
Dia duduk dan melihat para orang yang terkena wabah berkeliling dan beberapa kali menggedor formasi dan kertas jimat yang di berikan oleh nya.
Mereka berusaha untuk keluar dari gerbang, tapi tidak bisa melakukan nya. Setelah melihat kalau ini adalah pekerjaan dari Iblis Wabah.
Semua nya menjadi masuk akal dan tidak terlihat aneh, Iblis Wabah adalah Iblis yang selalu membawa wabah di setiap langkah nya.
Lalu, ada perbedaan di antara para senjata. Mulai dari Senjata biasa, Senjata Roh, Senjata Berdarah.
Senjata biasa adalah senjata yang di tempa dengan besi biasa dan memiliki kekuatan yang rata rata, senjata ini sangat rentan untuk patah.
Sedangkan Senjata Roh adalah senjata yang terbentuk secara alami dan memiliki kualitas yang sangat baik, belum lagi memiliki Roh senjata yang kuat.
Contoh dari Senjata Roh adalah Bing Yue.
Sedangkan Senjata Berdarah adalah senjata yang ditempa dengan penuh aura kematian, kebencian, kemarahan, dendam, sehingga senjata sangat kuat. Biasa nya, para Iblis lah yang memiliki senjata semacam ini.
Contoh dari Senjata Berdarah adalah Qiu Yue, si Roh pakaian dan Jepit Rambut ibu nya.
Untuk jepit rambut ibu nya, dia masih sedikit bingung. Itu jelas jelas adalah senjata Berdarah yang ditempa ibu nya.
Tapi, tidak memiliki Roh di dalam nya. Mungkin juga karena dia tidak cukup kuat untuk memanggil Roh di dalam nya atau Roh di dalam nya sedang terluka parah dan tertidur lelap, sama seperti Qiu Yue.
Dia memiliki firasat kalau Jepit Rambut itu memiliki Roh makan kekuatan nya tidak akan kalah dari Bing Yue atau bahkan mungkin jauh lebih besar.
Karena, dalam kondisi tidak memiliki Roh saja, kekuatan nya hanya sedikit di bawah kekuatan Bing Yue. Memikir kan ini membuat kepala nya pusing.
Dia tanpa sadar tenggelam ke dalam pikiran nya sendiri, Xue Hongli yang dari tadi berada di depan Xue Wang Ji hanya duduk dan menonton Shifu nya yang sedang tenggelam dalam pikiran.
(Note : Shifu adalah panggilan untuk guru atau Tuan. )
"Shifu." Panggil Xue Hongli dengan halus.
"Eh ? Ya ?" Dia terkejut dan langsung tersadar dari lamunan nya.
"Apa yang terjadi ?" Tanya nya dengan waspada.
"Tidak apa apa, aku hanya ingin berkata. Jika misal nya aku tidak bisa mencapai apa yang kau harapkan , apa kah kau akan kecewa ?" Tanya Xue Hongli dengan imut.
"Tentu saja tidak, jangan khawatir. Jangan terlalu memaksakan diri. Biarkan semua nya berjalan seperti yang semesti nya. Hanya saja, ini buka berarti kau bisa malas malasan dalam latihan kultivasi. " Ucap nya sambil mencubit sedikit hidung Hongli.
"Hongli tidak berani malas malasan. Hanya saja, Hongli. memiliki permintaan yang tidak tahu apa kah Shifu bisa memenuhi nya atau tidak ? " Ucap Xue Hongli langsung berlutut.
Dia menaik kan alis nya dengan bingung, perilaku Xue Hongli ini menjadi sedikit aneh.
"Hongli tahu kalau dunia kultivasi kejam dan tidak memiliki belas kasih. Hongli mungkin saja bisa terbunuh di tengah perjalanan, bukan berarti meragukan kemampuan Shifu. Hanya saja, Hongli ingin meminta jika Hongli tidak bisa memenuhi tugas nya. Hongli mohon untuk Shifu membantu balas dendam Hongli. " Ucap Xue Hongli sambil bersujud.
Dia tidak langsung menjawab, melainkan menatap dalam anak laki laki itu.
"Jika Shifu merasa keberatan, maka Shifu bisa menganggap bahwa Hongli tidak pernah mengatakan ini. " Ucap Xue Hongli dengan suara yang sedikit gemetar.
Xue Hongli langsung berdiri dan memeluk nya dengan erat.
"Aku sempat bermimpi bahwa suatu saat nanti ayah akan datang dan menyulitkan Shifu. Shifu sudah sangat kuat, bisa mengalahkan ayah. Tapi, ayah menggunakan ku sebagai sandera. Aku ketakutan, saat melihat ayah meminta Shifu untuk melumpuhkan diri sendiri hanya untuk menyelamatkan ku. " Ucap Xue Hongli dengan bahu yang gemetar.
"Shifu tidak ragu untuk melakukan itu, aku benar benar ketakutan. Shifu, jika ada hal yang seperti ini memang terjadi. Maka, bersumpah lah pada ku untuk tetap membunuh ayah ku. Aku lebih baik mati di bandingkan menjadi kelemahan mu. " Ucap Xue Hongli dengan mata yang memerah.
Hati nya terasa sakit dan sesak saat mendengar ini, melihat dan menilai dari temperamen nya. Dia mungkin tidak akan ragu untuk mengorbankan diri sendiri seperti yang ada di mimpi Xue Hongli.
Xue Hongli rela untuk bersujud dan berlutut untuk nya hanya untuk menyelamatkan nya .
"Hongli, dengarkan aku. Itu mungkin hanya mimpi yang lewat. Jangan takut, itu tidak akan terjadi. " Ucap nya sambil mengelus rambut Xue Hongli.
"Shifu, kau harus bersumpah pada ku untuk tetap membunuh ayah ku jika saat itu ada. Jangan perdulikan aku, aku tidak takut untuk mati. Hanya takut jika aku menjadi kelemahan mu, menjadi kehancuran mu. " Ucap Xue Hongli, seluruh tubuh Hongli gemetar.
Dan dia merasakan air hangat yang mengalir di ceruk leher nya, perlahan lahan air itu menjadi lebih banyak.
"Jangan menangis. Aku bersumpah untuk membunuh ayah mu jika saat itu terjadi, tapi aku juga tidak akan membiarkan mu pergi. " Ucap nya sambil menggigit bibir nya.
Dia melihat bulan yang menjadi lebih terang dan menghela nafas.
Butuh waktu satu jam untuk menenangkan Xue Hongli sepenuh nya, lalu anak laki laki itu tertidur dengan tenang meski pun mata nya masih memerah.
Dia berdiri di depan jendela, angin malam menerpa wajah nya dengan kencang. Ini membuat nya menggigil kedinginan, tapi tubuh nya bereaksi lain.
Dia berdiri dengan kaku, tampak seperti tidak memiliki rasa terhadap angin yang menerpa wajah nya. Kata kata Xue Hongli membuat nya terngiang ngiang.
Ini adalah kata kata paling tulus yang pernah di dengar nya dalam seumur hidup nya atau bahkan kedua kehidupan nya.
"Shifu, aku lebih baik mati di bandingkan menjadi kelemahan mu. Shifu, sejak kamu menjadi penyelamat ku, maka aku akan berusaha sebaik mungkin untuk membantu mu. Shifu, sejak kamu menyelamatkan ku, aku akan melakukan apa pun yang terbaik untuk mu, tidak peduli bahkan jika aku harus mengorbankan seluruh dunia ini untuk mu, apa lagi hanya nyawa kecil ku. " Ucap Xue Hongli sebelum jatuh tertidur.
Kata kata yang di ucapkan oleh Xue Hongli itu membuat seluruh tubuh nya gemetar, dia yang selama ini mendambakan perhatian. Tidak bisa tidak merasa tersentuh.
Hati nya menghangat, sekaligus gugup. Pandangan nya terpaku pada bulan yang tampak sangat sempurna. Tapi sayang, bulan malam ini tampak kesepian. Tidak ada para bintang yang menemani nya.
Ini adalah kali pertama nya mengambil murid, sehingga dia takut kalau dia tidak akan bisa menjadi guru yang baik untuk Hongli.
Dia takut kalau semua nya tidak akan berjalan lancar seperti apa yang di harapkan nya. Mata nya melirik ke bawah, hanya untuk melihat sekumpulan mayat hidup yang berjalan dengan langkah gontai.
Ini membuat nya kaku dan tidak bisa mengatakan apa pun,dia sebenar nya memiliki ide gila untuk memastikan seberapa baik tingkat darah Iblis nya.
Para mayat hidup dapat di kendalikan dengan mudah oleh Iblis, semakin tinggi tingkat nya maka semakin mudah mengendalikan nya.
Dia menunggu pagi hari, waktu tidak terasa sangat cepat menghampiri. Ribuan pemikiran memenuhi pemikiran nya semalam.
Seluruh tangan nya sedingin es, wajah nya menjadi lebih pucat. Kulit nya yang pada dasar nya sudah pucat menjadi lebih pucat lagi.
Bonus Like 29 k : 1 / 3