
3 Bulan berlalu
Xue Fenghuang berhasil melupakan semua nya dengan baik, dia menjadi lebih ringan, lebih cantik dan lebih elegan.
Ulang tahun nya hanya tersisa 2 bulan lagi dan juga itu adalah waktu satu tahun nya setelah bergabung dengan Sekte Biru Es.
Belakangan ini, dia menghabiskan waktu nya untuk berbincang dengan Xue Tian Long dan berlatih kultivasi bersama Xue Shangxin.
Anak perempuan itu tidak terlalu berbakat dalam senjata tapi memiliki kemampuan yang baik dalam bermain Guqin.
(Guqin adalah alat musik tradisional Tiongkok yang bersenar tujuh. Alat musik ini termasuk kerabat dari keluarga kecapi, dan memiliki sejarah panjang di Tiongkok sekitar 5.000 tahun. Yang penasaran bisa langsung lihat di instagram author @kc.pjn_writer)
Dia sedang mencari kitab seni bela diri yang sesuai untuk Xue Shangxin, anak perempuan itu sudah berada di Penempaan Qi tingkat 9.
Memang perkembangan nya agak lambat, tapi Xue Shangxin memiliki tekad yang kuat.
"Ayah, kamu hari ini akan pergi ke mana ? Aku akan menemani mu. " Ucap nya dengan pelan pada ayah nya.
Ayah nya berubah menjadi lebih buruk, mulai dari rambut yang sepenuh nya memutih, tangan yang bahkan tidak kuat untuk mengangkat sesuatu.
Tidak bisa berjalan lagi, ini membuat nya menyesal karena tidak bisa membantu kondisi ayah nya. Dia menciptakan sebuah kursi roda sederhana dengan kayu seperti yang ada di masa depan untuk ayah nya.
"Terserah pada mu saja, apa kamu tidak lelah ? Kamu sudah menemani ku sejak tadi pagi. " Ucap Xue Tian Long sambil memandang langit.
Matahari sudah sepenuh nya muncul, dia memang datang pagi pagi sekali untuk menyiapkan air hangat untuk ayah nya.
Menyiapkan makanan dan membawa ayah nya untuk melihat pemandangan sekitar kediaman paman nya, Xue Yun.
Entah mengapa, dia merasa kalau sejak dia bertemu dengan ayah nya dan status Xue Yun yang sebenar nya terungkap.
Pria itu berusaha untuk menjauhi nya dan ingin mengurangi aktivitas bersama dengan nya, tapi memikir kan ini dia tidak bisa menemukan jalan keluar nya.
Sehingga dia hanya acuh tak acuh pada hal ini, lagi pula Xue Yun adalah seorang Ketua Sekte. Mungkin sedang sibuk atau apa pun itu.
Sekarang, Ayah nya , Xue Tian Long dan Xue Shangxin adalah prioritas utama nya. Kekuatan nya sudah meningkat lumayan pesat.
"Ayah, bagai mana jika kita pergi ke bagian belakang gunung untuk melihat taman bunga ?Tanya nya dengan antusias.
Xue Tian Long tersenyum tulus, hati nya terasa sakit dan senang di saat yang bersamaan. Sedih karena melihat senyum di antara kerut wajah yang memenuhi wajah Xue Tian Long dan senang karena bisa tersenyum seperti ini bersama ayah nya.
Dia memaksa kan diri nya untuk tertawa seolah olah tidak memikir kan apa pun. Dia mendorong kursi roda ayah nya dengan perlahan.
Suara kicauan burung terdengar, angin sejuk menerpa wajah nya. Perjalanan menuju bagian belakang gunung sangat mulus.
Jalan di sini telah di rapih kan atas perintah Xue Yun, gunung ini sangat sepi dan sunyi. Karena, tidak ada yang boleh tahu soal kondisi Xue Tian Long saat ini.
Kondisi dan keberadaan Xue Tian Long hanya di ketahui oleh nya dan Xue Yun, yang lain tidak boleh tahu.
Ini semua untuk keselamatan bersama, karena kekuatan Xue Tian Long menjadi lebih lemah di setiap saat.
Xue Tian Long sendiri mengatakan kalau kekuatan nya akan sepenuh nya hilang dalam waktu dua bulan lagi.
Dia sudah mempersiapkan diri untuk hal yang terburuk, dia akan melindungi ayah nya tidak peduli apa pun yang terjadi.
"Ayah, lihat lah. Kupu kupu itu sangat indah, aku sangat senang saat melihat nya !" Seru nya sambil menunjuk kupu kupu berwarna ungu yang terbang mengelilingi kebun bunga.
Dia dengan antusias menunjuk kan beberapa bunga indah yang sangat menyegarkan mata. Dia membawa bunga Jin Zhan Hua yang di petik nya secara sembarangan pada ayah nya.
"Ayah, lihatlah ini sangat indah. Aku menyukai harum nya. " Ucap nya sambil menyerah kan tangkai itu dengan antusias.
(Jin Zhan Hua adalah bunga marigold, untuk yang membaca Legend Of Beishang pasti tahu soal arti bunga ini. Author sendiri memang menyukai bunga ini, mulai dari warna nya, bentuk nya dan lain lain. )
Ayah nya terlihat senang dengan itu, dia tersenyum lebar dan melanjut kan tugas nya untuk membawa ayah nya berjalan jalan.
Tiba tiba dia merasa seluruh bulu halus di lengan nya berdiri dengan tiba tiba, dia langsung memandang sekitar nya dengan waspada.
"Ha ha ha, tangisan phoenix terdengar merdu. Kamu tampak nya senang belakangan ini. " Ucap suara wanita yang selalu menghantui nya dulu.
Sudah lama suara wanita ini tidak menghantui diri nya lagi, kali ini dia menanggapi dengan tenang. Ayah nya, tampak nya juga bisa mendengar suara ini dan memandang sekitar dengan penuh kewaspadaan.
"Ibu, kenapa kamu tidak menunjuk kan diri mu di depan ku ? Apa kah kamu bahkan masih memandang ku sebagai putri mu ?" Tanya nya dengan ringan.
"Kamu salah, aku bukan ibu mu. Kamu selalu membohongi diri mu sendiri bahwa kamu kuat untuk menanggung beban sendirian. Nyata nya, kamu hanya lah seorang gadis lemah yang berjalan tanpa arah. " Ucap suara itu lagi.
"Berjalan tanpa arah masih lebih baik di banding kan seseorang yang menghabis kan waktu nya hanya untuk menghantui seseorang dengan rasa takut. " Ucap nya dengan nada mengejek.
"Kamu akan tahu kalau apa yang ku kata kan kali ini adalah kebenaran. " Ucap suara itu lagi dengan geram.
"Tidak peduli itu adalah kebenaran atau kebohongan, aku tidak peduli. " Ucap nya dengan tatapan tajam.
"He he he, bencana akan segera menghampiri kalian suami ku dan putri ku yang tercinta. " Ucap suara itu terkikik.
Dia tidak menunjuk kan emosi apa pun di wajah nya tapi tangan nya yang memegang kendali kursi roda mengepal.
"Putriku, jangan pikir kan apa yang di kata kan oleh nya. " Ucap Xue Tian Long buru buru menenangkan nya.
Dia dengan segera kembali memasang senyuman nya yang ceria.
"Tenang saja ayah, aku sudah biasa menghadapi hal ini. Seperti yang aku kata kan tadi, aku tidak peduli dengan apa pun yang dia kata kan. " Ucap nya dengan pelan tapi ceria.
Xue Tian Long tersenyum tipis dan mengambil salah satu bunga yang ada di sana.
"Dulu, ibu mu sangat menyukai bunga. Aku akan mengirimkan nya untuk nya. Hitung hitung hadiah terakhir dari ku sebelum kepergian ku. "Ucap Xue Tian Long.
Xue Tian Long menulis beberapa mantra di atas nya dan bunga menjadi ribuan keping di bawa angin entah ke mana.
"Ayah, jangan bilang begitu. Aku pasti bisa melindungi mu. Tolong percaya pada ku. " Ucap nya dengan nada memohon.
"Aku tentu saja percaya pada mu, hanya saja aku takut membayangkan diri mu terluka hanya untuk melindungi laki laki tua yang tidak berguna seperti ku. " Ucap Xue Tian Long sambil menghela nafas berat.
Dia dengan segera berjongkok di depan ayah nya dan memegang tangan ayah nya yang berkeriput.
"Ayah, jangan khawatir kan aku. Luka sedikit bukanlah masalah besar. Kamu tidak perlu takut, aku sudah terlatih akan hal ini. Ayah, aku menyesal karena tidak bertemu dengan mu lebih cepat dari ini. " Ucap nya dengan tatapan sedih.