
Dia berjalan mendekat dengan perasaan tidak enak yang terus menyerang diri nya. Dia duduk di sebelah Lin Cong Zi dan memanggilnya.
"Saudari Lin, siapa mereka ?" Tanya nya dengan ragu ragu, seolah olah takut untuk mendengar jawaban nya.
"Mereka adalah teman teman ku, kenapa kamu keberatan ?" Tanya Lin Cong Zi dengan tidak senang.
"Saudari Lin, kita jadi bukan untuk berjalan jalan nanti setelah makan pagi ?" Tanya nya.
Wajah Lin Cong Zi berubah seolah olah menjadi kesal, gadis itu tampak memutar mata nya dengan kesal.
"Aku tidak bisa pergi bersama mu, aku harus pergi bersama dengan mereka. Cari saja orang lain untuk pergi bersama mu, jangan terlalu manja. " Ucap Lin Cong Zi dengan decakan kesal.
Dia duduk termenung sedang kan Lin Cong Zi sibuk tertawa tawa dengan kedua teman baru nya, dia berdiri dan memukul meja.
"Saudari Lin, apa maksud dari kata kata mu itu ? Kamu mengingkari perkataan mu ?!" Tanya nya dengan tidak percaya dan berharap kalau ini hanya lah satu dari ribuan mimpi buruk nya.
Lin Cong Zi ikut berdiri dengan wajah penuh kemarahan dan kekesalan luar biasa.
"Saudari Xue, aku sudah muak dengan segala kelakuan mu ! Kau selalu menutupi diri ku dari segala ketenaran yang seharus nya adalah milik ku ! Kamu pergi dan mendapat kan perhatian Ketua Sekte padahal kau tahu sendiri kalau aku sangat menyukai Ketua Sekte ! Semua orang memuji mu sebagai kecantikan Surgawi, sedang kan aku ? Tidak ada yang memuji ku !" Teriak Lin Cong Zi dengan marah, mereka menjadi sumber perhatian semua pelanggan penginapan.
"Jadi karena itu ? Ha ha ha, aku telah memandang tinggi diri mu, Saudari Lin. Ini bukan diri mua yang sebenar nya !" Teriak nya dengan frustrasi.
"Justru ini adalah diri ku yang sebenar nya , tidak kah kamu merasa kalau diri mu sangat membosankan ? Kamu mengekang ku untuk memiliki teman lain ! Aku sudah muak dengan segala itu ! Lebih baik untuk tidak pernah menjadi teman lagi, baik sekarang mau pun di masa depan !" Ucap Lin Cong Zi sebelum mengajak kedua teman baru nya untuk pergi.
Dia tertawa, tawa nya melengking dan membuat semua orang ketakutan. Tidak ada air mata yang mengalir di mata nya.
Hanya ada kemarahan dan kekecewaan tanpa batas di wajah nya.
"Aku akan mengutuk diri mu dan kedua teman mu, aku tidak akan melepas kan kalian. Karena kita sekarang adalah musuh, maka tidak akan sulit bagi ku untuk memusnah kan kalian semua. " Gumam nya dengan pelan, lebih seperti bisikan.
Dia memandang ke depan, dia melihat Lin Cong Zi yang berjalan menjauh dengan tatapan penuh kebencian.
Kebencian nya telah tercetak jelas di dalam tulang nya, dia tidak akan pernah melupakan penghinaan ini bahkan ketika dia mati !
Ketika dia berpikir kalau dia sudah menemukan satu teman yang sangat cocok serta setia dengan nya, di saat itu lah orang itu pergi dari nya dan meninggal kan luka.
Pikiran nya langsung melayang pada Qin Yue dan ayah nya.
'Apa kah mereka akan meninggal kan ku juga ?' Tanya nya dalam hati, dia membeku di tengah tengah kerumunan pelanggan penginapan.
Kaki nya melemas ketika harus membayang kan itu dan dia kembali mengingat satu kalimat di dalam mimpi buruk nya.
"Kamu akan di tinggalkan oleh semua orang yang berada di dekat mu. " Ucap wanita di balik salju.
FLASHBACK OFF
Dia duduk masih dengan posisi yang sama, tatapan nya masih menatap ke depan tapi dia tidak tahu pikiran nya sudah melayang kemana.
"Aku sudah berhasil !"Teriak orang di depan nya dengan nyaring yang secara paksa membawa nya kembali ke dunia nyata.
"Kamu orang yang mengatakan untuk berhenti bertarung bukan ?" Tanya nya sambil berdiri dan membersihkan pakaian nya dari pasir yang menempel.
"Itu adalah trik dari ku untuk menang dari orang orang bodoh itu. "Ucap pria itu tanpa malu.
Dia tertawa ringan mendengar itu, hati nya mengeras dan dia kembali tersenyum tipis.
"Pulang lah ke tempat mu, jika aku bertemu dengan mu lagi maka kau akan ku pasti kan mati. " Ucap nya dengan tegas.
"Terima kasih !Terima kasih banyak Dewi !"Teriak pria itu sambil berteriak.
Sedang kan dia meloncat ke salah satu atap sambil melihat kepergian pria itu dan mengikuti nya.
"Apa dia pikir aku akan benar benar melepas kan nya begitu saja ? Apa kah aku tidak tahu apa yang dia pikir kan begitu melihat diri ku ?" Tanya nya dengan pelan sambil terkekeh.
Di sisi lain, Fan Cheng berdiri di atas salah satu atap dengan tenang, dia menatap Lin Cong Zi yang sedang bersenang senang dengan teman teman nya.
"Sebuah kekejaman besar untuk mempengaruhi seorang manusia, benar benar karya besar Nyonya Iblis. " Ucap Fan Cheng dengan pelan pada wanita yang menggunakan gaun hitam yang di hiasi dengan bulu gagak.
"Ha ha ha, Tuan Kipas Abadi benar benar tahu bagai mana cara nya bercanda. Siapa yang di antara kita bukan lah mahkluk yang kejam ?" Tanya wanita itu sambil terkekeh.
"Nyonya Iblis, bagai mana kalau kau menerima ku sebagai menantu mu ?" Tanya Fan Cheng dengan santai.
"Tidak masalah selama gadis itu menerima nya, dia adalah pemilih yang hebat. Aku takut, kamu tidak dapat mendapat kan nya. " Ucap Nyonya Iblis dengan nada setengah mengejek.
"Tidak peduli apa yang terjadi, aku masih akan mencoba untuk mendapat kan nya. " Ucap Fan Cheng dengan acuh tak acuh.
"Kamu keras kepala sekali, apa kau benar benar mencintai nya ? Bukan kah kalian baru mengenal baru baru ini ?" Tanya Nyonya Iblis dengan heran melihat sikap Fan Cheng.
"Siapa lagi yang bisa memanggil ku sebagai hantu rendahan ? Siapa lagi yang khawatir jika aku keluar terlalu lama di bulan hantu akan mendapat kan hukuman ? Siapa yang benar benar memperdulikan rutinitas makan ku dengan benar ? Tidak ada, selain dia. " Ucap Fan Cheng sambil menghela nafas.
Tidak ada yang bersuara setelah itu, mereka berdua tenggelam dalam pikiran masing masing, sedang kan Xue Fenghuang berdiri dengan tangan yang berlumuran darah.
Gadis itu tertawa lantang yang membuat gunung yang sepi itu bergetar dan burung burung berjalan pergi.
Sungai darah dengan jelas terbentuk dari pondok kayu di depan nya, wajah nya dengan jelas terkena percikan darah.
"Pergilah, atau aku akan membakar kalian dia ini. " Ancam nya pada ratusan wanita yang di kurung di dalam pondok kayu.
Mereka berlari dengan ketakutan sampai akhir nya hanya menyisakan satu gadis kecil yang mungkin baru berumur 10 tahun, hanya berbeda 4 tahun dengan nya.
Alis nya terangkat ke atas kala melihat gadis kecil itu hanya duduk sambil memeluk lutut nya dan menatap ke depan dengan tatapan kosong.
Dari situ pun seseorang dapat menyimpulkan kalau tatapan gadis itu di penuhi dengan luka yang mendalam, nafsu membunuh nya turun secara drastis. Dia berjalan ke depan menuju gadis kecil itu.
Bonus Like 16 k : 2 / 3