
Beberapa jam berlalu dan sekarang sudah sore, paling paling hanya menunggu beberapa saat lagi sebelum matahari tenggelam.
Tapi, untuk melewatkan waktu yang begitu lama , bagi Xue Fenghuang itu tidak masalah. Karena dia ditemani oleh orang orang yang cocok dengannya.
Dia tidak perlu susah susah untuk menggunakan topeng lagi, dia bahkan mengeluarkan dua papan catur untuk mengisi waktu kosong.
Awal, Lan Tianjin bermain bersama dengan Feng Taoran dan dia bermain dengan Yuanzheng Yuwen. Hasil akhir adalah Feng Taoran menang dan dia juga menang.
Akhir nya dia melawan Feng Taoran dan saat ini dia sedang mengerutkan dahinya karena sedikit kesalahan akan membuatnya kalah.
Harus dia akui , Feng Taoran memiliki kemampuan yang sangat baik dalam bermain catur dan strategi. Dia juga tidak akan menyesal apabila dia kalah dalam pertandingan ini melawan Feng Taoran.
Dia mengangkat tangannya menyerah dan menyeka keringat yang ada di dahinya.
"Kamu kalah Fenghuang. " Ucap Feng Taoran dengan tenang.
"Ya, aku mengaku kalah. Sepertinya di masa depan aku harus berlatih lebih banyak bersama Feng Ge. " Ucapnya dengan lembut.
"Ini adalah kali pertamaku bermain catur. " Ucap Feng Taoran dengan tenang.
"Kali pertama ?!" Tanya nya dengan terkejut.
"Ya, kali pertama. " Jawab Feng Taoran dengan tatapan yang jernih.
Dia menatap ke mata itu dan berusaha untuk mencari kebohongan yang di sembunyikan, tapi nyatanya dia tidak berhasil menemukan kebohongan itu.
"Lalu bagaimana caranya kamu bermain begitu hebat ?" Tanya nya dengan ketertarikan penuh.
"Aku merasa kalau bermain catur hampir sama dengan medan perang, selama kehidupan ku ini, aku telah mengalami puluhan peperangan yang melelahkan. " Ucap Feng Taoran sambil tersenyum tipis.
"Puluhan peperangan, apakah semuanya menang ?"Tanya nya dengan semangat.
"Tidak, tentu saja tidak. Jika semuanya menang, apakah aku bisa mengumpulkan seluruh pengalaman berharga ku selama ini ? Dulu, aku pernah menjadi seseorang dengan hati sekeras batu tapi sekarang aku mengerti bahwa itu tidaklah berguna. " Ucap Feng Taoran dengan penuh makna.
Dia terdiam dan menoleh ke sekitar hanya untuk menyadari bahwa hampir seluruh paviliun telah terisi tapi ada beberapa kursi yang masih kosong.
Dia duduk sambil menopang kepalanya dan memikirkan kata kata Feng Taoran. Setelah semua orang datang, itu sudah gelap dan mereka disuruh untuk pulang setelah mendapat sebuah gelang Qi yang menjadi kunci masuk untuk mengikuti pertandingan.
Keesokan harinya, dia sudah berkumpul di tempat yang sama dengan kemarin dan duduk dengan tenang sebelum tiga orang pria berkumis datang dan mereka akan menjadi pengamat.
"Pertandingan Dimulai !" Ucap salah satu dari mereka setelah duduk di atas panggung yang lebih tinggi.
Suara gong terdengar yang membuat tempat duduk nya bergetar karena terlalu kuat dan suara petikan kecapi serta sitar terdengar , bahkan ada suara gong untuk mengiringi pertandingan ini.
"Lan Cang Feng, seseorang tanpa Sekte harap bisa mendapat ajaran dari saudara saudara sekalian !" Ucap Lan Cang Feng dengan agresif.
"Tentukan siapa yang akan kau tantang. " Ucap salah satu pengamat.
Lan Cang Feng ini memandang ke sekitar, baru saja dia akan menyesal tehnya.
"Dia !" Ucap Lan Cang Feng sambil menunjuk nya dengan seringaian jahat.
Dia tidak langsung berdiri dan menyelesaikan acara minum tehnya, dia berdiri dan merapihkan pakaiannya sebelum terbang ke atas arena.
"Xue Wang Ji , Murid Sekte Harimau Ilahi. " Ucapnya dengan ringan.
"Keluarkan senjatamu, jangan salahkan aku karena menggores wajahmu !" Ucap Lan Cang Feng dengan ejekan.
Dia yang mendengar ini tidak menjawab melainkan tertawa kecil sebelum berdiri dan mengambil ancang ancang untuk menyerang.
"Kau meremehkanku ? Jangan menangis apabila aku menghajarmu. " Ucap Lan Cang Feng dengan angkuh.
"Baik, karena kau yang mencari penyakit sendiri maka jangan salahkan aku karena bertindak kejam !" Lan Cang Feng mengeluarkan sebuah pedang yang menyerangnya dengan cepat.
Dia hanya menghindar kala banyak bola api yang melayang ke arahnya, dia menghindar dengan sangat cepat.
Hampir hampir seperti dia tidak memiliki tubuh, melainkan hanya jiwa yang tidak bisa disentuh oleh benda dunia fana.
"1 gerakan. " Ucapnya dengan santai.
Lan Cang Feng menggertak kan giginya dan mengeluarkan serangan lainnya yang lebih mematikan, dia menendang pembatas arena dan melakukan gerakan berputar di udara.
Tubuhnya sangat ringan dan gesit, dia menghindari seluruh serangan milik Lan Cang Feng yang mematikan dengan mudah.
Dia bahkan bisa melakukan ini hanya dengan mengandalkan indra pendengarannya, itu berarti dia bisa melawan Lan Cang Feng dengan mata tertutup.
"2 gerakan. " Lanjutnya lagi dengan ringan.
"Kau !" Lan Cang Feng menggeram marah sebelum seluruh tubuh pria itu mengeluarkan api dan raungan besar terdengar.
Lan Cang Feng jatuh ke tanah dengan posisi berlutut.
"Kamu kalah. " Ucapnya dengan tenang.
"Apa ?! Apa yang terjadi ?! " Lan Cang Feng meraung dengan bingung.
Pria itu memuntahkan seteguk darah, Lan Cang Feng menggunakan seni bela diri terlarang dan tidak berhasil menggunakannya dengan baik sehingga seni bela diri itu beebalik menyerangnya.
Seorang sampah seperti Lan Cang Feng ini, dia bahkan tidak memerlukan kedua tangannya untuk melawan nya.
Dia hanya mendengus dingin, Lan Cang Feng ini bahkan masih berusaha untuk menyombongkan diri di depannya. Tapi, karena Lan Cang Feng belum menyerah maka belum bisa di anggap sebagai kalah.
Dia berjalan ke depan dan menginjak punggung Lan Cang Feng yang sedang berlutut.
"Apakah kau ingin menyerah atau kita akan bertarung sampai mati disini ?" Tanya nya dengan lembut dan halus.
Dia yakin suaranya hanya bisa di dengar olehnya dan Lan Cang Feng.
"Menyerah, aku menyerah !" Teriak Lan Cang Feng.
"Bagus." Ucapnya dengan pelan.
Dia menendang Lan Cang Feng untuk turun dari arena, sedangkan di dua arena lain sudah ada orang yang mengisi.
"Siapa yang ingin bertanding dengan ku ?" Tanyanya dengan suara keras yang imut.
"Aku !" Teriak seorang pria dengan pedang besar.
Rambutnya di kepang, tubuhnya kekar dan jauh lebih tinggi darinya. Dia menatap pria ini dengan salah satu alis yang terangkat.
"Fang Xu, dari Sekte Phoenix Langit !" Ucap pria ini berapi api.
Mendengar ini dia langsung tertawa dan memandang Feng Taoran yang menggunakan topeng dengan seringaian.
"Xue Wang Ji, Murid Sekte Harimau Ilahi. " Ucapnya dengan lembut.
"Apakah kau tidak akan langsung menyerah ? Aku menggunakan pedang besar sedangkan kau tidak menggunakan senjata. " Ucap Fang Xu.
"Apakah Tuan Fang pernah mendengar kalau pada suatu tahap apabila seseorang sudah sangat memahami pedang, maka setiap anggota tubuhnya akan berubah menjadi pedang, seperti yang diinginkan. " Ucapnya dengan lembut.
Bonus Crazy Up 18/10/2021 - 31/10/2021 : 3 / 3