Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
319. Kekalahan Qing Yu


"Tidak ada gunanya lagi untuk melawan, tapi karena kau sangat bersikeras maka jangan salahkan aku karena kejam. " Ucapnya dengan seringaian.


Dia meloncat mundur dan bersiap untuk bertarung dengan kekuatan penuh, jika dia terus mengundur ini maka sulit baginya untuk menang.


Kemungkinan akan menjadi 50:50 apabila mereka masih tarik ulur seperti sebelumnya, akan ada lebih banyak kesempatan apabila dia langsung menyerang habis habisan.


"Tebasan Phoenix Ilahi !" Jurus ini hanya bisa digunakan olehnya 4 atau 5 kali sebelum akhirnya Qi nya hilang paling tidak setengah.


Setelah Qi nya terkuras sampai setengah, butuh waktu 1 sampai 2 jam untuk mengembalikan Qi nya.


Dia sangat berhati hati dalam memperhitungkan kemenangan, bagaimanapun Qing Yu adalah Iblis yang licik dan memiliki banyak akal.


Dia takut, apabila dia sedikit ceroboh maka dia akan semakin dirugikan dan semakin sulit untuk menang dari Qing Yu.


Dia memandang ke arah Yuanzheng Yuwen dan memberi tahu beberapa hal dengan tatapan, Yuanzheng Yuwen mengangguk dan menjauh.


Dia menatap Yuanzheng Yuwen yang menjauh sebelum akhirnya kembali fokus dengan pertarungannya.


Pedangnya meluncur ke depan layaknya ular berbisa yang akan membunuh musuhnya tanpa ampun.


Tidak perlu lama sebelum akhirnya tubuh Qing Yu memiliki banyak luka bekas pedang dan mulai tidak seimbang.


Xue Fenghuang berubah menjadi lebih dominan dan lebih ganas daripada sebelumnya, Xue Fenghuang menerjang ke depan tanpa ampun.


Tringgg


Qing Yu terbelalak kala melihat pedang kesayangannya terbelah dua di bawah pedang Xue Fenghuang.


Dan Bing Yue, pedang Xue Fenghuang dengan cepat berada di sebelah leher Qing Yu , yang dapat dengan mudah memotong leher Qing Yu kapan saja.


Keduanya mendarat di tanah dengan pemenang yang sudah di ketahui, tapi tidak satupun dari mereka yang meninggalkan keangkuhan masing masing.


"Bunuhlah aku, aku akan membalas dendam padamu di masa depan !" Ucap Qing Yu dengan marah dan mata yang memerah.


"Aku tidak akan membunuhmu. " Ucap Xue Fenghuang lalu menyarungkan pedangnya dan menyimpan Bing Yue.


(Sudut padang dari Xue Fenghuang)


Dia berjalan maju mendekati Qing Yu yang tampak terkejut dengan tingkah lakunya. Dia telah di beri pesan oleh Qian Bei untuk mengampuni Qing Yu di bawah pedangnya.


Bagaimana mungkin dia tidak memberi wajah pada Qian Bei yang telah membantunya selama ini.


"Jika Dewa Qian tidak memohon padaku atas namamu, maka jangan harap untuk tetap berdiri disini. " Ucapnya sebelum berjalan balik.


"Aku tidak perlu belas kasihan darinya ! Jika kau tidak ingin membunuhku maka biarkan aku yang melakukannya !" Teriak Qing Yu dari belakang sambil membawa sebuah belati.


Dia mendengus dingin sebelum mengibaskan lengan pakaiannya dan membuat belati di tangan Qing Yu terpental.


"Jika kau berani melakukannya maka aku akan membuatmu lebih menderita daripada kematian. "Ucapnya dengan dingin.


Dia berjalan menjauh dengan kedua tangan yang terkait di belakang, dia mencari Yuanzheng Yuwen.


Yuanzheng Yuwen disuruh olehnya untuk mencari Fan Cheng selama dia bertarung dengan Qing Yu.


Sementara dia berjalan menjauh, dia terkejut melihat kondisi Fan Cheng yang mengenaskan dan tampak sekarat sedang dipapah oleh Yuanzheng Yuwen.


Dia mempercepat langkahnya untuk mendekati keduanya, pakaian putih Yuanzheng Yuwen bahkan telah ternoda menjadi merah darah.


"Diam, aku akan mengobatimu. " Ucapnya dengan marah sambil menahan kesedihannya.


Bagaimanapun, Fan Cheng adalah orang yang telah membantunya beberapa kali di masa lalu.


"Percuma, kau tidak akan bisa mengobatiku. Ini adalah luka jiwa yang dibuat oleh Qing Yu, tidak akan pernah disembuhkan. Satu satunya jalan yang menungguku adalah kematian. " Ucap Fan Cheng dengan lemah.


Dia berlutut di tanah untuk menyejajarkan tingginya dengan Fan Cheng yang setengah berbaring atau lebih tepatnya bersandar di tubuh Yuanzheng Yuwen.


"Xue Fenghuang, aku selalu menyukaimu tapi karena kau telah memiliki orang yang kau sukai maka aku tidak akan memaksa. Mengatakan ini akan membuat hatiku menjadi tenang, seumur hidupku, kamu adalah orang paling baik padaku. Terima kasih karena telah memperhatikan ku selama ini dan memperlakukan ku dengan tulus. " Ucap Fan Cheng.


Darah mengalir dari sudut bibir Fan Cheng sebelum akhirnya matanya meredup dan terpejam sepenuhnya.


Seluruh tubuhnya kehilangan daya dan kepalanya tergolek ke samping tanpa perlawanan.


Meskipun begitu, senyum bahagia tidak hilang dari wajah Fan Cheng. Dia terdiam untuk sesaat sebelum akhirnya berdiri di tempatnya dengan dingin.


"Dia sudah pergi, mari menguburkan nya. " Ucapnya dengan tenang.


Setelah melihat banyaknya kematian orang orang, dia menjadi lebih tenang atau tepatnya mati rasa.


Pertama dimulai oleh Le Ning, pelayannya yang pertama kali ketika dia datang ke tempat yang aneh ini.


Lalu, orang orang terdekatnya, ibunya, atau bahkan dirinya sendiri. Dia sudah terlalu banyak melihat kematian orang terdekatnya.


Sekarang, Fan Cheng pun menjadi orang terdekatnya yang selanjutnya.


Dia menggunakan kekuatannya untuk membuka tanah dan membentuk makam yang bagus untuk Fan Cheng.


"Mari bertemu di masa depan dengan kehidupan yang lebih baik, sampai kapanpun aku akan menganggap mu sebagai saudara laki laki ku. " Ucapnya, sebelum akhirnya dia berbalik dan berjalan pergi.


Sementara dia melewati Qing Yu yang sedang berdiri terperangah ketika melihat tingkah lakunya yang terlalu aneh untuk ukuran manusia normal.


"Apakah kau benar benar seorang manusia ?! Temanmu baru saja meninggal tapi kau tidak menitikkan satu air matapun untuk nya. " Ucap Qing Yu dari belakang.


"Kenapa aku menitikkan air mata ? Tidak ada yang berubah ketika air mataku menetes, apakah dengan menangis orang yang pergi akan kembali ?" Tanya nya dengan dingin.


Qing Yu terdiam sementara dia berjalan menjauh sambil menggandeng tangan Yuanzheng Yuwen dengan manis.


"Ayo pergi, tidak ada gunanya mengurus Iblis gila yang kesepian. " Ucapnya sambil menarik tangan Yuanzheng Yuwen.


"Xue Fenghuang, kau bahkan lebih tidak punya hati dibandingkan seorang Iblis !" Teriak Qing Yu dari belakang.


Dia tidak merasakan apapun dan berjalan pergi menjauh, sementara Qing Yue terus menerus meneriakkan kata kata kutukan untuknya.


"Apakah kau baik baik saja ?" Tanya Yuanzheng Yuwen setelah cukup lama diam.


Dia tersenyum tipis, mereka telah berjalan cukup jauh dari tempat Qing Yu.


"Tentu saja baik, apa yang tidak membuatku merasa tidak baik baik saja ?" Tanya nya dengan santai.


"Jangan berbohong, kau bisa membohongi siapapun tapi tidak denganku. " Ucap Yuanzheng Yuwen lalu membawanya ke dalam pelukan hangat pemuda itu.


"Yuwen, aku tidak berbohong. Tidak peduli seberapa aku ingin menangis, air mata tidak akan menetes. " Ucapnya dengan suara serak.