Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
58. Ular Hitam Surgawi


"Bagai mana masuk ke sini ? Bukan kah tinggal masuk ?" Tanya nya tidak paham dengan pertanyaan ular di depan nya ini.


"Tch, apa kau tahu berapa lama aku di segel di dimensi ini ? Sudah lebih dari 1.000 tahun. Ada ratusan atau bahkan ribuan orang yang ingin masuk ke dalam gua ini tapi mereka tidak bisa melakukan nya. Gua ini di segel dengan sangat rapat, bahkan semut pun tidak bisa masuk. " Kata ular itu mendecih dengan kesal.


"Tapi aku memang tidak melakukan apa pun, kaki ku seolah olah berjalan sendiri dan akhir nya membawa ku ke mulut gua ini. " Kata nya.


"Hmm, seperti nya ini sudah waktu nya aku untuk keluar. Ayo buat kontrak, biar kan aku menjadi hewan spritual mu. " Kata Ular hitam itu dengan santai sebelum berubah menjadi seorang wanita cantik dengan rambut hitam dan wajah kecil.


Benar benar cantik, bahkan membuat nya menjadi sedikit ragu.


"Kenapa ? Kau terpanah dengan penampilan ku ? " Tanya Ular hitam itu dengan sinis, sebelum menggambar di udara dengan Qi yang membentuk sebuah formasi kecil.


"Tetes kan darah mu di sini. " Kata Ular hitam itu, dia mengangguk dan melukai ujung jari nya.


Begitu darah menetes, formasi itu langsung bersinar terang dan masuk ke dalam tubuh gadis ular itu. Lalu, di bagian leher gadis ular itu ada bentuk Phoenix Biru yang sangat cantik.


"Bagai mana mungkin ? Dewi Phoenix ?" Gumam Gadis ular itu dengan sangat pelan tapi dia masih bisa mendengar nya.


"Dewi Phoenix ? Apa maksud mu ?" Tanya nya bingung.


"Tidak, tidak ada apa apa. Itu ambil beberapa cincin di belakang sana. Itu adalah persembahan yang di berikan beberapa monster sekitar." Kata Gadis ular itu dengan jengah.


Dia berjalan ke dalam dan mengambil seluruh cincin ruang yang ada di dalam gua itu sebelum menyimpan nya.


"Ehm nama mu Xue Fenghuang bukan ?" Tanya Gadis ular itu dengan ragu.


"Ya, ada apa ?" Tanya nya dengan acuh tak acuh karena dia sedang fokus pada isi cincin ruang milik gadis ular itu.


"Nama ku Lin Rong Rong, kau bisa memanggil ku Rong Rong. Aku sudah terjebak di sini selama 1.000 tahun dan aku ini adalah ras Ular Hitam Surgawi !" Kata Lin Rong Rong dengan wajah bangga.


"Terus ?" Tanya nya sambil menaik kan alis nya.


"Kau tidak bangga ? Ras Ular Hitam Surgawi milik ku ini adalah ras Ular yang paling langka. Bahkan kami setara dengan Phoenix dan Naga !" Kata Lin Rong Rong dengan penuh keangkuhan.


"Lalu, kalau kau memang sehebat itu. Kenapa kau berada di sini dan terjebak di dimensi kecil ini ?" Tanya nya dengan jengah.


Wajah Lin Rong Rong berubah sedih kala mendengar kan kata kata nya, ini membuat nya khawatir.


"Apa kah aku ada salah kata ?" Tanya nya.


"Tidak, memang kau benar. Kalau aku memang sehebat yang aku kata kan, apa kah aku akan terkurung di sini ?" Lin Rong Rong menunduk kan kepala.


"1.500 tahun yang lalu , Klan Ular Hitam Surgawi ku adalah Klan yang paling kuat dan memimpin sebuah dimensi yang di bernama dimensi Bangsa Ular. Kami selalu di banding banding kan dengan Klan Naga dan Phoenix dari Dimensi Ilahi. "


"Apa kah dia lebih kuat dari ayah mu ?" Tanya nya dengan bingung, biasa nya yang menjadi ketua adalah yang paling kuat.


"Lebih kuat ? Tch ! Dia bahkan tidak layak untuk menjilat sepatu ayah ku. Dia bekerja sama dengan Klan Naga Ilahi, aku yang saat itu masih muda hanya bisa berlari untuk menyelamatkan diri dan melihat, kedua orang tuaku yang di bunuh dan pelayan setiaku yang terbunuh karena melindungi ku. " Lin Rong Rong mengepalkan tangan.


"Aku memang tidak berguna, karena bahkan sampai sudah seribu tahun ini aku masih berada di tingkat ini. Tapi, tidak dapat ku pungkiri kalau kualitas Qi di sini sangat sangat buruk. " Kata Lin Rong Rong sebelum menghela nafas pasrah dan terduduk di batu.


"Jangan menyalahkan diri mu sendiri, lalu bagai mana kau bisa terkurung di sini ?" Tanya nya.


"Aku ? 1.000 tahun yang lalu aku bertemu dengan seorang gadis muda yang sepantaran dengan diri mu, dia mengaku kalau diri nya adalah Dewi Kematian. Dia bilang kalau aku akan di segel di dimensi yang dia buat, dan sebagai ganti nya aku akan aman. Segel milik ku akan lepas kalau aku bertemu dengan penerus nya dan itu adalah kau. " Kata Lin Rong Rong.


Dia merenung, berarti dimensi ini belum berumur terlalu lama karena baru berumur 1.000 tahun seperti kata Lin Rong Rong.


"Lalu, bagai mana kau akan bisa mengikuti ku nanti ?" Tanya nya.


"Binatang Spiritual akan mendapat kan Dimensi Alami yang terbentuk ketika melakukan kontrak, kau hanya perlu memerintahkan ku di dalam hati untuk masuk ke dalam dimensi itu. " Kata Lin Rong Rong.


Dia mengangguk dan berjalan keluar gua yang di ikuti oleh Lin Rong Rong.


"Kau jangan terlalu lama di sini karena dimensi ini akan hancur dalam waktu tiga hari begitu segel itu hancur. " Kata Lin Rong Rong.


"Hancur ? Dalam tiga hari ? Untung lah, aku hanya akan berada di sini 2 hari lebih lagi. Ayo ikut aku mencari monster. " Ucap nya sambil menarik tangan Lin Rong Rong.


"Memang nya kenapa ? Kenapa kau mencari monster ?" Tanya Lin Rong Rong.


"Aku sedang mengikuti sebuah pertandingan dan itu mengharuskan ku untuk membunuh monster. Aku harap kau mengerti dengan hal tersebut. " Ucap nya sambil tertawa pelan.


"Membunuh monster ? Manusia manusia rendahan itu memang belum berubah. Mereka menjadikan mahkluk hidup lain nya sebagai sumber pertunjukan mereka. Ini membuat ku jijik dengan mereka. " Kata Lin Rong Rong.


"Yang kuat memangsa yang lemah, seseorang hanya bisa menyalahkan diri sendiri karena ketidak mampuan. " Kat nya sebelum berjalan meninggal kan Lin Rong Rong.


Setiap kali dia melihat monster dari kejauhan, dia membentuk belati es dari Qi nya yang langsung menancap tepat di kepala.


Sampai akhir nya dia sudah berkeliling hampir 3 jam, dia sudah membunuh hampir 90 monster. Seluruh tubuh nya sangat lelah, karena tidak mudah untuk terus menerus membentuk belati es dari Qi nya, bahkan dengan kekuatan nya saat ini.


Dia sengaja menyuruh Lin Rong Rong untuk diam dan jangan membantu lalu jangan menakuti monster buruan nya.


Tapi sayang nya, ada beberapa monster yang langsung berlari ketika dia berjalan mendekat. Padahal jarak nya dengan monster itu masih 15 meter.


"Aku aneh dengan hal ini, monster adalah mahkluk hidup yang tak kenal takut. " Kata Lin Rong Rong ketika mereka sudah kembali ke gua gadis ular tersebut.


bonus like 3,2 k : 1 / 3