
Tubuh Yun Sichou berjalan menyeberangi jembatan dengan tatapan kosong, Griffin yang melihat itu segera mengambil bentuk manusia nya dan menangkap tubuh Yun Sichou agar tidak jatuh ke dalam jurang.
Griffin itu membawa tubuh lemah Yun Sichou ke salah satu batu dan mengecek denyut nadi nya. Denyut nadi milik gadis itu sangat lemah.
Griffin itu segera mengalir kan kekuatan nya pada tubuh lemah Yun Sichou dan terkejut. Griffin yang sedang dalam wujud manusia nya terlihat terkejut.
"Jiwa yang Tidak Utuh !" Ucap Griffin.
"Aku, Zhuge Yao, belum pernah melihat orang yang sengaja merusak jiwa nya sendiri !" Ucap Griffin itu sambil menahan nafas saat melihat tubuh Yun Sichou.
"Selama satu juta tahun, aku hanya pernah mendengar beberapa kali utnuk orang yang merusak jiwa nya sendiri. Sedangkan ujian terakhir dari Jurang Jiwa Kesepian merusak jiwa. " Gumam si Griffin, Zhuge Yao.
"Bagaimana ini ? Dia adalah orang yang berbakat. Tuan pasti akan marah jika tahu kalau dia tidak di beri hadiah yang sesuai atas bakat nya yang sempurna. " Ucap Zhuge Yao dengan bingung.
Zhuge Yao mengangkat tubuh Yun Sichou menuju ranjang batu berwarna biru muda yang bercahaya, ranjang itu langsung bercahaya.
Cahaya itu dengan mudah masuk ke dalam tubuh Yun Sichou. Tubuh gadis itu langsung menyerap semua nya.
Zhuge Yao dengan sabar menunggu sadar nya gadis dengan bakat dan tekad yang sempurna ini.
7 Hari Kemudian
Yun Sichou yang merasa kepala nya pusing membuka mata nya dan melihat seorang pria tampan yang sedang menopang dagu sambil menatap nya dalam.
Dia langsung terkejut tapi dengan cepat kembali normal.
"Tuan Griffin ?" Tanya nya dengan ragu ragu.
"Aku tidak mengira kamu bisa menebak ku dalam wujud manusia. Kau berhasil melewati Jurang Jiwa Kesepian dan pingsan selama 7 hari. " Ucap Zhuge Yao.
"Hmm, ternyata begitu. Kalau begitu aku harus secara pribadi berterima kasih pada Tuan Griffin. " Ucap nya langsung duduk dan memberi salam.
Tidak di makan oleh binatang Ilahi lapisan Surga itu sudah merupakan kehormatan besar, apa lagi di rawat sampai 7 hari.
Ini membuat nya merasa tidak enak dan sungkan.
"Tidak perlu sungkan, aku memiliki perintah untuk merawat pemenang dengan baik. Kamu bisa memanggil ku sebagai Zhuge Yao. " Ucap Zhuge Yao memperkenalkan nama nya.
"Senior Zhuge. " Ucap nya kembali menunduk.
"Hm, aku ingin bertanya apa yang kau alami di jembatan itu pada ujian terakhir ? Kenapa kamu bisa pingsan ? " Tanya Zhuge Yao dengan tatapan menyelidik.
"Entahlah, di sana muncul semua keluarga ku jadi aku membiarkan mereka menusuk ku dengan pisau yang mereka bawa tanpa melawan. " Ucap nya dengan santai.
"Mereka ? Lebih dari satu ? Pantas saja. Jiwa mu tidak utuh, dan kamu di serang lebih dari satu orang. Tidak heran kenapa kamu bisa pingsan selama tujuh hari. Jika itu orang lain, maka aku takut mereka akan meninggal. " Ucap Zhuge Yao sambil menghela nafas berat.
"Eh ? Itu merusak jiwa ?" Tanya nya dengan penasaran.
"Ya, itu merusak jiwa. Bagaimana kamu bisa bertahan di rintangan satu dan dua ?" Tanya Zhuge Yao.
"Banyak orang berdarah dingin yang bisa melewati nya dengan santai tapi tidak bisa melewati bagian ketiga karena ambisi mereka. " Ucap Zhuge Yao lagi.
"Ehm, itu adalah hal yang mudah. Aku hanya duduk dan melihat peperangan berlangsung. " Ucap nya dengan polos.
"Aku tahu, tapi biasa nya yang di tunjukkan adalah pembantaian keluarga. Kebanyakan, orang tidak tahan dan membantu membunuh musuh. Lalu, ada juga orang yang berdarah dingin bisa dengan dingin mengamati tapi tidak bisa melewati bagian ketiga. " Ucap Zhuge Yao.
"Bagai mana cara menjelaskan nya ya ?" Dia bingung juga dengan apa yang di kata kan oleh Zhuge Yao.
"Begini, yang di ceritakan di sana adalah pengalaman ku. Di sana, aku bisa melihat diri ku sendiri yang gagal. " Ucap nya sambil tersenyum pahit.
Sekilas kata kata itu seperti tidak ada makna tapi sebenarnya, kata kata itu ditujukan pada nya. Untuk menunjukkan betapa gagal nya dia untuk menjaga orang yang dia pedulikan.
"Semua nya adalah pengalaman ku, mulai dan pembunuhan ayah angkat ku, dimana aku terlambat datang. Lalu aku melihat sekte ku yang hancur, yang membunuh ayah dan paman ku. Lalu aku juga melihat di mana, aku membunuh kakak angkat ku sendiri. " Ucap nya tetap dengan nada santai yang biasa tapi senyum nya terasa sedih.
"Apa kau tidak ingin menyelamatkan mereka ? Aku yakin kau di beri kesempatan untuk melakukan hal yang tidak dapat kau lakukan sebelum nya. " Ucap Zhuge Yao.
"Aku tidak bisa mengubah takdir, setidaknya tidak sekarang. Tidak tahu nanti kalau aku bisa mengubah takdir. " Ucap nya.
"Lalu, untuk tantangan ketiga. Aku ingin membayar semua hutang ku pada mereka, karena aku tidak suka berhutang. Tidak peduli pada keluarga atau siapa pun itu. " Lanjut nya.
"Apa kah ada yang kau ingin kan ? Aku bisa membantu mu untuk mendapat kan nya. " Tanya Zhuge Yao.
"Aku ingin menjadi lebih kuat, karena masih ada yang harus ku lindungi dan dendam ku belum terbalaskan. " Ucap nya dengan penuh tekad.
"Aku belum membuat musuh ku berlutut di hadapan ku dan menjilat tanah yang ku injak. " Gumam nya.
"Baiklah, karena kamu berhasil melewati nya aku akan memberi mu waktu tiga hari lagi untuk beristirahat. Kau harus memulihkan diri mu terlebih dahulu sebelum melakukan latihan. " Ucap Zhuge Yao.
"Aku memasak bubur untuk mu, makan lah selagi masih hangat. " Lanjut pria itu dan menarik salah satu kursi yang terbuat dari batu.
Dia menarik batu itu juga, tapi terasa lumayan berat bahkan untuk seorang kultivator seperti nya sedangkan Zhuge Yao mengangkat kursi ini seperti sedang membawa kursi kayu.
Dia duduk dan menatap bubur ikan itu dengan berbinar binar, bubur ikan adalah makanan favorit nya sejak dulu.
"Terima kasih. "Lirih nya, sebelum dia mulai menyuap makanan nya dengan penuh semangat.
"Pelan pelan saja atau kau akan tersedak, aku akan kembali repot jika kau kembali pingsan karena tersedak." Ucap Zhuge Yao.
"Iya iya, terima kasih Senior Zhuge !" Ucap nya dengan semangat sebelum kembali memakan makanan nya dengan lahap.
Zhuge Yao yang melihat itu hanya menghela nafas kembali dan memakan makanan nya dengan perlahan.
"Kau seperti orang yang kelaparan, jika aku tidak melihat mu makan kemarin maka aku tidak akan memprotes. " Ucap Zhuge Yao.
"Aku kelaparan sekali, yang kemarin itu tidak cukup. Aku memiliki sejarah di balik kelaparan yang ku rasa kan, aku akan bercerita setelah makan selesai. " Jawab nya dengan mulut yang penuh.
Setelah habis dia kembali menambah makanan nya beberapa kali lagi sampai akhir nya dia mengelus perut nya dengan kekenyangan setelah makan 5 mangkuk bubur.
Dia menutup mulut nya yang terasa tidak nyaman, perut nya juga tidak nyaman. Dia tadi jelas jelas merasa sangat lapar dan sekarang dia merasa sangat kenyang sekali.
Apakah ada masalah di perut nya ?
"Kau kekenyangan, manusia biasa tidak akan bisa memakan sebanyak itu." Ucap Zhuge Yao sambil mengalirkan energi dari punggung nya.
Dia merasa diri nya akan muntah ketika energi mengalir ke dalam tubuh nya.
"Kau bilang akan menceritakan alasan nya ?" Tanya Zhuge Yao.
"Begini, aku hari itu terluka parah sekali sampai sampai tidak bisa bergerak. Selama lima bulan, dengan tubuh penuh luka berbaring di bawah sinar matahari terik dan hujan deras di sertai dengan perut kosong selama 5 bulan. Aku benar benar kelaparan sekali pada saat itu, sampai sampai aku mati rasa. Tapi, memang belakangan ini aku makan sangat banyak. " Ucap nya sambil menaik kan alis nya.
"Manusia biasa bisa menahan untuk tidak makan dan tidak minum bisa bertahan sampai 7 hari paling banyak, sedangkan kultivator hanya bisa sampai 3 bulan paling banyak. Kau sudah bertahan selama 5 bulan dengan luka di sekujur tubuh, di guyur oleh hujan deras dan sinar matahari yang terik ? Aku rasa aku tahu penyebab nya. " Ucap Zhuge Yao.
"Apa itu ?" Tanya nya dengan bingung, dia tidak merasa ingin muntah lagi melainkan merasa perut nya perih.
"Kemungkinan besar yang bisa terjadi adalah daging di dalam diri mu telah sebagian besar hancur untuk mempertahankan hidup. Kemungkinan besar, alat pencernaan mu sudah hancur sehingga kamu merasa sangat lapar atau sangat kenyang. " Ucap Zhuge Yao dengan wajah muram.
Setelah mendengar ini dia terkejut setengah mati, dia tidak bisa bergerak. Tapi, menurut nya apa yang di katakan oleh Zhuge Yao adalah kebenaran.
Kultivator mana yang berhasil bertahan di bawah situasi yang sama dengan nya ?
"Tapi, jika begitu, bagaimana aku masih bisa bertahan hidup ?" Tanya nya dengan bingung.
"Itu mungkin karena tekad mu, tapi aku melihat jika jiwa mu tidak utuh. Kamu pasti menaruh nya di tempat yang aman. Kemungkinan besar, ini adalah hal yang membuat mu tetap berada di sini dan hidup. " Ucap Zhuge Yao.
Dia mengangguk paham, perlahan lahan dia mengerti. Dia masih tidak bisa tidak terkejut dengan hal ini.
"Tapi, ada kemungkinan untuk membuat nya kembali seperti semula. Tempat yang akan ku tunjuk kan pada mu kemungkinan besar bisa membantu mu mendapatkan tubuh yang baru, tubuh yang lebih kuat. " Ucap Zhuge Yao menyemangati nya.
"Terima kasih atas bantuan mu, Senior Zhuge. Jika kamu tidak mengatakan nya maka mungkin aku akan kesulitan di masa depan dengan tubuh seperti ini. " Ucap nya sambil tersenyum pahit.
Ini tidak akan jauh berbeda dengan Ular Rumput Zhuge Raksasa yang di bunuh oleh nya dan Lin Rong Rong, di mana perut nya telah menjadi bubur daging.
Membayangkan nya saja sudah membuatnya merinding.
Bonus Chapter : 2 / 2