengamati gadis itu dan tanpa sadar Xue Wang Ji menatap nya dengan tatapan bingung.


"Senior Zhuge, apa kah kamu tidak ingin makan bubur mu? Bubur mu akan mendingin jika di biarkan saja. Kenapa kamu menatap ku terus sejak tadi? Apa kah ada yang salah dengan diri ku? " Tanya Xue Wang Ji dengan bingung.


Xue Wang Ji yang merasa diri nya sejak tadi di tatap oleh Zhuge Yao pun mengangkat kepala nya dan melihat pria itu menatap nya dengan tatapan yang dalam dan tidak bisa di artikan.


"Senior Zhuge! " Panggil nya dengan suara yang lebih kencang pada Zhuge Yao.


"Ah, ya. Maaf kan aku, aku memikir kan sesuatu. " Ucap Zhuge Yao dengan sedikit salah tingkah.


Dia yang melihat tingkah aneh Zhuge Yao hanya bisa menggeleng geleng kan kepala nya dan berjalan menuju dapur sebelum kembali menambah porsi makan nya.


Bubur ikan adalah makanan favorit nya, dulu ketika dia muda di kehidupan lalu. Dia selalu ingin makan bubur ikan ketika musim dingin, tapi sayang dia tidak mempunyai uang untuk itu.


Bonus Like 26 k : 3 / 3