Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
59. Penerus Dewi Kematian


"Lalu mereka berlari terbirit birit, bahkan sebelum kau mulai menyerang. Ini benar benar aneh, bahkan lebih aneh dari siapa pun. " Gumam Lin Rong Rong sambil bertopang dagu.


"Huft, mana ku tahu ? Aku sudah mengalami hal ini beberapa kali dan merasa kalau hal ini tidak wajar. " Ucap nya dengan cemberut dan duduk di batu.


Jika orang lain atau manusia biasa yang mendapat kan kemampuan milik nya ini, maka mereka akan senang. Tapi, bagi diri nya yang pecinta uang maka ini adalah malapetaka besar.


Seluruh tubuh Monster adalah uang, jika mereka bahkan lari sebelum dia sempat menyerang. Bukan kah itu sama saja dengan uang nya yang di bawa lari ?


Dia tidak bisa menahan perasaan nya yang berubah menjadi sangat buruk, untung saja belati es nya melesat dengan kecepatan yang tidak manusiawi.


Jika dia menggunakan cambuk atau pedang lentur nya, maka itu pasti lah bukan serangan yang tepat sasaran. Dia sudah tahu hal ini, lain kali jika ingin berburu monster maka dia harus membawa panahan.


Karena, dia tidak bisa terlalu dekat dengan monster atau monster itu akan lari ketakutan.


"Ah iya ! Aku ingat seseorang dengan kemampuan yang sama dengan mu. Dia memiliki kemampuan yang sama persis dengan diri mu. " Kata Lin Rong Rong dengn antusias.


"Siapa ?!" Tanya nya ikut antusias.


"Itu adalah Dewi Kematian ! Dia memiliki aura kematian yang tebal di seluruh tubuh nya. Kalau tidak, bagai mana dia menangkap monster hidup hidup untuk membawa masuk ke dimensi ini ?" Kata Lin Rong Rong dengan semangat.


"Kau kan adalah penerus nya, maka mungkin ini adalah kekuatan yang dia tinggal kan untuk mu. Sudah lah, terima saja nasib mu yang akan di jauhi oleh seluruh monster. " Kata Lin Rong Rong sambil menepuk nepuk bahu nya.


"Ck, aku kira kau benar benar tahu. Sebenar nya, aku tidak tahu Dewi Kematian yang kau maksud kan dari tadi. Lalu, aku bukan lah penerus nya yang kau maksud kan. " Ucap nya membantah kata kata Lin Rong Rong tanpa ragu.


"Kau pasti adalah penerus nya tanpa kau ketahui, lalu kau juga ada sedikit kemiripan dengan nya di bagian tatapan. " Kata Lin Rong Rong dengan berapi api.


"Tapi aku berani yakin kalau aku bukan lah reinkarnasi Dewi Kematian yang kau maksud. " Ucap nya dengan sedikit kalut.


"Ck, penerus bukan berarti reinkarnasi. Penerus adalah seseorang yang meneruskan ilmu dari seorang ahli. Kau bisa mendapat kan nya dari seni bela diri atau pun hal hal lain. Jadi, bisa saja kau mendapat kan nya secara tidak sengaja. " Kata Lin Rong Rong menjelaskan dan memperluas pandangan nya.


"Bukan reinkarnasi ya ? Lalu, bagai mana dengan reinkarnasi asli milik Dewi Kematian ?" Tanya nya.


"Seseorang, tidak bisa menjadi Dewi atau Dewa yang sama di dua kehidupan nya. Kemungkinan besar dia akan hidup dengan tenang, tergantung dengan karma baik dan buruk yang dia lakukan di kehidupan sebelum nya. " Kata Lin Rong Rong sambil mengangkat bahu.


Dia mengeluarkan kayu bakar dan pemantik api yang dia ciptakan sendiri dengan komposisi yang sama dengan milik masa depan.


Kebetulan, dia pernah ikut tour pembuatan pemantik api atau yang lebih sering di sebut Korek Api. Dia membakar kayu bakar, dengan cepat itu langsung menyebar.


Dia tidak menciptakan pemantik api ini dalam jumlah yang banyak, yaitu hanya satu karena dia takut jika dia menciptakan korek api terlalu cepat maka akan mempengaruhi masa depan.


Dia tidak ingin ada butterfly effect karena tindakan nya di masa ini karena kalau menurut perhitungan nya, dia ini termasuk terlempar ke masa lalu, bukan ke masa depan. Jadi dia harus berhati hati, atau salah sedikit akan mengubah masa depan.


(istilah butterfly effect untuk menjelaskan aksi kecil dapat memulai rangkaian peristiwa yang menyebabkan efek lebih besar dan tidak terduga.https://www.kompas.com)


"Ini ? Hanya benda buatan ku yang sederhana, aku membuat ini karena elemen bawaan ku adalah es. Jadi, sangat sulit untuk melatih elemen api, jadi aku membuat benda ini yang akan membantu ku di saat saat seperti ini." Ucap nya mencari alasan yang sesuai dan meyakinkan.


"Bagai mana kalau kau membantu ku membakar jagung ini ? Kita akan memakan ini. " Ucap nya.


"Jagung ? Aku ini sebuah ular, aku makan daging bukan tumbuh tumbuhan !" Protes Lin Rong Rong dengan wajah sengit.


"Ck, saat ini kau sedang dalam bentuk manusia. Tidak mungkin bukan untuk makan daging mentah dalam bentuk manusia seperti ini ? Sudah lah, terima saja makanan yang ku berikan. " Ucap nya dengan nada yang tak ingin di bantah.


Sedang kan Lin Rong Rong tampak cemberut sebelum mengambil satu jagung dan membakar nya di atas api unggun.


Dia tertawa ringan dan mengambil jagung lain sebelum membakar nya, dia tidak tahu kalau nama nya bukan lagi nomor satu di batu depan.


Di Kekaisaran Zhu, semua orang merasa terkejut dengan nama Adipati Yuanzheng yang sebelum nya berada di nomor 11 melesat ka nomor satu.


Nama Qin Zuanshi pun turun ke nomor dua meski pun perbedaan poin mereka saat ini hanya beda 1 , sedang kan di bawah nama Qin Zuanshi atau nomor urutan ketiga.


Itu ada seseorang dari pihak Kekaisaran yang tidak di ketahui yaitu, Fu Yin Kai. Kaisar bilang, itu adalah keponakan jauh nya yang berbakat.


Padahal itu adalah murid Sekte Biru Es yang di sembunyi kan oleh Kaisar. Di nomor ke empat, ada nama Putra Mahkota, Zhu Xing Lian.


Dan nomor ke lima ada Qin Yue yang hanya berbeda 10 poin dengan milik Zhu Xing Lian, hanya saja jarak nomor empat dan tiga cukup jauh.


Yaitu, terpaut 302 poin sedang kan nomor 3 dan 2 terpaut 178 poin. Kaisar sudah memperkirakan kalau Putra nya tidak akan berada di nomor satu.


Tapi tidak menyangka juga kalau Putra nya akan berada di nomor empat, yang berada di luar dugaan semua orang saat ini adalah Dua Putri Jenderal Qin dan 'keponakan jauh' Kaisar yang berbakat.


Biasa nya, peringkat 5 besar akan di dominasi oleh Pangeran pangeran Kekaisaran. Tidak ada yang menyangka kalau Adipati Yuanzheng akan mengikuti pertandingan juga.


Juga, tidak ada yang berani menentang Adipati Yuanzheng. Memang, tidak ada persyaratan yang melarang Adipati Yuanzheng untuk ikut, tapi tetap saja ini membuat semua orang menjadi kalut.


Siapa yang tidak tahu betapa ganas dan perkasa nya Adipati Yuanzheng di medan perang ? Semua orang tahu, siapa pun yang bermasalah dengan Yuanzheng Yuwen tidak akan berakhir baik.


" Lihat, nama Qin Zuanshi naik lagi !" Teriak salah satu pejabat kecil dengan terkejut, mereka pun melihat nama Qin Zuanshi yang mengejar nama Yuanzheng Yuwen.


Di dalam dimensi, Qin Zuanshi atau Xue Fenghuang sedang mengelus perut nya yang sedikit membuncit setelah memakan tiga jagung bakar.


"Huft, setelah makan banyak aku harus olahraga. Ayo berburu monster, siapa yang mendapat kan inti monster paling banyak akan menang. " Kata nya dengan sangat pada Lin Rong Rong.


Bonus like 3,2 k : 2 / 3