
Xue Longque tampak sedang memeluk istri nya Lin Yi yang terus meronta tinta di depan kamar Xue Xing Lun.
"Xue Fenghuang, kemana saja kau ? Kenapa kau tidak kembali kemarin malam ?" Tanya Xue Longque dengan dingin.
"Kemarin, aku bertemu dengan nona pertama kediaman Qin. Dia sangat baik pada ku dan mengajak ku untuk tinggal bersama dengan nya. Aku tidak berani membuka identitas ku di depan nya, takut dia kecewa pada ku. " Ucap nya dengan tenang.
Dia sudah menebak kalau dia akan di tanya seperti ini oleh Xue Longque.
"Nona muda kediaman Qin ?" Tanya Xue Longque dengan alis yang mengerut.
"Ya, aku memiliki bukti nya. Dia memberikan ku ini sebelum nya. " Ucap nya mengeluarkan salah satu tusuk rambut yang sudah di beli nya.
"Apa kah dia sudah sehat seperti dulu lagi ? Apa kah dia benar benar tidak tahu identitas mu ?" Tanya Xue Longque.
"Dia sudah sangat sehat ayah. Untuk soal itu, jangan lupa ayah, aku baru keluar dari kediaman ini dan menunjuk kan kalau aku masih hidup baru baru ini. Tidak banyak yang mengetahui rupa ku seperti apa. Lalu, bukan kah aku diagnosis tidak bisa ber kultivasi ? Itu juga karena racun ayah. " Ucap nya sambil terkekeh ringan.
"Ayah, kau sungguh pilih kasih. Apa karena Adik Xing Lun lebih berbakat dari ku ? Aku sudah berusaha untuk melakukan yang terbaik, tapi apa hasil nya ? Kau bahkan tidak memberi ku perhatian sedikit pun saat di asingkan di gudang. " Ucap nya sambil meremas pakaian nya.
Ini adalah kata kata yang paling ingin di kata kan oleh pemilik tubuh asli, dia harus menghormati Xue Fenghuang sebelum nya.
Hati nya menjadi lebih tenang kala sudah mengeluarkan kata kata ini, Kata kata ini bahkan tidak dapat di kata kan sampai Xue Fenghuang meninggal.
"Ayah, jangan berpura pura perhatian dengan ku. Apa kau tidak muak dengan permainan ini ? Permainan ini pada akhir nya hanya akan menyakiti kedua belah pihak." Ucap nya.
"Fenghuang..................... "Xue Longque tidak dapat menahan tangisan nya lagi dan ingin memeluk nya.
Tapi, dia menghindar pelukan itu.
"Sekarang, aku ingin hubungan ayah dan anak hanya sampai di sini saja. " Ucap nya dengan dingin.
"Fenghuang, ayah tahu ayah salah. " Kata Xue Longque dengan air mata yang menetes.
"Ayah, apa kau tahu ? Bahkan orang orang yang mendengar cerita kehidupan ku bisa langsung memberi ku perhatian yang aku ingin kan. Jika ada kehidupan selanjut nya, maka aku tidak ingin menjadi anak mu lagi." Ucap nya dan membalik kan tubuh.
"Ayah, sekarang kita adalah musuh. Aku tidak akan segan lagi dan biar kan aku memberitahu mu, yang meracuni ku adalah Lin Yi dan Xue Ling. Terserah apa kah kau akan percaya atau tidak !" Teriak nya, dia melompat naik ke atas kuda.
Setelah berada di pekarangan luar, dia tersenyum lebar. Beban yang selama ini di tanggung nya telah menghilang.
"Fenghuang, kau sekarang bisa beristirahat dengan tenang. Biar kan aku membalas kan dendam mu dengan sempurna. Lalu, Xue Longque, aku tidak akan segan lagi pada mu. Ini semua berubah menjadi mudah bagi ku. " Gumam nya sambil tertawa.
"Biar kan aku membuat mu merasa kan bagai mana rasa nya kehilangan orang yang sangat kau ingin kan. " Ucap nya dengan tangan mengepal.
Dia tidak pergi menuju Kediaman Qin lagi melainkan pergi menuju Sekte Tianwen. Dia akan menyelesaikan semua nya dan pergi ber kultivasi sampai waktu yang dia tetapkan datang.
Dia sadar, kalau dengan kultivasi nya saat ini, dia masih akan menyusahkan banyak orang.
Selama dia melakukan pelatihan tertutup, Toko nya akan melakukan gerakan di balik layar.
Sesampai nya di Sekte Tianwen dia menyerah kan barang barang nya yang dia ambil sebagai misi sebelum berjalan ke murid bagian dalam.
"Hei, Yun Xiang ! Keluar !" Teriak nya dengan suara lantang.
"Ck, monyet dari mana ini ?" Tanya suara menyebalkan dari belakang nya.
"Lama tidak bertemu nona Yun. " Ucap nya sambil terkekeh.
Tantangan nya kali ini menjadi kekacauan besar di sana, orang orang berbisik bisik tentang nya.
"Baik ! Jangan kata kan aku menindas mu anak kecil ! Ayo pergi !" Kata Yun Xiang.
"Baik !" Dia terbang menuju arena pertandingan hidup dan mati, sedang kan Yun Xiang pergi mencari tetua sebagai penengah mereka.
Dia tertawa ringan dan bergumam.
"Biarkan aku menyelesaikan seluruh permainan yang melelahkan ini. " Gumam nya sambil menghela nafas.
"Apa kah kalian berdua benar benar akan bertarung sampai mati ?" Tanya seorang laki laki.
"Benar tetua Ming. " Kata Yun Xiang.
"Baiklah, siapa nama mu ?" Tanya Tetua Ming pada nya dengan sinis.
Dia menaik kan alis ketika mendengar nada sinis ini, tetua Ming ini, sangat ramah ketika dengan Yun Xiang.
"Fenghuang." Ucap nya singkat, tetua itu mencatat nama nya.
"Ayo bertarung !" Kata Yun Xiang.
Dia tertawa renyah sebelum mengeluarkan pedang lentur nya dan menghindari serangan Yun Xiang dengan lincah.
Dia meloncat ke atas pedang Yun Xiang, sebelum melakukan loncat yang berbentuk roda di udara. Dia meloncat ke depan dan menghunus kan pedang nya.
Pedang nya yang lentur, dengan mudah menembus pertahanan yang di miliki oleh Yun Xiang. Gadis itu terlempar mundur.
Dia berjalan maju dan mendekati Yun Xiang, sebelum melakukan gerakan memutar dan berjalan ke depan sebanyak tiga langkah.
Dia menebas kan pedang nya dengan anggun dan selesai. Luka pedang tampak sangat jelas di leher putih Yun Xiang.
"Cih, hanya perlu 2 langkah dari ku untuk membunuh nya. Benar benar lemah. " Ucap nya dengan jijik.
Tentu saja, Yun Xiang adalah seseorang dengan tiga tingkat kultivasi yang lebih tinggi dari nya. Tapi, Yun Xiang itu tidak pernah melatih kekuatan nya sendiri.
Berbeda dengan nya yang sudah berkali kali membunuh bahkan tanpa berkedip.
"Fenghuang menang. " Kata Tetua Ming dengan mulut terbuka tidak percaya.
"Minggir." Ucap nya sambil mendorong tubuh tetua Ming yang menutupi jalan turun.
"Kau ! Kau tidak sopan dengan tetua mu !" Teriak Tetua Ming menjadi marah.
Dia mengangkat pedang nya ke leher Tetua Ming.
"Apa kau ingin bernasib sama dengan Yun Xiang ? Aku adalah orang yang tidak akan segan. Lalu, sebentar lagi kau bukan lah tetua sekte ku lagi. " Ucap nya dengan dingin.
Dia berjalan maju setelah membersihkan darah yang ada di pedang nya menggunakan pakaian Tetua Ming, tanpa sepengetahuan pria tua itu.
Langkah nya mengarah pada kediaman Jing Luyan, tatapan nya mendingin kala dia mendengar kabar buruk tersebut dari Jing Luyan.
Seumur hidup nya, dia tidak pernah di permalukan dan di rendahkan oleh seseorang sampai seperti itu. Dia akan membalas nya di masa depan.