Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
127. Menjahit Pakaian


Tidak lama kemudian, Shang Yue kembali dengan dua orang tua yang merupakan penjahit di toko ini berserta dengan satu remaja.


"Tuan dan Nona Xue, ini adalah penjahit andalan toko milik kami. " Ucap Shang Yue dengan sopan.


Dia mengangguk dan mendorong tubuh Xue Shangxin ke depan dengan pelan. Para penjahit mulai mengukur tubuh Xue Shangxin dan tubuh Xue Yun.


1 Jam kemudian


"Aku ingin memesan 10 setel pakaian dengan bahan terbaik untuk anak ini dan untuk Tuan ini, biar kan aku yang menanggung biaya nya. " Ucap nya pada Shang Yue saat di bagian depan.


"Emh, aku akan segera menghitung nya. "Ucap Shang Yue sebelum mulai menghitung jumlah Kristal Roh yang harus dia bayar.


"12.357 Kristal Roh tingkat Rendah. " Ucap Shang Yue.


Dia mengangguk dan mengeluarkan jumlah Kristal Roh yang di ingin kan oleh Shang Yue.


"Nona Xue dapat mengambil nya besok atau aku akan mengantar nya ke penginapan Nona Xue setelah selesai. "


"Baik, aku akan merepot kan mu untuk mengantar nya. Terima kasih Tuan Shang, aku pamit terlebih dahulu. " Ucap nya dengan sopan sebelum membawa Xue Shangxin pergi terlebih dahulu karena Xue Yun masih belum selesai.


"Bagai mana aku harus memanggil mu ?" Tanya Xue Shangxin dengan ragu ragu.


"Kamu bisa memanggil ku jiejie, tapi nama ku adalah Xue Fenghuang. " Ucap nya.


"Jie, tadi orang itu tampak sangat menakutkan, dia memiliki aura misterius di seluruh tubuh nya. " Ucap Xue Shangxin dengan gemetar.


Dia tertawa ringan dan merangkul bahu Xue Shangxin yang tinggi nya tidak berbeda jauh dengan nya.


Mungkin mereka hanya berbeda 10 sampai 15 cm. Dia langsung mengerti siapa yang di maksud oleh Xue Shangxin.


"Ketua Sekte memang begitu, dia tidak jahat. Hanya saja memang misterius, selama ini dia juga sering membantu jiejie mu ini. Ayo kita cari sepatu dan hiasan rambut. " Ucap nya sambil menarik tubuh Xue Shangxin menuju pasar yang ramai.


Kaki nya berhenti melangkah kala melihat seorang pria tampan berdiri di tengah tengah keramaian pasar.


Bahkan pasar yang begitu ramai tidak dapat menutupi aura Mulia yang menguar dari tubuh pria itu.


"Fan Cheng !" Panggil nya dengan senyum yang mekar.


"Fenghuang, kamu menculik anak dari mana ?" Tanya Fan Cheng bercanda saat melihat Xue Shangxin.


"Perkenal kan, ini adalah adik ku mulai sekarang, nama nya Xue Shangxin dan Shangxin, ini adalah Fan Cheng, teman ku. " Ucap nya dengan senyum lebar.


Xue Shangxin tampak membungkuk dalam dalam sebagai bentuk penghormatan nya, mereka pun berjalan jalan.


"Kamu tidak akan pulang kembali ke tempat mu ? Tidak kah kamu merasa kalau kamu akan di cari ?" Tanya nya dengan khawatir.


"Tenang saja, tidak akan ada yang memberi ku hukuman apa bila pulang lebih lama kali ini. " Ucap Fan Cheng dengan percaya diri.


Ketika melihat sikap percaya diri yang di sertai dengan senyuman manis ini benar benar membuat nya menjadi lemah.


Dia selalu berpikir kalau diri nya jatuh cinta pada Fan Cheng, tapi nyata nya hati nya menolak untuk mengakui hal tersebut.


Dia justru teringat dengan senyuman tipis seseorang dan pelukan seseorang, waktu yang dia habis kan dengan orang itu tidak banyak tapi meninggal kan banyak kesan di hati nya.


Tidak tahu kalau ke depan nya akan berubah, semua nya bisa berubah. Tapi dia akan lebih memilih untuk jatuh cinta pada Fan Cheng di banding kan orang ini.


Orang ini, tampak begitu dekat tapi sebenar nya tidak dapat dia raih dan terasa begitu jauh. Kesadaran nya, akhir nya kembali ke dunia nyata ketika Xue Shangxin menarik tangan nya.


"Jie, apa kah ada yang salah dengan mu ?" Tanya Xue Shangxin sambil menatap nya dengan khawatir.


"Tidak apa apa, aku baik baik saja. " Ucap nya dengan yakin.


Mereka pergi mencari sepatu, perhiasan dan beberapa macam barang lain nya, Fan Cheng pun berpisah dengan mereka berdua di perjalanan.


Dia masih memikir kan orang itu, yang sudah menghantui pikiran nya belakangan ini. Siapa sebenar nya orang itu, orang yang bisa membuat nya terpanah dalam sekali pandangan ?


Kaki nya melangkah ke dalam penginapan dengan sedih, dia membawa Xue Shangxin bersama nya dan berpapasan dengan Lin Cong Zi di pintu masuk.


Mereka berjalan seolah olah tidak pernah saling mengenal satu sama lain, hati nya mengeras dan tangan nya mengepal dengan sendiri nya.


"Jangan pernah dekati orang itu, dia adalah orang yang jahat. " Ucap nya dengan tegas pada Xue Shangxin untuk menjauhi Lin Cong Zi.


Xue Shangxin tampak bingung dengan permintaan nya yang tiba tiba, tapi tetap mengangguk dengan patuh.


Dia membawa Xue Shangxin untuk masuk ke dalam kamar nya.


"Kamu tidur lah dulu. " Ucap nya sambil membawa Xue Shangxin untuk naik ke atas kasur nya yang lebar.


Dia membantu gadis itu melepaskan pakaian bagian luar dan hanya mengenakan pakaian bagian dalam yang berupa gaun putih yang indah dan memiliki panjang semata kaki dengan ikatan di pinggang.


Gaun tidur ini merupakan lapisan pakaian paling dalam dan agak tembus pandang, dia melihat Xue Shangxin yang sudah mulai naik ke atas kasur dan masuk ke bagian sudut, menyisakan tempat yang besar untuk nya.


"Jie, apa kah kamu tidak akan beristirahat ?" Tanya Xue Shangxin.


"Kamu tenang saja, aku akan tidur sebentar lagi. Tidur lah terlebih dahulu. " Ucap nya dengan lembut.


"Baik lah, jangan tidur terlalu larut, itu tidak akan baik untuk kesehatan mu. " Ucap Xue Shangxin.


Dia membuka mata nya dan menatap ke arah kasur nya yang di lapisi oleh tirai tipis yang tembus pandang.


Dia bisa melihat kalau Xue Shangxin beberapa kali menggeliat sebelum terdengar dengkuran halus, dia mendesah pelan kala melihat ini.


Ada sesuatu yang tidak bisa dia lepas kan, tidak tahu apa itu.


"Kamu sudah kehilangan teman mu sekarang dan akan segera kehilangan orang terdekat mu yang lain !" Ucap suara asing.


"Kenapa kamu datang lagi ? Tidak kah kamu bosan untuk terus menerus mendatangi ku ?" Tanya nya tanpa membuka mata atau pun menoleh.


"Kamu boleh tidak mempercayai ku untuk saat ini, tapi kamu akan tahu kalau apa yang aku kata kan bukan lah kebohongan, ha ha ha. " Suara itu menghilang bersama dengan hembusan angin.


Bonus like 17 k : 1 / 3


Note : Siapakah orang yang ada di dalam hati Xue Fenghuang ? Jawab di comment. Kalian pasti sudah bisa mulai menebak siapa pemeran utama pria nya dan siapa sad boy nya.