
Selama satu minggu, Xue Fenghuang tidak menghabiskan waktu nya dengan percuma. Melainkan menghabiskan waktu nya untuk kultivasi dan melatih kemampuan alkemis nya.
Kultivasi nya saat ini telah mencapai tingkat 4 Ramah Bela Diri, sudah naik dua tingkat sejak dia datang kemari. Tapi, jika di banding kan dengan sumber daya yang harus dia keluarkan maka itu tidak sepadan.
Untuk naik ke tingkat ini, dia telah menghabiskan lebih dari 20 pil Roh Bela Diri, hampir 150 inti monster dan puluhan Kristal Roh.
Karena kebutuhan Kristal Roh yang sangat besar, dia terpaksa merampok beberapa murid yang mencari masalah dengan nya.
Reputasi nya sebagai murid paling kejam di bagian luar menyebar dengan sangat cepat, tapi dia tidak peduli. Dia berjalan menuju Pelelangan yang kemarin tetap dengan pakaian pria nya.
Di sampingnya ada Lin Rong Rong dengan pakaian berwarna merah muda nya dan berjalan seiringan dengan nya.
Banyak orang yang memuji mereka sebagai pasangan yang sempurna, tapi tidak sedikit yang mengejek nya karena lebih pendek dari Lin Rong Rong yang di anggap sebagai istri nya.
Semua nya berjalan dalam kendali sampai akhir nya ada seorang pria bertubuh kekar yang menatap Lin Rong Rong dengan tatapan mesum.
"Lihat apa kau ?!" Tanya Lin Rong Rong dengan marah.
"Ah, wajah mu sangat menggemaskan ! Aku menyukai nya, kau pasti akan memberikan perlawanan yang menarik saat berada di ranjang bersama ku !" Kata pria kekar itu dengan mesum.
Dia tertawa ringan sebelum menahan tangan Lin Rong Rong yang sudah bersiap untuk memberikan pelajaran pada pria tidak tahu malu ini.
"Tuan, anda tampak nya sangat lemah ? Aku tidak yakin anda bisa mengimbangi istri ku. " Ucap nya dengan senyum tipis.
"Diam kau ! Dasar pendek !" Kata pria kekar itu.
"Kau akan menyesali kata kata mu yang satu ini, tuan. Orang orang bisa mengejek ku sebagai apa pun, tapi aku paling kesal ketika ada orang yang menyinggung tinggi tubuh ku. " Ucap nya.
"Ha ha ha, kau berusaha untuk membual ? Memang nya kau bisa apa dengan tubuh kecil mu itu ?!" Tanya pria kekar itu masih tidak tahu siapa tuan nya di sini.
"Tuan, anda tampak nya memiliki banyak tulang yang bisa aku patahkan di waktu luang. " Ucap nya dengan senyum, tapi kali ini senyuman nya tampak mengerikan.
Brukk
Kaki nya menendang dada pria kekar yang bahkan tidak memiliki kultivasi itu, pria kekar itu terlempar ke belakang dan menghantam salah satu jualan orang.
Pria kekar itu memuntahkan darah sebelum meninggal di tempat dengan seluruh organ dalam yang hancur.
"Ayo pergi, sangat mengotori pemandangan !" Ucap nya sambil menarik tangan Lin Rong Rong, orang orang berteriak ketakutan.
Orang orang yang berjualan langsung berlari ketakutan ke pinggir atau pun masuk ke dalam rumah mereka, terdengar suara tangisan anak anak.
Lin Rong Rong tampak mengeratkan pegangan tangan.
"Jangan khawatir, mereka hanya terkejut dengan apa yang kau lakukan. " Dukung Lin Rong Rong.
"Memang nya aku khawatir ? Aku tidak apa apa, hal seperti ini tidak akan menganggu ku. " Ucap nya berusaha untuk cuek dengan keadaan sekitar yang tampak mengucilkan nya.
Dia berusaha untuk membohongi diri sendiri kalau dia akan baik baik saja dengan keadaan ini dan bisa menerima nya dengan tangan terbuka.
Mereka melanjutkan perjalanan mereka dengan hening, tidak ada satu pun dari mereka yang berniat untuk membuka suara.
Dari dulu, dia memiliki sebuah kebiasaan buruk yang selalu di simpan oleh nya sendirian. Dia selalu berekspektasi terlalu tinggi pada suatu hal.
Dia juga berharap kalau ada orang yang memuji nya dia setiap tindakan nya dan jika dia tidak mendapatkan hal itu maka dia akan kecewa berat.
Ini adalah sifat buruk yang di bawa nya dari kehidupan lalu dan dia membenci nya sekarang, dia dulu juga begitu apa lagi ketika karya nya beberapa kali di tolak dulu sampai akhir nya menjadi seorang penulis terkenal.
Ketika dia melakukan sesuatu maka dia akan merasa sangat superior, tapi jika itu tidak berjalan sesuai dengan rencana nya maka dia akan merasa sangat inferior.
(Superior : Bisa di artikan sebagai sombong, narsis dan merasa diri nya jauh lebih baik daripada siapa pun.
Inferior : Perasaan tidak berharga, bermutu rendah dan tidak berguna dan jika berlebihan akan menyebabkan stress atau depresi. )
Tak terasa dia sudah sampai di Pelelangan, ada beberapa penjaga lebih banyak di banding kan saat dia datang sebelum nya.
Antrian sangat banyak untuk berjalan masuk dan hanya ada satu jalur untuk masuk yang masih kosong, dia mengerutkan dahi dan berjalan ke jalur yang kosong dengan percaya diri.
"Maaf, tuan dan nona, kalian harus mengantri lewat sana." Kata penjaga itu.
"Kenapa begitu ? Bukan kah di sini kosong ?" Tanya nya tidak mengerti yang menjadi tertawaan orang orang.
"Tuan, di sini hanya untuk orang dengan undangan khusus pelelangan kami. " Kata penjaga itu sambil menahan tawa.
Dia terdiam sebentar sebelum mengeluarkan kartu emas yang di beri kan oleh Tetua Li beberapa hari yang lalu, orang orang langsung menahan napas.
Tidak ada lagi yang tertawa, bahkan yang tertawa mulai diam diam berjalan pergi dengan keringat dingin, penjaga itu juga langsung diam dan mengambil kartu milik nya.
"Maaf kan aku tuan dan nona karena sudah tidak sopan, silakan masuk. Akan ada pelayan yang mengantarkan kalian ke dalam. " Kata penjaga itu dengan sedikit gemetar.
Dia mengangguk dan berjalan ke dalam, sekarang dia tahu kalau ternyata kartu itu adalah barang yang berharga di pelelangan ini.
Itu mungkin tanda kehormatan tamu pelelangan ini, yang kemungkinan besar adalah pejabat setempat atau kultivator hebat.
Jadi, wajar saja orang berlari ketakutan setelah secara tidak langsung mengejek nya dengan menertawai nya.
Jika itu adalah pejabat lain maka mereka mungkin akan marah dan memberi beberapa pukulan pada orang yang menertawai nya.
Masalahnya, dia juga tidak tahu kalau itu adalah barang yang penting. Jadi, bisa di bilang ini adalah salah nya juga yang bodoh.
Sampai ke dalam, ada seorang pelayan dengan pakaian berenda yang sangat tipis dan menunjukkan lekukan tubuh nya yang samar samar.
"Silakan Tuan dan nona mengikuti ku. " Kata pelayan itu dengan sopan.
"Baik." Dia menatap ke arah sekeliling nya dan melihat Tetua Ouyang dengan beberapa pelayan lain yang sedang berjalan ke arah nya.
Itu berasal dari belakang nya, dia berkeringat dingin dan menyuruh pelayan itu untuk berjalan sedikit lebih cepat.
Bonus like 5 , 5 k : 2 / 3
note : buat yang mau lihat ilustrasi pakaian yang di gunakan oleh Xue Fenghuang atau cast nya bisa langsung di lihat di instagram author (@kc.novel_writer)