Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
145. Kultivasi Iblis


"Apa kah ada yang ingin menawar lebih tinggi ?" Tanya Fang Si Yu dengan penuh semangat.


Harga telah meningkat beberapa kali lipat dari harga normal, tapi di sisi lain khawatir dengan keributan yang akan terjadi.


"35.000 Kristal Roh !" Ucap Wanita berpakaian hitam itu tidak ingin mengalah.


"36.000 Kristal Roh !" Ucap nya dengan penuh keyakinan.


Jika ini memang benar benar hanya Seni Bela Diri biasa maka dia tidak akan berjuang habis habisan seperti ini.


Yang di lakukan oleh nya saat ini terjadi karena dia merasa kalau Seni bela diri itu memiliki sesuatu yang unik.


Dia harus mencari tahu apa itu hal baik atau hal buruk, jika hal buruk maka buku itu tidak boleh tersebar.


"Nona, seperti nya anda tidak akan menyerah dengan ku. Aku akan menyerah kalau begitu, lagi pula aku tidak memiliki uang yang cukup untuk menawar lagi. " Ucap wanita berpakaian hitam itu dengan tenang.


"Kalau begitu aku secara pribadi berterima kasih pada nona karena telah membiarkan ku untuk memiliki nya. " Ucap nya dengan halus dan sopan.


"Apa kah ada yang ingin menawar lebih tinggi dari Nona Xue ?" Tanya Fang Si Yu.


Pada saat itu lah dia baru ingat kalau papan nama nya di pasang dengan nama Xue, beberapa orang pasti bisa menebak diri nya.


"Selamat Nona Xue ! Anda berhasil mendapatkan Buku Seni Bela Diri Menari Di Bawah Cahaya Bulan !" Ucap Fang Si Yu.


Buku itu terbang dari telapak tangan Fang Si Yu dengan sebuah cahaya ringan, dia menjulurkan tangan nya dari pintu dan menangkap buku itu.


Sebalik nya, sebuah cincin ruang dari nya meluncur dengan deras menuju Fang Si Yu. Fang Su Yu memberikan nya pada dua orang wanita di belakang nya untuk menghitung jumlah uang yang di berikan nya.


"Selanjut nya ada Pil Roh Bumi milik Ahli Alkemis hebat yang selama ini telah memenuhi setengah dari kebutuhan para Kultivator di sini !" Ucap Fang Si Yu.


Dia menatap dengan malas pada Fang Si Yu dan memilih untuk membuka buku yang telah di beli nya. Dia menatap buku itu dan tidak merasa kan sesuatu yang aneh.


Hanya saja tetap dia merasa ada yang ganjil tapi tidak bisa menemukan nya, bahkan ketika dia mengalir kan Qi buku itu hampir robek karena rapuh termakan oleh usia.


"Ini, untuk mu. Latih lah dengan baik, setelah ini aku akan pergi ke penempaan besi untuk menciptakan sebuah Guqin untuk mu. " Ucap nya sambil mengulur kan tangan nya pada Xue Shangxin.


"Jie, apa kah ini tidak terlalu berharga ? Aku takut aku tidak bisa membayar nya bahkan sampai akhir nyawa ku. " Ucap Xue Shangxin dengan ragu.


"Tidak apa apa, ambil lah. Kamu bisa membayar ku dengan kekuatan mu di masa depan, latihlah dengan baik. " Ucap nya dengan senyum tulus.


Xue Shangxin mengambil buku itu dengan enggan, dia tersenyum tipis dan memejam kan mata nya. Pelelangan selanjut nya bahkan tidak bisa menarik minat nya sama sekali.


Dia meringis kala melihat banyak nya pertengkaran karena perebutan untuk pil pil buatan nya, dia merasa terharu akan hal ini.


Dia tidak bisa berhenti untuk memikir kan Seni Bela Diri Menari Di Bawah Cahaya Bulan yang di beli nya tadi.


Dia tiba tiba mengingat salah satu legenda yang ada, bahwa ada sekelompok orang yang ber kultivasi dengan ilmu sesat.


Masalahnya, dia tidak melihat ada satu pun hal yang ganjil dalam kata kata yang tertulis di dalam buku usang Seni Bela Diri Menari Di Bawah Cahaya Bulan.


Jadi, seharus nya ini semua hanya lah ketakutan nya semata. Semua nya harus nya baik baik saja, tidak ada yang aneh dari Seni Bela diri itu.


Dia seperti nya terlalu lelah belakangan ini dan banyak yang membebani pikiran nya , sehingga dia menjadi sangat waspada setiap saat.


"Jie, seperti nya ini sangat menarik. Aku tidak sabar untuk pulang dan mengkultivasikan nya. " Ucap Xue Shangxin dengan polos.


Dia tertawa ringan dan mengacak rambut Xue Shangxin dengan perlahan dan gemas.


"Shangxin, ingat lah untuk tidak terpisah dengan ku ketika kita keluar dari sini atau aku tidak akan mengajak mu keluar lagi nanti. " Ucap nya dengan pelan tapi mengancam.


"Kenapa begitu, jie ? Apa kah ada sesuatu ? Aku pasti nya tidak akan jauh jauh dengan mu, aku tidak hapal jalan di sini. Jika kamu ingat, aku tidak berasal dari kota ini melainkan dari kaki Gunung Si Feng. " Ucap Xue Shangxin dengan bingung.


(Si di sini di maksud dengan empat (四) dan Feng yang ada di sini di maksud dengan angin. Ini mengacu pada empat arah mata angin yang ada. )


"Oh iya, aku melupakan ini. Melihat kecerdasan mu membuat ku lupa kalau kamu bukan berasal dari ini." Ucap nya sambil menghela nafas.


Dia kembali tersadar kalau Xue Shangxin hanya lah anak perempuan berumur 10 tahun, dan dia juga tersadar kalau umur nya baru berumur 14 tahun.


Bulan depan adalah ulang tahun nya ke 15 , benar benar membahagiakan.


"Selanjut nya salah Guqin Agung yang bernama Guqin Darah Phoenix, ini ada sepasang. Satu memiliki lukisan Phoenix Api dan satu nya lagi adalah lukisan Phoenix Salju. " Ucap Fang Si Yu.


Orang orang langsung jatuh ke dalam keributan, banyak orang langsung menginginkan Guqin itu, dia memandang Guqin itu dengan mata yang membelalak.


Demi apa pun, Guqin itu sangat indah dan membuat nya hampir gila ! Dia bisa memiliki sepasang, tampak nya Xue Shangxin juga menginginkan nya.


Di lihat dari gelagat nya yang gelisah dan mencyri tatapan pada Guqin itu beberapa kali, seolah olah sangat menginginkan nya.


"Kamu mengingin kan nya ?" Tanya nya dengan nada yang menggoda.


Wajah Xue Shangxin memerah kalau tertangkap basah kalau dia sedang memandang Guqin Darah Phoenix itu dengan penuh harap.


"Aku akan menawar nya, aku satu dan kamu satu dengan begitu kita memiliki benda yang bisa di gunakan bersamaan. " Ucap nya dengan semangat.


Xue Shangxin mengangguk dengan malu malu.


"Kamu harus mengajari ku cara bermain Guqin yang benar, kamu tahu sendiri bahwa aku tidak berbakat dalam bidang musik bukan ?" Tanya nya sambil terkekeh ringan.


Bonus Like 20 k : 2 / 3


Note : satu chapter selanjut nya akan di post besok karena author hari ini dapat banyak banget tugas dari sekolah. Mohon perbanyak like nya, author rasa belakangan ini like nya menjadi lebih sedikit. Terima kasih 🙏