Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
303. Sadar Dari Tidur Panjang


Dia duduk di samping Yuanzheng Yuwen dan membersihkan wajah pemuda itu dengan kain yang telah di rendam dengan air hangat.


Wajah yang sebelumnya tampak kusam itu berubah menjadi lebih penuh warna dan cerah, sangat menyegarkan.


Melihat Yuanzheng Yuwen seperti sedang melihat karya sempurna milik Seniman kelas atas. Dia benar benar kagum dengan karya ini.


Tidak peduli berapa kalipun dia melihatnya, dia tetap mengagumi karya sempurna itu tanpa sekalipun merasa bosan.


Tiba tiba, bulu mata panjang milik Yuanzheng Yuwen sedikit bergerak yang membuat nya langsung tersentak dan senyum bahagia secara langsung terbentuk di wajahnya.


"Dimana aku ?" Tanya Yuanzheng Yuwen dengan mata yang menatap nya dengan redup sekaligus bingung.


"Di Gua Harta Karun. " Jawabnya dengan semangat.


"Bagaimana dengan perasaan mu ? Apakah telah membaik ?" Tanya nya dengan antusias.


"Baik, tapi siapa kamu ?" Tanya Yuanzheng Yuwen dengan polos.


Senyumnya membeku di udara sebelum akhirnya benar benar hilang, dia tidak bisa tidak merasa terpukul akan kenyataan ini.


"Kau tidak mengingatku ?" Tanya nya dengan mata yang sedikit memerah.


Yuanzheng Yuwen tampak bingung sebelum akhirnya tertawa lantang dan bertepuk tangan dengan meriah sebelum akhirnya memeluknya dengan erat.


"Aku hanya berbohong, maafkan aku. " Ucap Yuanzheng Yuwen sambil terkekeh.


Dia melepaskan pelukan dengan paksa dan memukul dada Yuanzheng Yuwen dengan lemah.


"Sialan, aku sudah sangat khawatir tadi. " Umpat nya dengan marah.


Disisi lain, Yuanzheng Yuwen menghela nafas lega karena telah mengingat Xue Fenghuang dengan utuh.


Sebelumnya, dia memang tidak bisa mengenali dan mengingat Xue Fenghuang. Tapi, untunglah dia bisa mengingat semuanya tepat waktu dan tidak jadi mengecewakan Xue Fenghuang yang sangat di sayanginya.


Di tempat Xue Fenghuang, gadis itu merasa senang sekali karena Yuanzheng Yuwen sudah sadar dari pingsan nya.


Kemarahannya yang meningkat karena menyadari bahwa dia ditipu oleh Yuanzheng Yuwen dengan cepat menguap ke ruang hampa.


"Jika kau berani melakukan hal yang sama lagi maka aku akan membunuh mu. " Ucapnya sambil menenggelamkan kepalanya didalam pelukan hangat Yuanzheng Yuwen.


"Tenang, aku tidak akan melakukan nya lagi. Aku hanya melakukan itu untuk memastikan bahwa sebelumnya adalah kenyataan dan bukan mimpi sepihak ku, maafkan aku nona Xue yang terhormat!" Ucap Yuanzheng Yuwen sambil terkekeh.


Sedangkan dia yang menjadi korban kejahilan Yuanzheng Yuwen hanya bisa menahan diri agar tidak berteriak dan memukul kepala Yuanzheng Yuwen dengan keras.


Dia merasa malu dan menunduk kan kepala nya untuk menyembunyikan wajah nya yang memerah menahan malu.


"Mulutmu terlalu manis, aku pikir jika aku bersama mu terus maka aku akan segera terkena penyakit mematikan karena terlalu banyak mengonsumi hal manis. " Ucapnya sambil cemberut dan menahan senyuman yang tidak terkendali layaknya orang bodoh.


"Maafkan aku Senior He, aku telah melupakan nya. Tolong jangan membawa nya ke dalam hati. " Ucapnya dengan tulus dan berlutut di depan patung He Xunyi.


"Kalian berdua sekarang sudah sehat dan telah menjadi satu hati. Kalian harus kembali ke tempat kalian dengan segera. Setelah kalian keluar, maka gua ini akan runtuh. " Ucap He Xunyi.


"Lalu, bagaimana dengan Senior He ?" Tanya nya sambil mengerutkan dahi.


Karena telah disini selama beberapa minggu, dia menjadi akrab dengan He Xunyi dan menceritakan beberapa hal.


Bisa di bilang, dia menghormati He Xunyi dengan tulus karena telah membantu Yuanzheng Yuwen.


"Patung ini akan hancur bersama dengan gua ini, dan pada saat itu jiwaku akan terbebas dan aku bisa pergi menuju dunia bawah. " Ucap He Xunyi.


"Senior He, ada satu hal yang sudah sejak lama ingin ku tanyakan. Aku tidak tahu apakah ini pantas untuk di katakan atau tidak. " Ucapnya dengan ragu.


"Katakan saja, lagipula aku orang yang akan segera mati atau bahkan sudah bisa di anggap sebagai orang mati. " Ucap He Xunyi dengan santai.


"Begini, di masa lalu kamu mengatakan bahwa kamu adalah kultivator terhebat. Maka kamu pastinya memiliki tubuh bukan, kemana tubuhmu ? Kenapa tidak mengambil tubuhmu kembali untuk menampung jiwamu setelah patung ini hancur ?" Tanya nya dengan bingung.


"Tidak bisa, ketika jiwa seseorang telah lama terpisah dari tubuhnya. Maka tubuhnya tidak bisa mengenali jiwa itu lagi dan sulit bagi mereka untuk menyatu. Itu akan berakibat buruk, baik bagi tubuh dan jiwa orang itu. " Ucap He Xunyi.


"Senior He, apakah ada kemungkinan pengkhianat itu masih hidup ? Apakah kau perlu bantuan ku untuk mencari orang itu ?" Tanya nya dengan tulus menawarkan bantuan pada He Xunyi.


"Jangan, tidak perlu. Kau akan kembali jatuh ke dalam kebencian hanya karena dendam lama ini. Jika dia masih hidup maka itu akan menjadi takdir, jika dia tidak hidup lagi. Maka aku berharap aku tidak akan bertemu dengan nya di dunia bawah dan tidak berteman dengannya lagi di kehidupan selanjutnya. " Ucap He Xunyi dengan tenang dan bijak.


"Apakah aku bisa menemukan gambaran nya, apabila aku bertemu dengannya. " Ucapnya dengan lembut.


He Xunyi tidak menjawab sebelum bayangan yang merupakan jiwa He Xunyi yang menampakkan seorang pria dengan wajah yang tegas dan mata phoenix yang indah.


Alisnya tebal dan sempurna,tampak seperti wajah Jenderal yang adil dan bijak. Itu tampak seperti sangat sempurna dan penuh dengan keadilan.


"Apakah Senior He memiliki sebuah pesan yang ingin di sampaikan apabila aku bertemu dengan nya ?" Tanya nya pada He Xunyi.


"Tidak ada, kau hanya perlu katakan bahwa aku membencinya. Sangat membencinya, tapi tidak bisa dipungkiri bahwa aku masih memikirkan bahwa ini semua hanya mimpi. " Ucap He Xunyi sambil menatap ke atas, seolah olah mengingat masa lalu indah dengan temannya yang berkhianat.


"Senior He, aku telah belajar banyak denganmu. Terima kasih karena telah mengajariku begitu banyak, selama kehidupan ku yang pendek ini, aku belum pernah mengangkat seseorang menjadi guru. Tapi, Senior He sudah kuanggap sebagai guruku sendiri. " Ucapnya dengan sopan.


"Senior He, tolong terima rasa terima kasih ku karena telah menyelamatkan nyawaku dan merawatku, bahkan memberiku kesempatan untuk berbicara dengan Fenghuang. " Ucap Yuanzheng Yuwen ikut berlutut di depan He Xunyi.


"Apa yang kulakukan adalah hal yang aku rasa bisa mengurangi sedikit dosaku, melihat kalian bahagia membuatku bahagia juga. Aku harap hubungan kalian diberkati oleh Dewi Cinta dan bertahan sampai ribuan tahun. " Ucap He Xunyi sebelum akhirnya, bayangan dari pria paruh baya itu menghilang.


"Kami pamit dulu, Senior He. " Ucap keduanya dengan kompak dan bersujud di depan patung He Xunyi.


Crazy Up 1/11/2021 - 7/11/2021 : 2 / 3