Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
34. Kacau


Jing Luyan duduk di meja kerja nya dengan tatapan rumit sambil menuang anggur ke cangkir dan meneguk nya sampai habis dalam satu tegukan.


Hati nya terasa sangat kacau dan dia tidak bisa melakukan apa pun selain ini, kata kan lah dia seorang pengecut, tapi dia tidak bisa melakukan apa pun yang lebih baik dari ini.


Gadis itu, Xue Fenghuang, berhak mendapat kan orang yang lebih baik dari nya. Entah kenapa, dia sendiri masih ragu dan bimbang dengan perasaan nya sendiri.


Lalu, ketika dia sudah yakin dengan perasaan milik nya pada Xue Fenghuang, itu semua sudah terlambat. Dia yakin kalau kata kata yang di ucap kan nya kali ini akan melukai Xue Fenghuang.


Dengan kepribadian yang di miliki oleh gadis itu, maka gadis itu akan menjauh dari nya dan menjaga jarak. Xue Fenghuang, adalah seseorang yang pintar memanipula orang lain.


Ini membuat nya tidak sepenuh nya mengerti dengan Xue Fenghuang.


Di sisi lain, Xue Fenghuang yang sore nya kembali dari Toko Phoenix Salju duduk di halaman rumah milik nya dan menatap langit biru.


"Huft, tidak ada yang pasti di dunia ini. Lebih baik tidak yakin pada apa pun, dengan begitu aku bisa berdiri dengan tegap tanpa ada gangguan. " Gumam nya sambil menghela nafas.


Saat dia berjalan pulang, ada puluhan orang yang datang untuk meminta maaf pada nya.


"Yo ! Apa kah ini adalah Xue Fenghuang yang dulu di sambut oleh Ketua Sekte secara pribadi ?!" Tanya seseorang dengan suara melengking dari belakang nya.


"Apa kah Ketua sekte sudah membuang mu ?! Dari sudah tidak mengingin kan mu lagi ? Atau karena dia sudah tahu kalau wajah mu sangat jelek seperti iblis ?" Tanya Xue Ling.


Xue Ling ini, sangat pintar merusak suasana hati seseorang. Suasana hati nya yang sedang buruk menjadi lebih buruk, aura membunuh keluar dari tubuh nya dan menyerang Xue Ling.


"Aku bingung, hukuman apa yang di dapat kan oleh seorang murid yang merusak nama baik Ketua sekte nya sendiri ? Ketua Sekte telah menegaskan kalau kami hanya berteman, lalu kenapa kau mengatakan hal yang sebalik nya ? Apa maksud mu Ketua sekte sedang berbohong ?" Tanya nya dengan nada rendah.


Xue Ling tampak salah tingkah dengan pertanyaan yang di beri kan nya.


"Aku, aku tidak, aku tidak. Jangan bicara sembarangan Xue Fenghuang ! Kau sudah tidak mendapat kan dukungan dari Ketua Sekte lagi !" teriak Xue Ling dengan gugup.


"Oh ya ? Aku ingin tahu apa yang membuat mu tahu kalau Ketua sekte tidak akan mendukung ku lagi ? Siapa yang memberi mu keberanian untuk menentukan keputusan yang di buat oleh Ketua sekte ?" Tanya nya dengan dingin, dia berdiri dan mengangkat tangan nya.


Cahaya biru melesat dan mencekik Xue Ling tanpa ampun, Xue Ling di angkat ke atas dalam posisi tercekik dan meronta


ronta.


"Aku peringat kan pada mu sekali lagi, jika aku ingin menghancurkan mu maka itu adalah hal yang mudah. Jadi jangan main main dengan ku atau .......... ayah pun tidak bisa menolong mu. " Bisik nya sebelum melempar kan Xue Ling ke tanah dengan keras.


"Pergi lah, seorang anjing liar yang tidak mengerti sopan santun, tidak layak untuk berada satu halaman dengan ku. " Ucap nya sambil memukul Xue Ling dengan keras menuju halaman luar.


Dia kembali duduk di kursi kayu dengan tatapan datar nya.


"Cih ! Merusak suasana saja, suasana sudah buruk justru menjadi lebih buruk. Huft, tenang kan diri mu Fenghuang, kondisi seperti ini adalah waktu paling baik untuk meminum teh. " Gumam nya menenangkan diri nya sendiri.


Jika dia tidak berpikir kalau Xue Ling akan mati terlalu mudah jika dia langsung membunuh nya, maka dia akan langsung membunuh nya sekarang.


Dia tidak peduli dengan aturan milik Sekte Tianwen. Bagi nya, jika dia sudah mengingin kan sesuatu maka tidak ada yang boleh untuk melarang nya.


Tapi sayang nya, dia berpikir kalau jika dia langsung membunuh Xue Ling maka semua nya akan berubah menjadi sangat mudah untuk Xue Ling.


Karena kematian untuk Xue Ling adalah kematian yang paling menyakitkan yang pernah ada. Berbagai rencana indah sudah tertata rapi di otak nya.


Malam Hari nya.


Xue Fenghuang mengambil beberapa tugas remeh seperti memetik beberapa tanaman. Yang memiliki jangka waktu 3 bulan karena dia mengambil beberapa misi dengan jangka waktu panjang.


Dia memacu kuda nya dengan cepat menuju Toko Phoenix Salju, sesampai nya di sana semua nya sudah siap. Le Ning sudah siap dengan semua bawaan nya.


"Sudah siap ? Ayo pergi !" Teriak nya.


Jarak dari Sekte Tianwen ke Kota Qin Shui sangat jauh, seperti dari ujung ke ujung yang lain. Seperti, dari Sekte Tianwen menuju Kota Kuwei.


Suara tapak kuda terus terdengar sepanjang jalan yang mereka lalui, dia menggunakan cadar hitam dengan sulaman bunga berwarna emas.


Sulaman ini adalah buatan nya sendiri, sangat cantik dan anggun, serasi dengan pakaian yang digunakan oleh nya saat ini.


Sedang kan yang lain menggunakan topeng setengah wajah berwarna hitam dengan motif bunga teratai putih bersih dan jernih.


Topeng itu hanya sebatas hidung dan tidak menutupi mulut, sehingga tidak akan menganggu aktivitas makan mereka.


Sudah berjam jam mereka menaiki kuda, kuda pun mulai melambat karena lelah. Dia memandang sekitar nya dengan tatapan tajam.


Sebelum akhir nya dia memutus kan untuk istirahat terlebih dahulu sebelum melanjut kan perjalanan mereka.


"Ayo istirahat dulu untuk malam ini ! Kita akan melanjut kan perjalanan di pagi pagi sekali, sebelum matahari terbit !" Perintah nya.


"Tapi nona, akan sangat mudah untuk ketahuan oleh orang Kekaisaran jika kita berhenti di sini. " Kata Le Ning dengan khawatir.


"Kau tenang saja, aku sudah mempertimbangkan ini. Aku menyadari sesuatu, selama yang datang bukan seorang jenderal penting maka aku bisa membunuh mereka dengan mudah. Kalau pun jenderal yang datang maka kita tidak akan menyerah dengan mudah. " Ucap nya.


"Lagi pula, para kuda sudah kelelahan. Jika di paksa pun tidak akan memiliki hasil yang baik. Lebih baik menunda sebentar untuk hasil maksimal, kalian tidur lah, aku akan berjaga. " Ucap nya.


"Tapi nona -" Kata kata Le Ning di potong oleh nya.


"Tenang, jangan khawatir. Ini sudah ku putus kan, ayo berhenti dulu. Semua nya akan baik baik saja, ayo turun !"Perintah nya.


Dia melincat turun dari kuda milik nya. Lalu dia mengikat tali kekang Xiao Hei ke pohon terdekat, kuda hitam itu langsung menyender kan kepala nya ke tanah dan melipat kaki nya.


Dia mengelus kepala Xiao Hei dengan penuh kasih sayang, semua anak buah nya yang lain langsung turun. Sebenarnya mereka tidak memiliki banyak orang.


Hanya 3 orang dan dengan nya menjadi 4 orang. Kuda kuda itu langsung beristirahat, dia duduk di bawah pohon dan memejam kan mata nya.


Semua anak buah nya juga sudah tertidur dengan lelap, mata nya langsung terbuka kalau merasa ada pergerakan di dekat nya.


Lalu, dari balik semak semak keluar lah sepuluh orang yang menggunakan pakaian serba hitam.


"Seseorang dari Kekaisaran ? Aku tidak menyangka kalau Kaisar Zhu sangat perhatian dengan ku sampai sampai terus mengirim kan pengawal nya padaku. " Ucap nya sambil bertepuk tangan.


"Apa kah kau pemilik Toko Phoenix Salju ?" Tanya salah satu orang itu dengan waspada karena pergerakan mereka telah di ketahui oleh nya.


"Kalau ya kenapa ? Kalau tidak kenapa ? Apa kah ini urusan kalian ?" Tanya nya sambil tersenyum tipis di balik cadar nya.


"Kata kan yang sebenar nya atau kami tidak akanmelepas kan mu !" Kata salah satu dari mereka dengan geram.


"Ah aku ketakutan. " Ucap nya dengan nada mengejek.


"Kau ! Jangan harap untuk pulang ! Toko mu akan segera menjadi milik Kaisar !" Kata mereka dan menyerang nya.


"Mimpi yang indah, seperti nya aku akan segera bertemu dengan Kaisar Zhu. Aku akan membuat nya sadar, kalau mengingin kan sesuatu yang di tidak bisa di gigit nya adalah sesuatu yang buruk. " Ucap nya sambil terkekeh.


Dia mengeluarkan pedang nya, pedang nya memukul kepala salaah satu pria beebaju hitam.


"Membunuh kalian semua ini............ tidak perlu lebih dari 3 gerakan !" Ucap nya, dia segera meloncat dan melakukan gerakan memutar.


Pria pria berbaju hitam itu tidak dapat menghindari serangan nya dan terjatuh dengan leher yang terluka parah, hanya tersisa 3 orang lagi.


Dia melakukan putaran di udara sebelum membentuk 3 anak panah es yang terbuat dari Qi. Tangan nya mendorong ke depan yang di ikuti oleh ketiga panah es itu.